Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 33.Menekan Fero


__ADS_3

Dian kembali menemui kakaknya dengan wajah yang sangat sumringah di tangan nya ada piring yang isisnya sangat penuh.


"Astaga Dian,jadi ini yang kamu lupakan?"Tanya Rumsi seraya tersenyum melihat tingkah adiknya.


"Hemm iya kak.Tadi Dian belum kenyang cuma Dian malu mau nambah jadi Dian nambahnya sekarang saja abis makanan nya enak enak kak.Lagi pula kalau gak dimakan nanti mubajir kak!"Kata Dian seraya memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Hemm kamu bisa aja ,bilang aja kamu doyan pakai acara bilang mubajir segala kalau gak di makan.!"Rumsi tidak melarang adiknya untuk makan dia tahu jika Dian belum pernah makan makanan enak seperti itu sebelumnya.


"Kak kalau begini setiap hari kan enak ya?Tapi bisa bisa Dian jadi gendut kalau begitu makan terus sih."Dian nyengir sendiri dengan ucapan nya sendiri sementara Rumsi hanya tersenyum dan meninggalkan aduknya yang tengah makan untuk membersihkan diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jauh di sana


Heri masih terus mengawasi Fero,dia tidak ingin melepaskan Rumsi dan adiknya begitu saja sesuai dengan perintah mamanya jika Heri harus bisa menemukan Rumsi dimanapun dia berada dan mengancamnya agar segera membayar hutang hutang bapaknya yang semakin menggunung.


Heri dan teman teman setongkrongan nya sedang berada di sudut jalan mengawasi Fero yang baru saja kembali entah dari mana,rencananya malam dia ingin memaksa Fero untuk mengatakan dimana Rumsi berada tidak mungkin jika Fero tidak tahu sementara Fero adalah orang terkahir yang berasa Rumsi dan adiknya.


"Guys,itu dia Fero.Pokoknya malam ini kita harus bisa mendapatkan informasi dimana Rumsi berada kalau enggak mamaku pasti bakal marah marah lagi nih!"Keluh Heri yang selalu mendapat pertanyaan yang sama dari mamanya setiap kali dia keluar rumah.


"Ok.Kita rebut saja dulu ponselnya siapa tahu dia punya nomernya istrimu."Yoga memberikan saran yang membuat Heri mencebikkan bibirnya.


"Dia bukan istriku!"Katanya geram.


"Tapi kau belum menceraikannya jadi dia tetap masih istrimu apalagi sekarang dia sedang mengandung anakmu tentu saja kalian tidak bisa berpisah."Tambah Ferdi yang mendapat anggukan dari teman nya yang lain.


"Sudah lah,ayo cepat keburu dia sampai rumahnya dan kita gagal lagi nanti!"kata Heri yang melihat Fero kini berbelok.


Dengan sangat kompak mereka segera mendatangi Fero yang berjalan sendirian.Ferdi membekap Fero dari belakang karena rencana nya mereka akan membawa Fero ke markas mereka untuk memaksa Fero membuka mulut.


"Hemmm."Fero berusaha memberontak untuk lepas dari cekalan mereka tapi karena dia hanya seorang wanita dan sendirian Fero tidak bisa berbuat banyak dan pasti kalah melawan mereka.

__ADS_1


Karena Fero terus bergerak Yoga memukul tengkuk Fero dan membuat Fero pingsan dengan begitu akan memudahkan mereka membawa Fero.Tanpa banyak membuang waktu mereka langsung saja melajukan motor mereka agar tidak ada orang yang melihat.


"Ahhh,berhasil juga kita bawa perempuan ini!"Ucap Heri setelah sampai di markas mereka.


"Bener mana tenaga cewek ini kuat juga,hampir aja aku kualahan megang tangan dia."Ferdi menimpali karena hampir saja tadi Fero terlepas jika saja Yoga tidak segera membuat Fero pingsan.


"Pasti kuatlah secara pekerjaan nya juga membutuhkan tenagakan?Hahahaha..."Ledek Heri,teman teman nya mengangguk seraya turut tertawa.


Heri memercikkan air ke wajàh putih Fero agar dia segera sadar dan berhasil Fero menggrliat halus membuat keempat pria bejat itu tersenyum saling lirik.


"ughhhh.''Lirih Fero memijit tengkuknya yang terasa sakit.


"Wahh..Sudah sadar ya?"Tanya Heri seraya menyeringai.


Mata Fero melotot melihat ternyata Heri dan teman teman nya yang sudah menculiknya.


"Mau apa kalian?"Bentak Fero.


"Sebenarnya gak mau macem macem sih,tapi kalau kamu mau ya enggak apa apa kami macem macemin!Hahaha..."Ferdi sangat tergoda dengan tubuh Fero apalagi mereka semua tahu apa pekerjaan Fero.


"Sabar sayang,kamu bileh pergi jika kamu sudah memeberitahu kami di mana Rumsi dan adiknya sekarang!"Heri tidak ingin berbasa basi seperti teman teman nya yang penting baginya urusan nya selesai terlebih dahulu setelah itu terserah mereka saja.


"Sudah aku bilang padamu berkali kali,aku tidak tahu dimana Rumsi dan adiknya sekarang lagi pula untuk apa kau mencari dia bukankah keluargamu sudah membuang nya hah?"Geram Fero pada Heri yang bosan karena terus terusan di tanyai tentang Rumsi.


"Kau pasti berbohong."Bentak Ferdi yang ternyata galak juga padahal ini bukanlah urusannya tapi ya mereka semua sama saja.


"Aku bilang tidak tahu ya tidak tahu dasar kalian brengsek!"Maki Fero lagi.


Heri menarik tas Fero dan mencari ponselnya walau dia tidak yakin Rumsi mempunyai ponsel tapi setidaknya dia berusaha mencari dulu.


"Hei apa yang kau lakukan .Heri kembalikan ponselku!"Fero sedikit panik karena di kontaknya ada nama Rumsi dan pasti Heri melihatnya karena di kontak Fero tidak mempunyai banyak nama.

__ADS_1


"Wahh..Kita benar benar beruntung disini ada nama Rumsi,kau pintar sekali Fero.Kau pasti tahu dimana dia tinggal sekarang kan?"Tanya Heri mendekat dan memegang dagu Fero.


"Cihh lepaskan!"


Heri tersenyum senang karena kini dia sudah mempunyai nomor kontak Rumsi tinggal menekan Fero sedikit lagi pasti dia akan mengatakan dimana Rumsi sekarang.


"Katakan sekarang padaku dimana Rumsi berada?Kakau kamu masih keras kepala maka tifak masalah tapi biarkan kami bersenang senang denganmu sampai pagi!"Heri mencolek pipi mulus Fero,tapi Fero merasa jijik dengan sikap Heri padanya.



Fero bimbang apa yang harus dia katakan sekarang.Jika dia tidak mengatakan nya begeimana dengan ansibnya dia juga tidak mau menjadi bulan bulanan Heri dan trman teman nya tapi jika dia mengatakan nya maka bagaimana nasib Rumsi?



"Jangan buang buang waktu Fero,aku tahu jika kamu tahu dimana tempat tinggal Rumsi sekarang jadi jangan pura pura lagi,aku udah capek terus terusan ngawasin kamu!"



"Kau mau apa?Jangan sakiti Rumsi lagi dia sudah sangat menderita.Apa kalian tidak punya hati bagaimana jika apa yang terjadi pada Rumsi terjafi pada adik atau kakak kalian.Sudah cukup biarkan dia hidup tenang jangan ganggu dia lagi terutama kamu Heri,dia sednag mengandung anakmu tapi kamu sangat tega menyiksa dia bahkan memperlakukan dia seperti binatang.!"Kata Fero penuh emosi tapi Heri hanya terkekeh melihat Fero yang sangat menggebu gebu.


"Jangan banyak bicara ,katakan saja dimana dia?"Bentak Heri


Kini Fero tidak punya pilihan lagi.


"Rum maafkan aku ya.Jika aku tidak mengatakan nya maka mereka akan melecehkan ku Rum."Batin Fero.


"Dia ada di kota xx."Jawab Fero lesu.


Heri menyeringai penuh kemenangan karena Fero mengatakan dimana Rumsi berada.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dukung Author terus ya.Jangan lupa vote ,komen dan likenya.


Terimakasih💚💚💚


__ADS_2