Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Mata Pengantin Iblis Untukku!


__ADS_3

Hantu wanita berwajah pucat yang mendengar suara gumaman Shanika itu pun dengan reflek kembali berkata “Benar, dia wanita… dan di mata manusia, sosoknya sangatlah cantik! Tapi, di mata para hantu seperti kami, dia sangatlah mengerikan dan kejam! Aku ketakutan sekali, bagaimana ini?” tanya hantu wanita dihadapan Shanika itu dengan wajah memelasnya kepada Shanika.


Shanika yang kebingungan itu pun langsung menggigit bibir bawahnya sendiri dan berusaha memutar otaknya untuk mencari jalan keluar, hingga beberapa detik kemudian Shanika berkata “Untuk sekarang kamu bersembunyi dulu saja di sini,” pinta Shanika dengan wajah seriusnya.


“A-apa? Bagaimana denganmu?” tanya hantu wanita berwajah pucat itu lagi, sambil mengikuti langkah kaki Shanika yang keluar dari dalam toilet dengan sangat cepat.


“Aku harus menemui Xyan!” jawab Shanika tanpa menolehkan kepalanya sedikit pun kepada hantu wanita yang mengikuti langkah kakinya itu.


“Siapa Xyan… Akh!” belum selesai mengajukan pertanyaannya lagi, tiba-tiba ada sosok hitam besar yang menarik hantu wanita berwajah pucat itu dengan sangat kasar, yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak dan langsung menolehkan kepalanya ke belakang dengan ekspresi kagetnya.


Dan detik itu juga, Shanika pun tersadar kalau lorong kampus yang saat ini ia lihat bukanlah lorong kampus yang sesungguhnya “Aku harus pergi dari sini,” ucap Shanika dengan perasaan takutnya sambil melangkah mundur, setelah itu langsung membalik tubuhnya dan berlari menuju pintu keluar yang ada di ujung lorong.


Tapi, mau seberapa jauh Shanika berlari, pintu keluar yang saat ini ia lihat terus menjauh dan sulit untuk di gapai. Hingga beberapa menit kemudian, ada sosok hitam besar menarik pergelangan tangan kanan Shanika yang saat itu juga membuat Shanika jatuh terduduk “Bruk!” di tengah lorong dan merasakan cakaran pada pergelangan tangan kanannya “Akh!” jerit Shanika karena rasa perih yang ia rasakan.


Dengan perasaan takut dan tangan yang bergetar, Shanika memberanikan dirinya untuk melihat pergelangan tangan kanannya yang luka. Tapi, yang membuat Shanika semakin takut lagi bukanlah luka cakaran yang ada di pergelangan tangannya, melainkan benang putih pemberian Xyan yang menghilang “Habislah aku,” batin Shanika dengan perasaan kacaunya.


“Tanpa benang pemberian Xyan, aku tidak bisa melawan para hantu!” batin Shanika lagi sambil berusaha untuk bangkit dari jatuhnya dengan kedua kakinya yang mulai terasa lemas.

__ADS_1


“Bagaimana ini?” gumam Shanika saat ia sudah berhasil bangkit dari jatuhnya. Tapi, tepat pada saat Shanika membalik tubuhnya lagi, saat itu juga tiba-tiba Shanika mendengar suara jeritan yang diikuti juga dengan suara pecutan yang sangat kencang.


Secara perlahan-lahan telinga Shanika terasa sangat sakit dan suara jeritan yang ia dengar semakin memenuhi seisi telinganya, yang saat itu juga membuat Shanika dengan reflek memejamkan matanya sambil menutup kedua telinganya menggunakan kedua tangannya dengan sangat erat.


Tapi, bukannya menghilang, suara-suara jeritan yang Shanika dengar justru semakin jelas. Bahkan saat ini Shanika juga bisa mencium aroma darah yang sangat menyengat dan sesuai dengan bayangannya, saat Shanika membuka matanya ia sudah berada di tempat lain seperti aula besar yang megah dan ada puluhan orang yang sedang diikat dan disiksa.


Detik itu juga, Shanika benar-benar dibuat ketakutan dan tidak bisa berkutik sama sekali, karena untuk pertama kalinya ia melihat kekacauan yang penuh penyiksaan di depan matanya secara langsung “Kya!!! Hentikan! Kami minta maaf!!!” jerit para sandra yang terus disiksa tanpa henti.


“A-apa-apaan ini?” panik Shanika dengan wajah frustasinya sambil melangkah mundur.


Dan detik itu juga, tiba-tiba salah satu wanita yang memegang alat cambuk menolehkan kepalanya ke arah Shanika dan berkata “Manusia?” sambil memiringkan kepalanya dan menunjukkan senyuman menyeringai yang mengerikan kepada Shanika, yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak dan panik.


Saat itu juga, wanita mengerikan itu menarik Shanika dengan sangat kasar sambil tertawa-tawa aneh, setelah itu langsung membanting tubuh Shanika “Akh!” sesampainya ia di dalam ruangan besar yang dipenuhi oleh para hantu disetiap balik jeruji besinya.


“Manusia? Kenapa ada manusia di sini?” tanya para hantu lemah yang terkurung di balik jeruji besi secara bergantian saat mereka melihat Shanika.


“Ugh… sakit sekali,” keluh Shanika sambil menundukkan kepalanya untuk berusaha menahan tangisannya dan perasaan takutnya yang semakin merasuki dirinya.

__ADS_1


Dan beberapa detik kemudian, Shanika mendengar suara hantu wanita berwajah pucat yang sebelumnya bicara dengannya di dalam toilet kampus “Hei, manusia!” panggilnya, yang seketika itu juga membuat Shanika menolehkan kepalanya dan melihat wajah hantu wanita berwajah pucat itu.


“Bantu kami keluar dari sini!” pinta hantu wanita berwajah pucat itu kepada Shanika, yang seketika itu juga membuat Shanika menolehkan kepalanya ke segala arah dan dapat dengan jelas melihat pulahan hantu lemah yang menatapnya dengan tatapan sedih, sedang terkurung menjadi satu di dalam jeruji besi.


“Aku tidak tahu… apa yang harus aku lakukan! Hiks,” balas Shanika yang merasa semakin kacau dan ketakutan, sambil mencengkram tanah hitam yang ada disekitarnya dengan kedua tangannya.


Para hantu yang melihat kondisi Shanika, detik itu juga ikut merasa ketakutan dan menangis sejadi-jadinya, hingga beberapa detik kemudian mereka semua termasuk juga Shanika mendengar suara jeritan “Tutup mulut kalian!” yang menggema di ruangan besar itu.


Para hantu lemah yang mendengar perkataan penuh ancaman itu pun langsung terdiam dan melangkah mundur dari balik jeruji besinya. Sedangkan Shanika yang masih jatuh terduduk di tengah-tengah ruangan besar itu mulai menolehkan kepalanya ke belakang, saat ia mendengar suara hak heels wanita yang semakin dekat pada dirinya.


Dengan kedua bola matanya yang melebar, dapat dengan jelas Shanika melihat wanita bergaun merah sedang berjalan ke arahnya. Wanita itu terlihat seperti bangsawan yang memiliki jabatan tinggi pada masanya. Tapi, tubuh hingga wajahnya dipenuhi dengan luka sayatan yang cukup mengerikan di mata Shanika.


“Ah. Jadi, kamulah pemilik mata pengantin Iblis yang sedang ramai dibicarakan itu?” ucap wanita bergaun merah saat ia sudah berdiri tepat dihadapan Shanika dan menatap langsung bola mata Shanika yang berbinar-binar bagaikan permata dipengelihatannya.


“A-apa maksudmu?” tanya Shanika dengan suara yang bergetar sambil berusaha menghindari tatapan langsung dengan wanita dihadapannya itu.


Tapi, karena Shanika terus menghindari tatapan wanita bergaun merah itu, detik itu juga wanita bergaun merah menarik dagu Shanika dengan sangat kasar dan langsung mencengkram wajah Shanika dengan tangan kanannya, yang seketika itu juga membuat Shanika kesakitan dan kembali bertatapan langsung dengan wanita menyeramkan dihadapannya itu.

__ADS_1


“Aku menginginkannya!” ucap wanita bergaun merah itu sambil menatap mata Shanika dengan semakin lekat dan intens, yang saat itu juga membuat Shanika kebingungan “Menginginkan apa?!” pikir Shanika.


“Berikan… Matamu kepadaku!” sambung wanita bergaun merah itu lagi sambil menunjukkan senyuman lebarnya yang mengerikan, yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak dan merasakan aura gelap yang mulai menyelimutinya.


__ADS_2