Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 71.Terkejut batin


__ADS_3

Rumsi menutup pintu kamar dengan sangat keras, bahkan saking keras nya Fero yang sedang bermimpi sedang menikmati pemandangan di tepi laut sampai jatuh terjebur karena kaget mendengar jeritan dan hantaman pintu kamar.


''Astaga Rumsi apa yang kau lakukan?Kau merusak mimpi indahku.''Ucap Fero sambil mengelus dada nya karena kaget.


Rumsi berlari mwndekati Fero dengan wajah panik.


''Sshhuuutttt''Rumsi menutup mulut Fero.


Hemmmff


''Diam Fero atau kita akan mati konyol!''Bisik Rumsi.Matanya terus mengamati pintu takut jika sewaktu waktu pria seram yang ada di balik pintu kamarnya akan mendobrak.


Fero tidak mengerti tapi dari wajah Rumsi yang terlihat sangat panik membuat Fero berpikir jika pasti Rumsi melihat sesuatu yang menakutkan.


Hah..Hah...


''Kau yang akan membunuh ku jika tidak segera melepaskan tangan mu dari mulut dan hidung ku!''Ucap Fero sambil melotot tapi dengan suara yang di tekan pelan.


''Maaf..Tapi ini darurat ada beberapa pria berpakaian serba hitam lengkap dengan kaca mata hitam sedang berdiri di depan kamar kita.Aku takut jika mereka adalah orang yang berniat jahat pada kita.''Rumsi terlihat sangat takut bagaimana tidak malam tadi rumah mereka di masuki orang tidak di kenal hingga membuat Dian tertembak tidak menutup kemungkinan jika pria yang ada di sana juga orang jahat.


Fero membulatkan matanya.''Astaga jangan lagi!Aku sudah sangat lelah!''Lirih Fero.


''Apalagi aku,baru saja aku di culik dan tadi malam jika bukan karena Dian yang menolongku sekarang pasti aku yang ada di meja operasi.''Ucap Rumsi sendu bahkan terlihat ada air mata yang mengintip di sudut matanya..


''Sudah jangan sedih lagi.Tapi jika memang mereka penjahat kenapa sampai sekarang mereka tidak mendobrak pintu?''Tanya Fero bingung.


Mata Rumsi melebar mendengar pertanyaan Fero''Kau mau mereka mendobrak pintu itu fan membunuh kita berdua?''Tanya Rumsi tidak percaya.


''Dasar makanya kalau di suruh sekolah jangan pacaran mulu.''Ejek Fero tanpa sadar.''Maksud ku bisa saja kan itu anak buah Pak Rey yang ditugaskan untuk menjaga kita.Sama seperti bodyguard yang ada di rumah.''


Rumsi yang awalnya sedikit tercubit hatinya kini merasa apa yang dikatakan Fero ada benar nya.


''Baiklah kita hubungi Tuan Rey untuk memastikan nya sebelum kita keluar dari kamar ini.''Rumsi meraih ponselnya di atas nakas dan menghubungi Rey untuk memastikan siapa pria yang ada di depan kamarnya.

__ADS_1


Feto tidak ingin menunggu Rumsi menghubungi pak Rey dia lebih memilih ke kamar mandi karena kini rasa kantuk nya sudah hilang entah kemana karena kejutan yang di berikan Rumsi pagi ini.


''Bagaimana?''Tanya Fero menghampiri Rumsi.


''Mereka adalah bodygurd Tuan Rey.Sejak malam tadi mereka sudah berada disana.


''Ahh syukurlah.Ya sudah sekarang kita keluar!''Ajak Fero.


Rumsi mengangguk setuju memang sejak tadi dia ingin segera keluar dan melihat keadaan adik dan bapak nya.


Mata Rumsi membelalak begitu juga dengan Fero.Ptia berbaju hitam juga berjejer do depan kamar pak Saiful dan kini semakin bertambah karena pria yang tadi berada di kamar mereka juga mengikuti Rumsi dan Fero.


''Astaga Rumsi,aku sudah merasa jadi orang kaya di kawal banyak body guard.''Ucap Fero sambil menutup mulut nya dengan kedua.trlapak tangan nya,sangat kagum dengan cara Rey melindungi mereka.


Rumsi tidak menyahut dia menarik tanga Fero untuk mengikutinya masuk ke ruangan pak Saiful.


''Bapak..''Mata Rumsi kembali berkabut melihat pak Saiful yang hanya sendirian entah kemana suster yang dikatakan Rey akan menjaga Bapak nya.


''Iya pak.Bagaimana keadaan bapak?Maaf Rumsi tidak menemani bapak disini.''Rumsi merasa bersalah .


Pak Saiful tersenyum sedikit''Tidak apa apa nak,kamu juga perlu istirahat. Lagi pula disini bapak tidak sendiri,bapak di temani suster.''Jawab Pak Saiful mengusap kepala Rumsi pelan.


Rumsi mendongakkan kepalanya menatap wajah tua bapak nya yang semakin lemah sejak kepergian ibunya.Pijar yang biasa menjadi penerang bagi kedua kakak beradik itu seakan meredup dan semua karena kesalahan nya bahkan hingga saat ini masalah nya pun belum berakhir.


''Sudah melihat Dian?''tanya Pak Saiful pada Rumsi dan Fero.


Rumsi dan Fero saling melempar pandangan dan menggeleng bersamaan.''Belum pak,kami langsung kemari melihat bapak tapi kata pak Rey, keadaan Dian semakin membaik setelah ini kami akan melihat nya.


''Ya sudah tidak apa apa jika kalian menemui nya sampaikan salam bapak untuk Dian ya katakan permintaan maaf bapak karena belum bisa menemui nya!'


''Iya pak akan Rumsi sampaikan nanti.''Rumsi menunggu Suster yang menjaga bapak nya datang barulah Rumsi dan Fero melihat Dian.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Masih terpasang selang di tubuh Dian.Mata Rumsi berair melihat kondisi adiknya yang jadi begini karena menyelamatkan nyawa nya.Disana juga masih ada tuan Rey yang dimatanya terlihat sangat lelah.


''Rumsi kau datang?Bagaimana kondisimu?''Tanya Rey begitu melihat Rumsi dan Fero masuk.


''Saya baik pak.Tapi seperti nya anda butuh istirahat.''


Rey mengulas senyum manis di wajah nya entah kenapa Rumsi merasa belakangan ini ada yang aneh dengan pak bos nya itu.


''Tidak apa,saya baik baik saja.''


''Pak sekarang saya yang akan menggantikan bapak menjaga Dian.Bapak istirahatlah dulu jangan sampai bapak sakit, itu kan sangat merepotkan.''Rumsi seperti mengulang kembali ucapan pak Rey malam tadi.


Rey merasa senang melihat Rumsi mau bercanda dengan nya ditatapnya mata Rumsi membuat Rumsi salah tingkah.


''Kak..''Lirih Dian.


''Dian.Bagaimana keadaan mu hah?Seharusnya kamu tidak melakukan ini,kamu tahu kakak sangat ketakutan!''Tanpa sadar Rumsi justru memarahi adiknya.


''Tidak apa apa kak.Kita kan memang harus saling menjaga,bagaimana keadaan bapak?''


''Bapak baik baik saja, pikirkan saja keadaan mu jangan berpikir yang lain nya.''


Dian tersenyum melihat kakak nya yang memarahinya tapi sambil menangis.


''Sore ini kita akan pulang.''


Semua orang melihat ke arah Rey karena heran dengan keputusan yang Rey buat.


''Tapi kondisi Dian masih seperti ini?''Tanya Fero yang memang lebih berani dari pada Rumsi.Sedang Rumsi sendiri hanya saling melempar pandangan dengan Dian.


''Disini tidak aman,bisa saja sewaktu waktu mereka menyusup kemari dan melukai kalian lagi.Jadi sudah saya pikirkan semua masalah Dian dan Bapak akan di tangani Dokter kepercayaan saya kalian tidak perlu khawatir.''Rey menjelaskan.


Rumsi ,Fero dan Dian hanya diam mereka tahu apa yang menjadi keputusan Rey adalah yang terbaik untuk mereka jadi mereka akan menurut saja.

__ADS_1


__ADS_2