Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam

Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta Yang Kejam
85 : Fakta yang Perlahan Terungkap


__ADS_3

Ada pria terbilang tua, tapi pria itu memakai seragam SD dan penampilannya benar-benar nyeleneh. Pria tersebut menghampiri sosok yang Chole yakini sebagai Cinta. Sampai detik ini, Chole masih memperhatikan pria tersebut karena merasa mengenalinya. Sosok yang sampai memakai aksesori serba pink itu berbisik-bisik kepada Cinta kemudian dibalas dengan berbisik-bisik pula.


“Mas Ojan ...? Ngapain Mas, pakai pakaian SD begitu? Ikut karnaval?” tanya Chole. Iya, ia yakin si pria tua yang memakai seragam SD memang Ojan, bestienya di kampung halaman.


“B-brokoli, Chole? Ini kamu? Sekarang, kamu jadi wanita suci kayak Aish ...?” balas si pria yang memang Ojan.


Ojan sudah langsung heboh, tapi ia juga sampai memeluk erat Cinta hingga Cinta histeris. Cinta terlihat sangat ketakutan sekaligus emosional dan berakhir terduduk di lantai. Bahkan meski Ojan sudah tak lagi memeluknya.


“Ini kenapa lagi kok mendadak begini?” pikir Cole. Chole tahu apa terjadi pada Cinta, merupakan tanda-tanda orang trauma. Hanya saja, ia yang telanjur tak percaya kepada Cinta dan baginya penuh tipu daya, juga jadi ragu memberikan pertolongan. Chole yakin, Cinta hanya sedang akting untuk mendapat simpati khususnya simpati Helios yang Chole yakini, masih menyimpan rasa kepada Cinta. “Namun daripada justru mas Helios yang menolong ...,” pikir Chole lagi dan berakhir memeluk wanita yang ia yakini Cinta.


Helios juga tak tinggal diam. Ia mendekap Ojan kemudian memberikannya kepada kedua anak buahnya. “Dia itu takut ke kamu. Kamu diam, kamu!” kesalnya kepada Ojan yang ia pergoki jadi kebingungan.


Beberapa karyawan melongok dari dalam. Ada yang langsung menghampiri, ada juga yang lari ke lorong sebelah dan tak lama kemudian muncul Akala.


“Nina ... aku enggak ngapa-ngapain kok. Aku kan sayang banget ke kamu!” yakin Ojan.


“Nina ...? Ini beneran Nina? Semirip ini? Tapi ini beneran Nina, atau malah Cinta yang sengaja mengelabuhi semuanya?” pikir Helios lagi. Tak beda dengan Chole, Helios memang telanjur kecewa kepada Cinta. Namun ia memang memilih bungkam dan baru akan bersuara menunggu moment tepat.


“Maaf, ... maaf. Tolong berikan kepada saya,” sergah Akala yang buru-buru mengambil alih sosok yang Ojan panggil Nina, dari dekapan Chole.


Chole masih belum paham, tapi dari yang ia lihat, rasa sayang Akala kepada Cinta, sama sekali tidak berkurang. Tidak ada yang berubah, tapi yang ia herankan, kenapa Cinta sampai ingin kembali kepada Helios kemudian memintanya untuk pergi.

__ADS_1


Sadar sang istri sudah nganggur, Helios yang khawatir Chole diambil Ojan, segera menuntunnya untuk berdiri. Helios sengaja mendekap Chole, termasuk mendekap kepalanya.


“Nin, ini aku. Tenang, semuanya baik-baik saja!” yakin Akala benar-benar sabar.


“Nin ...?” batin Chole diam-diam menyimak meski ia masih bertahan dalam dekapan Helios.


“Satu hal yang harus kamu tahu, ....” Helios berbisik-bisik tepat di telinga kanan Chole.


Mendengar itu, Chole sudah langsung menatap Helios. “M-mas ...?”


“Cinta sudah menghabiskan uang 5 M milikku untuk membeli Nina kemudian mengoperasi wajah Nina agar mirip dengan wajah Cinta!” tegas Helios.


Mendengar itu, detik itu juga Chole tidak bisa berkomentar. “Asli, apa hanya akal-akalan dia buat mengelabuhi kita? Orang seperti kak Cinta beneran wajib terapi kewarasan Mas. Beneran wajib biar dia sadar obsesinya sudah sangat merugikan!” lirihnya sengaja menjaga suaranya meski jujur, ia sudah sangat geregetan.


Sekitar dua puluh menit kemudian, suasananya sudah lebih damai. Excel dan Azzura termasuk ibu Arum, selaku ibunda dari Azzura, juga ada di sana, satu meja dengan Helios dan Chole.


“Itu benar-benar Nina, calon istri Akala karena Cinta sudah dipenjara!” tegas Excel berucap lirih sekaligus tenang.


Kabar yang baru saja Excel sampaikan, tak ubahnya tamparan panas. Chole bahkan sekelas Helios, benar-benar terkejut mendengarnya.


“Aku sengaja baru cerita karena aku yakin, hal semacam ini akan terjadi. Toh andai aku cerita tanpa bukti dan kalian enggak lihat Nina secara langsung, kalian apalagi Helios pasti sulit buat percaya,” lanjut Excel yang sesekali mengelus perut sang istri. Di sebelahnya, perut Azzura memang sudah makin besar dan beberapa kali gerak-gerak karena janin kembar mereka memang sangat aktif.

__ADS_1


Chole dan Helios masih belum bisa berkomentar. Keduanya saling lirik sebelum menatap wajah-wajah di sana.


“Malahan kalau sekarang kalian bertemu Cinta, kalian pasti akan sulit atau malah memang tidak bisa mengenalinya,” lanjut Excel.


“Memangnya kenapa, Mas? Kenapa Mas begitu yakin kami tidak bisa mengenali kak Cinta?” refleks Chole yang memang makin penasaran. Sesekali, ia akan melirik sang suami yang sampai saat ini masih bingung. Helios terlihat tak kalah bingung darinya.


“Andai Chalvin enggak kecelakaan dan sampai amnesia, pasti dia sudah pelan-pelan buat cerita.” ibu Arum berkomentar, membuat fokus sekaligus pandangan Chole maupun Helios, langsung tertuju kepadanya. “Pada kenyataannya, kami juga sudah mengupayakan yang terbaik, tapi Cinta sangat keras kepala. Semuanya beneran sudah turun tangan, tapi Cinta memilih menjadikan penyesalan sebagai akhir dari keputusannya.”


Mendengar cerita dari ibu Arum, Chole yakin hal yang tidak ia inginkan telah terjadi dan itu mengenai Cinta. Cinta telah melakukan kesalahan fatal. “Apakah ... enggak beda dengan kak Cikho? Atau lebih parah?” tanyanya yang menatap tak percaya kedua mata ibu Arum.


Helios yang sadar dari suara saja sang istri sudah tidak baik-baik saja, segera memberikan pelukannya. Pemandangan yang sudah langsung mengusik perhatian seorang Azzura.


“Alhamdullilah ... semoga kalian langgeng terus jadi pasangan dunia akhirat ya,” batin Azzura merasa adem hanya karena menyaksikan interaksi manis antara Chole dan Helios. Kedua sejoli di hadapannya tampak layaknya pasangan yang saling mencintai. Padahal Azzura masih sangat ingat, keduanya dipertemukan sekaligus dipersatukan dengan banyak perbedaan bahkan kebencian.


“Lebih parah, dan Ibu benar-benar harus jujur. Besok, kalian bisa besuk dia di ... penjara,” balas ibu Arum lagi.


Tanpa mengabarkan kehamilan Chole, Helios meminta mereka mengabarkan semuanya kepadanya.


“Enggak apa-apa, Mas. Aku juga ingin tahu. Biar semuanya jelas dan enggak ada salah paham lagi. Bayangkan andai tadi kita hanya bertemu Nina tanpa yang lain apalagi keluarga ibu Arum, pasti kita tetap yakin kalau Nina kak Cinta!” yakin Chole, meski ketika ia melihat gelagat sang suami, Helios tampak sangat serba salah. Chole yakin, Helios khawatir apa yang tengah mereka hadapi berakibat fatal pada janin mereka.


“Brokoli sayang, lihat aku beli ini. Ini ada permen kapas, rambut nenek, terus permen ajaib yang kalau dimakan mulut kita bakalan ngeluarin asap! Kamu suka banget kan sama semua ini!” yakin Ojan yang baru datang membawa dua kantong berisi apa yang baru saja ia sebutkan.

__ADS_1


Detik itu juga, wajah Helios langsung terlihat datar.


__ADS_2