
“Pantas Excel jadi betah di rumah. Lihat bayi, anak sendiri memang setenang ini,” ucap Helios yang berangsur meringkuk di kasur bayi yang putra terlelap. “Mungkin ini yang dinamakan mager!”
Mendengar itu, Chole yang tengah melipat pakaian bayi, refleks tersenyum gemas kemudian mencubit gemas hidung sang suami.
“Serius, Mah. Rasanya enggak bisa jauh-jauh. Jadi males ngapa-ngapain, wajib dekat-dekat pokoknya!” yakin Helios tanpa sedikit pun mengalihkan tatapannya dari wajah sang suami. “Hidungmu setinggi ini, Mas.” Telunjuk tangan kanannya mengelus punggung sang putra dengan hati-hati.
“Ya sudah, kalau gitu aku tinggal mandi dulu yah, Pah,” pamit Chole.
“Iya enggak apa-apa. Sekalian makan, istirahat sana. Nanti kalau Kim bangun, aku siapin ASIP saja. ASIP Mamah kan banyak di kulkas,” ucap Helios sambil menguap.
“Tapi jangan ditinggal tidur, takutnya Papah malah ketiduran.
“Enggak, ini asli aman. Yah, Mas? Mas mau sampai kapan tidur terus,” yakin Helios tetap meringkuk.
“Kalau gitu aku buatin kopi, ya? Buat temen,” ucap Chole dan sudah langsung diterima oleh sang suami.
Menjadi orang tua siaga dan menikmati segala prosesnya, benar-benar mereka jalani. Sekelas Helios saja jadi tidak betah lama-lama di luar rumah. Beres urusan kerja yang wajib tatap muka langsung, Helios yang kini sudah mengurus lima buah restoran makanan kekinian, akan langsung pulang. Menemui Kim, juga Chole yang masih berisik sekaligus tidak mau diam. Malahan makin ke sini, Chole makin manja. Helios menjadi merasa dirinya sudah langsung punya dua anak.
__ADS_1
Bisnis kuliner sengaja Helios dan Chole pilih agar tidak terlalu membutuhkan banyak keterampilan khusus. Helios fokus menciptakan makanan atau minuman unik yang pasti viral dan sudah akan langsung laris. Terlebih sejauh ini, sang istri yang tidak pernah tertinggal tren, juga pandai masak. Ditambah embel-embel BTS yang tidak ketinggalan dan selalu mendapat banyak perhatian sekaligus dukungan dari pembeli. Jadi, kegila*an Chole kepada hiburan asal negeri ginseng benar-benar ada gunanya. Jadi di restoran mereka ada makanan Korea, Jepang, Chinese, Bule, juga lokal.
“MR. KIM FOOD!” ucap Chole sambil menatap bangga papan nama di salah satu restorannya.
Sore ini, setelah tiga bulan berlalu, ia sengaja berkunjung bersama keluarga kecilnya. Restoran milik mereka bernuansa kaca dan membuat semua yang dari luar, bisa melihat keadaan dalam dengan leluasa. Jadi, setiap contoh makanan dan minumnya, ditata di etalase khusus yang terjamin kebersihannya, yang mana dari tampilannya saja terlihat sangat menarik.
“Besok anak kedua mau dibuatin apa, Pak.Bos?” tanya Chole pada sang suami yang berdiri di sebelahnya. Mereka masih berdiri di halaman depan restoran. Tampak suasana restoran mereka yang sedang ramai-ramainya di jam menjelang makan malam.
Helios yang mengemban Kim di depan perutnya berkata, “Pasti ada saja usaha unik lainnya. Lihat saja nanti. Kim saja baru tiga bulan. Aku ingin fokus seneng-seneng sama Kim dulu. Lagian sekarang Mamah kan juga jadi makin kayak bayi. Percaya enggak percaya, rasanya sudah seperti punya dua anak!” Kali ini Helios memang sengaja berkeluh kesah.
Chole langsung menahan tawanya kemudian mendekap lengan kanan sang suami menggunakan kedua tangan. “Kan biar Papah enggak kalah dari Excel. Papah sendiri kan yang bilang, langsung punya dua anak kembar beda generasi!”
“Aku pakai cadar, Mas!” balas Chole yang juga masih mendekap lengan kanan Helios menggunakan kedua tangannya. Urusan cemburu, suaminya memang nomor satu. Makin lama Helios benar-benar pencemburu akut. Namun kenyataan tersebut tertutupi atas sikap Helios yang sangat tanggung jawab. Bukan hanya karena Helios sudah jadi suami yang baik. Sebab Helios juga bisa jadi teman bahkan bapak yang baik untuk Chole.
“Ya tetap saja, Sayang! Malahan kadang tuan bedak juga bawa rombongan makan-makan di tempat kita! Kesannya dia ingin nunjukkin, ‘ini loh, aku masih sayang istrimu!’” balas Helios.
“Wah, keren dong. Dia jadi sumber rezeki kita!” ujar Chole tapi Helios sudah langsung sewot, tapi Chole meredamnya melalui pelukan.
__ADS_1
“Ya sudah yuk masuk ke dalam soalnya aku juga sudah lapar. Syam jadi mampir, kan?” balas Chole sudah langsung menuntun masuk sang suami. Dua orang mafia masih mengawal kepergian mereka. Satu mafia yang biasa mengawal Helios, satu lagi yang biasa mengawal Chole dan Kim, meski Chole dan Kim lebih sering di rumah.
“Omong-omong Syam, dia beliin Kim mobil. Ini beneran mobil asli, bukan mobil mainan yang buat gaya-gayaan!” jelas Helios karena di sebelahnya, sang istri yang terus mengajaknya melangkah memasuki restoran, jadi sibuk menahan tawa.
“Iya, Mas. Aku percaya. Sekarang kan si Syam, memang sudah jadi miliader! Bismilah, segera nikah juga biar mas Kim banyak temen, ya! Ih Masya Allah gantengnya Mamah!” Menggunakan jemari telunjuk tangan kanannya yang menggunakan sarung tangan, Chole mengelus gemas hidung Kim. Kemudian tanpa sengaja, ia menemukan titik kemiripan luar biasa antara bapak dan anak di sebelahnya. Karena jika dilihat dari samping, keduanya sangat mirip meski khusus bibir, bibir Kim tetap bibirnya Rayyan. Jadi, buat kalian yang sedang hamil, pastikan rasa benci apalagi dendam kalian jangan seperti yang Helios alami kepada Rayyan, agar anak kalian tidak berakhir mirip sosok yang kalian benci.
“Mas Kim, ayo ikut Paman! Paman sudah mandi, beneran sudah steril!” ucap Syam sekitar tiga puluh menit kemudian.
Syam sampai mandi di restoran walau Helios maupun Chole, tak memintanya. Syam inisiatif sendiri demi menjaga kesehatan Kim yang jujur saja sudah ia anggap seperti anak sendiri. Bahkan kepada Kim, ia memakai pakaian biasa, tanpa jaket, masker, maupun topi dan kacamata hitam.
“Itu pelipis kanan kamu kenapa? Tadi waktu kamu masih pakai topi dan kacamata, enggak kelihatan,” tanya Helios sambil menikmati gado-gado di piringnya.
Belum apa-apa, Chole yang baru duduk setelah menyerahkan Kim kepada Syam, sudah langsung tegang. “Ada musuh baru?” tanya Chole lirih sambil menatap khawatir Syam yang duduk di hadapannya sambil memangku Kim.
Syam segera menggeleng. “Bukan. Ini efek target dua minggu lalu, punya pist0l pribadi terus gerakannya juga lincah,” ceritanya.
“Hati-hati ya, apalagi biar bagaimanapun, kami juga ingin kamu nikah. Punya istri, anak lucu-lucu. Kamu enggak usah mikir macam-macam, asal dilandasi niat baik, insya Allah pasti dikasih kemudahan. Saudaraku yang di kampung, dia enggak punya kaki kanan sejak lahir dan sampai sekarang dia masih pakai kaki palsu. Alhamdullilah, akhirnya dia dapat jodoh baik. Cantik. Jadi kamu juga harus optimis karena kamu juga berhak bahagia!” yakin Chole sambil menatap Syam penuh keseriusan.
__ADS_1
“Dijalani, yang namanya jodoh kadang enggak kita sadari. Rajinin juga ibadahnya biar lebih cepat dapat hilal!” tambah Helios yang sampai berhenti makan setelah menyimak wejangan sang istri kepada Syam. Meski pada akhirnya, Syam hanya menunduk dalam dan tampak tertekan.