
Sudah satu minggu tapi Rumsi belum mendapatkan pekerjaan juga,uang nya semakin menipis dia hampir menyerah tapi jika dia menyerah maka apa yang akan terjadi selanjutnya.Rumsi menghembuskan nafasnya perlahan menetralkan rasa capek dan juga kram di perutnya bersyukur janin dalam kandungannya tidak rewel,dia sama sekali tidak merasakan apa yang di rasakan kebanyakan ibu hamil pada umumnya.
Disaat Rumsi hampir melangkahkan kakinya untuk pulang ,dia melihat sebuah pengumuman jika ada lowongan pekerjaan sebagai office girl,Rumsi tampak ragu untuk melamar kesana apalagi dia tidak punya surat surat yang kitanya di butuhkan,bajunya juga lusuh tapi dia juga tidak tahu apa hasilnya jika tidak mencobanya.
Dengan memberanikan diri,Rumsi melangkahkan kakinya menemui scurity disana.
"Kamu benaran mau melamar kerja disini?"Tanya Security itu dengan heran karena penampilan Rumsi yang jauh dari kata bersih.
"Iya pak.Saya benar benar membutuhkan nya.Tolong pak bantu saya agar bisa bekerja disini!"Rumsi tak punya pilihan selain meminta bantuan nya dan semoga hari ini dia beruntung.
Yang di ajak bicara terus mengamati Rumsi,pria itu merasa jika Rumsi bersungguh sungguh dan akan bekerja keras nanti.
"Baiklah saya akan bantu,tapi sekarang kamu bersihkan dulu baju sama muka kamu dulu,cuci muka disana biar saya bantu kamu tapi ingat setelah kamu di terima nanti kamu harus bekerja dengan sungguh sungguh jangan buat malu saya!"
Rumsi tersenyum,dia sangat senang karena pria di hadapan nya ini mau membantunya."Baik pak,saya akan bersihkan muka saya dulu!"
Rumsi segera berlari menuju tempat yang di tunjuk untuk membersihkan wajahnya,Setelah itu dia kembali menghampiri pria security yang akan membantunya.
"Siapa nama kamu?"
"Nama saya Rumsi."
"Baiklah sekarang kita masuk,nanti di sana saya akan bilang kamu adalah keponakan saya yang datang dari kampung,Bagaimana kamu mau?"
"Iya pak,saya mau terima kasih banyak ya pak!"
Rumsi merasa kagum dengan kemegahan kantor yang dia injak ini.Ini adalah pertama kalinya Rumsi melihat tampat yang sangat bagus,matanya menyapu sekeliling tanpa berkedip.
"Ayo sini?"Ajak Pak Satrio yang khawatir Rumsi akan tertinggal.
"Ah iya pak.Maaf!"
Pak Satrio membawa rumsi kesebuah ruangan yang sangat bagus di lantai dasar.
__ADS_1
"Ada apa pak Satrio?"
"Ini bu,apa lowongan untuk OG disini masih kosong?Ini Rumsi keponakan saya dia mau bekerja disini."
"Bapak yakin?OG yang kita cari ini khusus untuk ruangan CEO loh.Bapak tahu kalau Pak Rey itu orangnya sangat teliti dalam mencari karyawan.Apa Bapak yakin jika ponakan bapak bisa bekerja dengan baik?"
"Iya bu saya yakin.Ponakan saya akan bekerja dengan sangat baik jadi tolong bu,izinkan dia yang mengisi!"
Wanita di balik meja itu melihat Rumsi yang terus menundukkan kepalanya."Siapa nama kamu?"
"Rumsi bu!"
"Ya sudah,besok kamu boleh bekerja disini.Besok akan ada yang menjelaskan semuanya sama kamu dan ingat kamu harus rajin dan jangan main main saat bekerja!"
Rumsi merasa senang karena mendapatkan pekerjaan,apalagi bekerja di sebuah perusahaan yang sangat besar walau hanya menjadi seorang office girl namun dia tidak peduli yang penting dia bekerja dan bisa mengobati bapak nya.
Sepanjang jalan pulang,wajah Rumsi tampak terus tersenyum sampai beberapa orang berfikir yang bukan bukan.
Dian sangat terkejut karena ada orang yang mengetuk pintu dengan tidak sabar,Dian melirik jam dinding yang tergantung sudah pukul tiga sore dan mungkin itu kakaknya yang pulang.
" Kakak,kenapa ngetuknya seperti itu Dian sampai takut!"
"Maaf,Dian kakak sudah dapat pekerjaan dan besok kakak sudah bisa mulai bekerja!"Rumsi sangat senang begitu juga dengan Dian dia juga senang karena kakaknya telah mendapat pekerjaan.
"Beneran kak?"
Rumsi mengangguk dan langsung memeluk Dian saking senangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bu Retno sangat marah saat tahu Rumsi dan adiknya pergi entah kemana.
"Kalau begini,siapa yang akan membayar hutang bapaknya?"wajah bu Retno sudah memerah.Sementara Prida dan PaknBram saling lirik mereka senang karena Rumsi menuruti kemauan mereka.
__ADS_1
"Sudah lah ma,jangan marsh marah terus nanti mama kena darah tinggi malah makin repot!"Bujuk pak Bram yang sudah pusing melihat istrinya marah marah terus.
"Papa jangan nyumpahin mama yang bukan bukan dong.Huh."Bu Retno mendengus mendengar ucaoan suaminya.
Papa bukan nyumpahin ma!Tapi cuma khawatir saja.Lagi pula jika memang masih rezeki kita maka uang itu pasti akan kembali sama kita juga!"
"Terus saja belain dia!"
Prida menggelengkan kepalanya melihat keras kepalanya mamanya.Dia tidak mau seperti mamanya jika tua nanti.
Dering pinsel mengalihkan perhatian mereka.
"Pa,Arum nelpon!"
"Hallo Jeng!"Suara Bu Retno berubah manis saat berbicara dengan mamanya Sella.
Mereka berbicara dengan sangat bersemangat.Bu Retno sampai tertawa terbahak bahak kadang ekspresinya berubah serius dan kadang nyengir entah apa yang mereka bicakan.
Bu Retno kembali menghampiri anak dan suaminya."Pa tadi mamanya Sella bilang kalau mereka mau pernikahan Heri dan Sella di percepat.Udah gak sabar mau nimang cucu katanya!"Bu Retno sumringah sekali.
"Boleh saja bu,tapi sebaiknya kita bicara jujur pada mereka tentang Heri dan Rumsi!papa tidak mau kalau sampai suatu saat nanti hal ini akan menjadi masalah di kemudian hari.
"Gak usah pa,bisa bisa mereka membatalkan perjodohan anak anak kita jika mereka tahu Heri sudah menikah dan istrinya sedang hamil pula."Lagi bu Retno dan Pak Bram tidak sepemikiran.
"Tapi bagaimana jika mereka dengar dari orang lain ma.Bisa jadi keluarga kak Sella malah marah karena merasa di bohongi?"Tanya Prida.
"Kita bisa buat alasan yang masuk akal jika sampai mereka tahu dari orang lain,yang penting kita harus tutup mulut!Sampai kapanpun mama tidak mau punya menantu miskin kayak Rumsi itu."Wajah Bu Retno nampak tidak suka dengan apa yang di sampaikan oleh suami dan anaknya.
"Terserah mama saja.Kalau ada masalah jangan libatkan kita!Papa gak mau ikut campur."Pak Bram pun pergi meninggalkan istrinya yang sangat keras kepala dàn tidak mau di bantah itu.
"Prida pergi kuliah dulu ma!"Prida pun males mendengarkan keluhan mamanya yang ujung ujung nya akan menyalahkan Rumsi dan membahsa htang yang menumpuk padahal itu semua karena ulah mamanya yang membungakan hutang pak Saiful.
"Eh..Ehh ini orang,mamanya lagi bicara malah pada pergi,gak bisa banget dengerin orang lagi mencari solusi ya.Anak sama papa sama saja suka bikin kesel.
__ADS_1