Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 46.Rumsi keluar dari rumah sakit


__ADS_3

Pagi yang cerah di temani kicauan burung membuat suasana pagi semakin terasa indah tapi untuk Dian hatinya bercabang dua.Bagaimana tidak ini adalah hari pertamanya masuk kesekolah baru seperti yang di janjikan Tuan Rey padanya tapi disatu sisi kakak nya kini masih ada di rumah sakit dan dia sangat sedih untuk itu,kakak nya tidak bisa melihat dia memakai seragam sekolah pertamanya di sekolah baru.


"Wah,kau terlihat cantik memakai seragam ini Dian.Lihatlah tapi sayang auramu kelabu!"Goda Rey yang melihat wajah Dian murung dan dia juga tahu alasannya pasti kakaknya Rumsi.


"Terima kasih Tuan.Aku memang cantik!"Jawab Dian sangat pede walau tidak bersemangat.


"Puffhhh...Dengan wajah seperti itu kau bilang dirimu cantik?"Tanya Rey sambil menahan tawanya.


"Bukan kah Tuan yang mengatakan nya tadi?"Tanya Dian kesal.


Rey menatap Dian yang mengerucutkan bibirnya kesal sangat mirip dengan adiknya yang telah tiada.


"Baiklah kau memang cantik apalagi jika kau tersenyum dan bahagia maka kau akan semakin cantik lagi!"Jawab Rey.


"Tapi bagaimana aku bisa bahagia kakak masih di rumah sakit hanya dia yang ku punya sekarang."


"Kakak mu akan pulang siang nanti jadi saat kau pulang dari sekolah maka kakakmu pasti sudah ada dirumah."


"Benarkah?Tuan tidak berbohongkan?"Tanya Dian dengan wajah sumringah.


"Apa saya pernah membohongimu?Kau selalu mengatakan itu!"Rey cemberut seperti anak kecil.


Dian tersenyum melihat nya kemudian berlari mendekat.


"Maafkan aku Tuan.Aku tahu kau orang baik sangat baik malah.Kau seperti malaikat untuk kami!Terimakasih untuk semua kebaikan yang Tuan berikan untuk ku dan Kakak.Semoga kami bisa membalasnya suatu saat nanti!"Kata Dian bersungguh sungguh.


Rey tersenyum"Aku akan menagihnya nanti.Sekarang cepatlah atau kau akan terlambat di hari pertama sekolah!"


Dian segara mengambil ransel dan merapikan kembali rambutnya yang tadi sempat di acak acak Rey.


"Baiklah saya pergi dulu Tuan.Doa kan saya agar saya bisa mendapat cowok ganteng nanti!"Ucap Dian seraya berlari menuju Damian yang sudah menunggunya di mobil.


"Dian,awas kau!"Teriak Rey seraya terkekeh rasanya kerinduan nya pada sosok adiknya sedikit terobati dengan adanya Dian di dekatnya sekarang.


Setelah Dian dan Damian pergi,Rey duduk di sofa dengan pikiran yang melayang jauh.Dia sangat merindukan keluarganya sekarang dia hanya seorang diri,hanya ada Damian asisten sekaligus teman dekatnya yang sangat paham dengan seluk beluk kehidupannya bahkan di saat dia terpuruk Damian selalu ada di samping nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumsi terbangun dari tidurnya rasanya saat ini dia merasa tubuhnya sangat segar setelah kemarin kemarin dia tidak bisa tidur dengan tenang tapi kali ini saat dia dirawat dia bisa tidur dengan sangat nyaman mungkin efek obat tidur yang di berikan dokter untuk nya.

__ADS_1


"Pagi Nona.."


"Pagi sus.!"


"Bagaimana tidurnya nyenyak?"


"Iya sus sangat nyenyak"Jawab Rumsi.


"Bagus!"


"Sus kapan saya bisa pulang?"


"Siang nanti Nona bisa pulang,kami juga sudah mengabarkan ini pada Tuan Rey."


"Oh baiklah terimakasih sus."


Setelah selesai dengan pekerjaan nya suster itu pun kembali meninggalkan Rumsi sendiri di kamarnya.


"Hari ini Dian pasti masuk sekolah,sayang sekali aku tidak bisa melihat dia dan membantunya bersiap.Maafkan kakak Dian."Gumam Rumsi.


"Dia bukan anak kecil yang harus selalu di bantu bahkan dia lebih pintar dari mu!"Suara seorang pria mengagetkan Rumsi.


"Dari tadi.Makanya jangan suka melamun seperti itu!"


"Maaf.!


"Kau sudah makan?"


"Belum,mungkin sebentar lagi suster akan datang membawakan makanan!"


"Hemm."


Suasana terasa canggung antara Rumsi dan Rey,apalagi saat ini Damian sedang tidak bersama mereka karena sedang mengurus administrasi Rumsi.


"Tuan..Maaf jika saya tidak mengatakan yang sebenarnya pada Tuan saat itu!"Kirih Rumsi


Rey menatap Rumsi yang menundukkan pandangannya"Nanti saja jika kau ingin menceritakan semua nya,apa yang akan kau jelaskan nanti akan menjadi keputusanku kau tetap bekerja atau kau terpaksa harus ku pecat!"Tegas Rey.


Rumsi terdiam mendengar perkataan Rey tapi itu memang hak penuh Rey.

__ADS_1


"Permisi Tuan.!"Seorang suster datang membawa sarapan untuk Rumsi.


"Biar saya makan sendiri sus."


"Baiklah.Maaf Tuan dokter meminta anda untuk datang ke ruangan nya!"


Rey mengangguk dan mengikuti suster itu keluar menuju ke ruangan dokter yang menangani Rumsi.


Setelah Rey pergi Rumsi merasa sedikit lega dan bisa bernafas dengan baik.Dia tidak ingin terlalu dekat dengan pria saat ini apalagi ini bosnya seperti yang di katakan bu Ida kemarin saat menjenguknya para karyawan banyak yang menghosipkan nya tapi Pak Rey dan Damian melarang mereka dan akan memberikan sanksi bagi siapa saja yang masih membicarakan tentang dirinya apalagi jika sampai kabar kehamilan nya terdengar oleh karyawan lain.


Rey dan Damian kembali saat Rumsi sudah menyelesaikan sarapan paginya rencana nya mereka akan membawa Rumsi pulang pagi ini dan tidak jadi siang.


Dibantu seorang suster,Rumsi bersiap awalnya dia merasa bingung kenapa tiba tiba dia harus bersiap.


"Kita pulang sekarang saja.Kata dokter kondisimu sudah cukup baik hanya saja kau harus menjaga kandungan mu dengan baik dan jangan lupa minum vitamin agar janin mu sehat!"Kata Rey


Damian melihat Rey dengan perasaan rumit,entah apa yang ada dalam pikiran Rey saat ini tapi sekarang Damian bisa melihat jika Rey sudah banyak bicara apalagi pada Dian dia sudah tidak canggung lagi.


Rumsi hanya menganggukkan kepalanya pelan,dia bingung jika harus rutin memberi vitamin karena saat ini dia sedang memikirkan cara agar bisa memindahkan bapak nya.


Damian mendorong kursi roda Rumsi sementara Rey sudah berjalan di depan dan membuka pintu mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Seorang pria sedang luntang lantung di jalan,dia merasa sangat frustasi karena harus berusaha keras agar bisa mengisi perutnya yang lapar.Dari mulutnya terus saja keluar sumpah serapah untuk Rumsi,ya dia adalah Heri yang kini tengah menjadi buruh panggul di pasar agar bisa makan dan tetap bertenanga untuk mencari Rumsi wanita yang di anggap membawa kutukan untuk nya.


"Jika aku menemukan mu ,aku pastikan kau tidak akan bisa hidup dengan tenang.Lihat saja karena kau hidupku jadi seperti ini untuk makan saja aku harus menguras tenagaku!"Geramnya seraya mengangkat barang di pundak nya.


"Hei cepat sedikit saya buru buru!"Teriak seorang pria pada Heri.


"Iya sabar sedikit pak.Ini berat banget!"Oceh Heri


"Bukan berat tapi kamunya saja yang lemah,masa cuma ngankat karung begitu saja lelet banget!"


"Angkat sendiri nih!"Heri meletakkan karung yang sudah sempat di panggulnya dengan kasar karena kesal sudah dikatakan lemah.


"Dasar,sudah susah masih saja sombong!Pergi sana masih banyak yang mau manggul karung saya dan tidak cuma kebanyakan ngeluh!"


"Serah..!"Kata Heri seraya meninggalkam pria itu yang masih mengomel.

__ADS_1


__ADS_2