
Rumsi menunggu dengan harap harap cemas,bagaimana jika orang tua Heri menolaknya.
Lamunannya buyar saat Heri dan ibunya keluar dari kamar.Wajah Heri yang menyunggingkan senyum menandakan bahwa dia punya kabar baik,tapi saat melihat wajah calon ibu mertuanya Rumsi kembali menunduk takut.
"Mas.."Lirih Rumsi meremas ujung bajunya.
Heri hanya memberi kode agar Rumsi tenang dan diam menunggu apa yang akan di katakan ibunya.
"Saya sudah tahu semuanya dan saya akan mengijinkan Heri menikah dengan mu.Tapi..."Kata tapi dari bu Retno membuat Rumsi mengerutkan alisnya.
"Tapi kamu harus mengerjakan pekerjaan rumah,dan juga jika ada yang bertanya padamu maka kamu tidak boleh mengatakan kalau kamu istri Heri.Cukup katakan kalau kamu hanya pembantu di rumah ini."Suara tegas bu Retno membuat Rumsi terluka lagi.Rumsi melihat Heri yang juga sedang menatapnya dengan tersenyum dan mengangguk samar seakan memberikan kode agar dia menyetujui persyaratan mamanya Heri.
Yang membuat Rumsi hancur bukan lah karena harus mengerjakan pekerjaan rumah tapi tidak di akui sebagai istri Heri sama saja tidak mengakui anak yang ada di dalam rahimnya.Tapi melihat sikap Heri yang santai hati Rumsi seperti di cubit karena Heri sendiri tidak membantah ucapan mamanya.
"Bagaimana?Apa kamu setuju,jika tidak silahkan keluar dari rumah saya!"Kali ini mau tidak mau Rumsi mengangguk lemah,bagaimana pun anaknya butuh tempat sementara dia sendirian sekarang.
"Baik bu.Saya setuju."Heri tersenyum lebar entah dia bahagia karena akan menikahi Rumsi atau dia bahagia karena hal lain Rumsi tidak tahu.Saat ini Rumsi seperti tidak mengenali Heri lagi.
"Baiklah,malam ini kalian akah menikah secara adat saja.Lagian kamu juga masih kecil sepertinya masih bocah sekolahan.Makanya kalau pacaran itu jangan sampai kebablasan jadinya repot sendiri.Masih untung anak saya mau menikahi kamu kalau tidak?"
Perkataan bu Retno sangat menyakiti hatinya Rumsi namun apa yang dia katakan memanglah benar.Semua adalah kesalahan mereka sendiri dan kebodohan nya juga.Masa depan,sekolah nya juga harus dia korbankan demi nama cinta yang dia agungkan untuk Heri.
Heri membawa Rumsi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya,Sementara Heri sendiri pergi menemui mamanya.
"Makasih ya ma!"Heri memeluk mamanya dengan hangat dan di sambut pula oleh mamanya.
"Bagaimana dengan papa ma?"Tanya Heri takut jika papanya menentang mereka.
"Jangan khawatir,mama yang akan bicara dengan papamu dan Prida."
"Tapi ingat nak.Kamu tetap akan menikah dengan Sella,anak teman mama dan kamu tidak boleh menolak.!"Heri memang sudah di jodohkan dengan Sella,putri teman arisan Bu Retno.
__ADS_1
"Tentu ma.Selera mama memang baik mana mungkin Heri menolak."
"Ya sudah,kalau dia sudah selesai suruh dia mulai pekerjaan nya sekarang.Mama tidak mau dia malas malasan walaupun dia sedang hamil ya!"Bu Retno tidak ingin membiarkan Rumsi istirahat apalagi ini sudah mendekati makan malam tentu Rumsi harus menyiapkan nya.
Heri menemui Rumsi yang sudah selesai mandi dan berganti pakaian,kemudian Heri mendekat dan mencium rambut Rumsi yang sudah wangi.
"Sayang,mama minta kamu untuk menyiapkan makan malam.Karena sebentar lagi papa ku dan Prida akan pulang jadi cepatlah bantu mama.!"
"Ba..Baik mas.Tapi Rum masih canggung!"
"Sudah gak papa,yang penting kamu menuruti apa yang dikatakan mama.!"
Dengan di temani Heri,Rumsi pergi menuju dapur, matanya takjub dengan perabotan yang ada di rumah Heri.Sama sekali tidak ada barang seperti yang ada di rumahnya kecuali piring dan gelas itu juga cuma bentuk nya saja yang sama.
Rumsi melihat mamanya Heri sedang memepersiapkan bahan bahan masakan yang akan menjadi menu malam ini.Sungguh berbeda dengan keadaan rumah Rumsi yang serba pas pasan.Kadang jika ada masakan yang tidak habis maka akan di panaskan untuk esok hari padahal bukan nya daging atau ikan melainkan hanya daun singkong saja.
"Kok malah melamun disitu?Cepat bantu saya sini!"Suara bu Retno mengagetkan Rumsi.
Rumsi mendekat dan meraih sayuran yang akan di bersihkan.Sementara mamanya Heri yang memasak,dia tidak berani menyuruh Rumsi yang masak sebab takut akan membuat dapurnya berantakan.
"Sudah sekarang kamu susun di atas meja makan.Setelah itu kamu bersihkan dapur jangan ada kotoran sedikit pun.Setelah makan malam kalian akan menikah saya sudah atur semuanya."
Rumsi mengangguk tanpa protes sedikit pun.Dia di restui saja sudah sangat bagus menurutnya,jika tidak dia tidak tahu akan kemana.
Tidak berselang lama,Papanya Heri dan Prida pulang."Loh ma siapa ini?"Tanya pak Brata heran.
"Mama akan jelaskan.Sekarang papa masuk dulu!"Bu Retno membawa Suami dan anak gadisnya masuk untuk menceritakan semuanya.
"Apa mama gila,lalu bagaimana dengan perjodohan Heri dan Sella?"Bram merasa tidak senang dengan keputusan istrinya yang sepihak.
"Papa tenang saja.Heri sudah setuju untuk di jodohkan dengan Sella.Sementara perempuan itu juga sudah mama suruh untuk bilang bahwa dia pembantu di rumah ini jika ada yang bertanya."
__ADS_1
Bram sedikit melunak tapi kekhawatiran jelas terlihat di wajahnya."Mama yakin ini tidak akan jadi masalah kedepan nya?"Tanya Bram lagi.
"Hemm Iya."Retno sangat yakin jika Rumsi tidak akan berbuat macam macam.
"Tinggal usir saja jika dia buat masalah!"Usul Prida.
Semua setuju dengan apa yang di katakan Prida.Yang penting sekarang Heri mau menikah dengan Sella putri teman mereka yang keluarganya sangat terpandang di kota itu.
Sudah di putuskan bahwa Rumsi akan menikah dengan Heri.Tapi dia bukan sebagai layaknya seorang istri tapi lebih ke seorang pembantu apalagi Heri yang tidak berani mengakui jika janin yang ada dalam kandungan Rumsi adalah anaknya,hasil dari perbuatan bejatnya.
Setelah makan malam,mereka.segera pergi ke sebuah rumah yang di percaya Retno dan Bram untuk menikahkan Rumsi dan Heri.Sangat jauh dari rumah karena mereka tidak ingin mengambil resiko jika orang itu akan bercerita kesana kemari nanti.
Pukul sepuluh malam mereka sampai di rumah.Wajah Rumsi terlihat bahagia walau pernikahan nya tidak tercatat di negara namun dia tetap sudah menjadi istri Heri.Namun seketika wajahnya meredup saat Heri mengajaknya ke sebuah kamar yang berbeda dari kemarin.
"Kamu tidur disini ya,Tapi bersihin dulu!"Ucap Heri membuka sebuah ruangan yang terlihat seperti gudang di bagian pojok rumah itu.
Hati Rumsi berdenyut matanya melihat Heri seakan tidak percaya dengan apa yang dia dengar."Mas,apa kita akan tidur disini?"Tanya Rumsi bingung.
"Kita,tentu saja..bukan.Tapi kamu sendiri yang akan tidur disini!"Jawab Heri sambil menyunggingkan senyum sinisnya.
"Tapi kita sudah menikah mas,harusnya kita tidur satu kamar?"
"Ayolah Rumsi,apa aku juga harus menjelaskan bahwa sebenarnya aku menikahi mu hanya karena ingin menang taruhan?"Heri dengan santainya membeberkan tujuan nya menikah dengan Rumsi.
Bagai di tikam banyak pisau hati Rumsi sangat sakit mendengarnya.Bagaimana mungkin cinta yang selama ini di ucapkan Heri hanyalah sebuah taruhan.
Rumsi terisak,dia ingat dengan semua apa yang sudah di katakan orang tuanya.Sungguh ini buah dari anak pembangkang seperti dia.
"Mas,lalu anak ini?"Rumsi mengelus perut ratanya dengan berlinang airmata.
"Selama kamu betah disini maka aku akan membiayai anak itu.Tapi jika kau pergi dari sini maka itu urusan mu.Ingat pernikahan kita tidak tercatat di negara jadi kamu tidak bisa menuntut apa pun dari ku.!"
__ADS_1