Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 35


__ADS_3

Happy Reading....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Enjoooooyy...!!!


*****


DEANDRA


Berdiri di pinggir kolam renang sambil melakukan pemanasan agar ketika berenang otot-ototku tidak keram. Ya! Setelah lari pagi tadi, aku kini berada di kolam renang resort yang penuh akan pria dan wanita dewasa. Berenang sambil menikmati pemandangan alam yang indah menawan. Bagaimana tidak indah! Di kolam renang yang cukup besar ini sudah tersedia pool bar di berbagai sisi tiap kolam.




Dan juga terdapat beberapa gazebo di tengah-tengah kolam. Serta di sebrang sana Christian, dan kedua temannya berada di salah satunya dengan para wanita mengelilingi mereka.



Ku lihat Christian sudah menyadari keberadaanku karena tatapan kami saling bertemu. Pria tampan bermata biru dengan rahang tegas seperti dewa Yunani itu, hanya memakai celana yang memperlihatkan tubuh kekarnya. Serta dada bidang telanjang yang eksotisnya membuat para kaum hawa memandang Christian mendamba, dan memuja sosoknya. Menelusuri bahu sampai tangannya membuatku berpikir akan sangat pas jika aku dalam pelukkannya.


"Cepat pergi sana! Lo gak lihat, suami lo yang di goda para cabe-cabean, " suara seseorang dari belakang membuyarkan pikiranku. Serta membuatku memutar bola mata yang tak lain adalah Steven yang tengah memainkan ponselnya tanpa melihatku.


"Calon suami kalau lo lupa! Dan lo datang tiba-tiba kaya SETAN, " sarkasku dan selanjutnya....


Byuuur.......


"Haha....****** lo! " ucapku tertawa saat Steven tercebur ke dalam kolam. Setelah aku menendang bokongnya yang masih asyik dengan ponselnya.


"****!! ****!! SIALAN LO DEAN!! " teriak Steven dengan umpatannya setelah ia muncul ke permukaan. Sebelum Steven akan naik aku terlebih dahulu sudah berlari menjauhinya. Ku lihat dia mengejarku dengan keadaan yang sudah basah kuyup.


"DEAN SETAN LO! " teriak Steven dari arah belakang.


"SETAN TERIAK SETAN LO! " sahutku yang masih berlari di kejar Steven.


"JANGAN LARI! HP GUE IKUT MASUK AIR KALAU MATI LO HARUS TANGGUNG JAWAB! " teriak Steven membuat orang lain melihat ke arah kami dan juga heran dengan apa yang kami katakan.


"KALAU MATI BERARTI HP LO MURAHAN " ucapku yang sudah ngos-ngosan di sertai ejekkan padanya.

__ADS_1


"AH! Bener juga lo, " ucap Steven yang sudah tidak mengejarku lagi. Terlihat ia mulai mengotak-atik ponselnya lagi.


"Gue punya temen **** banget, ya?" gerutuku dan berjalan ke kursi malas setelah aku melihat lambaian dari Emilly.


"Kalian berdua dari tadi sudah menjadi pusat perhatian tahu! " ucap Emilly.


"Dan kamu membangunkan singa tidur, " sahut Joya.


"Maksud kamu? " tanya Emilly heran.


"Itu..." mengikuti arah dagu yang di tunjuk Joya. Sepasang mata melihat ke arahku tajam yang tak lain adalah Christian. Ku abaikan dia dengan aku meminta sunblock pada Emilly.


"Hampiri sana tunanganmu sepertinya, iya marah? " ucap Emilly.


"Biarkan saja kenapa mesti marah. Aku melihatnya di kelilingi beberapa wanita biasa saja, " ucapku masih terus mengoleskan sunblock pada bagian tanganku.


"Are you jealous?! " tuding Emilly yang ku acuhkan.


"Aku mengerti perasaanmu mana ada wanita yang rela calon suaminya di dekati wanita lain, " lanjut Emilly masih dengan monolognya.


"Bagaimana caramu mengatasinya jika seperti itu? " tanyaku setelah selesai dengan urusan sunblock.


"Aku akan mengusir wanita-wanita genit itu menjauh " jawab Emilly.


"Ya aku setuju denganmu, Em" sahut Joya.


"Bagaimana denganmu? " lanjutnya menatap ke arahku.


"Bukan wanita-wanita itu yang ku enyahkan, " jawabku sambil menatap ke arah Christian.


Ku buka baju handuk yang masih melekat pada tubuhku. Menyisakan bikini warna hitam putih spesialis korset.



"Ahh! Aku mengerti, " ucap Joya ketika aku sudah berbikini.


"I like it. Sangat cocok dan sexy pada tubuhmu, Deandra " ucap Emilly.


"Sampai-sampai kau siap di terkam oleh calon suamimu" lanjut Emilly dengan ringisan saat melihat Christian melotot tajam.


Berjalan ke arah tangga besi kolam. Menuruninya pelan sambil mengedipkan sebelah mataku pada Christian saat pandangan kami bertemu.


Byuuur......


Menceburkan ke dalam air dan memunculkan kepala pada permukaan untuk meraup udara terus seperti itu berulangkali. Sampai tiba di pinggir dan menyenderkan tubuh pada pembatas kolam.


"Hey, beautiful. May I accompany you?" ucap seorang pria bule dari arah kananku.


Inginnya membuat Christian tergoda ternyata bukan hanya dia pengunjung pria lain pun tergoda.


"I like your tattoo. You look so sexy! My name is Jimmy and you?" ucap pria bule berambut pirang di sebelah kiriku.


"Hey man! I came here first! " ucap si pria bule sebelah kanan ku yang terlihat marah.


"Sorry, man! I guess it doesn't matter who goes first. While this beautiful woman is not disturbed, " ucap pria yang bernama Jimmy.

__ADS_1


Aku hanya diam menyaksikan kedua pria ini saling berdebat. Hingga suara seseorang mengalihkan perhatian mereka.


"You two have to stay away from my woman! " tak lain adalah Christian berjalan di dalam air serta merangkul pinggangku erat.


"This woman is my fiance! She is mine! " lanjut Christian tegas dengan sorot mata tajamnya.


"I'm sorry man. I did not know he was your woman," Menyerah mengangkat kedua tangan dan pria bule di sebelah kananku berlalu begitu saja.


"You're careless, man! Leave this beautiful woman alone, "ucap Jimmy menatap Christian berani.


"OK ladies. If you need me. I'm ready there for you " lanjutnya mengedipkan sebelah matanya padaku dan berlalu.


"Kenapa harus memakai bikini, Sweety. Kamu tidak lihat para pria menatapmu lapar " ucap Christian yang sudah membuat kami saling berhadapan. Serta ia masih memeluk pinggangku posesif dengan kedua tangannya.


"Aku pikir tidak masalah. Lagian masih banyak wanita memakai bikini yang lebih terbuka dariku " ucapku sambil mengusap dada bidangnya. Sejak dari awal melihat aku sudah tergoda untuk memegangnya.


"Sweety, tanganmu! " suara baritonnya terdengar lebih serak dan itu tidak membuatku berhenti mengusapnya.


"Ada apa dengan tanganku, " ucapku polos.


"Ahh, aku tahu! Kau hanya ingin di usap oleh wanita-wanita itu, kan? " tudingku memicingkan mata curiga padanya.


"Kamu cemburu, Sweety? " ucapnya dengan seringai di bibirnya.


"Menurutmu jika pria bernama Jimmy tadi menggantikan posisimu saat ini, bagaimana? " tanyaku balik.


"Sebelum itu terjadi sudah kuhajar duluan, " geramnya.


"OH! My man is so sexy! " godaku sambil menggigit rahangnya pelan dapat kurasakan tubuhnya menegang.


"Sweety sepertinya kita harus pergi dari sini, " sebelum aku bertanya. Ia sudah mengangkatku keluar dari dalam air, tidak sampai disitu. Ia menggendongku bridal style membuatku malu.


"Chris...lepaskan aku, " ucapku meronta.


"Tidak akan Sweety. Kamu harus aku hukum karena selalu membuatku cemburu, " tegasnya sambil berjalan menatap ke arah depan.


"What! Apa maksudmu? Cepat turunkan aku Chris, " bisikku takut orang lain mendengar yang hanya di abaikan Christian. Melihat kemana arah jalan ia akan membawaku. Meneguk ludahku kasar dengan apa yang akan terjadi.


*****


.


.


.


.


.


*Next Chapter.......


Don't forget!


Like , Vote , Follow !!!

__ADS_1


See U 😉*


__ADS_2