Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 25.Rumsi mencari kerja


__ADS_3

Rumsi bangun pagi sekali agar bisa menyiapkan semua keperluan untuk Dian.Agar saat Rumsi pergi mencari pekerjaan maka Dian tidak akan kelaparan di rumah.


"Kakak beneran gak apa apa cari kerja sendiri?Dian bisa kok nemenin kakak biar kakak ada temennya apalagi kakak kan sedang hamil!"Dian terlihat khawatir dengan keadaan Rumsi yang sedang hamil.


"Iya gak apa apa,kakak sendiri saja.Kamu tunggu kakak di rumah saja ya jangan kemana mana!"Rumsi tidak mungkin mengajak Dian bagaimana pun Rumsi masih merasa bersalah dengan apa yang terjadi.Dian harus berhenti sekolah karena kalakkuan nya jadi Rumsi memutuskan untuk tidak merepotkan Dian lagi.


"Kakak pergi dulu ya!Mumpung masih pagi."setelah selesai sarapan seadanya Rumsi segera berpamitan untuk mencari pekerjaan yang kiranya tidak membutuhkan surat surat yang dia tidak punya.


"Kakak hati hati ya!"Ucap Dian pasrah tapi juga khawatir dengan kakaknya.


Rumsi berjalan menyusuri jalanan yang ramai,ibu kota seperti tidak tertidur walau malam hari,nyatanya masih sepagi ini tapi keadaan sekitar sudah sangat ramai.


Rumsi mulai bertanya pada warung warung makan yang menyediakan sarapan pagi siapa tahu pemiliknya membutuhkan tenaga kerja walau cuma untuk mencuci piring.Tapi mereka tidak membutuhkan pekerja tambahan karena mereka masih bisa mengerjakannya sendiri.


Entah sudah berapa warung makan yang Rumsi datangi tapi tidak satupun yang mau menerimanya menjadi pekerja disana.Tapi Rumsi tidak menyerah begitu saja,dia juga mendatangi toko kelontong untuk mencari pekerjaan tapi sama saja mereka membutuhkan tenaga kerja pria karena akan mengangkat beban yang berat berat.


Rumsi menyeka keringatnya,matahari sudah sangat tinggi tapi dia belum mendapatkan pekerjaan,perutnya juga mulai lapar dan terasa sedikit kram karena terlalu lama berjalan.


Rumsi membeli air mineral dan sebunkus kecil Roti untuk mengganjal perutnya yang lapar.Dia harus berhemat apalagi di hari pertama ini Rumsi belum mendapat pekerjaan sama sekali.


Dia duduk di sebuah bangku panjang membuka bungkus roti dan menggigitnya pelan.Saat ini setiap hembusan nafasnya terasa sesak karena penyesalan yang memdalam di hatinya.


Tapi dia berjanji akan menebusnya dengan bekerja keras dan menyekolahkam Dian sampai menjadi orang sukses,dia akan mengambil semua tanggung jawab orang tuanya.

__ADS_1


Setelah menghabiskan sebungkus roti dan menenggak minuman nya Rumsi merasa perutnya sudah lebih baik dia juga beristirahat sebentar di sana agar kandungannya baik baik saja,dia tidak ingin membuang uang dengan masuk ke rumah sakit.


Setalah di rasa lelah nya sudah berkurang,Rumsi segera melanjutkan langkah nya untuk mencari pekerjaan agar saat Dian harus sekolah nanti dia sudah punya uang.


Matahari sudah condong ke barat tapi apa yang di harapkan Rumsi belum juga terwujud.Dia memutuskan pulang saja dan mencari pekerjaan besok lagi.


Di rumah Dian merasa cemas karena kakaknya belum pulang padahal hari sudah sangat sore dia ingin mencari kakaknya tapi tidak tahu harus mencari kemana dan takutnya saat kakaknya pulang dia tidak ada maka kakaknya pasti akan panik.


Tokk Tokkk


Dian membuka pintu dan ternyata itu adalah kakanya.Wajahnya terlihat sangat letih,keringat membasahi wajahnya tapi Rumsi tetap tersenyum padanya.


"Kamu sudah makan dek?"Tanya Rumsi.


Rumsi mengangguk,dia memang butuh mandi agar tubuhnya segar kembali.


Dian melihat kakaknya yang berjalan ke kamar mandi merasa kasihan tapi dia tidak mungkin melawan kakaknya dengan ikut mencari pekerjaan apalagi ini ibu kota Dian merasa takut juga.


"Gimana kak.Sudah dapat pekerjaannya?"Tanya Dian saat Rumsi sedang makan.


"Belum dek.Tapi kakak akan coba lagi besok,ini kan kota besar jadi memang susah mencari pekerjaan di kota seperti ini."Rumsi menjawab pertanyaan dengan senyum mengembang di wajahnya agar adiknya tidak merasa khawatir.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Akhir akhir ini Heri terus mengawasi rumah Fero mungkin saja Fero berbohong padanya dan menyembunyikan Rumsi darinya tapi setelah Heri mengawasi selama beberapa hari memang tidak terlihat adanya Rumsi atau adiknya yang bernama Dian di rumah Fero.


Heri menjadi sangat kesal,kemana perginya Rumsi jika Rumsi pergi bersama adiknya berarti hutang mereka tidak akan ada yang membayar,tidak mungkin menagih pada bapaknha yang sekarang sedang di rawat di rumah sakit jiwa.


Begitu pun hari ini ,Heri masih belum yakin seratus persen jika Rumsi tidak ada di rumah itu,dia terus mengawasi sampai sore tapi hasilnya tetap sama.Fero yang jengah dengan apa yang di lakukan Heri diapun menghubungi tetangganya dan meminta bantuan mereka untuk mengusir Heri dari sana.


Heri gelagapan saat ada beberapa warga yang datang menghampirinya,dia takut juga jika warga di sana menuduhnya macam macam atau jika sampai mengroyok nya.


"Siapa kamu sebenarnya?kami perhatikan beberapa hari ini kamu terus mengamati rumah dik Fero.Kamu mau maling ya?"Tanya salah seorang warga.


"Tidak pak.Saya cuma mencafi teman saya ,kemarin dia di rumahnya Fero tapi sampai sekarang belum kelihatan."Heri mencoba mencafi alasan tapi apa yang dia katakan memang benar.


"Dik Fero tinggal sendirian disini.Jadi kamu jangan macam macam dia itu merasa terganggu dengan keberadaan kamu disini.Sekarang pergi dari sini dan jangan pernah datang lagi kesini!"Tambah warga lain yanh tidak suka berbasa basi.


"Tapi kan saya cuma duduk saja disini pak.Saya sama sekali tidak mengganggu Fero kok."Memang dasar Heri keras kepala,sudah di beritahukan jika Fero terganggu dia masih juga tetap kukuh pada kemauan nya sendiri padahal warga disana sudah sangat geram dengan tingkah nya.


"Memang dasar anak tidak bisa di kasihtahu.Minta di hajar dulu mungkin dia baru oaham ya?"


Heri jadi takut,jika sampai mereka mengroyoknua dia pasti babak belur.Satu lawan satu saja belum tentu menang ini mau di kroyok ya bisa bonyok.


"Ya sudah saya pergi.Tapi saya tetap akan datang lagi sampai saya bertemu dengan teman saya!"


Ucapan Heri memancing kemarahan warga"Jika kamu berani datang lagi dan membuat resah warga disini maka kamu akan pulang tanpa kaki,biar abis itu kamu gak bisa kesini lagi!Anak siapà sih ini kok kelewat benar badungnya?"

__ADS_1


"Gak usah dikasih peringatan lagi,udah langsung hajar saja!Orang kayak dia ini mana bisa cuma diomongin pakai mulut harus pakai tenaga biar langsung paham!"Warga disana sudah sangat geram tapi Heri jusyru bersikap cuek dan seperti gidak kenal takut membuat para warga semakin berang.


__ADS_2