Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
104 : Kim yang Makin Menggemaskan


__ADS_3

Rayyan membawa rombongan berjas lengkap dengan dasinya, mengunjungi restoran MR. KIM FOOD pusat, milik Helios dan Chole. Lebih kebetulan lagi, Rayyan sudah menjadi member VIP yang otomatis akan mendapat layanan khusus. Rayyan bahkan bisa mengajukan pertemuan dengan pemilik maupun pimpinan restoran, andai Rayyan mau, sekaligus ada kesepakatan dari kedua pihak.


Kali ini, Helios sengaja menemui Rayyan lantaran pria itu mengajak bertemu. Jangan tanyakan bagaimana perasaan apalagi emosi Helios yang kali ini sudah kembali belajar agama lebih dalam lagi. Helios yang sengaja tampil tak kalah keren menggunakan kemeja lengan panjang slim fit warna biru dongker sudah langsung mengguncang perhatian Rayyan. Pria yang begitu menjaga penampilan itu menatap Helios penuh dendam.


“Sudah menikah, gayamu masih mirip bujang!” sinis Rayyan sambil bersedekap.


“Ini kemerdekaan seorang h*ot suami sekaligus h*ot papah. Bayangkan saja, punya istri cantik nan solehah, dan anak pun masya Allah banget—” Helios belum selesai berbicara, tapi Rayyan yang tampaknya sudah langsung kebakaran jenggot, mendadak menyetopnya.


“Katakan padaku, menu terbaru di sini, apa? Ada menu ‘kapan kalian cerai’?” ucap Rayyan yang memang sangat berani meski ia tidak hanya sedang berdua dengan Helios.


Helios yang masih berdiri di hadapan Rayyan langsung menggeleng tegas. “Enggak akan pernah ada! Justru menu-menu terbaru kami cenderung untuk membasmi mantan. Mas Kim, sini bawa daftar menunya, Sayang!” Kali ini Helios memang sengaja membawa bala bantuan dan itu sang putra yang sudah dikawal oleh dua orang ajudan meski usia Kim baru genap tiga belas bulan, yang mana Kim juga sudah lancar berlari.


Yang membuat rombongan Rayyan dan jumlahnya ada dua puluh orang sampai berdiri meninggalkan tempat duduk masing-masing, sosok yang Helios panggil Kim, sangatlah menggemaskan mirip bocah Korea Selatan. Pipi gembul dan bibir sangat merah lantaran bocah itu terlalu putih, mata lebar mirip mata Chole, hidung yang menjulang dengan pahatan sempurna, alis tebal dan mirip pedang, juga rambut hitam tebal yang gayanya sangat mirip Helios. Termasuk juga kemeja lengan panjang slim fit warna hitam yang disingsing hingga siku. Celana panjang hitam, sepatu, semua itu membuat mereka takjub lantaran Kim dan Helios layaknya kembar beda generasi.


Setelah Kim ada di hadapannya dan bocah itu sampai menengadah kepadanya, Helios sengaja memberikan tangan kanannya. Dengan sigap, Kim yang sangat cool walau usianya masih balita, menyalami tangan kanan Helios, menggunakan kedua tangannya dengan takzim, dan lagi-lagi membuat semua yang di sana, termasuk Rayyan, takjub.


Helios sengaja jongkok, mensejajarkan tinggi mereka. Dengan sopan, Kim mengerucutkan bibir berisinya yang sungguh mirip bibir Rayyan, untuk mengabsen wajah sang papah. Para wanita yang ada di sana jadi fans dadakan Kim yang tingkahnya benar-benar gemas, apalagi ketika bibir Kim mendarat di hidung sang Papah.

__ADS_1


“I love you so much, Kim!” ucap Helios yang kemudian mengabsen wajah Kim menggunakan kecup*an gemas.


Seperti niat Helios, dirinya akan membuat Kim menjadi pribadi baik, tanggung jawab, bijak sekaligus tegas, melalui cinta sekaligus kelembutan layaknya apa yang Chole ajarkan sekaligus siramkan kepadanya. Terbukti, meski hanya tersipu, Kim sudah langsung membentuk kedua jemari mungilnya membentuk hati kepada sang papah.


“Oke, sekarang jelaskan kepada OM BEDAK INI!” ucap Helios yang sudah langsung menyebut panggilan kepada Rayyan, penuh penekanan. Ia pergoki, Rayyan sudah langsung melotot syok kepadanya. Rayyan sampai memundurkan punggungnya, benar-benar syok.


“Om be-dak?!” ucap Rayyan geleng-geleng sendiri.


Kim tersenyum hangat kepada Rayyan, kemudian beralih pada setiap wajah di sana yang berangsur menerima setiap buku menu pemberian kedua ajudan Kim.


Helios sengaja mengemban Kim. Ia berbisik-bisik, menuntun Kim untuk mengikuti ucapannya. Kebetulan, Kim juga sudah mulai belajar bicara dan terbilang sudah jelas.


Mendengar penjelasan Kim barusan, semuanya tak segan tertawa. Namun ketika tatapan tajam tajam Rayyan mengabsen wajah mereka, mereka juga langsung kompak diam.


“Jadi, menu terbaru restoran kami ibarat trilogi menu melupakan mantan. Ini spesial buat kalian yang susah move on dari mantan. Karena biar enggak ketinggalan zaman, cepat move on karena mantan sudah mau nambah momongan!” ucap Helios dan lagi-lagi membuat rombongan Rayyan tertawa.


“Trilogi menu mantan ini semuanya padas dan levelnya ada yang sampai bisa bikin bibir bahkan gigi-gigi penikmatnya lepas! Biar kapok tuh ngapain sudah mantan dan mantan sudah bahagia kok masih dikejar-kejar!” Satu hal yang ingin Helios sampaikan. Karena semenjak terjun ke dunia bisnis, ia juga sengaja melampiaskan rasa kesalnya dalam sebuah maha karya berbentuk menu-menu baru untuk restorannya.

__ADS_1


“Aku geprek kamu kalau masih ngarep ke istriku!” semprot Helios sambil menatap sebal Rayyan.


“Aku mau jadi mantu kamu!” dalih Rayyan tapi Helios sudah langsung menggeleng cepat.


“Enggak akan ada ceritanya begitu. Ojan saja sudah move on, tobat jadi pengejar janda. Masa kamu masih jadi pengejar istri orang?” sinis Helios kali ini berucap lirih.


“Berani kamu bilang istriku bikin kamu semangat, pisau dapur bakalan terbang berjamaah!” lanjut Helios tak memberi Rayyan kesempatan memberi alasan.


“Enggak usah berpikir buat sewa pembu*nuh bayaran karena aku bosnya!” bisik Helios tepat di sebelah kepala Rayyan yang kemudian ia geprek menggunakan dua buku menu sekaligus.


Helios meninggalkan kebersamaan di sana tanpa perlawanan dari Rayyan. Tentunya sebelum pergi, tadi ia sengaja meminta rombongan Rayyan untuk memilih menu yang akan dipesan. Terlepas dari semuanya, orang-orang Rayyan juga tahu jika Rayyan memiliki hubungan cukup baik dengan Helios. Jadi semacam kejadian beberapa saat lalu, mereka kira bercanda, padahal aslinya memang serius.


“Puas?” tanya Chole tengah menata hidangan di meja yang ada di ruang kerja Helios. Ruang kerja luas yang juga menjadi ruang kerja Chole.


Jadi, selain ada meja kerja, di sana juga ada meja luas yang kanan kiri diapit sofa lipat, selain dua buah sofa beludru warna keemasan.


“Puas banget lah!” balas Helios sudah langsung membantu Kim duduk.

__ADS_1


“Cuci tangan dulu, Papah ...,” lembut Chole sengaja mengingatkan. Ia menaruh sajian terakhir yaitu brokoli dan wortel rebus, dari nampan pekerjanya yang juga ia persilahkan pergi karena jika untuk urusan makan, Chole menjadikan momen tersebut sebagai bagian dari quality time keluarga kecilnya.


Chole tersenyum lembut melihat kekompakan sang putra dan suaminya. Helios masih mengemban Kim, tapi kali ini tak membahas om bedak atau itu Rayyan dan menu mantan terbaru di restoran mereka lagi. Karena Helios tengah mengajari Kim doa sebelum masuk ke kamar mandi.


__ADS_2