
“Itu Rayyan ...!” ucap Chole.
Rayyan, tentu bukan nama yang asing untuk Helios. Apalagi, selain sempat mendengarnya dari Cinta sebelum akhirnya ia menikah dengan Chole, Chole juga pernah menyebut nama itu sebagai sang mantan. Mantan yang terus mengejar Chole karena masih sangat menyayangi Chole, tepatnya.
“Tapi aku beneran enggak pernah kasih tahu alamat ini, Mas. Mamah papah pun sepakat enggak kasih tahu meski sampai beberapa hari lalu, Rayyan masih sering ke rumah hanya untuk dapat alamat terbaruku termasuk, alamat rumah ini!” ucap Chole yang berbicara sangat cepat karena rasa takut yang juga sudah sampai membuatnya panik.
Tentu Chole juga tidak sampai curiga apalagi bur*uk sangka termasuk itu kepada Cinta. Bagi Chole, alasan Rayyan bisa sampai tahu alamat rumah Helios, masih menjadi tanda tanya.
“Bentar deh Mas, aku samperin dia. Kalau memang dia tetap enggak mau berhenti, nanti aku bilang ke Kak Vano buat urus. Karena sejauh ini, memang hanya kak Vano yang bisa jadi pawangnya dia!” sergah Chole—novel Devano & Rayyan : Dibuang Calon Suami Dan Menjadi Kekasih Bos!
“Kenapa harus meminta bantuan pria lain padahal kamu punya suami? Kamu punya aku kenapa kamu justru akan meminta bantuan ke pria lain?!” Marah Helios.
Doni yang baru turun dari tangga sambil membawa kurma mudanya, langsung tidak tega kepada Chole. Lebih-lebih sang ART yang ada di sebelahnya dan sampai berkaca-kaca ketakutan, padahal Chole yang dibentak.
__ADS_1
“Aku beneran enggak tahu-menahu kenapa dia sampai di sini dan bahkan mengaku sebagai kak Chalvin Mas. Mas jangan marah-marah dulu dong. Begini beneran enggak akan bikin keadaan lebih baik. Malahan kalau aku enggak mikir panjang, aku sudah pergi. Bayangkan, aku enggak tahu apa-apa, aku juga sengaja ganti nomor dan tutup akses dia demi memutus hubungan kami. Orang tuaku juga bukan yang akan sampai kasih bocoran.” Chole sampai tidak bisa bicara karena tanggapan Helios yang begitu meledak-ledak, membuat dadanya terasa sangat sesak. Ulah Helios membuat Chole sakit hati, tapi andai Chole tidak memikirkan dampak panjangnya, ia bisa menjadi orang yang lebih parah dari Helios.
“Tanya ... tanya maksud dia apa. Dari siapa dia tahu, andai ada omongan yang menganggu, cukup minta bukti. Andai memang aku terbukti, apa pihakku sampai melakukan kesalahan, ... aku siap tanggung risikonya!” Chole menangis. “Sebelum ini kita baru bahas, kita baru selesein satu perkara dan itu perkaranya Mas.” Chole buru-buru menggeleng. “Bukan berarti aku balas dendam dan berniat mengungkit. Aku hanya ingin menjadikan itu sebagai contoh. Sebagai pelajaran. Jangan karena hanya ego sesaat, kita justru menyesal seumur hidup.”
Setelah terdiam sejenak, dan Helios juga langsung bungkam, Chole berkata, “Tanpa bermaksud membandingkan, sebur*uk-buru*knya Rayyan, dia enggak akan nekat kalau memang bukan untuk hal fatal. Takutnya ada yang ngompor-ngomporin. Karena Rayyan memang paling anti aku terluka. Jangankan sampai luka fisik dan mental, sekadar bicara sama aku saja, jujur dia enggak pernah pakai nada tinggi. Sementara alasanku sampai kepo ke kak Chalvin apa saja yang dia lakuin di kampu*ng, karena memang ada yang bikin aku enggak nyaman. Aku penasaran, kenapa sekelas Kak Cinta minta aku buat ninggalin Mas. Kenapa Kak Cinta yang dari awal ingin lepas dari Mas agar bisa menikah dengan Akala bilang ingin kembali ke Mas dan aku diminta pergi. Aku memnag sengaja nyimpen ini rapat-rapat demi jaga marwah keluarga. Demi jaga nama baik Mas dan kak Cinta karena aku tahu, Mas sayang banget ke kakakku. Kalau aku sampai salah ngomong, dan apesnya kak Cinta enggak mengakui meski jelas dia WA aku, ....” Chole menggeleng lemah. “Iya kalau hanya aku yang menanggung risiko apes bahkan fitnah itu. Kalau orang lain juga sampai harus menanggung bahkan parahnya orang tuaku dan keluargaku juga?”
Chole buru-buru memberikan ponselnya, kemudian membuat suaminya membaca pesan dari Cinta yang ia maksud.
Sampai sekarang, Helios hanya diam. Pria itu tampak bingung.
Di sebelah Doni, sang ART yang memang sudah dekat dengan Chole meski mereka baru bersama sekaligus kenal hitungan hari, juga ikut menangis. ART itu menunduk dalam, kemudian menggunakan tangan kirinya yang tidak mendekap botol air mineral ukuran 1,5 liter.
“Ini, Mas mau ikut menemui Rayyan, enggak? Nanti andai aku melakukannya tanpa izin Mas, aku salah lagi. Baiknya wajib ditemui. Tanya baik-baik, minta bukti.” Kali ini Chole berbicara dengan jauh lebih tenang. Ia memilih pasrah, menyerahkan semuanya kepada Sang Pemilik Kehidupan.
__ADS_1
“Masa iya, Rayyan tahu dari kak Cinta? Karena harusnya kak Chalvin enggak mungkin Sementara alasanku jadi curiga ke kak Cinta, ya efek WA dia itu, tapi memang enggak aku jawab. Bingung mau jawab apa, takutnya emosi dan justru bikin hubungan kami terluka,” pikir Chole. Ia berangsur melangkah di belakang Helios karena suaminya itu yang meminta.
Sekitar tiga menit kemudian, akhirnya mereka sampai di halaman depan, dekat gerbang. Di sana, Rayyan yang menunggu tampak kepanasan sekaligus sangat tidak nyaman. Begitulah Rayyan dan menjadi minu*snya—paling anti terkena sinar matahari, si paling bersih, si paling rapi, tapi malas mandi. Sebagai orang yang pernah dekat dengan Rayyan, Chole paham. Namun, Chole juga langsung syok dan memang nyaris jantungan lantaran kalimat pertama yang Rayyan lontarkan justru meminta Helios untuk menceraikan Chole.
“Ceraikan Chole karena dia tidak pernah mencintai kamu. Ceraikan Chole jika kamu hanya menyakitinya!” lantang Rayyan lagi dan makin emosi.
“Rayyan! Apaan sih, datang-datang langsung rusuh!” kesal Chole dan memang refleks berteriak.
“Kamu sadar bilang begitu, apa memang sengaja minta dih*ajar?” ucap Helios dingin dan perlahan mendekati Rayyan. Tangan kirinya masih memegang ponsel, sementara gerbang kokoh masih menjadi pemisahnya dari Rayyan.
“Lepaskan Chole!” tuntut Rayyan yang kali ini mengucapkannya dengan lirih tapi geregetan.
“Rayyan, aku enggak suka ya dengan cara kamu. Kamu jangan jadi perus*ak rumah tanggaku dong!” kesal Chole, ia maju dan berada tepat di sebelah Helios. Namu. dengan cepat tangan kiri Helios mendekapnya. Pria itu memboyongnya ke belakang kemudian memunggunginya. Namun, Chole yang telanjur kesal sengaja kembali menghadap Rayyan.
__ADS_1
Karena dengan sangat cepat Helios kembali memboyong Chole dan menyembunyikannya di belakang punggung sang suami, detik itu Chole sadar, suaminya tidak ikhlas membiarkannya dekat-dekat dengan Rayyan.
Lantas, apa jadinya andai Chole apalagi Helios tahu, alasan Rayyan ke sana karena Cinta? Karena berita bohong yang Cinta berikan kepada Rayyan. Masihkah ada maaf Chole untuk Cinta? Juga, masihkah Helios mencintai Cinta terlebih ternyata wanita itu ingin kembali kepadanya?