Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Peringatan Untuk Iblis Jahat!


__ADS_3

Dengan cukup agresif, Xyan berhasil menuntun Shanika dengan baik. Hingga beberapa detik kemudian, Xyan mulai mengangkat tubuh Shanika dan membuat Shanika duduk di pinggir meja makannya “Xyan,” panggil Shanika dengan suara yang sedikit bergetar, saat Xyan mulai menelusuri leher jenjangnya dengan kecupan lembut.


Sedangkan Xyan yang dapat dengan jelas mendengar suara hingga nafas Shanika, detik itu juga langsung tersenyum dan merasa semakin kehilangan akal sehatnya “Tenanglah Shanika, aku tidak akan membuatmu kesakitan,” pinta Xyan sambil menatap dan mengusap kepala Shanika dengan lembut.


Dengan perasaan gugupnya Shanika pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan dan detak jantungnya semakin berdebar tidak karuan, saat tiba-tiba Xyan melepas beberapa kancing pakaiannya di depan matanya “Ukh! A-apa yang mau kamu lakukan?!” panik Shanika sambil menutup kedua matanya.


“Di sini terlalu panas untukku,” balas Xyan dengan tawa pelannya.


Dan tanpa berlama-lama lagi segera memberikan kecupan manis pada bibir Shanika “Cup!” sambil menggendong tubuh Shanika dengan kedua tangannya, yang seketika itu juga membuat Shanika kembali terkejut, karena dengan mudahnya Xyan langsung membawanya ke dalam kamar dan menidurinya di atas tempat tidur.


“Apa aku sudah membuatmu takut?” tanya Xyan sambil memberikan sentuhan-sentuhan lembut pada setiap lekukan tubuh Shanika, yang saat itu juga berhasil membuat Shanika kehilangan akal sehatnya juga.


“Ja-jangan banyak bicara, kamu membuatku malu! Engh,” lenguh Shanika ditengah-tengah perkataannya dan dengan reflek segera menutup seluruh wajahnya dengan kedua tangannya, sambil berusaha menahan suaranya untuk keluar, karena tiba-tiba Xyan menyentuh bagian sensitifnya.


Xyan yang melihat reaksi malu sekaligus kacau dari Shanika itu pun merasa kalau Shanika sudah memberikan izin kepada dirinya, yang saat itu juga membuat Xyan dengan bebas melakukan segala hal yang ia inginkan hingga berhasil membuat Shanika kesulitan untuk menahan suaranya lagi.


“Ugh… Xyan… hentikan,” pinta Shanika saat Xyan mulai menjelajahi tubuhnya dengan lebih agresif “Kamu yakin ingin aku berhenti sekarang?” balas Xyan sambil menunjukkan senyuman tipisnya yang terlihat sangat mempesona di mata Shanika saat ini.


“Ugh! Jahat sekali!” keluh Shanika dengan ekspresi malunya, yang seketika itu juga membuat Xyan tertawa pelan dan segera berbisik “Siapkan dirimu,” sebelum ia kembali memangut bibir Shanika sambil memeluk pinggang kecil wanita dihadapannya itu, yang saat itu juga membuat Shanika segera memejamkan matanya dan merasakan debaran dari jantung Xyan yang semakin cepat juga sama seperti dirinya.

__ADS_1


***


Di sisi lain, Zoya yang merupakan Kakak tiri Xyan memutuskan untuk duduk sendiri di atas rooftop gedung pencakar langit, sambil memejamkan matanya untuk merasakan angin malam yang berhembus melewati tubuhnya.


Hingga beberapa menit kemudian, ia mendengar suara burung gagak kesayangannya yaitu Clay berkata “Mau sampai kapan kamu menundanya?” yang seketika itu juga membuat Zoya kembali membuka matanya.


“Tidak ada waktu lagi, kita harus segera membunuh wanita itu! Atau tidak Raja iblis yang akan membunuh kita!” sambung Clay sambil mengepakkan kedua sayap hitamnya dengan penuh khawatir.


Sedangkan Zoya yang mendengar perkataan burung gagak kesayangannya itu pun langsung memasang senyuman menyeringainya dan dengan reflek berkata “Tidak seru kalau langsung membunuhnya… bagaimana pun juga, aku ingin Xyan menderita sebelum aku membunuh wanita itu!” dengan nada bicaranya yang penuh percaya diri.


“Benar, kita harus memberinya pelajaran dan menyadarkannya karena jauh lebih berpihak pada manusia!” balas Clay sambil berterbangan di sekitar kepala Zoya.


Tapi, bukannya merasa senang dengan perkataan Clay. Detik itu juga Zoya merasa tersinggung dan kesal kepada Clay dan tanpa banyak bicara lagi, Zoya langsung menjentikkan jari jemarinya untuk membuat Clay pergi menghilang dari pandangannya “Kya!” yang seketika itu juga membuat Clay sempat menjerit sebelum akhirnya benar-benar menghilang.


Saat Zoya merasa suasana di sekitarnya sudah jauh lebih tenang, tiba-tiba ia merasa terganggu lagi karena mendengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan mendekatinya “Akh, siapa sih?!” keluh Zoya sambil menolehkan kepalanya dengan cepat.


Dan ia pun langsung tersentak, karena pada saat ia menolehkan kepalanya dapat dengan jelas Zoya melihat Karis yang merupakan pria di masa lalunya, yang saat ini sudah bereinkarnasi menjadi malaikat maut.


Karis yang bertatapan langsung dengan Zoya, detik itu juga dengan reflek berkata “Sepertinya kamu mengenaliku, ya?” tanya Karis sambil memiringkan kepalanya dan terus menatap Zoya dengan sangat lekat.

__ADS_1


Yang seketika itu juga membuat Zoya bangkit dari duduknya dan berkata “Tidak, aku tidak mengenalmu!” dengan nada bicaranya yang cukup ketus.


Karis yang mendengar perkataan Zoya itu pun langsung memasang senyuman tipisnya dan dengan cepat langsung menunjukkan satu bulu burung gagak yang sebelumnya sempat terbakar dihadapan Zoya “Bulu burung gagak hitam ini milikmu, kan?” tanya Karis dengan wajah seriusnya.


“Kamu memang tidak mengenaliku. Tapi, aku mengenalimu,” sambung Karis yang seketika itu juga membuat Zoya mengerutkan dahinya dan merasa sedikit gugup.


“A-apa katamu?” gumam Zoya sambil bepikir “Apa dia mengingat ingatan dari kehidupan masa lalunya?” dengan perasaan khawatir sekaligus takutnya.


“Kamu adalah Iblis yang sudah menjebakku di dalam dunia lain bersama dengan wanita pemilik mata pengantin Iblis! Aku sangat tahu itu,” sambung Karis lagi, yang saat itu juga membuat Zoya merasa lega dan langsung memasang wajah datarnya lagi di hadapan Karis “Ah, soal itu!” gumam Zoya dengan nada santainya.


Sedangkan Karis yang melihat reaksi lega dari wajah Zoya, detik itu juga merasakan sesuatu yang aneh di dalam dirinya dan dadanya terasa sesak, yang seketika itu juga membuat Karis kembali berkata “Aku peringatkan! Jangan ganggu manusia lagi dan kembalilah ke duniamu sendiri!” dengan nada bicaranya yang penuh penekanan disetiap katanya.


“Pft! Apa katamu? Peringatan?! Beraninya manusia bodoh sepertimu mengatur Iblis berkuasa sepertiku!” balas Zoya dengan ekspresi marah dan nada bicaranya yang sangat ketus.


“Manusia bodoh? Sepertinya kamu sudah salah orang… karena aku adalah malaikat maut yang bisa melakukan apapun!” ucap Karis tanpa perasaan takut sedikitpun kepada Zoya, yang sengaja ia lakukan untuk mengintimidasi Zoya.


Zoya yang mendengar perkataan Karis itu pun langsung terdiam dan kehabisan kata-katanya, saat ini ia benar-benar lupa kalau Karis bukanlah manusia yang bisa ia kelabui seperti dulu dan entah perasaan apa yang masih tersisa di dalam diri Zoya. Tapi, mendengar perkataan berani dari mulut Karis, membuat Zoya merasa sedikit


kagum.

__ADS_1


“Ingat itu, jika kamu membuat kekacauan di lingkunganku lagi… kamu akan langsung berhadapan denganku!” ancam Karis lagi sambil membalik tubuhnya dan langsung melangkah pergi sambil berusaha menahan rasa sesak di dalam dadanya yang semakin sulit untuk ia tahan lagi “Ugh, ada apa denganku?” batin Karis sambil terus melangkah pergi dari hadapan Zoya.


Sedangkan Zoya yang masih memperhatikan kepergian Karis, detik itu juga membuat dirinya teringat akan masa lalunya bersama Karis dan dengan reflek berkata untuk dirinya sendiri “Hentikan Zoya! Mengingat masa lalumu dengannya hanya akan membuatmu lemah!” sambil mengalihkan pandangannya dari Karis dan mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat.


__ADS_2