Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
84 : Masa Lalu Suamiku


__ADS_3

“Apa jangan-jangan, pas di Cilacap, kak Chalvin kecelakaan, dan wanita ini yang membantu kak Chalvin?” lirih Chole kepada sang suami.


Helios menghela napas dalam kemudian menggeleng. Ia tak mau langsung menyimpulkan karena penyelidikan saja baru dimulai. “Bahkan meski kemungkinan tadi juga bisa saja terjadi.” Ia meyakinkan kepada sang istri.


“Atau malah kak Cinta yang sakit?” sergah Chole masih menduga-duga.


Sadar sang istri mulai tidak bisa tenang, Helios sengaja mengeratkan rangkulan tangannya terhadap punggung Chole. “Pak, maaf ... bisa buka semua CCTVnya? Ini tadi wanita itu datang dengan siapa?” ucap Helios lantaran tidak ada tanda-tanda wanita di CCTV menemui Chalvin. Baginya jika ingin mengetahui kejadian yang sesungguhnya, semuanya wajib digali dengan teliti. Hingga pada akhirnya, ia dan kedua anak buahnya yang turun tangan terlebih menyelidiki hal semacam sekarang sudah menjadi keahlian mereka.


“Masya Allah, suamiku keren. Ternyata Allah punya alasan kuat kenapa kami sampai menikah. Mas Helios bisa memecahkan perkar*a yang enggak sembarang orang bisa lakukan.” Dalam hatinya, Chole yang Helios dudukkan di tempat duduk satpam di sana, benar-benar mengagumi sang suami.


Di lain sisi, Jay yang makin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, menjadi ragu untuk mendekat. “Aku harus melakukan penyamaran yang enggak sembarang orang bisa mengenaliku,” pikir Jay yang berdiri di sebelah hamparan motor di tempat parkir bagian depan rumah sakit.


Setelah merenung serius, Jay justru tertarik dengan gaya penampilan Chole. “Ah! Aku harus jadi wanita bercadar!” yakinnya buru-buru mengawasi sekitar. Ia mencari toko pakaian muslim terdekat kemudian buru-buru dari sana agar ia tidak tertinggal oleh rombongan Helios.


“Setidaknya aku harus mele*nyapkan Helios!” ingat Jay dalam hatinya. Niatnya menyingkir*kan Helios jika pria itu tetap tidak mau tunduk kepadanya, benar-benar makin kuat.


Tak kurang setengah jam dari kepergiannya, Jay kembali dan berpenampilan layaknya Chole. Hanya saja, Jay menggunakan warna pink muda hingga penampilannya lebih feminin. Selain itu, Jay juga sudah meminta orang untuk mengawasi rombongan Helios hingga ia tak tertinggal kebersamaan di sana.


Helios dan rombongan masih ada di sana. Pria itu tampak mengotak-atik CCTV dan kedua mafianya akan sigap membantu.


“Wanita tadi bareng kak Chalvin dan tampaknya kak Chalvin juga membantu wanita itu,” pikir Chole yang menyimak cocoklogi dari sang suami.


Di CCTV terekam si wanita yang datang menggunakan mobil Chalvin, yang mana selain mengemudikan mobil, Chalvin juga tampak membantu mengurus paruh baya yang diangkut.

__ADS_1


“Masa iya, wanita itu istrinya kak Chalvin, ... atas dasar apa, apalagi aku enggak kenal. Semua yang berkaitan dengan kak Chalvin apalagi urusan asmara, semuanya beneran nyaris aku ketahui semua, Mas!” lirih Chole lagi.


“Kita sudah mengantongi alamat wanita itu. Ayo kita tanyakan ke keluarga Azzura sekalian makan siang di rumah makan mereka. Ini bahkan sudah lewat jauh dari jam makan siang,” ucap Helios sambil merangkul sekaligus menuntun Chole pergi dari sana.


“Oh iya ... semoga mereka tahu siapa wanita itu. Soalnya aku kepikiran kak Chalvin yang bilang kalau dia sudah menikah. Apalagi kak Chalvin tipikal yang susah dekat dengan wanita, Mas,” lirih Chole benar-benar khawatir.


“Ya, aku paham.” Helios mengangguk-angguk dan memilih memeluk erat sang istri sambil terus melangkah menuju mobil mereka. Sebab yang Helios kira, alasan sosok bercadar pink muda mengawasinya, karena wanita itu tertarik kepadanya. Alasan Helios memeluk Chole agar wanita bercadar pink itu sadar diri bahwa Helios tak mungkin tertarik karena Helios sudah memiliki Chole.


“Hubungan mereka sedekat itu. Andai aku melu*kai Helios, sepertinya Kol juga akan marah,” pikir Jay yang masih bersembunyi di balik penyamarannya. “Enggak apa-apa. Kol enggak perlu tahu!” yakin Jay buru-buru mengendarai motor gedenya. Ia mengikuti mobil Helios dari kejauhan.


“Excel masih di kampung,” ucap Helios yang kemudian menyadari, wanita bercadar pink tadi mengikutinya.


“Wanita bercadar pakai motor gede? Jay ...?” pikir Helios sudah langsung siaga. Karena andai sosok serba pink layaknya Ojan di masa lalu itu sampai mengikutinya hingga rumah makan milik keluarga Azzura, berarti memang ada unsur kesengajaan. Andai bukan Jay, Helios yakin itu bagian dari mafia lawannya.


“Serba pink, Mas? Jangan-jangan itu Ojin, atau Ojan pas nyamar jadi wanita bercadar serba pink!” yakin Chole dan langsung dilirik penuh tanya oleh mata kiri sang suami.


“Ojan ... bisa pakai motor gede?” tanya Helios memastikan.


“Bisa Mas. Gitu-gitu kan dia memang kaya. Nyetir saja sebenarnya dia pinter. Alasannya jadi kayak konslet kan efek setiap nikah dia gagal. Belum malam pertama sudah cerai. Makanya dia memilih mengejar janda, mungkin efek sudah lelah mengejar cinta gadis desa,” jelas Chole.


“Jangan bahas begitu lah. Kesannya kamu jadi ikut konslet,” ucap Helios.


“Ih Mas, ... masa iya aku dikatain konslet juga!” sebal Chole, tapi Helios tampak tidak akan mengubah tanggapannya.

__ADS_1


“Depan belok kanan. Empat rumah dari depan yang halamannya luas, itu rumah makan tujuan kita,” ucap Helios.


Setelah merenung sejenak, Chole berangsur berkomentar, “Paham banget, Mas?” Karena yang Helios sebut memang rumah makan cabang milik keluarga Azzura, tapi telah dikelola oleh Akala.


“Ada anak buahku yang jaga-jaga di sana,” ucap Helios.


“Hah? Kok gitu? Memangnya ada apa?” Chole berbisik-bisik dan sudah langsung sangat penasaran.


Helios menghela napas dalam kemudian membuat punggungnya yang awalnya bersandar, menjadi lebih tegap. Ia sengaja menatap Chole penuh keseriusan mesk ia masih memakai kacamata hitamnya.


“Memang ada kas*us. Kas*us Nina, Excel minta beberapa anak buah kami buat ditaruh di sana dan sampai sekarang masih ada,” yakin Helios.


“Tapi, Nina itu, ... siapa? Namanya asing banget ... eh, yang di IG Akala?” Chole ingat kiriman IG Akala dan semat mengaduk-aduk perasaannya atas kisah yang Akala bagikan di sebuah kiriman dan mencat*ut nama Nina. Nina Nurlaila—baca novel : Pembalasan Seorang Istri yang Haram Disentuh.


“Hati-hati,” lirih Helios beberapa saat kemudian. Ia kembali membopong Chole ketika istrinya itu hendak keluar.


“Aku lupa kabari ibu Arum, Mas. Takutnya ibu Arum enggak di sini,” ucap Chole sambil mengeluarkan ponselnya dari tas selempang kecil, mesk Helios masih menurunkannya dengan hati-hati.


“Selamat siang, selamat datang di rumah makan Ibu Arum cabang utama. Kalau belah tahu, mau untuk berapa orang? Mau untuk acara khusus atau yang biasa? Kami memiliki beberapa fasilitas ruangan,” suara lembut seorang wanita sudah langsung menyapa.


Awalnya semuanya memang baik-baik saja. Chole bahkan tersenyum ramah menatap ke sumber suara. Namun setelah Chole menatap wajah si wanita, dunianya menjadi hening dan Chole sampai lupa bernapas.


“Kak Cinta? Kak Cinta kerja di sini? Tapi kok suaranya beda? Ini sengaja apa bagaimana karena mas Helios juga ngotot ingin ke sini,” pikir Chole sudah langsung merasa tidak nyaman karena biar bagaimanapun, wanita di hadapannya merupakan masa lalu Helios. Masa lalu suaminya.

__ADS_1


__ADS_2