Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 99


__ADS_3

♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Cahaya sinar matahari yang menembus kaca ruangan kamar yang luas membuat Deandra terusik dari tidurnya. Mengerjapkan matanya pelan sebelum mata itu terbuka, melihat jam dinding yang berada di ruangannya sudah pukul 7 pagi. Musim dingin yang sebentar lagi akan tiba membuat udara sangat dingin meski sinar matahari sudah terbit tinggi. Di tolehkan kepalanya ke samping, tersenyum melihat dua orang yang ia cinta masih tertidur sangat pulas. Ryder yang berada di dalam pelukkan Christian seolah tengah mencari kehangatan.


Deandra bangun dari ranjangnya berjalan mencari remote AC serta mematikannya. Menyelimuti dua orang yang ia sayang, dan setelah itu pergi ke kamar mandi sebelum ia akan menyiapkan sarapan. Meski ada beberapa pelayan di rumahnya, Deandra selalu membantu menyiapkan sarapan, itu pun jika tidak sedang kerepotan mengurus Ryder. Dan karena Ryder masih tidur pula, ia segera bergegas pergi ke dapur.


Deandra yang tengah membuat jus teralihkan oleh suara tangis anaknya. Menangis di dalam gendongan Christian yang baru saja terlihat bangun tidur.


"Sweety, sepertinya dia lapar." Ucap Christian memberikan Ryder kepada Deandra setelah meninggalkan pekerjaannya. Wajah sembab serta hidung yang memerah karena menangis sangat terlihat menggemaskan.


"Oh sayang kenapa menangis, Nak? Putranya Mami lapar ya sayang," Ucap Deandra sambil menciumi pipi gembul Ryder dengan gemas.


"Jadi hanya Ryder saja nih yang morning kiss, Mami?" Rajuk Christian membuat Deandra menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak ada morning kiss lebih baik kamu mandi Chris," Ucap Deandra sambil berjalan ke arah kamarnya.


"Hanya satu kecupan pun tidak ada," Ucap Christian masih dengan rajukkannya berjalan di belakang Deandra.


"Tidak ada, lagian kamu juga belum mencuci mukamu," Ucap Deandra setelah mereka tiba di kamar.


"Jika kamu tidak memberikan biar aku saja," Ucap Christian.


"Hemm, ap....." Belum selesai Deandra berkata sebuah kecupan---tidak, tapi ciuman Christian yang mendesak membuatnya berhenti berbicara.


"Emmh Chris,"


"L-lepas,"


"Ah! Boys, kamu mengganggu ku," Gerutu Christian saat wajahnya mendapatkan pukulan dari kepalan tangan mungil Ryder.


"Kamu menghalanginya untuk makan Chris," Desis Deandra kesal, dan segera membuka kancing bajunya serta menyembulkan satu payudaranya untuk menyusui. Ryder pun segera menghisap kuat membuat Deandra meringis.


"Pelan - pelan boys. Papi tidak akan mengambil makanan mu, tapi nanti." Ucap Christian serta lirih di akhir kalimat.


"Dasar mesum, dengan anak sendiri tidak mau kalah." Gerutu Deandra.


Seolah tengah mengejek Papinya, Ryder melepaskan hisapannya dan menatap Christian sekilas setelah itu kembali menghisap buah dada Deandra.


"Pintar sekali kau menggoda Papi mu boys, " Ucap Christian menelan ludah membuat tenggorokannya terlihat naik turun.


"Sweety, apakah sudah boleh?" Tanya Christian ambigu dengan jari telunjuknya yang menekan payudara Deandra sebelahnya.


"Boleh apa sayang, hem?" Goda Deandra sambil menepis jari Christian.


"Itu, apakah kita sudah boleh?" Ucap Christian dengan jari yang sudah menyingkap baju bagian dada Deandra sedikit meski sudah Deandra tepis pun.


"Sayangnya, kita belum bisa dan kamu cepat mandi sana." Ucap Deandra segera mengancingkan bajunya kembali bersamaan Ryder yang telah selesai menyusu. Membuat Christian lemas saat mendengar senjatanya belum bisa beraksi kembali.


Christian memeluk tubuh Deandra yang duduk di sofa serta Ryder yang berada di pangkuannya.


"Sweety, aku punya sesuatu untukmu." Ucap Christian masil dengan memeluk Deandra.


"Apa itu?" Tanya Deandra mengangkat sebelah alisnya, penasaran. Menatap Christian begitu pun sebaliknya. Christian mengecup bibir Deandra cepat sebelum dirinya bangkit dari duduknya, dan berjalan ke arah walk in closet dimana letak tas kerjanya ia simpan.

__ADS_1


Christian duduk kembali di sebelah Deandra setelah keluar dari walk in closet sambil membawa sebuah Map. Christian menyerahkannya pada Deandra dan Ryder ia ambil alih. Raut wajah bingung yang saat ini Deandra perlihatkan setelah menerima sebuah Map merah. Tidak ingin menunggu lama untuk dirinya penasaran Deandra segera membuka Map itu. Sebuah keterkejutan dalam wajahnya saat membaca kertas - kertas yang berada dalam Map itu.


"This ... are you serious, dear ?! "Tanya Deandra shock menatap Map, dan wajah suaminya bergantian.


"Yes, sweety. Apapun akan aku lakukan demi dirimu, jiwa dan ragaku. Sekalipun itu hartaku akan aku berikan kepadamu semuanya." Ucap Christian mantap dan tegas.


"WOW!!" Takjub Deandra menatap Map yang ia pegang yang ternyata adalah sebuah Akta yang menyatakan bahwa harta seluruh suaminya yang ia punya, kini menjadi atas namanya.


Deandra benar - benar tidak menyangka jika suaminya menuruti permintaan dirinya tempo lalu.


"Aku pikir kamu tidak akan menseriusi permintaanku tempo lalu. Apa mungkin karena ini kamu selalu pulang malam terus?" Tanya Deandra.


"Iya sweety, dan maaf jika akhir - akhir ini aku selalu pulang malam hingga tidak sempat membantu mu merawat Ryder, karena mengurus semua membalikkan nama sangat lama dan juga harus teliti." Sesal Christian.


"Oh dear. Terima kasih sayang, aku pikir kamu tidak akan mengabulkan permintaanku. Padahal aku hanya mengetes mu saja, dan ternyata kamu tidak main - main dengan ucapan mu itu." Ucap Deandra sambil memeluk Christian erat yang di balas tak kalah eratnya oleh Christian.


"Apapun akan ku berikan untukmu sayang.


I love you so much, sweety." Ucap Christian saat pelukkan mereka terlepas, mengusap pipi lembut istrinya dengan tangan kanannya.


"I love you too, dear." Balas Deandra tersenyum menatap Christian lembut merasa hangat dengan usapan lembut dari tangan besar suaminya.


Entah siapa yang memulai, tapi bibir mereka sudah tidak ada jarak lagi, saling berpautan mengecap lembut hingga suara rengekan membuat mereka menghentikan ciuman panas mereka, dan saling memberi jarak kembali menatap wajah Ryder yang cemberut kesal karena telah di abaikan.


"Sorry Boys. Kami hampir melupakan keberadaanmu," Ucap Christian. Deandra terkekeh mengambil Ryder dari pangkuan Christian.


"Sepertinya aku ingin berenang sweety, tapi aku ingin kamu menemaniku juga." Ucap Christian manja.


"Oke, tapi Ryder harus mandi dulu. Buka pakaiannya aku akan menyiapkan air hangatnya dulu," Ucap Deandra memberikan Ryder kepada Christian kembali, dan menggigit rahang Christian singkat sebelum ia berjalan ke arah kamar mandi dengan kekehan kecil setelah menggoda suaminya.


"Mami mu selalu bisa saja membuat Papi tidak berdaya Boys, " Lirih Christian sambil menatap kebawah celana melihat ke arah tengah-tengah pahanya yang sudah turn on saja.


Christian membaringkan Ryder dan membuka pakaiannya sambil menunggu istrinya yang tengah menyiapkan keperluan mandi Ryder.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Next Chapter....


Jangan lupa like, vote, ✅, ⭐, and follownya say.

__ADS_1


And see u di chapter terakhirnya 😉


__ADS_2