Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 52.Meninggalkan rumah


__ADS_3

Bu Retno dan Prida yang terkejut menoleh ke asal suara ternyata pak Bram membanting sebuah vas bunga yang ada di sana.Dia merasa sangat kecewa dengan apa yang istrinya lakukan bahkan saat Rumsi sudah sangat menderita seperti ini istrinya masih saja tega menyuruh Heri untuk mencari Rumsi da menangih hutang benar benar keterlaluan.


"Papa sudah sangat muak dengan semua kejahatan yang mama lakukan pada Rumsi,sekarang dia sebatang kara ibunya meninggal karena perbuatan mama dan Bapaknya juga sampai sekarang masih harus dirawat tapi mama sama sekali tidak punya hati nurani dan malah menyuruh Heri untuk mencari Rumsi ke kota."Geram Pak Bram menahan emosi nya.


"Itu semua salah dia yang sudah menjebak Heri anak kita,kalau perempuan itu tidak menjebak Heri pasti sekarang dia sudah menikah dengan Sella dan karena perempuan itu juga Heri batal menikah dengan nya."Ucap Bu Retno yang tidak mau kalah.


Rahang pak Bram mengeras sangat sulit memberi pengertian pada istfinya yang sangat keras kepala itu.


"Itu bukan kesalahan Rumsi tapi kesalahan Heri sendiri ma!"Pak Bram memijit pelipisnya yang mulai berdenyut.


"Tapi kak Heri yang taruhan sama teman teman nya untuk mendapatkan Rumsi ma.Bukan Rumsi yang menjebak kak Heri,mama tidak sadar jika sebenarnya disini korban nya adalah Rumsi dan keluarganya bukan kak Heri!"Prida ikut mengungkapkan apa yang ada dihatinya karena dia juga tahu jika mama nya salah.


Bu Retno tidak terima dengan apa yang di katakan Prida"Diam kamu,kamu tahu apa tentang salah dan benar?Mama yakin jika Rumsi yang sudah menjebak Heri karena ingin agar hutang bapaknya di anggap lunas ya pasti itu tujuan nya!"Bu Retno merasa sangat yakin dengan apa yang dia pikirkan.


"Terserah mama saja.Papa akan pergi sampai mama sadar jika apa yang mama lakukan ini salah.Prida jika kamu mau tinggal tidak apa apa tapi saran papa sebaiknya kamu ikut papa karena papa tidak mau kalau pikiran kamu juga terpengaruh dengan mama kamu!"Pak Bram akhirnya memutuskan untuk pergi dulu dari rumah agar istrinya bisa menyadari kesalahan nya.


"Terserah jika papa mau pergi,kamu Prida jika mau ikut dengan papa kamu sana ikut saja mama tidak peduli karena kalian sama sekali tidak mau membela mama dan hanya membela anak kampung itu saja hanya Heri yang mengerti apa yang mama pikirkandan apa yang mama mau!"Bu Retno tetap keras kepala dan merasa benar sendiri.


Prida akhirnya memutuskan ikut dengan papanya dari pada nanti menjadi sasaran mamanya.

__ADS_1


"Prida ikut papa."Jawab Prida.


"Sana pergi sana!paling dua tiga hari kalian pulang lagi!"Tantang Bu Retno.


Pak Bram menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan sikap keras kepala istrinya.Yang membuat pak Bram marah adalah istrinya tega membohongi dia,hal itu membuatnya kecewa.


"Baik ma.Papa akan pergi semoga mama bisa menyadari kesalahan mama dan semoga disana Heri tidak kenapa napa.Papa tidak peduli."Pak Bram pergi meninggalkan istrinya yang masih berdiri sambil menatap dirinya.


"Halahhhh..gaya gaya mau pergi.Kita lihat berapa lama huh.."Sombong Bu Retno.


Sambil menunggu suaminya dan Prida bersiap Bu Retno menyeruput teh yang baru saja di buat nya.Tak lama datang lah suami dan Prida mereka membawa koper yang cukup besar,alis bu Retno mengeryit.


"Wah,,seperti nya kalian akan pergi dan tidak akan kembali?Tapi mama tidak yakin pasti kalian hanya menggertak mama saja,mana mungkin kalian bisa lama lama berpisah dari mama."Ucap bu Retno penuh dengan kepercayaan diri.


Mata Bu Retno melotot"Apa maksud papa bicara seperti itu hah?"Berang bu Retno.


"Ya siapa tahu saat papa dan Prida di luar nanti ada wanita yang baik dan perhatian pada kami maka papa tidak janji akan setia sama mama apalagi jika mama masih keras kepala seperti ini!"


"Tidak akan ada wanita lain yang mau sama papa!Papa seperti sekarang juga karena harta peninggalan keluarga mama."Sombong bu Retno.

__ADS_1


"Sudah lah pa.Ayo kita pergi,biar mama bisa merenungi kesalahan nya!"Ajak Prida.


Pak Bram mengangguk dan menarik kopernya keluar dari rumah,sementara bu Retno mendengus seraya memalingkan wajahnya tidak ingin melihat suami dan anak nya pergi.


"Mama bahkan tidak menoleh."Lirih Prida.


"Biarkan saja,kali ini kita harus tegas sama mama kalau tidak maka mama akan semakin semena mena sama orang lain!"Ucap Pak Bram.


"Iya papa benar tapi apa yang papa katakan tadi sungguh sungguh jika papa tidak akan setia sama mama jika mama tidak berubah?"Tanya Prida khawatir.


"Papa hanya berusaha membuat mamamu mengerti akan kesalahan nya bisa membuat dia kehilangan orang orangbyang dia sayangi.Mungkin dengan begitu mamamu akan sadar."Jawab Pak Bram,dia hanya berusaha membimbing istrinya karena itu adalah tanggung jawab nya sebagai seorang suami.


Mereka menaiki taksi untuk mencari rumah yang bisa mereka sewa untuk sementara waktu sampai bu Retno sendiri yang meminta mereka kembali.


Dirumah bu Retno tampak biasa saja,padahal saat ini dia hanya sendiri di rumah karena art yang dulu pernah bekerja sudah berhenti dan tidak bekerja lagi.


"Heri kemana ya?Kenapa sampai sekarang dia belum juga memberi kabar mamanya,Apa dia tidak tahu jika aku sangat khawatir dengan nya?"Gumam bu Retno yang masih memikirkan Heri.


"Apa sebaiknya aku pergi menyusul Heri saja ke kota ya?Ahh tapi aku tidak tahu harus mencarinya kemana atau aku temui dulu teman teman nya?Aku akan menyuruh mereka untuk mencari perempuan yang bernama Fero itu untuk memberi tahu dimana alamat Rumsi baru setelah itu aku akan menyusul Heri."Bu Retno tersenyum bahagia karena mendapat ide yang menututnya sangat cemerlang walau pun dia belum tahu bagaimana cara nya mencari teman teman Heri dan dia juga tidak tahu nomer ponsel mereka .

__ADS_1


"Tidak masalah,aku pasti bisa menemukan mereka apalagi sekarang papa tidak ada dirumah maka aku akan semakin mudah untuk mencari tahu bagaimana kabar Heri."Gumam bu Retno tersenyum senang,dia sama sekali tidak memikirkan suami dan anak nya Prida.


Tanpa banyak berpikir lagi Bu Retno segera menenteng tasnya dan keluar untuk mencari keberadaan teman teman Heri kalau perlu dia akan mendatangi rumah Yoga.


__ADS_2