Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
78 : Permintaan Maaf dan Saling Jujur


__ADS_3

Walau bukan salat pertama yang mereka jalani berdua, baik Chole bahkan Helios merasa, salat yang mereka jalani kali ini terasa sangat spesial atas obrolan yang sebelumnya mereka lakukan. Obrolan yang memang masih menyangkut hubungan mereka, tapi lagi-lagi Chole dengan lembut menarik Helios untuk kembali ke jalan yang benar. Agar Helios bahkan Chole sama-sama menjadi sosok yang lebih baik lagi.


Beres sata, Chole sudah langsung menyalami tangan kanan Helios dengan takzim menggunakan kedua tangannya. Saking lamanya, Chole sampai meletakan kepalanya di pangkuan Helios. Helios yang menunggu lama refleks menggunakan tangan kirinya yang bebas untuk mengelus punggung kepala Chole disusul bibirnya yang bersemayam di sana.


“Mas, aku minta maaf banget yah, kalau aku banyak salah ke Mas. Aku minta maaf banget karena sering bikin Mas enggak nyaman. Maaf karena aku terlalu berisik, maaf karena aku terlalu ceroboh. Namun percayalah Mas, ada banyak orang sepertiku yang menyayangi sekaligus mencintai sesuatu termasuk itu kepada pasangan, dengan caraku. Dengan keadaanku yang sangat berisik, juga kecerobohanku ....”


Permintaan maaf dari Chole mendadak membuat dunia seorang Helios begitu hening. Suara Chole menjadi satu-satunya suara yang begitu menenangkan di sana tak ubahnya musik penenang yang efeknya benar-benar dalam.


Chole berangsur menatap Helios dengan air mata yang mendadak jatuh. Karenanya, tangan kirinya yang awalnya turut menyalami tangan kanan Helios, berangsur menyeka sekitar matanya seiring ia yang menjadi menunduk.


“Di mana-mana kan enggak ada yang sengaja melakukan kesalahan karena semuanya termasuk aku juga selalu ingin sempurna. Apalagi kalau di depan Mas.”


Helios sengaja memotong ucapan Chole. “Terus, kenapa mendadak ada acara maaf-maaf begini, padahal belum lebaran?”

__ADS_1


Mendengar itu, Chole langsung cemberut. “Masa iya, minta maaf harus nunggu lebaran? Iya kalau yang punya salah dan juga yang bersangkutan umurnya panjang, kalau enggak?”


Helios yang apa-apa selalu ingin langsung ke intinya, berkata, “Intinya!”


Detik itu juga Chole menghela napas dalam seiring tangan kirinya yang meraba perut karena sampai detik ini, tangan kanannya masih menyalami tangan kanan Helios.


“Sebaik-baiknya doa orang lain, doa kita jauh lebih baik buat kebaikan keluarga kecil kita. Bukan hanya doaku yang baik banget buat Mas, tapi juga doa Mas yang baik banget buat aku. Sementara doa kita sama-sama baik buat anak kita. Aku mikir begini demi masa depan keluarga kita. Seenggaknya, berisikku berguna, kan, Mas?” Chole menatap dalam sekaligus lama kedua mata Helios yang tengah melakukan hal yang sama kepadanya.


“Seindah-indahnya man-tan ... apa yang Mas miliki lebih indah. Andai bagi Mas tetap mantan yang lebih indah, berarti Mas GAGAL karena adanya kami juga cerminan dari Mas. Mas mau dan butuh apa, arahkan ke kami. Jangan seperti yang lain dan beneran mencolok mata. Apalagi tabur tuai itu ada. Aku enggak hanya akan menyalahkan pihak wanitanya karena adanya sebuah hubungan pun ya karena kedua pihak menginginkan. Jadi, andai mas tetap punya pendirian dan enggak tergoda, ya hubungan dakjal itu enggak akan pernah ada. Aku bukannya takut gimana-gimana apalagi ibarat kata aku dari fisik, materi, dan cara pikir meski aku berisik, aku sempurna.”


“Nanti kalau aku motong ucapan kamu, kan aku salah ...,” jujur Helios sengaja berkeluh kesah.


Mendengar itu, Chole refleks menahan tawanya. “Aku minta maaf lagi.” Sesuai ucapannya, ia menyalami tangan Helios dengan takzim lagi.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Helios berangsur mendekap punggung Chole. “Jangan memikirkan hal semacam itu lagi.”


“Enggak mungkin. Mas suamiku, aku sedang hamil dan sebentar lagi, anggap saja anak kita lahir. Rasa kecewa seorang pasangan tidak ada apa-apanya ketimbang rasa kecewa seorang anak andai salah satu dari kita dengan sengaja menyakiti dengan pengkhianatan. Rasa sakit dan kecewa ini juga bisa menjadi trauma bagi anak, ini alasanku sangat menjaga.” Chole berangsur menatap Helios dan pria itu sudah langsung menatapnya dengan jauh lebih serius dari sebelumnya.


“Chole, percaya kepadaku. Walau hubungan kita dimulai dengan ketidakjujuran, walau hubungan kita dimulai dengan kebohongan dan kebencian, setelah apa yang terjadi dan kita lewati, setelah semua yang kamu lakukan kepadaku dan ... kamu menuntunku kemudian membawaku ke duniamu yang benar-benar membahagiakan. Setelah kamu memberiku banyak kebahagiaan bahkan cinta, bahkan kini kita diberi kepercayaan untuk menjadi orang tua, ... sejak itu juga beneran enggak ada yang lebih penting. Kamu, ... kamu harta paling berharga yang aku miliki. Karena dari kamu, akan lahir banyak kebahagiaan lainnya. Bukan hanya anak yang menjadi hasil dari hubungan kita. Karena seperti katamu, keberisikan kamu juga berguna. Terlebih sampai kapan pun, aku bukan orang yang bisa banyak bicara.”


“Seperti katamu juga, sempurna ada karena dua pihak yang menjalani hubungan yang mengupayakannya. Kamu membuat hubungan kita sempurna dengan berisikmu, sementara aku memilih diam agar kita enggak sama-sama meledak. Kasihan telinga tetangga yang belum terbiasa. Karena jujur, aku sudah terbiasa dengan berisikmu. Malahan aku takut kalau kamu diam. Takut banget.”


“Dan semenjak dengan kamu, aku percaya tabur tuai lagi karena sebelumnya, sebelum aku menjadi Helios, aku percaya itu. Itu beneran ada, tidak mengenai kita, pasti akan kembali ke kita entah kepada orang di sekitar kita atau malah orang yang sangat dekat dengan kita. Aku beneran percaya itu, makanya ini yang aku jaga karena aku seorang mafia dan aku beneran enggak bisa pergi. Aku beneran enggak bisa pergi demi keselamatan kita semua. Demi keselamatan kamu, anak-anak, dan juga keluarga kita. Aku pernah cerita, kan? Keluarnya Excel ibarat separuh nyawa mafiaku hilang, dan otomatis aku harus menanggung semua itu sendiri.”


“Sementara andai aku mundur, hal paling aku takutkan adalah kenyataan lawan yang sengaja menek*anku dengan cara meluk*ai ... kamu dan keluarga kita. Jadi, daripada aku harus tun*duk tapi kalian selalu disak*iti, lebih baik aku bertahan dan melalui kuasaku, kalian aman ....”


“Aku juga akan selalu menerima usulanmu kemudian mempertimbangkannya. Semuanya, ... termasuk yang beberapa saat lalu kita obrolkan.”

__ADS_1


“Aku berjanji untuk menjadi orang yang lebih baik lagi meski aku beneran enggak bisa keluar dari duniaku. Karena ....” Helios terpejam pasrah karena apa yang akan ia katakan dan itu mengenai kecelakaan Chalvin, baginya terlalu berat. Ia takut Chole marah apalagi kecewa kepadanya. Namun andai ia tidak jujur, Helios akan terus merasa bersalah sekaligus berdosa. Terlebih, Chole sudah memberinya banyak Cinta—alasan utama yang selalu membuatnya merasa bersalah di setiap ia memberi wanita itu kecewa apalagi luka.


__ADS_2