Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Jatuh Cinta yang Salah


__ADS_3

Hingga beberapa detik kemudian, tanpa sadar Ibu dan Ayahnya Shanika berjalan menghampiri Shanika dan memanggil Shanika, setelah itu Ayah berkata “Kenapa kamu bicara sendiri seperti orang aneh begitu?” dengan ekspresi bingungnya kepada Shanika.


Sedangkan Ibu yang juga kebingungan dengan tingkah Shanika, saat itu juga segera merangkul lengan Shanika dan mengajak suaminya pergi dari taman belakang rumah sakit untuk menghindari pandangan aneh dari orang-orang sekitarnya.


“A-aku tidak bicara sendiri! Aku sedang berlatih aktingku, haha!” jawab Shanika dengan tawa canggungnya sambil berusaha menahan rasa malunya dan dengan cepat langsung bergegas untuk kembali masuk ke dalam gedung rumah sakit bersama kedua orang tuanya.


“Ugh, kamu ini!” keluh Ibunya Shanika sambil tertawa pelan.


***


Di sisi lain, Gavin yang baru saja sampai di kantor perusahaan milik Xyan, tanpa berlama-lama lagi segera melangkahkan kakinya untuk menemui Xyan yang saat ini masih berada di dalam ruangan kerjanya.


“Saya mengantar Nona Shanika ke rumah sakit, sesuai dengan keinginannya, Tuan.” Ucap Gavin dengan penuh sopan santun saat ia sudah berdiri tepat dihadapan Xyan.


“Hm, kerja bagus.” Balas Xyan sambil terus fokus pada beberapa dokumen yang saat ini sedang ia periksa.


Tidak lama kemudian, setelah menyampaikan laporan Gavin yang tadinya ingin melangkah pergi dari hadapan Xyan tiba-tiba kembali menghadap kepada Xyan dan mengatakan kalau saat mengantar Shanika ke rumah sakit, ia sempat melihat sosok malaikat maut yang selama ini sudah Xyan tunggu kehadirannya di dunia.


“Ah, anak itu sudah kembali?” balas Xyan dengan wajah datarnya sambil membalas tatapan mata Gavin, yang seketika itu juga membuat Gavin menganggukkan kepalanya.


“Dia kembali di waktu yang sangat tepat!” sambung Xyan sambil memasang senyuman menyeringainya dan dengan reflek segera menutup dokumen yang ada dihadapannya.


Setelah itu, tanpa banyak bicara lagi Xyan bangkit dari duduknya dan mengambil kunci mobilnya, yang saat itu juga membuat Gavin kebingungan “Anda mau pergi?” tanya Gavin dengan cepat.

__ADS_1


“Ya, aku harus menemui Zoya! Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu di sini,” jawab Xyan dengan cepat juga, sambil menunjukkan senyuman tipisnya, setelah itu langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari dalam ruang kerjanya meninggalkan Gavin seorang diri “Ba-baik, Tuan.” Balas Gavin sambil menundukkan kepalanya sekilas.


Jujur saja,sebenarnya Xyan tidak ingin berurusan lagi dengan Zoya yang merupakan Kakak tirinya itu. Tapi, demi keselamatan Shanika apapun harus Xyan coba lakukan dan dengan instingnya yang sangat tajam, dapat dengan mudah Xyan menemukan keberadaan Zoya saat ini.


“Ah, kenapa harus di tempat seperti ini sih?” keluh Xyan sesampainya ia di salah satu gedung mewah yang dipenuhi dengan tindak kejahatannya dan tanpa banyak mengeluh lagi, Xyan segera melangkah keluar dari dalam mobil mewahnya.


Setelah itu Xyan langsung memasuki gedung mewah dihadapannya itu tanpa harus melewati sistem keamanan, karena para penjaga di tempat itu sudah sangat mengenal Xyan yang saat ini cukup dikenal dengan kekayaannya.


“Sudah lama anda tidak datang ke sini, Tuan.” Sapa seorang pelayan wanita saat ia melihat kedatangan Xyan “Ya, karena aku pikir… aku tidak akan datang ke sini lagi,” balas Xyan dengan nada bicaranya yang santai.


“Ya?!” kaget pelayan wanita itu dengan kedua bola matanya yang melebar kepada Xyan.


Selama beberapa detik Xyan pun terdiam dan fokus menatap satu per satu pintu mewah yang ada disekelilingnya untuk mencari tahu keberadaan Zoya, setelah itu kembali berkata kepada pelayan wanita yang ada didekatnya “Selama aku di sini, jangan biarkan satu orang pun memasuki ruangan di ujung sana!” pinta Xyan dengan nada bicaranya yang tegas.


Dan tanpa banyak bicara lagi, Xyan segera melanjutkan langkah kakinya untuk memasuki ruangan yang paling ujung dan sesuai dengan dugaannya, saat ini ada Zoya yang sedang bersantai di dalam ruangan itu sambil menikmati minuman anggur termahal.


“Ah, mengganggu sekali!” keluh Zoya saat ia melihat wajah Xyan.


Sedangkan Xyan yang melihat Zoya, saat itu juga langsung menutup pintu ruangan hingga rapat dan segera berkata “Aku yakin, saat ini kamu sedang menyusun rencana barumu untuk melawanku lagi!” ucap Xyan dengan senyuman sinisnya kepada Zoya.


“Hah, apa yang membuatmu sepercaya diri itu? Menyebalkan sekali,” balas Zoya sambil meletakkan gelas anggur yang ia genggam di atas meja.


Xyan pun kembali melanjutkan langkah kakinya dan saat ia sudah berdiri tepat dihadapan Zoya, saat itu juga ia kembali berkata “Apa kamu tidak pernah punya rencana untuk bergabung denganku saja? Aku tahu, selama ini Iblis tua itu tidak pernah menghargai kerja kerasmu!” dengan tatapan lekatnya kepada Zoya.

__ADS_1


“Ck, jangan mimpi! Kamu tidak tahu, apa yang sudah aku lakukan agar Kakek mau menerimaku!” balas Zoya sambil bangkit dari duduknya dan membalas tatapan mata Xyan dengan sangat tajam.


“Tentu saja aku tahu,” ucap Xyan lagi, yang seketika itu juga membuat Zoya mengerutkan dahinya “Demi diterima oleh Raja Iblis… kamu rela mengorbankan nyawa dan memberikan jantung manusia yang paling kamu cintai kepadanya,” sambung Xyan yang detik itu juga berhasil membuat Zoya tersentak.


“Ba-bagaimana kamu bisa… tidak mungkin,” perkataan Zoya pun terputus dan ia benar-benar tidak menyangka kalau Xyan sampai bisa mengetahui rahasianya.


Xyan yang melihat reaksi terkejut dari wajah Zoya itu pun langsung menghela nafasnya dengan kasar dan kembali berkata “Kejam sekali… Ini lah alasannya kenapa aku selalu membencimu yang suka menghina Ibuku!” ucap Xyan lagi dengan lirikkan tajamnya.


“Karena kamu dan Ayah yang memiliki darah Iblis murni… sama-sama mencintai manusia! Pft, lucu sekali!” sambung Xyan sambil berusaha menahan tawanya, yang sengaja ia lakukan untuk menggoda Zoya.


Yang seketika itu juga membuat Zoya merasa sangat kesal dan dengan reflek langsung mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat “Tutup mulutmu!” ucap Zoya dengan nada bicaranya yang sedikit bergetar.


Tapi, bukannya segera menutup mulutnya rapat-rapat. Detik itu juga, Xyan kembali melontarkan perkataannya “Oya, apa kamu sudah tahu? Kalau manusia yang kamu cintai itu sudah bereinkarnasi?” tanya Xyan dengan senyuman tipisnya yang sangat menyebalkan di mata Zoya.


“Apa katamu?” gerutu Zoya sambil terus berusaha menahan emosinya.


“Ah, lebih tepatnya bukan Reinkarnasi! Karena manusia itu sekarang hidup sebagai malaikat maut,” sambung Xyan lagi, yang lagi-lagi membuat Zoya tersentak dan dengan reflek langsung menarik kerah pakaian Xyan dengan sangat kasar “Jangan bercanda! Kamu pikir aku akan percaya?!” bentak Zoya.


Dan dengan kasar juga, Xyan segera melepaskan cengkraman tangan Zoya dari kerah pakaiannya setelah itu kembali berkata “Berdosa karena sudah jatuh cinta kepada Iblis sepertimu, pasti yang membuatnya harus hidup menderita sebagai malaikat maut!” dengan nada bicaranya yang ketus dan tatapan matanya yang sangat sinis.


“Pasti akan sangat seru sekali, jika ingatannya tentangmu dapat pulih kembali!” sambung Xyan sambil melangkah pergi dari hadapan Zoya dengan perasaan puasnya, karena sudah berhasil menghancurkan kesombongan yang dimiliki Zoya selama ini.


“Tidak mungkin,” gumam Zoya dengan perasaan kacaunya setelah kepergian Xyan dari pandangannya.

__ADS_1


__ADS_2