
Rey sudah menemukan siapa pelaku di balik meninggalnya pak Saiful dan siapa saja yang terlibat di dalam nya.Rasa tidak percaya menyeruak dalam hati Rey tetapi dia harus tegas jika tidak maka mereka bisa saja melenyapkan dirinya.
''Tangkap mereka Dam dan bawa ke markas.Dari sana kita akan tahu siapa dalang di balik semua ini!Jika pak Saiful di habisi karena dia tahu siapa orang yang telah membunuh kedua orang tuaku itu artinya mereka juga adalah mata mata penjahat itu.''Kata Rey tidak sabar ingin mengetahui semua rahasia yang belum bisa dia pecahkan.
''Baik tuan!''Damian segera melaksanakan perintah Rey.
Damian mengambil ponselnya lalu memerintahkan anak buah nya untuk menangkap mata mata penjahat itu yang menyamar sebagai pelayan.
''Apa yang akan anda lakukan padanya tuan?Dia sudah sangat lama bekerja dengan anda?''Tanya Damian.
Rey menarik nafasnya tenang''Apalagi jika bukan hukuman meski dia sudah lama bekerja di sini tapi dia adalah mata mata penjahat.''Kata Rey
Awalnya Rey ingin membiarkan mereka kembali dulu dan mengamati semua nya tapi dia mengibah rencana nya karena sekarang ada Rumsi dan Dian yang harus dia jaga keselamatan nya.
Tidak berselang lama ponsel milik Damian berdering ternyata itu adalah anak buah nya yang berhasil meringkus mata mata itu.
''Bagus,kita akan langsung ke markas.Aku ingin tahu apa alasan nya dia melakukan hal itu!''
Rey dan Damian segera berangkat menjju markas mereka yang ternyata terletak jauh kedalam sebuah hutan.
''Sudah lama sekali aku tidak kemari!''Kata Rey menarik nafasnya dalam dengan tenang menikmati hembusan angin yang masuk ke dalam mobil karena kaca mobilnya sengaja di buka.
Tapi berbeda dengan Damian ketenangan Rey membuat dia bergidik ngeri karena saat Rey benar benar tenang itu artinya akan ada badai yang datang.
''Rumsi membuat ku hampir melupakan tempat ini,hemm dia gadis yang lucu tapi pemalu aku menyukai nya.''Rey bicara sendiri tapi Damian terus mendengarkan walau tidak menyahut.
Tidak berselang lama Rey bisa melihat deretan pohon yang menjadi pertanda jika dia sudah masuk ke kawasan markas nya.
Semakin jauh masuk ke dalam semakin Rey menikmati aroma dedaunan hijau dan angin segar yang berhembus bahkan Rey sampai memejamkan matanya.
''Kita hampir sampai Tuan!''Kata Damian
Rey membuka matanya,anak buah nya sudah berjajar menunggu kedatangan nya.
Rey keluar dari mobilnya saat Damian membukakan pintu untuk nya.Aura yang terpancar dari diri Rey sangat berbeda dari biasanya.
''Selamat datang bos!''Kata para bodyguard menyapa Rey.
__ADS_1
Rey hanya mengangguk lalu masuk ke dalam markas wajah nya sangat tenang bahkan tidak terlihat sedikitpun ada kemarahan disana.
Seorang dari bodyguard Rey membuka pintu dimana di dalam nya ada dua orang tawanan Rey.
Byurrrr
Mata mata itu di siram demgan air dingin membuat mereka gelagapan apalagi dengan kondisi wajah yang tertutup kain membuat mereka semakin kesulitan bernafas.
''Lepaskan aku brengsek!''Teriak salah satu diantara tawanan itu.
Rey hanya memberikan isyarat dengan dagu nya dan bodyguard itu langsung membuka kain yna menutup wajah kedua tawanan itu.
Hah...Hah... Hah...
Rey tetap tenang tetapi terus mengawasi orang yang ada di hadapan nya.
''Brengsek siapa yang....??''Pak Jo tidak melanjutkan ucapan nya karena mata tuanya melihat sosok Rey yang duduk dengan tenang menatap dirinya.Seketika tubuhnya membeku aura Rey sangat mengerikan dia seperti seekor singa yang tengah mengintai mangsanya.
''Tu...Tuan..!!''Lirih pak Jo yang ternyata adalah mata mata yang di cari Rey.
''Apa yang terjadi kenapa anda menangkap saya?Saya bukan penculik nona Rumsi,ini pasti salah paham.''Kata pak Jo mulai gemetar.
''Aku tahu,Sweete ku saat ini baik baik saja dan kau disini bukan karena sudah menculik Rumsi tapi karena hal lain.''Jawab Rey tetap tenang seraya menatap tajam pak Jo.
Pak Jo menegang tapi dia masih mencoba untuk tetap tenang.''Kau pasti salah paham padaku nak!Aku sudah lama ikut dengan keluarga mu bahkan sebelum kau lahir.''Pak Jo masih mencoba bicara lembut pada Rey.
Tapi Rey hanya menarik sudut bibir nya''Itu sebab nya aku masih diam dan tidak menyakiti mu.Tapi sebaiknya kau katakan padaku apa salah mu sebelum aku yang mengatakan nya!''Kata Rey tenang.
Pak Jo semakin gemetar dirinya masih menyangkal jika Rey telah mengetahui semua tentang dirinya.
''Aoa maksud mu?''
''Jangan menjadi bodoh pak Jo aku tahu kau tidak seperti itu,Katakan saja apa yang kau sembunyikan sebelum aku benar benar marah padamu!''
Pak Jo menatap Jodi pria yang membantu nya mengawasi Rey dan semua orang yang ada di rumah itu.
''Baiklah jika kau tidak mau mengakui nya maka aku akan membuatmu bicara!''
__ADS_1
Damian menyerahkan laptop pada Rey dan Rey memperlihatkan semua yang telah pak Jo lakukan bahkan saat pak Jo menghubungi seseorang.
Mata pak Jo dan Jodi melebar kini dirinya dan semua yang telah di lakukan nya telah di ketahui Rey.
''Katakan kenapa kalian membunuh pak Saiful dan siapa yang menyuruh kalian?''Tanya Rey dengan rahang yang mulai mengeras.
Jodi sangat gugup,karena dialah yang telah masuk dan mmenghabisi nyawa pak Saiful.
''Tidak..bukan saya tuan!''Kata Jodi gugup.
Pak Jo menatap tajam Jodi tapi Jodi sudah sangat ketakutan.
''Sepertinya kau mau mengatakan sesuatu jadi ayo katakan!''Kata Rey menatap Jodi.Sementara pak Jo menggeleng pelan.
''Tolong ampuni saya.Saya hanya melakukan perintah pak Jo dan saya tidak tahu alasan nya karena saya hanya melakukan itu demi uang.''Jawab Jodi.
Rey mengamati Jodi dengan teliti dan sepertinya Jodi memang tidak berbohong.
''Dam..''Panggil Damian.
Damian mengerti dia memanggil bodyguard yang kemudian datang dengan membawa banyak barang penyiksaan karena pak Jo lebih memilih bungkam.
Mata Jodi terbelalak,tubuhnya semakin gemetar ketakutan air matanya jatuh dia menangis meminta pengampunan pada Rey.
''Pak Jo ,apa kau masih lebih memilih diam?''Tanya Rey mengambil besi panas yang di serahkan anak buah nya.
Tubuh tua itu gemetar juga tapi mata nya seolah menantang Rey.
''Katakan untuk siapa kau bekerja?''tanya Rey
''Aku tidak akan mengatakan nya.Jangan harap sampai mati pun aku tetap tidak akan mengatakan nya.Kau boleh menyiksa ataupun membunuh ku sekalipun tapi kau tidak akan mendapatkan apapun!''Tantang Pak Jo dengan tatapan yang berubah dari biasanya.
''oh ya..?''Tanya Rey dengan senyum yang sangat mengerikan.
Akhhhh..
Bersambung...
__ADS_1