
Sekitar lima belas menit kemudian, sesampainya Shanika di depan gedung Apartementnya ia pun kembali meminta maaf kepada supir taksinya sambil memberikan uang bayarannya, setelah itu Shanika segera bergegas untuk membuka pintu mobil taksi dengan perasaan malunya.
Tapi, tepat pada saat Shanika keluar dari dalam mobil taksi, saat itu juga ia dihadang oleh wanita cantik yang sebelumnya ia temui di Kampusnya “Kita bertemu lagi!” ucapnya dengan senyuman lebarnya dihadapan Shanika.
Yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak dan dengan reflek mengerutkan dahinya sambil berkata “Kamu!” dengan nada bicaranya yang agak meninggi kepada wanita dihadapannya itu.
“Pft! Apa-apaan dengan pakaianmu ini? kan sudah aku bilang, berhati-hatilah dengan genangan air,” ucap wanita cantik itu lagi sambil tertawa pelan seakan sedang meledek kondisi Shanika saat ini yang terlihat sangat berantakkan.
Shanika yang merasa kesal karena ledekkan wanita dihadapannya, dengan cepat langsung menggapai pergelangan tangan kiri wanita itu dengan tangan kanannya, yang seketika itu juga membuat wanita cantik dihadapannya merasa kesakitan “Akh! Apa-apaan kamu!” dan dengan kasar langsung menghempaskan tangan Shanika.
“Ugh! Rasanya seperti tersengat!” panik wanita cantik dihadapan Shanika sambil mengusap-usap pergelangan tangan kirinya secara terus menerus.
Sedangkan Shanika yang melihat reaksi wanita itu pun langsung memasang senyuman menyeringainya dan dengan reflek berkata “Sudah aku duga, kamu juga bukan manusia!” dengan nada bicaranya yang sangat berani.
“Apa katamu?!” balas wanita cantik dengan nada bicaranya yang ketus dan tatapan tajamnya kepada Shanika.
“Kalau kamu hanya ingin menggangguku, pergilah! Menyebalkan sekali,” ucap Shanika dengan penuh keberaniannya lagi, yang saat itu juga membuat wanita cantik dihadapannya kesal dan tidak habis pikir dengan sikap Shanika.
Karena tidak mau kalah dari Shanika, wanita cantik itu pun segera memperbaiki cara berdirinya dan menunjukkan rasa percaya dirinya yang sangat besar sambil berkata “Tidak seperti wanita sebelum-sebelumnya… keberanianmu sangat besar sekali ya,” dengan senyuman tipis dan tatapan matanya yang terasa semakin intens.
“Apa maksudmu?” tanya Shanika dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
Tapi, bukannya menjawab pertanyaan Shanika, detik itu juga wanita cantik dihadapan Shanika melangkah mundur dan kembali berkata “Kita akan segera bertemu lagi,” sambil melangkah pergi meninggalkan Shanika yang masih penasaran dan penuh tanda tanya di dalam kepalanya.
“Tunggu, jangan pergi dulu!” pinta Shanika dengan reflek sambil melangkahkan kakinya untuk menjegat wanita cantik itu. Tapi, sebelum Shanika berhasil menghentikan wanita itu, tiba-tiba ada seorang pria yang menarik tangannya.
Yang seketika itu juga membuat Shanika segera membalik tubuhnya ke belakang dan secara jelas melihat wajah Xyan “Jangan, dia sangat berbahaya,” ucap Xyan sambil mengalihkan pandangan matanya kepada wanita cantik yang sudah pergi jauh itu.
“Ya? apa kamu mengenalnya?” tanya Shanika dengan tatapan lekatnya kepada Xyan yang saat ini masih menahannya.
“Tentu saja, aku sangat mengenalnya,” jawab Xyan dengan wajah seriusnya, yang seketika itu juga membuat Shanika terdiam dan memikirkan hal yang tidak-tidak di antara Xyan dengan wanita cantik itu.
Xyan yang melihat Shanika terdiam, detik itu juga kembali berkata “Lain kali jika bertemu dengannya lagi, lebih baik kamu kabur saja,” dengan tatapan khawatirnya kepada Shanika, yang mau tidak mau dijawab oleh Shanika dengan hanya mengatakan “Iya,” sambil berusaha menyembunyikan wajah sedihnya.
“Sekarang… masuklah ke dalam Apartementmu dan istirahat, kamu pasti kelelahan,” kata Xyan lagi sambil melepaskan genggaman tangannya dari tangan Shanika, setelah itu tanpa banyak basa basi lagi langsung berjalan melewati Shanika dan meninggalkan Shanika sendirian.
“Hah, kacau sekali!” keluh Shanika sambil melanjutkan langkah kakinya untuk memasuki gedung Apartement dihadapannya seorang diri.
***
Di sisi lain, Xyan yang melangkahkan kakinya dengan sangat cepat langsung bergegas memasuki Apartementnya dan sesuai dugaannya, saat ini wanita cantik yang Shanika temui tadi sudah berada di dalam Apartementnya.
“Surprise!” ucap wanita cantik dihadapan Xyan itu dengan wajah cerianya. Tapi, karena Xyan memasang ekspresi marahnya, detik itu juga ia kembali berkata “Ah, sial! Kamu tidak terkejut,” dengan senyuman sinisnya kepada Xyan.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara, Xyan langsung melanjutkan langkah kakinya lagi untuk mendekati wanita cantik itu dan menarik kalung berbentuk kunci “Trak!” dengan sangat kasar dari leher wanita cantik dihadapannya itu.
“Ukh!” lenguh wanita cantik itu sambil memegangi lehernya menggunakan kedua tangannya, dengan ekspresi kagetnya kepada tingkah Xyan yang sangat mendadak barusan.
“Mau sampai kapan kamu bermain-main dengan nyawa manusia yang tidak bersalah, hah?!” bentak Xyan dengan nada bicaranya yang sangat tinggi dan tatapan marahnya yang sangat intens kepada wanita dihadapannya itu.
Tapi, bukannya merasa takut kepada Xyan. Wanita itu justru tertawa cekikikan dengan sangat aneh, setelah itu berkata “Jadi, aku sudah ketahuan ya?” sambil membalas tatapan tajam Xyan dengan tatapan datarnya.
“Iblis mana lagi yang suka mengunci tubuh manusia, selain kamu!” balas Xyan dengan nada bicaranya yang memelan, sambil menggenggam erat kalung berbentuk kunci yang ada di dalam telapak tangannya.
“Hah… kamu semakin pintar saja,” ucap wanita cantik itu lagi sambil tertawa pelan.
Setelah tertawa, wanita itu pun melangkah pelan sambil melihat-lihat isi Apartement Xyan sambil berkata “Aku masih tidak mengerti… kenapa kamu lebih memilih untuk mendengarkan mendiang Ibumu, daripada bergabung dengan kami?” dengan nada bicaranya yang terdengar sangat menyebalkan di telinga Xyan.
“Tunggu… jangan bilang, kamu ingin menjadi manusia?!” sambung wanita cantik itu sambil menolehkan kepalanya lagi ke arah Xyan dan menatap Xyan dengan tatapan menghina.
“Tutup mulutmu dan pergi dari sini!” balas Xyan dengan sangat ketus.
Wanita cantik itu pun kembali berdiri mengahadap ke arah Xyan dan melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil berkata “Asal kamu tahu saja, saat ini ada banyak Iblis kejam yang ingin mencelakai wanitamu itu… Tapi, karena kakek (Raja Iblis) mengutusku, seharusnya kamu berterima kasih dan serahkan dirimu!” ucap wanita cantik dengan nada bicaranya yang penuh penekanan.
“Lebih baik, kamu saja yang kembali ke sana dan suruh dia untuk tidak menggangguku lagi!” balas Xyan dengan nada bicara dan ekspresi wajahnya yang sangat serius, yang seketika itu juga membuat aura disekitar tubuhnya terasa sangat mencekam.
__ADS_1
“Beraninya kamu mengatur Raja Iblis,” ucap wanita cantik itu lagi sambil berusaha menahan emosinya yang sudah semakin meluap-luap “Jangan pikir, karena aku adalah kakak tirimu… kamu bisa seenaknya kepadaku!” sambung wanita cantik dengan tatapan marahnya.
“Aku tidak pernah menganggapmu sebagai Kakakku tuh,” balas Xyan dengan senyuman menyeringainya dan tatapan sinisnya yang seketika itu juga membuat wanita dihadapannya kehabisan kata-katanya.