Mata Pengantin Iblis

Mata Pengantin Iblis
Racun Iblis Ular


__ADS_3

Shanika yang masih sangat terkejut dengan bayangan yang barusan ia lihat, hanya bisa terdiam sampai Dokter di dekatnya bertanya “Astaga! Kamu baik-baik saja, kan?” sambil memegang pundak Shanika dan menatap Shanika dengan tatapan yang sangat khawatir.


“I-iya, Dokter. Tapi, maafkan aku! Aku ceroboh sekali… biar aku bersihkan!” balas Shanika dengan ekspresi paniknya, setelah itu segera bergegas untuk mencari sapu.


Tapi, tepat sebelum Shanika mencari sapu, tiba-tiba Dokter wanita dihadapan Shanika itu menahan Shanika dan berkata “Sudah, biar aku saja yang membersihkannya. Lebih baik, sekarang kamu pulang dan istirahat saja, jangan lupa minum obatnya,” dengan nada bicaranya yang sangat ramah, sambil memberikan sebungkus obat sakit kepala kepada Shanika.


“Terima kasih, Dokter.” Balas Shanika lagi sambil menundukkan kepalanya dengan penuh sopan santunnya.


Setelah itu, tanpa berlama-lama lagi Shanika segera mengambil tas selempangnya dan melangkah keluar dari dalam UKS Kampusnya. Selama berada di tengah lorong Kampusnya, Shanika terus berusaha memutar otaknya dan menerka-nerka apa benar yang sebelumnya ia lihat di dalam gelas minum adalah ular.


Hingga beberapa detik kemudian, tiba-tiba Shanika mendengar suara hantu wanita yang berkata “Ular!” yang seketika itu juga membuat Shanika menghentikan langkah kakinya dan segera menolehkan kepalanya ke atas atap lorong Kampusnya, untuk melihat hantu wanita yang sedang bicara.


“Apa kamu juga melihat ular?” tanya hantu wanita itu kepada Shanika, dengan kedua bola matanya yang sangat lebar dan hitam pekat.


Tapi, bukannya merasa takut. Detik itu juga Shanika berusaha memastikan kalau tidak ada orang lain di sekitarnya, setelah itu berkata “Kamu lihat ular dimana?” tanya Shanika kepada hantu wanita itu dengan tatapan lekatnya.


Hantu wanita yang mendengar pertanyaan Shanika itu pun dengan reflek langsung menunjuk pintu UKS yang ada di ujung lorong Kampus, setelah itu kembali berkata “Tapi, baru saja dia sudah pergi melalu jendela!” dengan ekspresi ngerinya.


“Hah… jadi, bayangan ular yang aku lihat di dalam gelas benar-benar ular,” gumam Shanika yang yakin kalau dirinya tidak salah lihat.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, hantu wanita yang masih berada di atas tembok tiba-tiba kembali berkata “Ular itu adalah ular jadi-jadian! Bukan siluman… dia itu Iblis berwujud ular!” dengan nada bicaranya yang terdengar sangat meyakinkan dan penuh dengan getaran rasa takutnya.


“Iblis ular?” gumam Shanika lagi, yang seketika itu juga membuatnya teringat perkataan para pegawai siluman Xyan yang mengatakan kalau ada beberapa Iblis berwujud hewan yang berhasil kabur “Pasti dia salah satunya,” ucap Shanika sambil menganggukkan kepalanya.


Tanpa banyak bicara dengan hantu di dekatnya lagi, Shanika pun segera berkata “Terima kasih informasinya!” setelah itu langsung berlari keluar dari dalam gedung kampusnya yang sepi itu dengan sangat cepat dan bergegas untuk mencari mobil taksi.


***


Sedangkan di sisi lain, Zoya yang sudah berada di dalam persembunyiannya sendiri terus menatap luka di telapak tangan kanannya dengan perasaan kesalnya, ia benar-benar tidak pernah menyangka kalau akan ada manusia yang bisa melukainya sampai seperti ini.


Hingga beberapa menit kemudian, ia mendengar suara desisan ular yang disusul dengan perkataan “Luka yang diberikan oleh Mata Pengantin Iblis, hanya bisa cepat disembuhkan jika kamu berada di dunia kegelapan!” ucap Iblis berwujud ular dengan nada bicaranya yang terdengar sangat santai kepada Zoya.


Zoya yang mendengarkan perkataan Iblis berwujud ular itu pun langsung mengerutkan dahinya dan dengan reflek melempar semua barang yang ada di dekatnya ke sembarang arah, sambil berteriak “Akh!!!” dengan sangat kencang.


“Sial! Beraninya manusia itu,” ucap Zoya setelah ia puas berteriak.


Setelah itu, Zoya pun menolehkan kepalanya ke arah Iblis berwujud ular yang sudah ada di dekatnya sambil berkata “Dengar… aku tidak akan kembali ke dunia gelap sebelum berhasil memusnahkan matanya dan menyeret Xyan! Mengerti?!” dengan nada bicaranya yang penuh amarah yang meluap-luap.


Iblis berwujud ular yang kesulitan menghadapi tingkah ekstrim Zoya itu pun langsung berdesis dengan kencang, setelah itu kembali berkata “Terserah padamu saja, aku kan hanya memberikan masukan!” dengan nada bicaranya yang terdengar tidak peduli.

__ADS_1


“Tapi, masalahnya… kekuatan pada tangan kananmu yang terluka itu jadi tidak stabil, kan?” sambung Iblis berwujud ular, yang seketika itu juga membuat Zoya kembali menatap telapak tangannya dengan penuh kebencian.


“Akan cukup butuh waktu yang lama untuk memulihkannya di dunia ini,” sambung Iblis berwujud ular itu lagi.


Yang detik itu juga langsung dibalas oleh Zoya dengan mengatakan “Ini bukan urusanmu! Jadi, jangan banyak bicara!” dengan tatapan matanya yang sangat tajam kepada Iblis berwujud ular itu.


Tidak lama kemudian, Zoya pun berusaha menenangkan emosinya dan dengan reflek langsung memperban tangan kanannya itu seorang diri sambil duduk di atas sofa mewahnya. Hingga beberapa detik setelah merasa jauh lebih tenang, Zoya pun kembali bertanya “Bagaimana denganmu? Apa berhasil?” kepada Iblis berwujud ular itu.


“Manusia itu hanya meneguk dua kali dari air yang aku racuni! Pasti efek sampingnya hanya terasa sedikit saja,” jawab Iblis berwujud ular itu dengan nada bicaranya yang terdengar penuh penyesalan.


“Padahal kalau dia meminumnya hingga habis… kekuatan pada matanya itu bisa memudar dan isi kepalanya dapat dengan mudah aku manipulasi!” sambung Iblis berwujud ular dengan ekspresi kesalnya.


“Semua ini karena salah saranmu! Padahal aku bisa langsung menggigit lengan atau kakinya saja! Ck!” sambung Iblis berwujud ular itu lagi yang mengeluhkan caranya yang gagal meracuni Shanika.


Sedangkan Zoya yang mendengar perkataan Iblis berwujud ular, detik itu juga langsung bergumam “Itu kan salahmu sendiri yang mau mengikuti saranku!” dengan ekspresi datarnya, hingga beberapa detik kemudian Zoya mulai tersadar “Tapi, tunggu! Apa katamu barusan?” sambil bangkit dari duduknya dengan cepat.


“Kamu bisa memudarkan kekuatan mata dan memanipulasi isi kepalanya dengan racunmu?!” tanya Zoya sambil memasang ekspresi penuh semangat yang mengerikan kepada Iblis berwujud ular dihadapannya itu.


Yang seketika itu juga membuat Iblis berwujud ular merasa ciut dan langsung menganggukkan kepalanya sambil bergumam “Sepertinya kamu mendapatkan ide hebat ya?” dengan ekspresi takutnya dengan tingkah aneh dari Zoya yang ia lihat saat ini.

__ADS_1


“Bagus! Itu artinya… kamu hanya perlu menggigitnya saja! Iya, kan?” ucap Zoya lagi sambil menepuk tangannya dan memasang ekspresi senang sekaligus liciknya, karena berhasil mendapatkan cara untuk menghancurkan hidup Shanika dan Xyan secara bersamaan tanpa butuh waktu yang lama lagi.


__ADS_2