Married With My Ex

Married With My Ex
CHAPTER 77


__ADS_3

CHAPTER 77


♡Happy Reading♡


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


📖


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Berada di dalam kamar pribadi Christian yang ada di dalam ruangan kantornya. Deandra lakukan untuk menunggu Christian yang tengah menyelesaikan pekerjaannya kembali. Setelah mereka makan siang tadi. Sudah 2 jam ia tidur di kamar ini, ketika terbangun hari sudah mulai sore, dan waktu untuk pulang kerja tinggal 10 menit lagi. Membangunkan tubuhnya bersamaan dengan pintu ruangan yang di buka oleh Christian.


"Sudah bangun sayang," ucap Christian berjalan masuk menghampiri ranjang yang berukuran besar, dan mengecup kening istrinya dengan lembut.


"Hmm." gumam Deandra menyandarkan tubuhnya pada dashboard ranjang.


"Ayo kita pulang," ucap Christian sambil membenarkan rambut Deandra yang sedikit berantakan.


"Aku ke kamar mandi dulu mau cuci muka," ucap Deandra bangkit dari duduknya yang di bantu Christian.


"Apa perlu ku temani sweety?" tanya Christian.


"Tidak usah Chris," jawab Deandra memutar bola matanya. Dengan ke posesif-an Christian yang semakin hari semakin menjadi - jadi setelah usia kandungannya yang sudah memasuki trimester akhir. Walaupun seperti itu, Deandra sangat menyukainya, tapi terkadang jengah juga.


Sambil menunggu istrinya yang berada di dalam kamar mandi. Christian memasukkan barang - barang istrinya yang berceceran d atas kasur, serta memasukkan ponselnya. Namun urung, ketika sebuah notifikasi pesan masuk. Membuat Christian menjadi menaruh perhatian.


Christian melirik ke arah pintu kamar mandi sebentar, dan kembali menatap ponsel serta membuka pesannya. Karena memang Deandra yang tidak pernah mengunci ponselnya, maka memudahkannya untuk melihat isi pesannya.


+1987654-xxxx


My Dee


I Miss U


Sebuah pesan singkat, namun membuat keningnya mengkerut heran. Mendengar suara pintu terbuka, Christian mengalihkan pandanganny ke arah Deandra yang baru saja keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah segar kembali.


"Ada apa Chris?" tanya Deandra melihat suaminya yang sedang memegang ponselnya.


"Ada pesan masuk, tapi tanpa nama sweety"

__ADS_1


"Mungkin itu hanya orang iseng, atau operator yang tidak ada kerjaan," ucap Deandra mengambil ponsel dari tangan suaminya, dan memasukkan ponsel tanpa melihat terlebih dahulu pesannya.


"Ayo cepat aku menginginkan sesuatu." lanjutnya sambil menggandeng lengan Christian ke arah pintu.


Meski rasa penasaran merasuki hatinya, tapi saat ini ia akan mengabaikannya. Mungkin benar apa yang di katakan istrinya, hanya orang iseng yang tidak ada kerjaan, dan ia mencoba untuk tidak memperdulikannya. Serta mempercayai istrinya.


Berjalan keluar ruangannya, dan Angela menunduk hormat kepadanya saat ia tengah membereskan meja kerjanya.


Christian, dan Deandra memasuki lift yang di khususkan hanya untuknya. Menekan tombol lift, dan keluar setelah tiba di lantai bawah. Seperjalanan di lobby setiap karyawan berpapasan dengan mereka tidak absen untuk menunduk sopan, dan menyapa ramah. Apalagi melihat Christian yang tidak pernah melepaskan lengannya yang merangkul pinggang istrinya. Memasuki mobil setelah pintu penumpang telah di bukakan seorang supir.


"Baby menginginkan apa, hm?" tanya Christian sambil mengusap perut bulat Deandra.


"Baby wants fried chiken in King, Papi." Jawab Deandra dengan menirukan suara anak kecil.


"No!! Junk food!!" tolak Christian.


"Tapi aku mau Chris. Kamu mau anak kamu ileran." ucap Deandra.


"Anak kita sweety." Tekan Christian.


"Di rumah saja nanti Elida akan membuatkannya untukmu." Lanjutnya.


"Aku mau yang di sana Christian." Ucap Deandra tetap pada keinginannya.


"Tidak sweety!!" Ucap Christian tidak terbantahkan.


"Ok. Tapi kamu yang harus memasaknya." Ucap Deandra memicingkan matanya.


"Baiklah." Ucap Christian mengalah walaupun sebenarnya ia tidak pandai memasak, tapi dari pada istrinya makan makanan yang belum tentu hygienic. Lebih baik ia sendiri yang memasak terjamin semua olahannya.


"Hm...baby sudah tidak sabar." Ucap Deandra sambil mengusap perutnya. Serta kecupan mesra di keningnya oleh Christian.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆


Deandra yang telah selesai mandi serta mengenakan daster batik di atas pahanya. Kini sudah duduk di kursi meja makan dengan menopangkan kedua tangannya di bawah dagunya. Melihat sang suami yang tengah memasak. Karena begitu serius dengan masaknya, sampai Christian tidak menyadari kehadirannya. Posisi Christian yang membelakanginya memudahkan Deandra untuk menatap punggung kokoh nan lebar di balut oleh kemeja putih yang di gulung sampai siku membuatnya terpesona. Lengan yang berotot itu membuatnya tergoda untuk menelusuri setiap jengkalnya.


"Sweety?"


Oh, lihatlah. Keringat di kening serta lehernya membuat suaminya sangat terlihat sexy. Inginnya ia menyapu keringat itu dengan bibirnya.


"Puas menatapku, *s*weety?!" Ucapan Christian membawa Deandra pada akal sehatnya serta membuyarkan lamunan liarnya. Seringaian yang tercetak di bibir suaminya membuat wajah Deandra memanas.


"Ehemm. Apa sudah jadi fried chiken-nya Chris?" Tanya Deandra segera mengalihkan pembicaraan. Karena tertangkap basah sudah memperhatikan suaminya, Deandra pun merasa malu.


"Sure. Makanlah." Ucap Christian sambil menyodorkan beberapa ayam tepung di dalam piring.



"Hmmm, wanginya sangat enak pasti rasanya tak kalah lezat." Ucap Deandra yang hendak mengambil satu potong ayam, namun di tahan oleh Christian.


"Masih panas sweety," cegah Christian.


"Biar aku saja yang suapi." Lanjutnya.


"Ok." Ucap Deandra.


"Apa mau pakai nasi?" Tanya Christian, karena tahu istrinya jika makan makanan ini selalu ingin dengan nasi. Berbeda dengannya merasa aneh jika harus memakai nasi.


"Tidak. Aku hanya ingin ini saja." Ucap Deandra serta membuka mulutnya untuk segera di suapi.

__ADS_1


"Hemm...*m*antulll."Ucap Deandra dengan memberikan acungan jempolnya ke pada Christian. Mendengar bahasa gaul istrinya membuatnya tidak mengerti, tapi ia mengetahui jika masakannya enak hingga Deandra menghabiskan semua ayam tepungnya seorang diri.


Senang rasanya jika masakan yang ia buat sudah di habiskan oleh istrinya.


"Lebih baik kita ke kamar sweety. Aku akan mandi dulu," Ucap Christian setelah Deandra minum, serta mengusap sisa air di bibirnya.


"Aku mau di ruang tamu saja menonton TV sambil menunggu kamu selesai mandi." Ucap Deandra.


"Baiklah." Ucap Christian sambil membantu Deandra berdiri dari kursi, dan berjalan ke arah ruang tamu.


Christian yang sudah pergi ke kamar mereka yang di lantai bawah. Deandra pun berselonjoran di atas sofa sambil terus menatap ke arah layar yang menampilkan sebuah film. Saking serius dengan film yang ia tonton tidak menyadari Christian yang berjalan ke arahnya sambil memegang segelas susu ke arahnya.


"Sweety, minumlah." Ucap Christian sambil memberikan segelas susu hamil yang langsung di terima oleh Deandra. Di simpannya gelas kosong ke atas meja yang berada di hadapan mereka. Christian menatap Deandra ragu dengan apa yang akan ia katakan. Sadar jika dirinya tengah di perhatikan Deandra menoleh ke arah Christian.


"Apa ada yang ingin di katakan?" Tanya Deandra melihat wajah Christian yang terlihat bimbang.


"Besok pagi aku akan pergi ke Canada sweety. Salah satu bawahan ku yang memimpin di sana tiba - tiba meneleponku untuk aku datang ke sana. Ada meeting penting dengan dewan dereksi yang tidak bisa di gantikan oleh siapapun." Jelas Christian.


"Bukankah besok kita akan membeli perlengkapan baby?" Tanya Deandra sedikit kecewa.


"I'am sorry sweety. Bagaimana jika sepulang aku dari sana kita langsung pergi berbelanja, atau kamu mau di temani Mommy Flora dan Mommyku?" Tawar Christian.


"Berapa hari, berapa hari kamu di Canada?" Tanya Deandra.


"3 hari sweety. 3 hari aku di sana, dan setelah urusannya selesai aku akan segera pulang." Ucap Christian sambil mengusap pipi chubby Deandra yang di saat mulai hamil.


"Nanti saja menunggu kamu pulang kita membeli perlengkapan babynya." Putus Deandra.


"Alright then. I'am sorry sweety." Sesal Christian.


"Tidak apa - apa sayang," Ucap Deandra sambil memegang tangan suaminya yang masih berada di pipinya.


"Dengan siapa kamu ke sana?" Lanjut Deandra.


"Angela karena dia sekretarisku saat ini," Ucapan Christian membuat Deandra kesal saja. Berdua pergi ke Canada membuat pikirannya ke mana - mana.


"Bagaimana jika aku ikut?" Tawar Deandra.


"Hey. Aku ke sana untuk bekerja jangan memikirkan sesuatu hal yang tidak - tidak. Percaya padaku, oke?" Ucap Christian mengerti dengan kekhawatiran istrinya.


"Meskipun aku harus membawamu. Kita harus berkonsultasi dulu pada dokter bukan, untuk boleh atau tidaknya di saat usia kandungan sudah trimester akhir melakukan penerbangan." Lanjutnya.


"Ya sudah. Kamu hati - hati di sana. Setelah tiba mendarat di sana segera hubungi aku." Ucap Deandra.


"Siap Maminya anak - anak." Ucap Christian dengan gerakan hormatnya.


"Ayo kita siapkan barang apa saja yang akan kamu bawa." Ajak Deandra yang berdiri dengan di bantu Christian masuk ke dalam kamar mereka.


"Tidak usah sweety biar aku saja." Ucap Christian.


"Ssttt!!" Ucap Deandra dengan matanya yang melotot tak ingin di bantah.


"Ok, ok." Ucap Christian akhirnya mengalah.


"Sudah sayang lebih baik ini aku yang selesaikan, " Ucap Christian


"Duduklah," Lanjutnya saat Deandra akan protes. Keluar dari wardrobe membantu Deandra duduk di atas kasur mereka, dan ia kembali membereskan pakaian yang belum di masukkan. Deandra hanya memperhatikan suaminya saja di atas kasur mereka. Menyimpan koper setelah selesai, dan menyimpannya di dekat pintu kamar mereka.


☆¤☆¤☆¤☆¤☆

__ADS_1


Next Chapter.......


Vote, Like, and Follownya Guys!!


__ADS_2