
Rey terhuyung saat dia turun dari ranjang nya tapi Rey tetap melangkahkan kaki nya keluar untuk mencari Rumsi.
''Sweete!''Panggil Rey saat dia tiba di ruang tengah rumahnya.
Pak Jo yang kebetulan berada di sana pun menghampiri Rey''Maaf Tuan,Nona Rumsi belum di temukan.''Kata Pak Jo menjelaskan dengan kepala menunduk.
''Apa saja kerja kalian ha?Bagaimana hanya mencari wanita saja kalian tidak bisa?''Rey sangat marah rahang nya mengeras mata nya memerah lalu membanting semua yang ada di ruangan itu.
Pak Jo hanya diam tapi mata nya terus mengawasi apa saja barang yang sudah di hancurkan Rey.
''Damian!''Teriak Rey berang.
Damian yang baru saja tiba langsung berlari menemui Rey.
''Saya disini tuan.''Kata Damian.
Rey menatap Damian tajam''Suruh semua orang untuk pergi mencari Sweete,termasuk semua pelayan yang ada di rumah ini dan jangan ijinkan mereka masuk ke rumah ini jika sweete ku belum di temukan!''Kata Rey menekan ucapan nya.
Damian terdiam tapi dia tetap mengangguk lalu Damian meminta Pak Jo mengumpulkan semua pelayan rumah tanpa terkecuali.
Tak sampai lima menit semua pelayan sudah berdiri berjajar di hadapan Rey dengan menundukkan kepalanya.
''Aku perintahkan kalian untuk pergi mencari Rumsi,dan jangan kembali sebekum Rumsi di temukan!''Perintah Rey
''Sekarang pergi!''Bentak Rey.
Semua pelayan bergegas meninggalkan kediaman Rey dengan tergesa gesa walau mereka kebingungan harus mencari Rumsi kemana tapi mereka tetap melakukan nya.
''Kenapa kau masih disini pak Jo?''Tanya Rey dengan suara yang di tekan marah.
Pak Jo menatap Rey dengan mata tua nya.''Aku juga?''Tanya Pak Jo tidak percaya.
Damian tidak mengatakan apapun kecuali hanya melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
''Apa usia membuat mu tidak bisa mendengar dengan baik?''Kata Rey balik bertanya.
Pak Jo menatap Rey dia merasa sangat kesal dengan apa yang Rey katakan bahkan dihatinya kini dia merasa sangat marah pada Rumsi karena seumur hidup nya baru ini pertama kali nya Rey berkata kasar padanya.
Tanpa mengatakan apapun Pak Jo berbalik dan pergi begitu saja tapi Rey dan Damian bisa mengerti jika pak Jo sedang kesal padanya.
''Kau sudah mengatur semua nya Dam?''Tanya Rey setelah memastikan tidak lagi ada orang di rumah kecuali mereka berdua.
''Sudah tuan dan semua akan beres dengan sangat cepat!Kita bisa mulai dari sekarang.''Jawab Damian yakin.
Tak berselang lama sebuah mobil box masuk ke pekarangan rumah Rey.Terlihat beberapa orang turun kemudian masuk.
Entah apa yang Rey rencanakan,bahkan Damian tidak tahu dia hanya mengerjakan apa yang Rey perintahkan.
Tidak lama semua orang yang masuk tadi sudah selesai dengan pekerjaan mereka.
''Kami sudah selesai tuan.Rumah ini sudah aman kami juga menemukan ini di beberapa tempat di rumah ini.''Salah satu dari mereka memberikan temuan mereka yaitu sebuah cctv yang Rey dan Damian pastikan itu bukan milik mereka juga ada beberapa perekam suara.
''Bagus.Kalian boleh pergi!''Kata Rey tersenyum senang.
''Baik tuan.Tapi apa tuan sudah bisa memastikan siapa pelakunya?''tanya Damian penasaran.
''Kita perlu bukti yang kuat,aku tidak ingin dia lolos.Pastikan saat semua pelayan sudah kembali maka mereka tidak bisa keluar dari rumah ini!Apa kau paham maksud ku?''Tanya Rey menatap Damian.
''Ya tuan saya paham!''
Rey tersenyum puas,dia akan memastikan kali ini rumah nya aman dari mata mata Carlos atau siapa pun yang ingin menyakiti dirinya dan orang orang yang dia sayangi,kematian pak Saiful membuat nya mengerti jika selama ini dia cerobob tapi kali ini dia akan memperbaikinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di sebuah rumah yang jauh.
''Bagaimana cara nya kita kabur dari sini Rum?Kau lihat sendiri mereka menjaga kita seperti tahanan?''Kata Fero yang resah.
__ADS_1
''Jelas saja mereka menjaga kita dengan ketat karena kita di culik.''Ucap Rumsi yang heran dengan Fero.
Mereka mengecilkan suaranya agar tidak di dengar para penculi.
''Nona saat nya makan!''Kata salah seorang pria berperawakan tegap di belakang nya ada seoranv pelayan yang membawa makanan di meja dorong.
Rumsi dan Fero kembali merasa aneh karena sejak mereka di culik para penculik itu memberi mereka makanan yang lezat dan aneka menu bahkan mereka juga memberikan buah yang segar.
Mereka hanya tidak di ijinkan menggunakan ponsel saja bahkan pakaian mereka juga di siapkan.
''Silahkan Nona!''Kata pria itu sopan.
''Tunggu tunggu!''Fero menghentikan pria penculik yang akan keluar dan menutup pintu.
''Ada apa Nona?''Tanya pria itu.
Fero mendekati pria itu tapi tetap pada jarak aman''Katakan sebenarnya siapa yang menyuruh kalian untuk menculik kami?''Tanya Fero dengan nada kesal.
''Kau akan tahu jika waktu nya sudah tepat!''Pria itu berbalik dan menutup pintu meninggalkan Fero dan Rumsi yang bingung.
''Lihatlah entah siapa dan apa maksud penculik ini menculik kita?Mereka memenuhi kebutuhan kita dari mulai makanan bahkan pakain mereka siapkan semua.Sampai aku berpikir jika kita bukan di culik tapi sedang di pingit.''Kata Fero kesal tapi tangan nya mengambil apel yang tersedia di meja.
''Aku juga merasa aneh.Tapi mungkin ada sesuatu yang di rencanakan para penculik ini kau tahu kan aku sudah sangat berpengalaman soal di culik,tapi ini pertama kali nya di culik tapi tidak disakiti.''Kata Rumsi membuat Fero terkekeh.
''Hahaha kau benar.Kau sangat berpengalaman tapi aku sudah mulai bosan kau tahu aku suka kebebasan sementara kita disini walau di beri makan enak tetap saja judulnya kita di culik.''Fero kembali mengunyah apel di tangan nya dengan lahap.
''Benar,tapi aku yakin kalau Mas Rey dan Damian akan menyelamatkan kita!Kau tidak perlu khawatir yang penting kita harus tetap waspada jangan sampai mereka menyakiti kita!.''
Fero mengangguk ''Srmoga mereka cepat datang untuk membebaskan kita,aku takut mereka lupa pada kita Rum.''
''Tidak mungkin,Mas Rey pasti akan datang aku yakin!''
''Baiklah sekarang ayo kita cepat makan agar kita tetap kuat sampai mereka datang dan membebaskan kita dari kamar mewah ini!''Fero terkekeh dengan apa yang dia katakan sendiri.
__ADS_1
Rumsi juga ikut tersenyum dan mereka makan dengan lahap agar tetap bertenaga dan bisa bertahan sampai Rey dan Damian datang.
Bersambung..