
Pagi pagi sekali Rumsi sudah bangun dan bersiap siap pergi bekerja,dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya dengan penuh semangat dia memakai pakaian yang paling bagus yang dia punya.
Dian mengucek matanya yang masih terasa panas karena mengantuk"Kakak cepat sekali bangunnya ini masih terlalu pagi?"Tanya Dian.
"Iya kakak tidak ingin terlambat di hari pertama kakak.Kamu tidur saja lagi kakak juga sudah siapkan makanan buat kamu makan nanti."Rumsi sangat memperhatikan Dian dia tidak ingin Dian merasa kesepian tapi dia juga harus bekerja.
"Baiklah kakak hati hati ya.Jangan terlalu lelah kakak sedang hamil!"Dian sebenarnya tidak tega membiarkan Rumsi bekerja sendiri tapi dia juga tidak diijinkan Rumsi untuk membantunya apalagi sekarang Dian sedang menjalani ujian.Fero menepati janjinya agar Dian bisa tetap ujian walau tidak berada di sekolah,entah bagaimana caranya tapi Rumsi dan Dian merasa bersyukur sekali.
"Kakak pergi dulu ya!"Setelah berpamitan Rumsi segera melangkahkan kakinya dengan penuh semangat menuju tempat kerja nya yang baru.
"Iya kak.Hati hati!"Dian mengunci pintu dan kembali memejamkan matanya setelah Rumsi pergi,dia juga tidak tahu harus melakukan apa jika bukan melanjutkan tidurnya karena hari masih gelap untuk mencuci pun bisa dia lakukan nanti.
Rumsi tidak merasakan lelah,walau kadang perutnya terasa ngilu tapi tidak terlalu mengganggu semangatnya membuat tubuhnya juga memberi respon positif.
Dia tiba lebih awal di tempat kerjanya,dia melihat pak Satrio sudah ada di tempatnya wajahnya terlihat cerah melihat Rumsi yang sudah datang sepagi ini.
"Selamat pagi pak!"Sapa Rumsi dengan senyum khasnya.
"Pagi Rum,wah kamu datang pagi sekali?"Tanya Pak Satrio.
"Iya pak.Rumsi tidak mau telat di hari pertama Rumsi,lagi pula mencari pekerjaan sulit jadi Rum tidak mau menyia nyiakan kesempatan ini.Oh ya pak terima kasih ya bapak sudah membantu saya mendapatkan pekerjaan ini!Kalau tidak ada bapak Rum pasti masih keluyuran mencari pekerjaan!"Ucap Rumsi tulus.
"Iya sama sama.Kamu bekerjalah dengan baik dan jangan membuat malu saya ya!soal nya mereka tahunya kamu keponakan saya kalau ada apa apa pasti saya yang akan di tanya nanti!"Pak Satrio tahu jika Rumsi adalah wanita yang baik terlihat dari sikapnya tapi tidak ada salahnya jika dia tetap mengingatkan Rumsi agar tidak melakukan kesalahan yang membuat kehilangan pekerjaan.
__ADS_1
"Iya pak.Saya mengerti sekali lagi terima kasih!"
Pak Satrio hanya menganggukkan kepalanya,dia kemudian meminta Rumsi untuk segera masuk mengikuti beberapa karyawan yang bekerja dibagian yang sama dengan Rumsi.
Rumsi merasa senang karena teman teman sesama OB dan OG di sana sangat ramah dan baik.Dia bisa diterima oleh mereka walau baru bertemu untuk pertama kalinya.Seorang wanita paruh baya yang bertanggung jawab untuk urusan kebersihan pun memeberikan pakaian seragam untuk Rumsi dan memberi nasihat apa apa saja yang harus Rumsi lakukan dan tidak boleh lakukan.Apalagi Rumsi akan bekerja di ruangan CEO yang biasa nya sangat sulit untuk di mengerti kemauan nya.
"Kamu naik di lantai atas ya.Langsung keruangan Pak Rey.Kamu bersihkan semuanya sebelum dia datang rapikan semuanya dan pastikan tidak ada debu yang tertinggal dan juga ruangan itu harus wangi.Satu lagi keluar sebelum pak Rey masuk jangan sampai kamu bertemu dengan nya dia alergi sama OB,kamu bisa di langsung di pecat jika bertemu dengan nya!"Bu Ida tidak menakut nakuti tapi memang Pak Rey yang agak aneh,sudah beberapa ob atau og yang di pecat karena bertemu dengan nya.
"Baik bu.Terimakasih sudah menjelaskan kepada saya!"Rumsi berpamitan kepada bu Ida setelah sangat jelas mendengarkan apa apa yang harus dia lakukan dan tidak boleh dia lakukan.
Rumsi sangat bersemangat wajahnya terlihat bahagia matanya terus membaca dan memperhatikan setiap apa yang dia lewati agar besok besok dia tidak salah masuk ruangan karena hari ini dia masih di bantu Rida seniornya.
"Ini ruangan pak Rey.Ingat Rumsi kita harus segera memberaihkan nya dan jangan sampai bertemu dengan pak Rey.Aku masih ingin bekerja!"Rida segera membuka pintu ruangan CEO itu dan masuk dengan perlahan diikuti Rumsi yang kagum dengan kemegahan ruangan CEO perusahaan itu.
"Eh kamu mau ngapain.Cepat kita bersihkan ruangan ini!"Rida mengingatkan Rumsi jika waktu mereka tidak banyak karena Bos mereka sangat tepat waktu sekali orangnya.
"Ah iya maaf mbak.Apa ini foto bos kita?"Tanya Rumsi yang penasaran.
"Iya dia bos kita.Udah buruan kita bereskan tempat ini sebelum bos datang!"
Rumsi pun menurut dia juga tidak ingin kehilangan pekerjaan nya karena kelalaian nya sendiri.Dengan peralatan yang mereka bawa akhirnya mereka segera membersihkan ruangan itu dengan cepat dan tanpa kesalahan.
Tepat beberapa menit setelah mereka keluar dari ruangan itu bos mereka datang,mereka sangat beruntung karena tidak bertemu dengan nya.
__ADS_1
Reygardana Atmawijaya masuk diikuti oleh asistennya Damian.Alisnya sedikit berkerut saat masuk ke dalam ruangan nya yang terlihat berbeda.Ada beberapa letak barang yang tidak pada tempatnya dan dia sangat tidak suka dengan perubahan sedikitpun dalam ruangan nya.
"Siapa yang mengubah letak barang barangku?"Tanya Rey marah padahal barang tersebut hanya bergeser sedikit dari tempatnya tapi dia menyadarinya.
Damian merasa khawatir jika pagi ini Bos nya akan meradang lagi karena tidak cocok dengan staff khusus ruangan nya.
"Sepertinya orang baru tuan.Karena staff yang kemarin sudah di pecat!"Damian menjelaskan dengan sedikit gugup.
"Panggil penanggung jawab nya kemari,sepertinya dia yang sudah bosan bekerja disini!"Rey duduk di atas kursi kebesarannya dan terus melihat letak tempat pena nya yang bergeser sedikit itu sengaja tidak dia kembalikan ketempatnya agar si penggeser tahu kesalahan dan alasan nya di pecat.
Damian hanya mengangguk saja,dia sudah hafal betul jika pagi ini lagi lagi akan ada drama panjang antara OB dan Bosnya.
Selang beberapa menit Bu Ida sudah berdiri di hadapan Reygardana dengan wajah yang pucat,tubuhnya sedikit gemetar karena takut dengan kemarahan Bos Rey.
"Apa kamu sudah bosan bekerja disini?"Tanya Rey dengan tatapan mata yang sangat tajam.
"Tidak tuan.Saya masih tetap ingin bekerja disini tolong jangan pecat saya!"Bu Ida menundukkan kepalanya karena takut.Sementara Damian hanya mendengarkan saja.
Brakkk
"Lihat ini!"Berang Rey.
Mata Ida melihat ke arah dimana tangan Rey menunjuk tapi dia tidak bisa melihat ada hal yang salah disana.
__ADS_1