Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
99 : Muhhamad Kim Prasongko


__ADS_3

Muhhamad Kim Prasongko menjadi nama putra pertama Helios dan Chole. Jabang bayi itu lahir ketika Chole sedang tertawa lepas sambil agak berlari menghindari Helios. Tawa lepas yang memang dipenuhi kebahagiaan hingga Chole tidak merasakan sakitnya kontraksi maupun pembukaan. Sekelas Helios saja tidak curiga jika sang istri akan melahirkan. Sebab bayi mereka memang lahir lebih awal. Bayi mereka lahir satu bulan lebih awal dari prediksi kelahirannya, dan itu di kampung halaman Helios.


Acara peninjauan pembangunan pesantren yang mereka lakukan mendadak heboh antara panik sekaligus bahagia. Sebagian dari orang tua selaku tetangga Helios yang turut membantu pembangunan pun, masih terjaga di depan ruang bersalin. Mereka bersuka cita, memuji bayi laki-laki Helios dan Chole sangat tampan, MasyaAllah.


Muhammad, artinya : terpuji, selain nama Muhammad yang juga merupakan nama nabi mereka. Sementara Kim dipilih Chole dan Helios sebagai nama panggilan yang artinya : emas. Sedangkan Prasongko, ini nama keluarga Helios karena nama asli Helios saja : Heri Prasongko. Arti Prasongko sendiri : berbakat, cerdas, dan sangat kreatif. Jadi, jika semuanya dipadukan, semua itu ibarat doa dan harapan terbaik Chole dan Helios sebagai orang tua untuk anak mereka.


“Kim pinter banget. Anak pertama, tapi tiba-tiba brojol! MasyaAllah anak Mamah!” ucap Chole masih mendekap Kim setelah memberinya ASI pertama.


“Tapi dari kemarin malam, bahkan dari di mobil saat perjalanan, kamu juga sudah ngeluh sakit pinggang, punggung, segala macam, kan?” balas Helios masih berbunga-bunga duduk di sebelah keluarga kecilnya. Kini pun, ia yang duduk di sebelah kiri Chole, segera merangkulnya kemudian mengec*up pipi Kim, kemudian berganti ke kening Chole.


Satu hal yang sangat mereka syukuri, meski lahir satu bulan lebih awal, Kim lahir dengan segala sesuatu yang normal, termasuk berat badannya.


“Tapi kan sakitnya, enggak seekstrim yang aku dengar, Mas. Beneran kayak sakit karena kecapaian biasa,” ucap Chole yang kemudian sengaja memajukan bibirnya untuk mengec*up bibir sang suami.


“Ya mungkin karena selama ini, kamu terlalu aktif. Kamu kerja dan sering keluar kota, kamu masih aktif masak, olahraga, dan merasakan capek efek hamil paling kalau malam mau tidur. Apalagi kalau kita sudah bahas BTS, apalagi kalau kita lagi kumpul-kumpul bareng keluarga, ditambah ada Ojan!” ucap Helios lagi yang menjadi makin lembut setelah Chole melahirkan Kim.


“Bahagia banget ya Allah. Alhamdullilah, masya Allah!” ucap Chole sambil menyandar manja ke dada Helios.


“Sini aku yang pangku, biar kamu enggak capek!” ucap Helios bersemangat.

__ADS_1


“M-mas ... mulai sekarang kita biasakan papah mamah, biar anak-anak juga belajar. Kayak papah mamah juga gitu ke kita kan? Termasuk keluarga ibu Arum. Malahan ke Akala saja, mereka juga panggilnya seringnya mas. Sempat dipanggil dek, tapi pas Akala mulai sekolah, Akala dibul*ly tuh, dikatain dek-dek anak mama. Jadi, mulai hari itu juga, Akala juga dipanggil mas. Gimana sih, ya. Sekadar panggilan saja, sering jadi bahan buat bull*y, bahkan di kalangan anak-anak yang kadang dianggap biasa. Padahal kan, harusnya jangan dianggap biasa. Karena jika menurut mereka anak-anak enggak pernah salah hanya karena mereka masih kecil, ya kita sebagai orang tua sekaligus lingkungannya yang wajib kasih arahan,” ucap Chole lembut sambil menatap Helios maupun Kim silih berganti, penuh cinta.


Helios mengangguk-angguk paham. Ia berangsur mengemban Kim dengan sangat hati-hati. Ia sudah langsung bisa melakukannya karena sebelumnya, sudah sering belajar mengemban anak-anak Excel.


“Kita belum hubungin papah sama mamah. Aku telepon dulu, ya.”


“Video, biar mereka lihat Kim juga,” ucap Helios sambil menimang lembut sang putra.


“Tadi, video tadi di hape Mas apa hape aku?” tanya Helios.


Saat proses persalinan hingga Kim diazani dan berakhir hendak mendapat ASI pertama, adegan tersebut memang direkam menggunakan bidik kamera menjadi video.


Kali ini Chole tak sampai memakai cadar mengingat mereka ada di ruang rawat pribadi, selain di depan sana yang masih dijaga oleh dua orang mafia. Jadi, andai akan ada yang masuk, Chole akan mendapat kabar dan segera menyiapkan penampilannya.


Keterkejutan itu tampak begitu nyata dari ibu Aleya. Wanita itu sudah langsung heboh mencari sang suami. “Bentar, tadi pamit panasin mobil di garasi depan. Paaah, Pah, kim sudah lahir, Pah. Ih Mamah pengin gendong, ayo ke sana. Tapi Laras juga bentar lagi ya. Duh, gimana dong?”


Ibu Aleya terdengar galau, tapi dengan cepat wajah di layar ponsel Chole berganti wajah Tuan Maheza.


“Chole ...? Sehat, kamu? Sudah lahir? Semuanya sehat, kan?” lembut Tuan berkaca-kaca menatap Chole. Ia tersenyum haru dan perlahan berlinang air mata.

__ADS_1


“Nanti pulang ke rumah saja. Bibi kan paham rawat orang habis lahiran. Nanti mamah minta ibu Arum buat bantu, ya. Nanti mamah ke sana, lihat keadaan mbak Laras juga. Tapi harusnya aman karena mbak Laras belum ada tanda-tanda selain kak Chalvin yang memang enggak ada jadwal keluar kota. Jadi kak Chalvin juga tetap siaga!” ucap ibu Aleya lagi bersemangat.


Menyaksikan tanggapan orang tuanya yang sangat perhatian, Chole menjadi nelangsa dan berakhir tersedu-sedu.


“Sudah, jangan nangis. Malu sama Kim kan?” ucap ibu Aleya yang juga sudah langsung ikut menangis. Iya, ibu Aleya bahkan Tuan Maheza merasa sangat bersalah karena telah membiarkan sang putri berjuang sendiri tanpa mereka di saat masa-masa emas penuh perjuangan yang harus Chole lalui.


“Sudah, yang penting sama-sama sehat. Papah mamah pun akan ke sini. Enggak apa-apa,” ucap Helios.


“Ya sudah, Papah Mamah juga mau siap-siap buat ke situ,” ucap ibu Aleya.


“Mamah saja yang beres-beres, Papah mau lihat Kim dulu. Penasaran mirip siapa? Mirip siapa, Chole? RM, Seokjin, apa Jungkook?” heboh Tuan Maheza mendadak ceria dan juga langsung menular kepada Chole.


“Ha, Papah. Jahitan aku jadi sakit gara-gara ketawa,” rengek Chole sambil menyeka air matanya. Sebab ulah sang papah membuatnya tertawa sampai menangis.


Namun setelah dilihat lebih saksama, “Masya Allah emang ganteng banget ya, Mas. Mirip Jungkook apa yah, Mas. Apa Seokjin, perpaduan yah, Mas?”


“Perpaduan bagaimana? Jelas-jelas ini mirip aku. Kamu jangan memungkiri, tak mengakui ketampanan suami sendiri, Chole!” protes Helios dan berakhir membuat mereka termasuk Tuan Maheza, sama-sama tertawa.


“Bentar Mas, bentar ... bibirnya Kim kok mirip bibir Rayyan, Mas! Mas sih suka ngatain Rayyan pengusaha bedak! Sedendam itu Mas, eh maksudnya efek papahnya Kim dendam banget ke Rayyan sama member BTS, Kim jadi mirip mereka!” Chole mengakhirinya dengan tertawa lemas dan lagi-lagi mengeluhkan jahitannya yang terasa sakit akibat tawanya.

__ADS_1


__ADS_2