Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 15


__ADS_3

Happy Reading....


.


.


.


.


.


.


.


Enjooyyyyy.... 😉


*******


Beberapa menit lalu mereka pergi dari kediaman Kartawijaya, kini mereka melajukan mobilnya menuju apartemen yang di kemudikan oleh Christian.


Deandra yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya, membuat Christian yang tadi sesekali meliriknya tampak kesal, dengan Deandra yang mengacuhkannya.


Karena, tidak tahan di abaikan akhirnya ia memanggilnya.


"Sweety...," panggilnya mesra.


"Hemmm, " balas Deandra acuh tak acuh, dengan tidak mempermasalahkan lagi panggilan Christian padanya.


"Sesibuk itukah kau dengan ponselmu, tidak menatapku saat aku memanggilmu." kesal Christian masih menatap ke arah depan.


Deandra yang mendengar itu mematikan ponselnya dan mengalihkan pandangannya penuh pada Christian.


"Maaf, jadi ada apa ?" tanya Deandra yang masih menatap Christian dari samping.


"Apa ada yang kau beli, sebelum kita ke apartemen ?" tanya Christian.


Mengerti apa yang di maksud Christian, ia pun berpikir.


"Ya!... kita singgah dulu ke pasar tradisional sekitar dekat dengan apartemen." jawab Deandra dengan mata binarnya.


"Kenapa harus ke pasar, supermarket sekitar sini juga ada." ucap Christian.


"Aku bilang ke pasar Christian. " ucap Deandra dengan kesalnya.


"Tapi di sana pasti kotor Sweety, di supermarket saja kebersihannya pasti terjamin." protes Christian dengan teguhnya.


"Ke pasar, titik." ucap Deandra tak ingin dibantah lagi.


Christian yang melihat keras kepalanya, hanya menghela nafas dan menuruti perkataan tunangannya.


Sesampainya mereka tiba di depan pasar, Deandra dengan semangatnya turun dari mobil sebelum sempat Christian bukakan pintunya.


"Jika kau tidak ingin ikut masuk, tunggu saja di dalam mobil sambil aku berbelanja. " ucap Deandra pada Christian yang berada di sampingnya.


"Tidak! , aku akan ikut bersamamu ke dalam." ucap Christian dengan sedikit ragu.


"Kau yakin, " ucap Deandra yang menaikan sebelah alisnya.


"Yakin. " mantap Christian sambil tersenyum.


"Oke. " ucap Deandra yang berjalan dengan Christian yang selalu memegang tangannya.

__ADS_1





Dengan santainya Deandra berbelanja, berbeda dengan pria di sampingnya yang mulai merasa tidak nyaman.


Tawar menawar, Deandra ahlinya soal harga.


Christian yang melihat bagaimana senangnya Deandra membuat ia ikut merasa bahagia, wanitanya beda dari yang lain, jika biasanya sebagian wanita pergi ke salon mempercantik diri dan berburu barang branded, beda dengan wanitanya yang selalu tampil sederhana namun sangat cantik, wanitanya tidak pernah berubah dulu maupun sekarang.


Mengingat betapa brengseknya ia dulu, membuat wanitanya pergi meninggalkan ia dengan sebuah penyesalan, banyak wanita yang mendekatinya setelah Deandra pergi dan sejak ia sudah mulai mengelola perusahaan keluarganya.


Namun, tak ada satu pun dari mereka yang bisa menggantikan Deandra dari hatinya. Hingga akhirnya ia sadar bahwa Deandralah, Deandra wanita yang selama ini ia inginkan dulu maupun sekarang.


Hingga di mana Christian pergi mencari ke rumahnya. Namun semua itu terlambat ia telah pergi, pergi dari keluarganya, pergi dari negara ini, dan pergi meninggalkan Christian tanpa memberi kesempatan untuk meminta permohonan maafnya. Yang membuat penyesalannya semakin dalam.


Gila kerja dan mabuk-mabukan yang Christian lakukan setiap harinya. Tapi, tidak dengan wanita karena, Christian yang menutup hati dan diri dengan sifat dinginnya membuat mereka mundur dan berpikir ulang untuk mendekatinya lagi.


Sampai orangtuanya lelah melihat kelakuan anaknya pun, mengusulkan Christian mencari Deandra. Percuma Christian mencari Deandra jika, keberadaannya saja di sembunyikan oleh keluarganya, sekeras apapun ia mencari.


Pada akhirnya dengan cara menggertak keluarga Wijaya untuk mengambil alih perusahaannya, dengan cara kotor sekalipun ia lakukan.jika itu berhasil membawa wanitanya yang kini berada di dekatnya.


"Christian...," suara kesal wanitanya membawa ia kembali dari lamunannya.


"Ya.. " ucap Christian tersenyum melihat wajah kesal tunangannya.


"Kau ini, sedari tadi ku panggil tapi, diam saja." ucap Deandra.


"Maaf, apa sudah selesai ?" tanya Christian membuat Deandra mendengus pada Christian.


"Sudah, ayo pulang. " ucap Deandra sambil berlalu meninggalkan Christian di belakangnya.


"Tidak usah, aku bisa bawa sendiri. " ucap Deandra menutup pembicaraan mereka setelah tiba di dalam mobil dan berlalu dari sana.


*****


"Sebaiknya kau mandilah dulu Chris, biar aku bawa sendiri kopernya ke kamar ku. " ucap Deandra sambil membuka pintu kamarnya yang akan ia tinggali sekarang.


"Kenapa kita tidak sekamar saja" ucap Christian yang tidak ingin berpisah dengan Deandra.


"Chris..ingat apa yang dikatakan ayahku!, walaupun kita tinggal bersama, bukan berarti kita tidur sekamar juga! ," ucap Deandra yang berbalik menatap Christian dengan berkacak pinggang.


"Baiklah, " ucap Christian pasrah dan Deandra segera masuk ke kamar dan membersihkan diri, masalah pakaian di kopernya nanti saja di bereskannya pada lemari pakaian.


Deandra yang sudah mandi dan berpakaian kaos pendek dan celana panjang di kamar mandi, segera keluar dan berjalan ke arah dapur untuk memasak makan malam.


Membuat menu sayur sop, ayam dan tempe goreng serta sambal andalannya. Untung saja ia sempat membeli ulekan di pasar dulu, dan harus mencarinya lama. Bagi Deandra makan tanpa sambal kurang nikmat. Apalagi, jika ada kerupuk bikin tambah terus.


Deandra yang masih berkutat dengan memasaknya, tidak menyadari bahwa Christian yang tengah bersandar pada tembok pembatas dinding dapur dan ruang tamu sedari tadi terus memperhatikannya kesana kemari.



Sambil melipat tangan di dada, memperhatikan wanitanya yang tengah memasak, membuat Christian terpesona, dan membuatnya semakin jatuh cinta sejatuh-jatuhnya.


Deandra yang dulu dan sekarang begitu banyak perubahan apalagi dalam memasak.


***Flashback


"Christian..... " panggil seorang wanita yang tengah berlari ke arahnya sambil membawa sesuatu di tangannya.


"Tidak bisakah, tidak berlari Cessa!, " ucap Christian pada kekasihnya.

__ADS_1


"Hehe.. " cengir Deandra "Oh! ,iya aku membawa mu bekal dan membuatkannya juga, makanlah ini special untukmu. " ucap Deandra lagi sambil mengasurkan kotak makanannya.


Christian yang sudah menerima dan membukanya, meringis kecil melihat makanan yang amburadul itu. Semoga saja ia tidak sakit perut sehabis makan ini,pikirnya.


"Bagaimana, enakkan." ucap Deandra penuh harap.


"Hmmm. "balas Christian sambil mengunyah.


"Waahh! , kalau begitu aku ingin mencobanya. " ucap Deandra yang ingin mengambilnya, segera di jauhkan Christian.


"Jangan!, kau bilang ini hanya untukku maka semua bekalnya ku makan semua sendiri." ucap Christian tanpa sengaja melihat jari-jari Deandra yang di plester luka. Ia yakin kekasihnya ini rela terluka jarinya, saat tengah memasak dan itu membuat ia terharu. Hanya untuk sebuah bekal Deandra mau melakukannya. Karena, bagaimana pun Deandra memang tidak bisa memasak***.


*****


Memikirkan kenangan itu membuat Christian tersenyum. Pada Deandra yang masih terlihat memasak. Menghampiri dan memanggil "Apa sudah selesai, aku sangat lapar. " ucap Christian sambil memegang perutnya dan mengejutkan Deandra, berbalik dan tatapan mereka beradu.


"Sebentar lagi, kau duduklah." ucap Deandra sambil menyimpan mangkuk besar yang berisi sup panas di atas meja makan.


"Hanya ini yang bisa cepat ku masak. " ucap Deandra sambil mengambil piring Christian, dan mengisinya dengan nasi serta lauk pauknya.


Christian yang pertama kali di layani seperti ini terharu sekaligus bangga memiliki calon istri yang akan membuatnya betah makan di rumah.


"Terima kasih," ucap Christian menerima piringnya.


"Ya, aku yakin kau akan menikmati makanannya kali ini. " ucap Deandra di akhir kalimat penuh arti. Membuat Christian menatap Deandra apa dulu Deandra tahu, pikirnya.


"Kau ingin memakai sambalnya, Chris.. " ucap Deandra sambil menatapnya juga.


"Boleh, sedikit saja" ucapnya sambil mengasurkan piringnya pada Deandra.


Suapan pertama Christian membuatnya terdiam, dan di lanjutkan lagi dengan lahapnya ia makan.


Deandra yang melihat itu tersenyum kecil.


"Pelan-pelan, tidak akan ada yang mengambil makanan mu. " kekeh geli Deandra.


"Ini sangat enak, sweety... " pujinya sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


"Benarkah? " langsung di angguki oleh Christian, "Kalau begitu, semuanya untukmu. " ucap Deandra lagi.


"Baik akan ku habiskan semuanya! " ucap Christian dengan menambah lagi.


Meraka makan dengan tenang, dan alat makan yang terdengar saling beradu.


*****


Like And Comment Please


Follow And Vote


See U 😉


Next Chapter......


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2