
Heri dan mamanya tengah menghubungi Rumsi wajah Bu Retno terlihat sangat tidak sabar ingin menggertak Rumsi agar segera membayar hutang bapaknya yang sedang sakit.
"Ayo cepat Her!"Seru Bu Retno tidak sabar.
"Sebentar ma ini juga Heri telpon tapi kok gak masuk masuk ya?"Heri sudah mencoba beberapa kali tapi hasilnya tetap sama,Rumsi tidak bisa di hubungi.
"Nanti kamu yang salah nomer Her?"Bu Retno masih tidak percaya jika nomer yang di hububgi Heri tidak tersambung.
"Ma.Heri tidak mungkin salah nomer karena nomer ini langsung Heri dapatkan dari ponselnya Fero wanita yang menolong Bapak nya Rumsi waktu itu!"Heri merasa kesal dengan mamanya yang justru tidak mempercayainya.
"Apa jangan jangan perempuan itu sudah memberitahu Rumsi kalau kamu tahu nomer ponselnya?"Tebak Bu Retno.
Heri tampak berpikir"Ya bisa jadi ma,Fero sudah menghubungi Rumsi dan meminta nya agar tidak mengaktifkan nomernya.Akkhhhh dasar perempuan j******g!"Umpat Heri marah meninju udara.
"Kalau benar begitu sekarang cepat kamu temui perempuan itu dan minta dia menelfon Rumsi!"Usul Bu Retno.
"Dia gak mungkin mau ma!Tapi kemarin Fero juga ngasih alamat Rumsi sama Heri.Gimana kalau Heri temui langsung saja Rumsi di kota J?"
"Ya seperti nya itu ide bagus,tapi papa tidak akan mengijinkan mu pergi untuk mencari Rumsi kalau dia tahu kamu pasti akan di marah sama papa!"Bu Retno dan Pak Bram memang belum sependapat soal Rumsi.Pak Bram selalu marah jika Bu Retno masih membahas soal Rumsi.
"Gimana kalau kita katakan pada papa kalau Heri ingin mencari pekerjaan di kota.Tapi sebenar nya Heri mencari Rumsi!"
"Iya ,iya boleh juga begitu.Papa tidak akan marah jika kamu merantau untuk mencari pekerjaan.Wahh kamu hebat nak!"Ucap Bu Retno merasa bangga.
"Tapi mama jangan lupa kirim uang buat Heri.Soalnya disana Heri kan mencari Rumsi bukan kerja beneran!"
"Tenang saja mama pasti akan kirim uang buat kamu,yang penting kamu ketemu sama Rumsi dan minta dia untuk membayar hutang hutang bapak nya!"
"Beres ma.Besok Heri akan berangkat ke kota!Setelah makan Heri mau menemui Fero dulu,berani beraninya dia mempermainkam Heri dan teman teman Heri.Belum tahu dia siapa Heri sebenarnya?"
__ADS_1
"Ya sudah,mama siapkan makan buat kamu ya!Uhh anak mama!"Bu Retno meninggalkan Heri dengan wajah yang ceria karena sudah membayangkan akan mendapatkan uang dari Rumsi.
Heri juga melakukan hal sama,dia membayangkan akan bertemu Rumsi dengan mudah dia bisa meminta hak nya sebagai suami pada Rumsi nanti karena bagaimanapun mereka belum berpisah dan status Rumsi masih istrinya.
"Ahhh..Tunggu aku sayang!"Heri merasa sudah tidak sabar untuk segera sampai di kota dan bertemu dengan Rumsi.
Fero sedang berdiri di depan sebuah rumah yang jauh dari rumah sewa nya yang pertama.Dia gerak cepat pindah dari sana karena sudah menduga jika Heri dan teman teman nya akan datang mencarinya untuk membalas dia jadi malam tadi dia menghibungi teman nya untuk mencari tempat tinggal yang lain yang lebih aman.
Rencananya juga Fero hanya sementara tinggal di rumah itu sampai semua masalah sekolahnya sudah selesai.Hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan saja dan dia kan menyusul Rumsi ke kota sekalian kuliah disana.
"Bagaimana dek.Mau tinggal disini?"Suara seoranh wanita membuat Fero sadar dari lamunannya.
"Ah iya bu.Tapi saya disini hanya beberapa bulan saja.Soalnya saya mau kuliah kekota sekarang lagi nunggu pengumuman saja!"Ucap Fero sopan.
"Ohh tidak masalah dek.Kalau begitu bayar bulanan saja,jadi jika tiba tiba kamu mau pergi tidak sayang uang nya!"Pemilik kontrakan itu memberi saran karena biasa nya penyewa langsung membayar setahun penuh.
"Baik bu.Jika boleh seperti itu.Terima kasih bu saya mau tinggal disini dan ini bayaran untuk satu bulan kedepan ya!"Fero langsung membayar di muka.Dia merasa senang mendapatkan kontrakan yang pemiliknya sangat baik.
Fero dan pemilik kontrakan bekerja sama membersihkan rumah yang akan di tempati Fero,rumahnya tidak sebesar rumah Fero sebelumnya tapi disini sangat nyaman dan tenang Fero yakin Heri ataupun teman teman nya tidak akan menemukan nya disini.
Setelah selesai bersih bersih dan pemilik kontrakan meninggalkan Fero kini dia sendiri duduk di kamarnya.Rencananya hari ini dia hanya akan di rumah dan tidak kemana mana karena yakin Heri pasti mencari dirinya.
"Kenapa Rumsi belum menghubungiku,apa dia belum sempat membeli kartu baru?"Gumam Fero"Ahh iya hari ini dia juga pindah kan?Pasti dia juga masih repot jadi belum sempat membelinya.Aku tunggusaja,besok aku akan menemui pak Saiful saja!"
Heri sedang mengamuk di depan rumah lama Fero setelah tetangga lama Fero mengatakan jika Fero sudah pergi pagi pagi tadi dan membawa sebuah koper.
"Akkhhh dia pasti kabur karena tahu aku akan datang menemuinya!"
Braakkk..
__ADS_1
Heri menendang pat bunga plastik yang ada di hadapan nya hingga hancur.
"Hei kalau kuat jangan yang plastik tuh yang itu tuh yang batu!"Seorang ibu ibu terlihat marah melotot seraya berkacak pinggang menatap Heri.
"Ehh ibu jangan ikut campur urusan orang,udah sana balik ke dapur dan masak!"Omel Heri.
"Dasar anak gak punya didikan ya kamu!Gimana saya gak ikut campur ,ini rumah saya dan kamu seenaknya menghancurkan pot bunga saya.Sekarang kamu ganti rugi kalau enggak saya teriaki maling kamu!"Ibu itu sangat geram dengan sikap arogan Heri.
"Enggak.Aku enggak mau ganti rugi!"Heri meninggalkan Ibu itu yang sedang ngomel ngomel karena Heri tidak mau mengganti rugi pot bunga nya yang rusak.
"Dasar anak kurang ajar kamu ya,di suruh ganti rugi malah kabur.Awas kalau ketemu lagi!"Omel si ibu.
Heri melajukan motor nya d3ngan kencang agar tidak lagi mendengar si ibu yang mengomel tujuan nya hanya tempat nongkrong dia dan teman teman nya.
"Dasar ibu ibu cerewet,pot jelek aja minta ganti rugi.Apa dia pikit aku ini bodoh bisa di peras hemm gak bakalan!"Heri mengoceh seraya berjalan menuju ke teman teman nya yang ternyata sudah berada disana.
"Kenapa kamu?Ngomel ngomel sendiri,kesambet kamu?"Ledek Ferdi
"Sembarangan kalo ngomong,barusan aku ke rumah perempuan itu tapi dia udah enggak ada disana,kayaknya dia pindah soalnya kata tetangganya dia bawa koper tadi pagi!"
"Bisa jadi karena takut kita buat perhitungan sama dia."
"Oh iya guys.Aku besok mau pergi ke kota,mau nyari Rumsi!"
"Beneran?"
"Iya"
"Kamu mau balikan sama dia?Wahhh ternyata enggak tahan juga di tinggal istri lama lama.Hahaha..."
__ADS_1
"Enak aja.Aku mau nagih hutang bapak nya enak aja mereka gak mau bayar!Udah ah,aku mau pulang!"
Rasanya mood nya jelek sedari tadi dia mendapat ejekan dari teman teman nya saja.