Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
89 : Istrinya Chalvin


__ADS_3

“Masnya ini kenapa, sih?” Rudy ketar-ketir dan buru-buru menghampiri Helios sambil membenarkan peci hitamnya.


“Dia gelisah bahkan ketakutan ... ini sudah enggak benar,” batin Helios yang kemudian melirik Chole. Wanita itu berangsur menghampirinya, tapi ia sengaja balik menghampiri.


Helios tidak mau, apa yang terjadi kini menjadi bahan pikiran Chole dan bisa berakhir fatal pada Chole maupun janin mereka. Karenanya, Helios ingin menuntaskan setuntas-tuntasnya!


“Jangan bikin keributan di sini! Saya tidak terima jika wilayah sekaligus warga sini jadi tidak tenang gara-gara kalian!” tegas Rudy sengaja bersuara dengan lantang di teras rumah Laras.


Di dalam kamar, Laras yang masih mengurus sang ibu benar-benar emosi karena dugaannya sungguh terbukti. Kegaduhan di depan sana terjadi karena Rudy—kenyataan yang sudah menjadi pemandangan menyebalkan semenjak ia justru menikah dengan Chalvin, bukan Rudy.


“Mas-nya biasa saja, ya. Atas dasar apa Mas menuding kami membuat kerususah, sementara suami saya hanya mengetuk pintu? Mengetuknya pun dengan baik-baik.” Chole angkat suara. “Justru cara Mas grusa-grusu begini, meski Mas ketua RT di sini, anak seorang kades dan bekerja di balai desa mela*yani masyarakat. Ini ada apa?!”


Mendengar itu, Helios sudah langsung menghela napas panjang sekaligus dalam. “Lima juta! Siapa pun yang mau kasih tahu kabar terbaru keluarga yang kami cari apalagi sampai kasih alamat terbaru mereka, ... saya kasih lima juta!” Helios sadar, meski uang bukan segalanya, uang tetap menjadi favorit semuanya. Bahkan menggunakan uang, sering kali ia menyelesaikan masalah tanpa harus buang-buang waktu.


Karena orang-orang di belakangnya hanya diam, Helios sengaja mengeluarkan dompet panjangnya dari saku dalam jasnya. Tampak mereka yang kebingungan dan sesekali menatap takut Rudy. “Ibu-ibu, Bapak-Bapak, cukup tatap saya, jangan peduli pada siapa pun. Kejujuran dari kalian sangat berharga loh. Bahkan andai kalian mencoba menutup-nutupi informasi, ... KALIAN BISA BERURUSAN DENGAN POLISI!”


Tak lama setelah apa yang Helios katakan, salah satu bapak-bapak di sana berdeham.


“Uang ini benar-benar buat Bapak kalau Bapak kasih info terpercaya dan bisa dibuktikan kebenarannya,” yakin Helios sambil mengangsurkan uangnya pada si bapak-bapak yang juga sudah langsung menjadi fokus perhatiannya.

__ADS_1


****Braaaakkkkkkk!****


****Byuuuuurrrrrr****!


Setelah pintu rumah yang sempat Helios ketuk mendadak dibuka dengan sangat kas*ar dari dalam, satu ember yang menyertai sosok yang keluar dari sana sudah langsung mengguyur Rudy. Wajah berikut tubuh Rudy kuyup karena bertepatan menghadap ke sumber guyuran. Sebagiannya sampai tertenggak dan membuat Rudy berakhir batuk-batuk. Akan tetapi, penderita*an Rudy tidak hanya sampai di situ. Karena ember wadah airnya juga sudah langsung dihan*tamkan dengan br*utal ke tubuhnya.


“Jangan mentang-mentang kamu ketua RT, kamu anak kades, dan kamu bekerja di balai desa, aku takut ke kamu, ya! Bahkan meski satu negara ini kamu bung*kam menggunakan status kamu, aku enggak takut! Lebih baik aku berurusan dengan polisi bahkan dunia, daripada orang seperti kamu berkeliaran bebas dan seenaknya me*nekan orang kecil seperti aku!” kesal Laras terus mengh*ajar Rudy sekuat tenaga menggunakan embernya. Tak peduli meski Rudy sudah meringkuk di teras, sementara ember plastik yang ia gunakan juga sudah pecah.


“M-mas ... itu wanita yang kita cari!” segah Chole antara percaya dan tidak percaya.


Detik itu juga Helios melepas kacamatanya kemudian menatap marah warga di belakangnya. “Kalian boh*ong, dan ternyata, ketua RT itu sudah terbiasa mengganggu keluarga yang kami cari? Oke ... karena kejujuran memang mahal, korban kebohongan juga berhak menuntut dan mendapatkan keadilan!” tegas Helios yang kemudian kembali balik badan. Ia mengeluarkan ponselnya dan sengaja menghubungi Excel. “Kirim polisi ke sini. Aku sedang menyelidiki kas*us Chalvin, tapi ketua RT dan warga di sini memberiku keterangan palsu!”


Bergegas Chole menghampiri Laras sambil mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya. Ia menghindari Rudy dengan hati-hati tak mau dirusuhi pria itu lagi. “Mbak ... Mbak kenal kakak saya? Ini ....” Chole menunjukkan foto Chalvin saat bersamanya dan menjadi penghuni galeri di ponselnya.


“Hah ...?” Laras terlalu syok. Tentu ia mengenali foto yang Chole maksud.


“Lihat ini ....” Chole juga sengaja menunjukkan video CCTV di rumah sakit yang sengaja ia rekam. Video yang memperlihatkan ketika Laras melangkah keluar rumah sakit bersama Chalvin.


“Itu, ... Mas Chalvin ... suami ... saya,” ucap Laras sangat deg-deggan. “Sebentar.” Ia masuk ke dalam rumahnya, dan kembali dengan membawa tote bag. “Ini ... tapi suami saya sedang kembali ke Jakarta untuk mengurus pekerjaan.” Ia mengeluarkan buku nikah resminya dengan Chalvin, tapi wanita bercadar di hadapannya sudah langsung tersedu-sedu kemudian memeluknya. Tanpa kata apalagi penjelasan, wanita bercadar hijau muda itu terus saja memeluknya. Pelukan yang makin lama makin erat.

__ADS_1


Dari belakang, Helios melangkah tergesa diikuti juga oleh Hannan. Tanpa babibu termasuk meminta bantuan Hannan, Helios sudah langsung membopong Rudy, membawanya dengan langkah tergesa kemudian membuangnya ke selokan yang air dan lumpur pekatnya berwarna hitam mengkilap. Tak lupa, Helios juga melempar uang yang sempat akan ia jadikan hadiah, ke wajah Rudy.


“Kamu cari gara-gara ke orang yang salah!” tegas Helios yang kemudian pergi dari sana dan menghampiri sang istri.


Pada akhirnya, bukan hanya Excel yang datang. Karena sekelas mas Aidan dan istri mereka juga. Ibu Arum pun turut andil, mereka penasaran pada wanita yang sudah Chalvin nikahi.


“Baru jadi RT saja sudah julid kamu, Pak. Kuburanmu sempit loh!” omel ibu Arum pada Rudy yang dipaksa duduk menunggu di teras rumah Laras dalam keadaan penuh lumpur selokan termasuk itu wajahnya.


Rudy tak hanya sendiri karena warga yang sempat pria itu ajak kerja sama juga ada di sana. Yang mana, hampir semuanya sudah langsung mengenali ibu Arum sebagai istri pak Kalandra, salah satu anggota dewan perwakilan rakyat daerah mereka dan kerap terlibat di acara besar yang ada di lingkungan mereka.


Helios dan Chole masih ada di dalam. Chole bahkan membantu Laras mengurus sang ibu yang sudah Helios berikan alat bantu uap pernapasan. Mafia yang awalnya menjaga rumah makan yang Helios tugasi kemudian langsung mengantarnya ke kediaman Laras.


Kebersamaan di sana sudah langsung diselimuti rasa haru. Antara percaya dan tidak percaya, ternyata Chalvin sudah menikahi wanita dari kalangan biasa.


“Ceritanya, awal mulanya bagai mana, Mbak?” lembut ibu Arum penasaran. Ia tak segan duduk di lantai, di pinggir amben ibu Sopiyah tengah beristirahat sambil menjalani uap mandiri.


Laras pun menceritakan awal mula hubungannya dan Chalvin. Karena saat itu, mereka tak sengaja bertemu malam-malam di jalan depan tempat pemakaman.


“Mas Chalvin sedang mencari kakak perempuannya yang bernama Cinta. Saya diminta bantu buat cek ke makam malam-malam soalnya mas Chalvin sepertinya tidak berani melakukannya sendiri, Bu,” cerita Laras.

__ADS_1


Seperti yang Helios yakini, pernikahan Chalvin memang pernikahan terpaksa sekaligus dadakan. Karena kalau tidak begitu, tak mungkin seorang Chalvin mendadak menjadi suami orang dan terdengar sangat berat ketika mengabarkan pernikahannya.


__ADS_2