Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Semua Karyawan Siluman


__ADS_3

***


Keesokan harinya, Shanika yang baru saja terbangun dari tidurnya segera menuruni tempat tidurnya dan pergi memasuki kamar mandinya untuk menyiapkan hari liburnya dengan lebih fresh. Hingga sekitar dua puluh menit kemudian, sambil menyantap sarapannya Shanika berusaha menyelesaikan semua tugas kuliahnya.


Dan tanpa sadar hari sudah berlalu dan jam menunjukkan pukul jam sebelas siang “Hm… enaknya makan siang apa ya?” gumam Shanika kepada dirinya sendiri sambil merapikan beberapa tugas kuliahnya yang sudah selesai ia kerjakan.


“Ekh! Tubuhku kaku semua!” keluh Shanika dengan reflek sambil meregangkan kedua tangannya ke berbagai arah.


“Ting-Nung!” tiba-tiba Shanika mendengar suara bel Apartementnya berbunyi dan tanpa banyak berpikir Shanika segera bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu Apartementnya.


Dan tepat pada saat Shanika membuka pintu Apartementnya, saat itu juga Shanika langsung berhadapan dengan Xyan “Apa kamu sedang sibuk?” tanya Xyan dengan senyuman tipisnya kepada Shanika.


“Tidak, aku baru saja menyelesaikan tugas kuliahku. Tapi, kenapa?” balas Shanika dengan tatapan bingungnya.


“Kalau begitu, bersiap-siaplah. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!” ucap Xyan dengan ekspresi wajahnya yang menjadi jauh lebih ceria dari sebelumnya, yang seketika itu juga membuat Shanika menganggukkan kepalanya tanpa bertanya lagi kepada Xyan.


Sekitar lima menit kemudian, Xyan yang sudah menunggu Shanika mengganti pakaiannya langsung mengajak Shanika untuk menaiki mobil mewahnya dan disepanjang jalan, Shanika terus berpikir kalau Xyan akan mengajaknya makan siang bersama.


Tapi, semua pikirannya soal makan siang langsung sirna. Karena beberapa menit kemudian,  Shanika melihat sebuah gedung perusahaan besar yang ia dan Xyan datangi bersama-sama “Hm? Kita ada dimana?” tanya Shanika dengan ekspresi bingung sekaligus kagumnya, karena gedung perusahaan itu terlihat sangatlah mewah.


“Ini perusahaanku,” jawab Xyan dengan nada santainya sambil menghentikan laju mobilnya tepat di depan pintu masuk “A-apa?!” kaget Shanika yang dengan reflek langsung menolehkan kepalanya ke arah Xyan dan membuka matanya dengan sangat lebar.

__ADS_1


“Ayo, keluar!” ajak Xyan sambil memasang senyuman tipisnya, setelah itu langsung bergegas keluar dari dalam mobil mewahnya, yang mau tidak mau juga langsung diikuti oleh Shanika.


Saat Xyan keluar dari dalam mobil mewahnya, saat itu juga ia di sambut dengan sangat sopan oleh para karyawannya. Sedangkan Shanika yang masih tidak menyangka dengan kekayaan yang dimiliki Xyan, detik itu juga hanya bisa mengikuti langkah kaki Xyan dari belakang dengan perasaan gugupnya.


Shanika bahkan dibuat semakin kagum lagi saat ia memasuki gedung perusahaan yang besar itu dan melihat beberapa produk mewah yang sepertinya adalah barang produksi dari perusahaan milik Xyan itu.


“Tu-tunggu! Untuk apa kamu mengajakku ke sini?” tanya Shanika dengan wajah paniknya sambil menarik lengan Xyan, yang seketika itu juga membuat Xyan menghentikan langkah kakinya dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Shanika.


“Kenapa? apa kamu tidak nyaman ada di sini?” balas Xyan yang juga mengajukan pertanyaan kepada Shanika dengan tatapan khawatirnya.


“Aku pikir… tempat mewah ini tidak sesuai dengan kelasku!” jawab Shanika sambil berbisik-bisik. Tapi, dengan nada bicaranya yang penuh dengan penekanan kepada Xyan yang saat ini masih berdiri dihadapannya.


Yang seketika itu juga membuat Shanika tersentak dan tidak bisa bicara apa-apa lagi. Setelah itu, dengan pasrah Shanika kembali melanjutkan langkah kakinya sambil bergandengan tangan dengan Xyan dihadapan semua karyawan yang memperhatikan.


Beberapa detik kemudian, Xyan dan Shanika masuk ke dalam lift dan tepat pada saat pintu lift tertutup, dengan santainya Xyan berkata “Semua karyawan di lantai satu sampai tujuh adalah manusia, sedangkan lantai delapan hingga sepuluh… sama seperti Gavin,” ucap Xyan yang seketika itu juga membuat Shanika merasa cukup merinding.


“Ya? kalau sama seperti Gavin… itu artinya mereka Siluman?” tanya Shanika dengan perasaan ragunya, yang langsung dibalas oleh Xyan dengan anggukkan kepalanya.


Shanika yang awalnya hanya merasa merinding, tidak lama kemudian juga mulai berpikir betapa bahayanya siluman bagi manusia “Tapi, apa tidak masalah manusia sepertiku dikelilingi oleh banyak siluman?” tanya Shanika lagi sambil berbisik kepada Xyan, yang baru saja menekan tombol lift nomor sepuluh.


“Tenang saja, mereka semua sudah seperti keluargaku!” jawab Xyan dengan senyuman tipisnya kepada Shanika “Ah, begitu ya,” gumam Shanika dengan senyuman terpaksanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, pintu lift pun kembali terbuka dan sesuai dengan dugaan Shanika, tepat di depan pintu lift sudah ada sekitar sepuluh orang mau itu wanita atau pria yang sedang menunggu dan ingin menyambut kedatangan Xyan.


Aura orang-orang yang merupakan siluman itu terasa sangat berat untuk Shanika rasakan, yang seketika itu juga membuat Shanika sedikit bersembunyi di balik tubuh Xyan. Hingga beberapa detik kemudian, Xyan berusaha memperkenalkan Shanika ke semua orang dihadapannya.


Dengan canggung Shanika pun menyapa semua orang dan dengan sangat ramah, semua orang dihadapan Shanika memberikan senyuman bahkan menatap Shanika dengan penuh kagum “Jadi, anda yang akan menjadi Nyonya kami di sini,” sapa salah satu wanita dengan tiba-tiba, yang disusul juga dengan sorakan meriah dari yang lainnya.


Yang seketika itu juga membuat Shanika merasa sangat terkejut “Nyo-nyonya?!” dengan ekspresi bingungnya ke arah semua orang. Sedangkan Xyan yang melihat tingkah bingung Shanika hanya bisa berusaha menahan tawanya dan tetap menjaga wibawanya dihadapan semua karyawannya.


Sekitar lima menit kemudian, tiba-tiba Xyan teringat dengan hal penting dan dengan reflek menepuk tangannya sambil berkata “Oya, soal Iblis berwujud hewan yang sempat keluar dari dunia gelap untuk mengganggumu! Mereka semualah yang sudah menangani semuanya,” ucap Xyan dengan wajah yang penuh percaya diri kepada


Shanika.


“Hm? Bukannya kamu sendiri yang mengurus Iblis-iblis hewan itu?” tanya Shanika dengan reflek kepada Xyan.


“Tidak, karena pekerjaanku di sini terlalu banyak,” jawab Xyan dengan senyuman tipisnya.


Di tengah-tengah pembicaraan Xyan dan Shanika, detik itu juga semua karyawan yang merupakan Siluman langsung saling bertatap-tatapan dan merasa gugup sekaligus takut, hingga membuat Shanika merasa kebingungan dan dengan reflek bertanya “A-ada apa? Apa ada masalah?” tanya Shanika dengan nada bicaranya yang ramah.


“Se-sebenarnya… ada beberapa Iblis berwujud hewan yang berhasil kabur saat kami,” belum selesai salah satu dari karyawan pria bicara, dengan reflek Xyan membentak mereka semua dengan mengatakan “Apa?!” yang seketika itu juga membuat semua orang dihadapannya, termasuk juga Shanika tersentak bahkan hampir melompat.


“Kenapa kalian baru memberitahuku sekarang?! Apa tidak bisa sekali saja, kerja kalian selesai dengan benar?!” sambung Xyan dengan ekspresi marah dan nada bicaranya yang semakin keras dihadapan semua orang, yang seketika itu juga membuat Shanika merasa ciut dan segera menutupi wajahnya sambil bergumam “Sudah seperti keluarga apanya?” dengan perasaan takutnya.

__ADS_1


__ADS_2