Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 10.Menemui Heri


__ADS_3

Rumsi menangis sendiri dikamarnya,terbayang kembali semua yang pernah dia lewati bersama orang tuanya."Maafin Rumsi pak,bu."Lirih nya.


Dengan menyeret kaki nya yang seakan tidak punya tenaga Rumsi pun membereskan pakaian nya.Air mata nya tidak bisa berhenti mengalir.


"Kak!"Dian masuk menemui Rumsi.


"Dian.Hiks...Hiks...."Rumsi tidak bisa bicara apa apa lagi.Dia hanya menangis bahkan matanya kini sudah bengkak.


"Kakak mau kemana?Jangan pergi kak.Bapak sama ibu begitu karena masih marah saja,nanti semua pasti baik baik saja kak!"Bujuk Dian agar Rumsi tetap tinggal.


"Maafin kakak ya.Kakak harus menemui mas Heri agar dia mau bertanggung jawab.Kamu jaga Ibu sama bapak dan jangan membuat mereka kecewa seperti kakak ya.Kakak gak akan pulang sebelum Ibu sama bapak yang minta,karena kakak malu sudah mengecewakan mereka."Rumsi selesai mengemas pakaian nya dan tidak lupa dia membawa semua uang yang pernah di berikan Heri padanya.Beruntung dia tidak pernah menggunakannya.


Rumsi berjalan menuju kamar kedua orang tuanya walau tertutup rapat Rumsi tetap berpamitan pada mereka.


"Pak,bu hikss..Maafin Rumsi.Rum tahu hiksss apa yang Rum lakukan ini sangat membuat Bapak sama Ibu kecewa.Hikss Maafkan Rum karena menghancurkan semua harapan bapak dan ibu.Hikss..Rum pamit pak,bu.."Rum tidak mendengar jawaban apa pun dari dalam yang Rumsi dengar hanya suara isak tangis yang tertahan disana,Rumsi semakin sedih karena mendengar isakan orangtuanya karena perbuatan nya itu.


Dian menatap nanar kepergian kakak nya,dia juga tidak bisa melakukan apa apa karena ini memang kesalahan Rumsi sepenuhnya.Seandainya apa yang terjadi pada Rumsi karena di paksa mungkin orangtuanya akan melindunginya dan tidak menyalahkan nya ini jelas jelas Rumsi juga mau dan sengaja melanggar perintah bapak nya.


Rumsi bingung harus kemana dia mencari Heri.Mau langsung kerumahnya itu tidak mungkin karena Rumsi takut jika ternyata Heri tidak berada di rumahnya.Akhirnya Rumsi memutuskan untuk mencari Heri di tempat nya biasa nongkrong.


Ojek yang mengantar Rumsi sudah sampai di depan sebuah rumah yang kosong yang di jadikan Heri dan teman teman nya tempat nongkrong.


"Yakin dik turun disini?"tanya abang ojek sedikit ragu,pasalnya tempat tujuan Rumsi ini termasuk jauh dari keramaian dan terkesan sepi.


"Iya mas!"Rumsi menyerahkan sejumlah uang agar abang ojek itu tidak banyak bertanya.


Setelah menerima uang nya abang ojek pun meninggalkan Rumsi disana bukan urusan nya juga pikirnya.


Tokk tokkk

__ADS_1


"Tumben ada yang mgetuk pintu?"Tanya mereka yang ada di dalam.


"Udah lihat aja dulu,siapa tahu ada cewek tersesat kan lumayan bisa...."Ferdi menggosok gosokkan tangan nya seperti orang yang kedinginan.


"Kamu?"Ferdi seperti tidak percaya jika yang sedang berdiri di balik pintu itu adalah Rumsi.


Ferdi melihat ke arah tangan Rumsi yang membawa sebuah tas,dan ada jejak airmata di wajah Rumsi.


"Siapa Fer?"Terdengar suara Heri dari dalam.Namun Ferdi tidak menjawab pertanyaan Heri dia masih bingung kenapa Rumsi ada di depan markas mereka dengan wajah seperti itu.


Heri dan yang lain pun heran karena tidak mendapat jawaban dari Ferdi.Jadi mereka memutuskan untuk langsung melihat.


Sama seperti Ferdi,Heri dan teman teman nya juga terdiam melongo karena tidak menyangka Rumsi akan datang ke markas mereka.


"Mas.."Lirih Rumsi dengan suaranya yang parau.


"Ka...kamu..Ada apa Rum?"Tanya Heri yang bingung.


Heri mendekat dan memeluk Rumsi,membimbingnya masuk agar tidak ada orang lewat yang berfikir macam macam.


"Ada apa?Kenapa kamu menangis?"Tanya Heri seraya memberikan Rumsi air putih.


Walau malu,Rumsi tetap menceritakan maksudnya mencari Heri.Sontak teman teman Heri sangat terkejut mendengar jika Rumsi hamil dan ingin Heri bertanggung jawab.


Dan yang lebih membuat mereka terkejut saat Heri mengatakan akan bertanggung jawab.


"Baiklah Rum.Mas akan menikahi kamu tapi mas tidak bisa memberikan pesta yang meriah buat kamu ya!Kamu tahu sendiri mas belum kerja?"


"Iya mas,Rum tidak masalah jika mas tidak bisa mengadakan pesta buat Rum cukup mas mau menikah dan bertanggung jawab saja Rum sudah merasa senang."Senyum bahagia terpancar dari wajah Rumsi,namun airmatanya belum bisa surut karena orang tuanya tidak lagi ingin bertemu dengan nya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan orang tua dan keluarga mas Heri?"Tanya Rumsi ragu apakah keluarga Heri mau menerima dia atau tidak.


"Kamu tenang saja.Biar mas yang bicara dengan mereka.Pasti mereka setuju saja dengan permintaan mas.!"


Teman teman Heri tidak habis fikir dengan ulah Heri.Sedikit mereka merasa bersalah karena taruhan mereka seorang gadis lugu seperti Rumsi harus mengalami nasib yang buruk,tapi mereka bisa tenang karena Heri mau menikahi Rumsi walaupun mereka harus segera menyiapkan moge sebagai hadiah dari taruhan mereka.


"Ya sudah teman teman.Aku mau balik dulu,mau bawa Rumsi kerumah ku.Biar di kenalin sama orang tuaku."


Setelah berpamitan Rumsi mengekor Heri untuk di bawa pulang kerumahnya.Walaupun jantungnya sangat berdetak tidak karuan karena khawatir tidak mendapat restu dari keluarga Heri.Apalahi dia hanya anak orang miskin tapi Heri terus meyakinkan jika keluarga nya akan menyetujui hubungan mereka.


Heri mengandeng tangan Rumsi untuk mengikutinya."Ma..."Heri memanggil mamanya.


"Loh,siapa dia Her?"Tanya bu Retno memicingkan matanya.Tangan Rumsi dingin,dia meremas ujung bajunya yang sudah mulai kusut.


"Ma,bisa kita bicara sebentar?"Heri sudah menggandeng tangan Mama nya menuju kesebuah kamar.


"Sebentar ya Rum!"Setelah mendapat anggukan dari Rumsi Heri kembali membawa mamanya.


"Ada apa ini Heri?"Tanya bi Retno tidak suka.


"Ma.Dia itu sedang hamil,dan kekasihnya tidak mau bertanggung jawab.Jadi Heri kasihan sama dia,apalagi dia diusir dari rumah dan tidak dianggap anak lagi oleh orang tuanya."Jawab Heri berbohong.


"Jangan bilang kalau kamu mau mengambil tanggung jawab itu nak.Mama tidak suka!"Jelas saja mamanya menolak apalagi itu bukan anak Heri.


"Tenang saja ma.Kita hanya menikah siri saja dan tidak akan ada pesta.Lagi pula dia bisa bantu bantu mama di rumah kan?Kalau di tanya orang mama tinggal bilang jika dia pembantu mama dan mama kasihan karena dia sebatang kara makanya mama menerima dia sebagai pembantu mama.Bagaimana?"


"Tapi Her.Dia itu sedang hamil orang àkan berfikir jika kamu yang sudah menghamilinya."


"Ya enggak lama.Lagian kan dia baru datang,orang pasti tidak akan berfikir kalau Heri yang menghamilinya.Lagi pula Heri juga tidak akan mengajaknya pergi kok.Jadi mama tenang saja ya.Boleh ya ma?"

__ADS_1


Akhirnya Bu Retno pun setuju dengan usul Heri,lumayan juga ada pembantu gratis di rumahnya.


__ADS_2