Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Dimusnahkan


__ADS_3

Zoya yang tetap berusaha untuk tenang dihadapan Shanika walaupun mata Shanika ditutup rapat dengan kain, detik itu juga langsung berkata “Wajar bagiku kalau ada banyak yang membenciku,” dengan nada bicaranya yang cukup santai dari sebelumnya.


Tapi, bukannya meladeni perkataan Zoya dengan benar. Tiba-tiba Shanika kembali berkata “Dasar pengecut! Kamu pasti sangat takut pada mataku ini,” dengan nada bicaranya yang agak meninggi, sambil terus memasang senyuman sinisnya dihadapan Zoya.


“Bodoh sekali rasanya, kalau aku sampai mati konyol hanya karena matamu itu!” balas Zoya sambil melipat kedua tangannya dan terus menatap Shanika dengan tatapan tidak sukanya.


Hingga beberapa detik kemudian, Shanika mendengar suara desisan ular yang berjalan semakin dekat padanya dan dengan reflek membuatnya merasa ngeri, sekaligus sangat waspada. Zoya yang melihat reaksi takut dari Shanika itu pun, langsung menolehkan kepalanya ke arah Iblis ular setelah itu berkata “Benar… Iblis ular itu lah yang belum lama ini meracunimu,” dengan ekspresi datarnya.


Shanika yang mendengar perkataan Zoya pun langsung terdiam, sedangkan Iblis ular yang mendengar perkataan Zoya langsung terkekeh pelan dan berkata “Tanpa kekuatan matanya, dia hanyalah manusia lemah!” yang seketika itu juga, entah kenapa membuat Shanika kembali melihat bayangan-bayangan masa lalu orang lain di dalam kepalanya.


“Ugh,” keluh Shanika karena merasa tekanan yang cukup keras di atas kepalanya.


Iblis ular yang melihat Shanika menahan rasa sakit itu pun langsung tersentak dan bertanya “Hm? Ada apa dengannya?” dengan ekspresi bingungnya, sedangkan Zoya yang masih berdiri diam dihadapan Shanika hanya terus menatap Shanika tanpa mengajukan pertanyaan sedikitpun.


Beberapa detik kemudian, Shanika yang merasakan tekanan di atas kepalanya secara perlahan mulai merasa lega karena rasa sakitnya menghilang, setelah itu Shanika pun menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya secara perlahan, untuk berkata “Aku melihatnya,” dengan nada bicaranya yang terdengar sangat serius dan tegas.


“Hm??” gumam Iblis ular yang mendengar perkataan Shanika.

__ADS_1


“Aku melihat masa lalumu,” sambung Shanika yang seketika itu juga membuat Zoya kembali mengerutkan dahinya.


Untuk beberapa detik Shanika sempat terdiam, hingga tidak lama kemudian ia kembali berkata “Dulu… kamu sangat ingin menjadi manusia?” ucap Shanika sambil memiringkan kepalanya seakan bingung dengan apa yang ia lihat dan ia rasakan saat ini.


“Tidak mungkin,” gumam Zoya yang dengan reflek langsung melepaskan kedua tangannya yang sempat ia lipat di depan dadanya. Sedangkan Iblis ular yang mendengarkan perkataan Shanika langsung menolehkan kepalanya ke arah Zoya dan bertanya “Apa yang dia katakan benar?” sambil menatap Zoya dengan tajam.


Sebelum Zoya menjawab pertanyaan Iblis ular, tiba-tiba Shanika kembali berkata “Tapi, manusia-manusia yang lain selalu menganggapmu sebagai Monster! Mereka membenci dan selalu menghinamu… karena itu, kamu memutuskan untuk menjadi Iblis yang sangat kejam,” sambung Shanika dengan nada bicaranya yang sangat serius.


Zoya yang tidak habis pikir dengan semua perkataan Shanika, detik itu juga langsung menggigit bibir bawahnya sendiri dengan kasar, karena semua perkataan Shanika membuatnya kembali teringat dengan memori menyedihkan di masa lalunya.


Beberapa detik kemudian, yang awalnya samar secara perlahan Shanika dapat melihat masa lalu Zoya dengan sangat jelas di dalam kepalanya, saat Zoya sedang diusir dan dilempari batu oleh orang-orang yang takut kepadanya.


“Apa yang kamu lihat? Beraninya kamu menertawaiku!” bentak Zoya sambil berjalan mendekati Shanika dan langsung menampar wajah Shanika “Plak!!!” dengan sangat kencang, bahkan sampai membuat Shanika merasa sangat kesakitan.


“Manusia rendahan sepertimu… beraninya kamu-“ belum selesai Zoya bicara, tiba-tiba Shanika berteriak dan memutus perkataannya “Kamu!!! Tidak akan pernah bisa menjadi manusia! Karena sejak awal… kamu hanyalah Monster!” dengan nada bicaranya yang penuh dengan penekanan di setiap kata yang ia ucapkan kepada Zoya.


Zoya yang merasa sangat direndahkan oleh Shanika dan merasa kalau emosinya sudah sangat memuncak, detik itu juga langsung memasang ekspresi marahnya sambil berkata “Sekarang juga! Gigit dia,” pinta Zoya kepada Iblis ular yang sejak tadi hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan Shanika.

__ADS_1


“Sekarang?” tanya Iblis ular dengan wajah bingungnya, yang dengan reflek membuat Zoya berkata “Sekarang!!!” dengan suaranya yang kencang dan aura Iblisnya yang sangat gelap, yang seketika itu juga membuat Iblis ular ketakutan dan mau tidak mau segera menuruti perintah Zoya untuk mengigit Shanika.


Beberapa detik kemudian, Shanika pun merasakan pergerakkan Iblis ular yang merambat dari kaki hingga lehernya dan tanpa aba-aba sedikit pun, Shanika merasakan gigitan tajam yang sangat dalam di bagian lehernya, yang seketika itu juga membuatnya menjerit kesakitan “Aakh!!!” sambil menghentakkan kedua kakinya dengan sangat kasar.


Sedangkan Zoya yang melihat Shanika kesakitan, detik itu juga melihat sinar merah dari balik kain yang menutupi mata Shanika dan tanpa berlama-lama lagi, Zoya segera berusaha untuk mengeluarkan energi Mata Pengantin Iblis dari dalam mata Shanika, walaupun energi itu terasa sangat panas bahkan hampir membakar telapak tangannya.


Shanika terus menjerit kesakitan, karena tubuhnya terasa penuh dengan sengatan dan pandangan matanya benar-benar menjadi sangat gelap sebelum ia kembali pingsan dalam posisi yang masih terduduk dihadapan Zoya.


Tidak lama kemudian, Zoya yang sudah berhasil mendapatkan energi panas dari Mata Pengantin Iblis, detik itu juga langsung berusaha memusnahkan energi panas itu dengan kekuatan Iblisnya sampai benar-benar tidak tersisa lagi.


Sedangkan Iblis ular yang sudah berhenti mengigit dan memberikan racunnya lagi kepada Shanika, detik itu juga langsung berdesis dan segera merambat ke atas meja yang tidak jauh dari tubuh Shanika saat ini “Rencana kita berhasil,” ucap Iblis ular saat melihat Zoya yang sudah selesai membereskan energi panas Mata Pengantin Iblis.


“Raja Iblis akan bangga kepadamu, Zoya.” Sambung Iblis ular, yang seketika itu juga hanya membuat Zoya terdiam dan memasang ekspresi datarnya, seakan belum puas dengan apa yang sudah berhasil ia lakukan kepada Shanika.


“Mulai dari sini, aku serahkan dia kepadamu,” ucap Zoya kepada Iblis ular, sambil membersihkan kedua tangannya dan membalik tubuhnya.


Tapi, detik itu juga langkah kaki Zoya terhenti, karena tiba-tiba ia melihat butiran abu yang berterbangan di ke arahnya “Clay?” gumam Zoya saat ia sadar kalau abu yang berterbangan itu adalah abu milik Iblis Gagak hitam kesayangannya yang bernama Clay.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Iblis ular kepada Zoya, saat melihat Zoya yang tiba-tiba berdiri diam.


“Xyan datang,” jawab Zoya dengan singkat, sambil melanjutkan langkah kakinya melewati abu yang berterbangan di hadapannya itu dengan perasaan marahnya.


__ADS_2