
“Ah, padahal aku sudah memintanya untuk tidak pergi kemana-mana,” batin Shanika dengan perasaan kecewanya, karena ia yang mengira Xyan masih di dalam Apartementnya ternyata sudah pergi.
Sedangkan Ayahnya Shanika yang melihat ekspresi murung putrinya, detik itu juga langsung merasa bersalah dan dengan reflek berkata “Maafkan Ayah, ayah tidak bermaksud untuk meragukanmu,” dengan nada bicaranya yang terdengar sangat canggung kepada Shanika.
Yang seketika itu juga membuat Shanika melirikkan mata tajamnya dan melontarkan candaan “Mau sampai aku umur berapa Ayah akan begini?” dengan wajah cemberutnya, yang semakin membuat Ayahnya merasa tidak enak sendiri.
Ibunya Shanika yang sejak tadi hanya memperhatikan tingkah suami dan anaknya itu pun juga langsung tertawa dari luar kamar tidur, setelah itu berkata “Lagipula, Shanika mana mungkin berani menyembunyikan pria di sini! Pacaran saja dia belum pernah… kamu ini!” dengan nada bicaranya yang sangat menggoda kepada Shanika.
“Wah… Ibu meremehkan aku?” keluh Shanika dengan reflek sambil melangkah keluar dari dalam kamar tidurnya.
“Pft! Benar juga sih,” balas Ayahnya Shanika yang ikut melangkah keluar dari dalam kamar tidur, sambil tertawa pelan seakan sedang menggoda Shanika.
Dan tanpa berlama-lama lagi, Ibunya Shanika segera mengajak Shanika dan suaminya untuk makan bersama, yang saat itu juga membuat Shanika kembali bersemangat dan berkata “Lihat saja, aku akan segera memperkenalkan pacarku yang sangat... tampan, kepada kalian berdua!” sambil duduk di bangku meja makan.
“Oh… sudah ada pria yang mau denganmu?” tanya Ayahnya Shanika dengan reflek sambil memasang ekspresi yang menyebalkan di mata Shanika “Ugh, Ayah!” balas Shanika dengan ekspresi kesalnya.
“Pft! Sudah-sudah, ayo makan! Kalian ini,” ucap Ibunya Shanika sambil berusaha menahan tawanya dan terduduk tepat di samping Shanika untuk mengambilkan beberapa lauk kesukaan Shanika dengan lebih mudah.
“Uhm! Enak sekali!” ucap Shanika dengan ekspresi kagumnya sambil mengacungkan kedua jempol tangan kepada Ibunya, setelah ia mencicipi berbagai macam lauk kesukaannya yang sudah dibuatkan oleh Ibunya sendiri.
__ADS_1
***
Di sisi lain, Xyan yang baru saja sampai di tempat persembunyian para Iblis berwujud hewan yang sudah diamankan oleh para anak buahnya langsung bergegas keluar dari dalam mobil mewahnya dan berjalan mendekati Gavin yang berdiri tidak jauh dari Goa persembunyian.
“Akhirnya Tuan datang! Sebelumnya kami sudah mengikat dan berhasil membuat mereka semua melemah,” ucap Gavin dengan nada bicaranya yang sangat serius kepada Xyan.
“Kerja bagus,” balas Xyan dengan nada bicaranya yang tegas dan tanpa berlama-lama lagi, ia segera melanjutkan langkah kakinya untuk memasuki Goa persembunyian para Iblis berwujud hewan itu.
Karena kondisi Goa yang sangat gelap, semua anak buah Xyan pun memutuskan untuk meletakkan beberapa obor api di setiap sudut Goa setelah itu membiarkan Xyan seorang diri, sesuai dengan permintaan Xyan kepada semua anak buahnya.
Dengan aura yang sangat gelap, Xyan menghentikan langkahnya di hadapan salah satu Iblis berwujud harimau yang sejak tadi sudah menatapnya dengan penuh amarah “Kalian ingin kembali ke dunia kegelapan, kan? tenang saja, aku akan mengembalikan kalian ke sana,” ucap Xyan setelah ia melihat cedera parah yang dialami oleh para Iblis berwujud hewan.
Detik itu juga, semua Iblis dihadapan Xyan langsung saling pandang satu sama lain dan mereka berpikir, untuk tidak mengkhianati teman mereka sendiri yaitu Iblis berwujud ular. Tapi, karena Xyan terus menunjukkan rasa perhatian dan mengungkapkan niat baiknya untuk membantu mereka semua kembali ke dunia kegelapan.
Mau tidak mau mereka berkata kalau Iblis ular itu sudah pergi bersama dengan Zoya, Kakak tirinya Xyan. Bahkan juga mengungkapkan semua kelemahan yang dimiliki oleh Iblis berwujud ular itu, demi mendapatkan kepercayaan Xyan.
Xyan yang mendengar perkataan Iblis harimau dihadapannya itu pun langsung memasang ekspresi datarnya yang mengerikan setelah itu kembali berkata “Ah, jadi sejak awal… kalian bukannya tanpa sengaja ada di dunia manusia. Tapi, karena kalian mengikuti perintah Zoya,” dengan nada bicaranya yang terdengar sangat ketus.
Para Iblis yang mendengar perkataan Xyan itu pun langsung tersentak secara bersamaan dan dengan perasaan takut, mereka langsung berkata “I-itu karena Nona Zoya sudah menjadi pemimpin kami sejak lama! Kami semua terpaksa harus menurutinya!” dengan nada bicaranya yang sangat panik, yang disusul juga dengan suara gemuruh dari Iblis-iblis hewan lainnya.
__ADS_1
“Pemimpin?” gumam Xyan sambil mengalihkan pandangannya dari semua Iblis yang bertekuk lutut dihadapannya.
“Mulai sekarang… ka-kami akan menjadi anak buahmu! Ka-kami bisa membantumu membunuh Zoya!” sambung para Iblis berwujud hewan lainnya dengan penuh emosinya, yang saat itu juga membuat Xyan tertawa dan memasang senyuman menyeringainya “Kalian akan membantuku membunuh Zoya? Yang benar saja,” gumam Xyan lagi.
“Lagipula… bagaimana mungkin aku mempercayai kalian untuk menjadi anak buahku?” sambung Xyan sambil menatap para Iblis dihadapannya lagi “Dan aku sudah tahu, sebelum kalian mengikuti Zoya… kalian memang sudah sangat membenciku,” sambung Xyan lagi sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Iblis harimau dihadapannya yang terus menatapnya dengan lekat.
Detik itu juga, dapat dengan jelas Xyan melihat amarah yang meluap-luap dari mata Iblis berwujud harimau dihadapannya dan tanpa rasa takut sedikit pun, Iblis berwujud harimau itu berkata “Kamu benar-benar akan membiarkan kami kembali ke dunia kegelapan, kan?” sambil berusaha menahan emosinya dengan sekuat tenaganya dihadapan Xyan.
Xyan yang mendengar perkataan Iblis dihadapannya itu pun kembali melihat luka hingga cedera para Iblis yang semakin parah, sambil berkata “Hm… luka kalian hanya bisa cepat pulih di dunia kegelapan,” dengan wajah datarnya.
“Tapi, bagaimana ini? Karena darah Iblis yang mengalir di dalam tubuhku… sepertinya aku tidak bisa menepati janjiku kepada kalian,” sambung Xyan sambil memasang senyuman tipis dan tatapan tajamnya.
Para Iblis yang mendengar perkataan Xyan itu pun langsung marah dan berteriak sambil memaki Xyan, yang seketika itu juga membuat Xyan kembali menunjukkan aura gelapnya sambil memasang senyuman lebarnya yang mengerikan dihadapan semua Iblis, yang saat itu juga berhasil membuat semua Iblis dihadapannya merasa takut.
“Kalian semua… mati saja,” ucap Xyan dengan tiba-tiba, sambil menatap lekat mata Iblis harimau dihadapannya dengan tatapan bola matanya yang berubah warna menjadi merah pekat, bagaikan Iblis seutuhnya.
Iblis harimau yang bertatapan langsung dengan mata Xyan itu pun langsung merasa sakit dan juga panas di seluruh tubuhnya “Uwak!!!” jeritnya, hingga beberapa detik kemudian dari dalam tubuhnya mengeluarkan api yang sangat besar sampai-sampai membuat seluruh tubuhnya terbakar hebat.
Iblis berwujud hewan lainnya pun langsung panik dan berusaha untuk kabur. Tapi, karena kekuatan Xyan yang sangat besar sudah menyulut masuk ke dalam pikiran mereka semua, secara bergantian tubuh mereka semua terbakar dengan rasa sakit yang sangat mengerikan.
__ADS_1
Sedangkan Xyan yang melihat tubuh para Iblis berwujud hewan terbakar dihadapannya, detik itu juga hanya berdiam diri dengan wajah datarnya, sambil memastikan tidak ada satupun Iblis berwujud hewan yang tersisa dihadapannya dalam keadaan hidup.