
Tapi, karena Shanika sudah terlebih dulu mengambil bulu burung gagak yang berwarna hitam pekat dihadapannya, detik itu juga pandangan mata Shanika menjadi sangat buram dan setelah Shanika memejamkan matanya beberapa kali, tiba-tiba ia sudah berada di dunia lain lagi.
“Akh?! Kenapa begini lagi?!” kaget Shanika sekaligus juga dengan perasaan paniknya, karena lagi-lagi ia terjebak di dunia lain “Akh! Padahal aku harus segera pergi ke Kampus dan mengumpulkan tugasku!” keluh Shanika dengan perasaan frustasinya.
“Kalau begini, aku benar-benar tidak akan lulus!” keluh Shanika lagi dengan ekspresi sedihnya.
Di saat Shanika sedang merengek pada dirinya sendiri, tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki pria yang disusul juga dengan suara pria yang mengatakan “Hah, kan sudah aku katakan untuk jangan menyentuh bulu burung itu!” yang seketika itu juga membuat Shanika segera menatap bulu burung gagak hitam yang saat ini masih ia genggam di tangan kanannya.
Shanika pun dibuat terkejut lagi, karena tiba-tiba bulu burung gagak yang ada di tangannya mengeluarkan asap dan mulai terbakar “Uwa! Apa-apaan ini?!” panik Shanika yang dengan reflek langsung melemparkan bulu burung gagak yang terbakar itu dari tangan kanannya.
“Hah… merepotkan sekali,” ucap pria yang ada di dekat Shanika itu sambil menghela nafas panjangnya dengan sangat kasar, yang saat itu juga membuat Shanika menolehkan kepalanya dan melihat kalau pria yang ada di dekatnya itu adalah pria berpakaian serba hitam, yang sebelumnya juga sudah ia temui.
Detik itu juga, Shanika yang tidak ingin berlama-lama terjebak di dunia lain dengan cepat langsung mendekati pria berpakaian serba hitam itu sambil berkata “Syukurlah kamu ada di sini juga! Kamu malaikat maut, kan? coba jentikkan jarimu lagi, agar kita bisa keluar dari sini!” pinta Shanika dengan wajah memelasnya.
Sedangkan pria dihadapan Shanika yang mendengarkan perkataan Shanika itu pun langsung mengerutkan dahinya dan dengan reflek berkata “Aku tidak bisa,” dengan nada bicaranya yang datar.
“Apa? Kenapa tidak bisa?” tanya Shanika dengan kedua bola matanya yang melebar.
“Sebelumnya aku bisa dengan mudah mengembalikanmu ke dunia manusia karena portal ke dunia itu memang ciptaanku. Tapi, kalau dunia yang ini… pasti ada Iblis yang sengaja ingin menjebak kita berdua,” jawab pria yang merupakan malaikat maut itu dengan wajah seriusnya.
“Ja-jadi! Kita tidak bisa keluar?” tanya Shanika lagi dengan ekspresi paniknya.
“Hanya sesama Iblis yang bisa membantu kita keluar dari sini! ya… untung saja, kamu menganal satu Iblis, kan? Walaupun begitu, matamu benar-benar pembawa sial!” jawab malaikat maut dihadapan Shanika lagi dengan ekspresi kesal sekaligus lelahnya kepada Shanika yang sama sekali tidak mengetahui apapun.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, Shanika yang merasa tidak terima karena matanya terus dihina oleh pria dihadapannya itu langsung berkata “Sebenarnya, apa masalahmu dengan mataku ini? mata ini hanya sekedar mata untuk melihat saja tahu!” dengan nada bicaranya yang meninggi.
“Sekedar melihat apanya? Matamu itu adalah mata keramat, yang sangat terkenal di dunia atas mau pun dunia bawah! Jangan bilang… kamu tidak tahu?” balas malaikat maut dihadapan Shanika dengan tatapan lekatnya kepada Shanika, yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak.
“A-aku hanya pernah dengar… kalau mataku ini adalah mata pengantin Iblis,” ucap Shanika dengan nada bicaranya yang memelan dan penuh dengan keraguan.
“Tepat sekali! dan itu artinya… kamu akan selalu berhadapan dengan berbagai bahaya!” balas malaikat maut lagi dengan nada bicaranya yang penuh dengan penekanan di setiap katanya.
Shanika yang mendengar perkataan itu pun langsung terdiam dan pikirannya langsung tertuju kepada Xyan, karena pada akhirnya Shanika tahu alasan Xyan yang selalu mau menolongnya hanyalah sebatas rasa tanggung jawabnya “Dengan bodohnya, aku kira dia menyukaiku!” gumam Shanika dengan suara yang sangat pelan dan ekspresi sedihnya.
Sedangkan pria yang merupakan seorang malaikat maut, detik itu juga dengan cepat langsung mengajak Shanika untuk melangkahkan kakinya dan menelusuri jalan yang gelap, karena jika mereka terus berdiri diam di satu tempat, mereka berdua bisa bertemu dengan Iblis yang menyerupai hewan.
Mau tidak mau Shanika pun menuruti perkataan pria di dekatnya itu dan hingga beberapa detik kemudian pria dihadapannya itu kembali berkata “Aku harap kamu tidak sampai kehilangan akal sehat dan berakhir menyedihkan, seperti pemilik mata pengantin Iblis sebelum-sebelumnya,” yang saat itu juga membuat Shanika semakin meratapi nasibnya.
“Bagiku… memiliki mata ini adalah keajaiban, karena sebelumnya aku sempat mengalami kebutaan. Jadi, aku pikir… sekarang aku tidak boleh mengeluhkannya,” balas Shanika sambil berusaha membangkitkan rasa percaya dirinya lagi.
Tidak lama kemudian, Shanika juga berusaha memberanikan dirinya untuk mengajukan pertanyaan “Tapi, apa sebelumnya kamu juga manusia?” tanya Shanika dengan nada bicaranya yang sedikit canggung.
“Entahlah, sebagian ingatanku di dunia ini menghilang begitu saja. Yang aku tahu, sejak membuka mata… aku sudah menjadi seorang malaikat kematian!” jawab pria dihadapan Shanika dengan senyuman tipisnya.
“Apa kamu tidak penasaran dengan kehidupan masa lalumu?” tanya Shanika lagi sambil mempercepat langkah kakinya agar bisa berjalan sejajar dengan malaikat maut yang ada di dekatnya itu.
“Tidak sama sekali! Karena menurut rumor dikalangan para malaikat, manusia yang dibangkitkan kembali sebagai malaikat maut adalah manusia yang memiliki dosa besar!” jawab pria itu dengan nada bicaranya yang sangat tegas.
__ADS_1
“Oh… Tapi, aku lah yang jadi penasaran! Memangnya dosa besar apa yang sudah kamu lakukan sampai kamu menjadi seorang malaikat maut!” balas Shanika yang sengaja ia katakan, untuk menggoda pria yang ada di dekatnya itu.
Yang saat itu juga membuat pria yang merupakan malaikat maut di samping Shanika melirikkan tatapan tajamnya dan kembali berkata “Kamu sudah bosan hidup, ya?” yang dengan reflek membuat Shanika tertawa pelan.
***
Sekitar lima menit kemudian, saat Shanika dan sang malaikat maut sudah berhenti berbincang-bincang tiba-tiba mereka berdua mendengar suara menggeram yang sangat mengerikan dari ujung lorong yang gelap “Uwa! Suara apa itu?” panik Shanika yang dengan reflek menghentikan langkah kakinya dan memasang ekspresi takutnya.
“Di ujung sana pasti ada Iblis yang menyerupai hewan!” ucap malaikat maut dihadapan Shanika dengan penuh waspada.
Dan benar saja, beberapa detik kemudian Shanika dan malaikat maut dapat dengan jelas melihat sosok Iblis berwujud serigala besar, yang sedang menghampiri mereka dengan penuh amarah dan rasa lapar.
Iblis berwujud serigala itu pun segera berlari dan berusaha menyerang malaikat maut yang ada dihadapan Shanika, yang seketika itu juga membuat tubuh malaikat maut terhempas dengan sangat kuat “Argh!” hingga membentur bebatuan besar.
Sedangkan Shanika yang merasa sudah dijadikan incaran oleh Iblis dihadapannya, saat itu juga langsung jatuh terduduk dengan perasaan takutnya “Manusia!” ucap Iblis berbentuk serigala dan tiba-tiba Shanika pun kembali teringat dengan kejadian sebelumnya, saat ia harus berhadapan dengan hantu wanita bergaun merah yang
sangat mengerikan.
Kedua tangan Shanika mulai bergetar hebat dan jantungnya seakan siap untuk meledak. Tidak hanya itu, nafas hingga bagian dada Shanika juga mulai terasa sesak yang seketika itu juga membuat Shanika tanpa sengaja bertatapan langsung dengan mata Iblis yang ada dihadapannya.
Dengan tekad Shanika yang tidak mau kalah dari rasa takutnya, tiba-tiba serigala yang sudah siap memangsa Shanika melihat bayangan merah bagaikan racun di dalam mata Shanika, yang seketika itu juga membuat matanya terasa sakit dan meledak bagaikan bola air “Hah?! Apa yang terjadi?!” panik Shanika saat melihat Iblis serigala dihadapannya itu meronta-ronta kesakitan tanpa henti.
“Apa yang sudah kamu lakukan kepadanya?” tanya malaikat maut yang sejak tadi memperhatikan Shanika dari kejauhan “A-aku?!” balas Shanika dengan ekspresi bingungnya dan karena Iblis di depan Shanika sudah kehilangan pengelihatannya, saat itu juga ia mengamuk dan langsung melompat seakan ingin menginjak Shanika.
__ADS_1
“Awas!” teriak malaikat maut sambil berusaha berlari mendekati Shanika.
“Kya!!!” jerit Shanika yang dengan reflek langsung menundukkan kepalanya.