
Bughh
Damian menutup pintu mobil nya dengan sangat keras membuat Fero terkejut,Damian menyalurkan emosinya pada pintu yang tidak berdosa itu dia tidak peduli jika pintu itu terlepas atau tidak dari pada dia harus memukul Fero.
''Jangan banyak bicara atau aku akn mencium mu nanti!''Ancam Damian tidak main main lagi.
Fero melotot tapi tetap mengunci mukut nya rapat rapat karena takut jika Damian benar benar akan mencium nya.
''Bagus ,kenapa tidak dari tadi saja aku mengancamnya begitu!''Batin Damian yang kini merasa sangat nyaman karena Fero diam saja samapai mereka tiba di kampus.
''Ayo,tuan Rey dan Rumsi sudah menunggu kau yang sangat lama''Ucap Damian ketus.
Fero membuka mulut nya ingin membalsa ucapan Damian tapi mata Damian terbuka lebar membuat Fero kembali menutup mulut nya rapat rapat.Dengan kesal Fero mengikuti Damian dari belakang,beberapa wanita melihat Damian dengan pandangan yang memuja karena mengagumi ketampanan Damian.Sementara Fero terus komat kamit di belakang Damian.
''Lama!''Kata Rey sesaat Damian dan Fero tiba.
''Maaf Tuan.Ini semua karena cewek lemot ini!''
Fero melotot entah sudah berapa kali Damian mengumpatnya dan Membuat nya kesal.
''Awas saja aku akan membalas mu nanti!''Batin Fero.
Rumsi tersenyum melihat Fero yang bersungut sungut bahkan sampai mereka sedang belajar pun wajah Fero masih terus cemberut.
''Sudahlah jangan terlalu benci dengan tuan Damian nanti kau akan sangat mencintai nya.''Goda Rumsi.
''Iss amit amit..''Fero mengetuk kepala dan meja nya bergantian dengan wajah jelek.
''Hahahaha...''Rumsi tertawa melihat nya.
Tidak terasa jam mata pelajaran berakhir,Fero mengajak Rumsi ke kantin Kampus mencicipi makanan yang ada disana sekaligus tour kampus.
''Terserah kamu aja,aku ikut!''jawab Rumsi.
Mengambil tempat di sudut membuat mereka bisa melihat luasnya kampua mereka.Rasanya sangat senang bisa kuliah di tempat yang elit seperti ini dan semua ini karena Rey yang sudi membantunya.
''Ada apa Rum?''Tanya Fero yang melihay Rumsi terus memandang keluar jendela kaca luas itu.
__ADS_1
''Aku hanya berpikir betapa bodoh nya saat circle yang kita percaya ternyata mengkhianati kita justru yang kita anggap jahat ternyata dia tidak seperti kelihatan nya.Kita hanya akan menjadi si bodoh yang malang.''Jawab Rumsi tanpa melihat Fero.
Fero mengangguk setuju karena Rumsi pernah ada di posisi itu.
''Aku mau pesan makanan dulu ya!''Fero meninggalkan Rumsi sendirian disana.
Rumsi terus menatap keluar jendela kaca kantin kampus,dia terus menerawang''Hidup ku kini mulai membaik setelah semua kepahitan yang kulewati bahkan mengorbankan orang yang sangat ku sayangi,semoga saja ini tidak akan berakhir.''Batin Rumsi dalam hatinya.
Srrrekkk..
''Sendirian saja,boleh aku duduk disini?''Suara pria asing memgejutkan Rumsi.Dia tidak langsung menjawab tapi mata nya justru melihat ke kanan dan ke kiri mencari Fero yang belum juga kembali.
Rumsi menatap pria tampan yang kini sudah duduk di hadapan nya.
''Emm tapi itu tempat duduk teman ku.Dia sedang memesan makanan.''Jawab Rumsi merasa tidak nyaman.
''Oh,,baiklah aku akan pergi jika teman mu sudah datang nanti.Perkenalkan namaku Rama.''Rama mengulurkan tangan nya tapi Rumsi tidak segera menyambut uluran tangan Rama.
Rama mengerlingkan matanya sambil tersenyum tapi Rumsi justru merasa sangat tidak nyaman.
''Siapa dia Rum?Baru sebentar aku meninggalkan mu sudah ada cogan aja yang nyamperin.''Ucap Fero tanpa basa basi.
Rama tersipu mendengar perkataan Fero''Perkenalkan namaku Rama .''Rama kembali mengulurkan tangan nya pada Fero tentu saja Fero langsung menyambut uluran tangan Rama.
"Namaku Fero,senang berkenalan dengan mu.''Jawab Fero.
''Lalu siapa namamu?''Rama kembali mengukurkan tangan nya pada Rumsi tapi sama seperti tadi Rumsi tidak menymbut uluran tangan Rama.
''Nama nya Rumsi,tapi maaf kau tidak boleh dekat dekat dengan nya apa lagi menyetuhnya.''Kata Fero sambil mengunyah makanan nya dan sesekali melihat reaksi Rama.
Rama menatap Rumsi dengan penuh pertanyaan''Kenapa?''Tanya Rama akhirnya karena penasaran.
Sementara Rumsi sendiri hanya diam,memakan makanan nya tanpa berani melihat wajah Rama '-Terserah kau saja Fer. Urusan Rama biar kau yang menyelesaikan nya.Bukan kah itu tugas mu?Hahaha...''Batin Rumsi tertawa.
''Dia alergi dengan laki laki''Jawab Fero asal.
Rumsi yang mendengar ucapan Fero hampir tersedak makanan nya.
__ADS_1
''Masa sih?Apa ada alergi seperti itu?''Tanya Rama yang menanggapi serius perkataan Fero.
Fero tertawa dalam hati nya sementara Rumsi sedikit kesal dengan Fero yang mengatainya alergi pria.
''Iya tapi alergi nya agak aneh,sebab jika ada yang dekat dengan nya atau menyentuh nya maka bukan kulit Rumsi yang terluka tapi kulit tubuh pria yang mendekatinya yang akan memar memar.''Jawab Fero dengan mimik wajah yang di buat serius walau sambil mengunyah makanan nya yang tinggal separu.
Rama mengerutkan alisnya semakin intens menatap Rumsi yang menyendok makanan nya dengan santai.
''Apakah benar begitu Rum?''Tanya Rama memastikan.
''Emm ya,seperti itulah kira kira.''Jawab Rumsi pasrah.
Rama tidak mengatakan apapun tapi dia terus melihat Rumsi dia merasa jika Rumsi baik baik saja tapi tidak ada salah nya untuk hati hati bagaimana jika memang benar begitu.
''Emm baiklah,sampai jumpa lagi ya!''Rama pamit karena masih ada kelas yang harus dia hadiri.
''Kau ini,bagaimana mungkin mengatakan bahwa aku punya penyakit alergi?''Tanya Rumsi dengan nada kesal.
''Rum,apa yang aku katakan itu tidak salah.Coba saja kau dekat dengan pria pria itu maka pasti tubuh mereka akan memar karena mendapat bogem dari para bodyguard yang terus mengawasi kita.''Fero memiringkan kepalanya sebagai kode jika mereka terus di awasi oleh dua orang suruhan Rey.
Benar saja saat Rumsi melihat ke arah yang di tunjuk Fero ada dua orang pria yang sedang mengawasi mereka.
''Kenapa jadi seperti ini ya?Rasanya aneh saja jika kita terus di awasi seperti itu.''Kata Rumsi yang belum terbiasa.
''Tuan Rey tidak ingin kau mendapat masalah seperti kemarin.Bagaimana jika ada anak buah Daddy nya Clara yang ingin berniat jahat?Jika seperti ini maka Tuan Rey akan merasa sedikit tenang.''Jawab Fero
''Ya kau benar juga,aku hanya belum terbiasa saja.''
''Hemm,Makanan disini enak juga ya?Jika begini aku bisa gagal diet.''Kata Fero
''Tak usah diet,tuan Damian tetap akan menerimamu apa ada nya.''
''Ahhh Rumsi.....!!!''
Mereka tertawa bersama seperti tidak ada beban sama sekali.
Bersambung
__ADS_1