
Motor Heri segera membelah jalanan .Mencari pedagang bakso yang ada tidak terlalu jauh.Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam namun kedua nya tenggelam dalam pikiran masing masing.
"Sayang kita makan di situ saja ya?"Ajak Heri yang melihat ada pedagang bakso keliling.
"Iya mas.Terserah mas Heri saja."Pasrah Rumsi
Heri menepikan motornya di dekat pedagang bakso.Dengan menggandeng tangan Rumsi,Heri memesan dua mangkok bakso.Bahagia sangat dirasakan Rumsi beberapa hari ini setelah dia menjadi pacar Heri.Bagi Rumsi,Heri sangat perhatian,penyayang dan sangat sopan.
Rumsi tidak pernah tahu jika kehancuran hidupnya baru akan di mulai.
"Sayang,kamu seneng gak bisa jalan berdua sama mas kayak gini?"Tanya Heri
"Iya mas.Rum senang sekali,makasih ya mas"
Heri yang mendengar ucapan tulus Rumsi hanya menyunggingkan senyum nya.
Dua mangkok bakso sudah tersedia,walau makan di pinggir jalan tapi rasa nya dunia milik berdua.Karena di nikmati hanya berdua saja dengan kekasih.
Tak butuh waktu lama dua mangkok bakso sudah berpindah ke dalam perut mereka."Sayang jika aku minta sesuatu,apa kamu mau memberikan nya?"Tanya Heri setelah bakso mereka habis.
"Memang nya mas mau minta apa sama Rum?Rum gak punya apa apa mas!"Jawab Rum menunduk.
"Kamu punya apa yang mas mau kok,cuma mas khawatir Rum gak mau ngasih ke mas."Wajah Heri terlihat murung padahal itu adalah siasatnya karena Rumsi orang yang tidak tegaan.
Benar saja Rumsi yang melihat wajah murung Heri menjadi tidak tega."Katakan saja mas!Mas mau Rumsi kasih apa?"Tanya Rumsi memandang mata Heri.
"Nanti saja deh.Saat kita ketemuan di hari minggu.Tapi Rum janjikan mau ngasih apa yang mas minta?"Tanya Heri
Rumsi tampak berfikir apa yang akan di minta kekasih nya ini.Karena uang dia juga tak punya kecuali uang yang beberapa hari ini di berikan Heri padanya.Rasa nya tidak mungkin Heri akan memintanya kembali.
"Rumsi akan usahakan mas."Jawab Rumsi akhirnya.
"Baiklah ,sekarang kita pulang dulu ya!Nanti kelamaan dan kamu di cari sama orang tua mu"Ajak Heri.
Tentu saja Rumsi setuju saja karena jujur saja dia takut.
Seperti biasa Heri akan menurunkan Rumsi di pertigaan agar tidak ketahuan bapak nya Rumsi.Heri juga tidak ingin rencana nya gagal sebelum dia mendapatkan moge nya.
"Besok kita ketemuan ya.Di jalan sana jam sembilan.Mas tunggu!"
"Iya mas."
Rumsi melanjutkan pulang dengan berjalan kaki sementara Heri pulang ke rumah nya.
__ADS_1
"Bu..Rum pulang."
"Sudah pulang nak?"Tanya Bu Naila
"Iya bu.Maaf Rum telat lagi"
"Iya gak apa apa.Yang penting kamu belajar sungguh sungguh!"Jawab Bu Naila
"Iya bu.Oh ya bu besok Rum ijin mau kerja kelompok sama temen temen Rum boleh?"Tanya Rumsi sekalian
"Kok tumben?"Tanya Bu Naila memandang anak nya
"Iya bu.Ada beberapa pelajaran yang harus di bahas."
"Di rumah siapa nak?"
"Di rumah zara bu."Bohong Rumsi
"Oh ya sudah nanti ibu bilang sama bapak dulu ya."Jawab ibu nya
Dian yang muncul dari belakang sangat senang melihat kakak nya sudah pulang sekolah.
"Kak Rum."Dian menghampiri kakak nya dan memeluknya.
"Loh Dian kamu sudah pulang?"Tanya Rumsi yang juga senang karena rumah tidak akan sunyi lagi.
"Tadi Dian kayak lihat orang yang mirip kakak sedang makan bakso di pinggir jalan.Itu kakak bukan?"Tanya Dian,wajah nya tampak sangat penasaran.
Rumsi gugup,bagaimana dia bisa lupa kalau hari ini Dian pulang dan kenapa bisa kebetulan Dian melihat dia makan bakso.
"Mungkin cuma mirip kakak saja."Hanya itu yang keluar dari mulut Rumsi.
"Iya Dian.Mungkin kamu salah lihat soalnya kakak mu ini kan uang jajan nya terbatas,mana mungkin dia makan bakso apalagi tempat nya agak jauh."Ibu Naila ikut menimpali
"Ya mungkin."Dian juga ragu itu kakak nya,tapi dia memang melihat kalau orang itu sangat mirip dengan Rumsi kakak nya.
Rumsi sangat berdebar malam ini pasalnya,kali ini dia akan berbohong pada bapak nya.Selama berpacaran dengan Heri Rumsi mempunyai keahlian baru yaitu membohongi orang tuanya.
"Benar nak,besok kamu mau kerja kelompok di rumah Zara?"Tanya pak Saiful saat melihat Dian dan Rumsi belajar.
"Iya pak.Apa boleh ?"Tanya Rumsi ragu
"Iya,bapak ijin kan.Belajar yang benar ya biar jadi orang sukses tidak seperti orang tua mu ini."Pesan pak Saiful
__ADS_1
Rumsi hanya mengangguk dan tersenyum kecut."Maafkan Rumsi pak.Tapi Rum janji akan belajar sungguh sungguh agar bisa membahagiakan bapak dan ibu."Batin Rumsi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yang membuat Rumsi berdebar debar pun tiba,Rumsi sedang bersiap dengan membawa tasnya dan beberapa buku agar orang tuanya percaya.
Tepat jam sembilan Rumsi sudah sampai di tempat temu janji nya dengan Heri.Rumsi yang melihat senyum Heri pun seakan lupa rasa bersalah nya pada orang tuanya.
"Sudah?"Tanya Heri
"Sudah mas."jawab Rumsi
Mereka berdua pergi berkeliling dengan motor Heri,membeli makanan dan membawanya ke markas Heri.
"Kok sepi mas,teman teman mas gak ada?"Tanya Rumsi heran
"Iya mereka hari ini gak bisa ngumpul karena punya urusan sendiri dengan pacar mereka"
Rumsi hanya membulatkan mulut nya saja,tapi tangan nya menyiapkan makanan ringan yang tadi mereka beli.
"Sayang.Sini dong!"Heri menarik lembut tangan Rumsi agar duduk di dekat nya.
"Ada apa mas?"Tanya Rumsi gugup karena kini dia duduk sangat dekat dengan Heri.Jantung nya berdebar sangat kencang bahkan seakan ingin keluar menembus dada nya.
Heri m*****p lembut tangan Rumsi.Rumsi yang masihbpolos pun memerah wajahnya antara malu dan rasa canggung.
"Sayang,apa kamu mau memberikan apa yang mas minta?"Tanya Heri sambil menatap wajah Rumsi.
Sementara Rumsi yang di tatap,wajah nya semakin memerah malu.
"Memang mas mau minta apa?"Tanya Rumsi
"Mas cuma mau minta bukti kalau kamu juga cinta sama mas."Ucap Heri yang masih memandang wajah Rumsi.
"Bukti?Maksud mas gimana?"Rumsi masih bingung dengan permintaan Heri yang berbelit belit.
"Mas mau kamu Rum?Mas tidak mau kalau ada laki laki lain yang memiliki kamu?"
"Rumsi cinta sama mas dan tidak ada laki laki lain mas."Jawab Rumsi
"Tapi mas perlu bukti."
Rumsi mulai paham kemana arah pembicaraan Heri.Bukti yang diminta Heri sangat sulit untuk di wujudkan Rumsi tapi dia juga mencintai Heri.
__ADS_1
"Tapi Rum takut mas"Rumsi ragu
"Kamu gak usah takut sayang,mas akan bertanggung jawab.Mas cinta sama kamu dan gak mau kalau kamu berpaling.Mau ya?Sekali saja."Heri mulai mendekat kan wajah nya ke wajah Rumsi