Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 75.Nasihat Fero


__ADS_3

Rumsi termenung di kamar nya,dia terus memikirkan tentang ajakan menikah dari Tuan Rey hari ini.Di satu sisi dirinya dia sudah banyak berhutang budi pada Rey tapi disisi lain dirinya tidak mencintai Rey hal itu yang membuat Rumsi bingung harus menjawab apa jika menolak pasti Rey akan kecewa tapi jika menerima apakah mereka bisa hidup bahagia tanpa cinta.


Fero memperhatikan Rumsi yang sedari tadi hanya diam bahkan sampai tidak menyadari jika dirinya kini sudah berada di dalam kamar Rumsi.


''Ada apa Rum?Kau terlihat tidak baik baik saja?''Tanya Fero mengguncang bahu Rumsi.


''Hah..Ada apa?''Tanya Rumsi balik yang kaget.


''Astaga kau melamun sampai kau kaget?''Fero menggelengkan kepalanya melihat sikap Rumsi.''Jika kau punya masalah kau bisa cerita dengan ku jangan di pendam sendiri!Ingat Rum kejadian beberapa waktu lalu sudah membuat kami takut jangan kau ulangi lagi!''Kata Fero menasehati Rumsi.


Rumsi menatap Fero sebentar lalu kembali membuang pandangan nya''Maaf aku tidak bermaksud membuat kalian khawatir.''


Fero menghela nafasnya pelan''Kau tidak bersalah jadi tidak perlu minta maaf.Tapi jika ada yang kamu pikirkan dan ingin berbagi maka katakan padaku ya!Kita ini sahabat yang seperti saudarakan?"Kata Fero seraya tersenyum menatap Rumsi.


Rumsi pun membalas senyuman Fero dan memeluknya''Ya kau sahabat terbaik yang sudah ku anggap sebagai saudaraku.''


''Ya sudah sekarang katakan padaku apa yang membuatmu melamun seperti itu?''Fero sedikit memaksa karena Rumsi memang orang yang sulit terbuka jika ada masalah.


''Emmm pak Rey memintaku untuk menjadi istrinya dan aku bingung harus menjawab apa?''Akhirnya Rumsi menyerah dan mengatakan apa yang dia pikirkan pada Fero.


''Waahhh Rumsi kau sangat beruntung.Kau akan menjadi istri seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan terbesar..Wahhh...''Celoteh Fero membayangkan sahabat nya menjadi istri Rey gardana.


Bugghhh.


Auwwhhh


''Aku masih bingung mau menjawab apa Fero?Kau sudah membayangkan yang lain lain.''Kata Rumsi cemberut memeluk kembali bantal yang tadi dia gunakan untuk memukul Fero.


''Memang nya apa yanv membuatmu berpikir lama?Apa karena dia yang sudah membunuh suamimu?''Tanya Fero serius.


''Tidak.Dia melakukan itu karena di paksa oleh keadaan tapi yang menjadi masalah sekarang aku tidak mencintainya.Lagi pula apa kata orang nanti?Semua orang akan mengatakan jika aku sengaja menjerat pak rey dan yang alasan yang paling utama adalah aku masih takut menjalin hubungan kau tahu sendiri cinta pertama ku membawa penderitaan panjang untuk ku dan orang orang terdekat ku termasuk kau Fero.''Rumsi menghapus sudut matanya yang mulai basah.

__ADS_1


Fero memeluk Rumsi lembut dia tahu apa yang Rumsi alami sangat lah berat karena cinta buta nya membuat dia kehilangan banyak hal termasuk ibunya.


''Tidak semua orang sama seperti Heri,Sejauh ini pak Rey sangat baik dengan kita bahkan tidak pernah sekalipun dia mengeluh tentang biaya yang sudah dia keluarkan untuk kita.Dan aku rasa kau tidak akan butuh waktu lama untuk bisa mencintai nya,lihat lah wajah nya tampan, body nya wow..Ahhh Rumsi pokok nya sempurna deh.''Fero memejamkan matanya seakan membayangkan tubuh Rey di balik kemeja yang selalu dia kenakan.


''Fero mesum..''


Bugghhhhh


Rumsi kembali memukul Fero menvgunakan bantal yang dia peluk.


''Rumsi jangan terus memukul ku!''


Rumsi tertawa melihat Fero yang memajukan bibirkan nya karena merasa kesal terus di pukul.


''Maaf...''


''Lalu bagaimana sekarang?''Tanya Fero kembali dengan mode seriusnya.


''Terkadang lebih baik di cintai dari pada mencintai Rum.Kita ambil pelajaran dari kau dan Heri sendiri,kau sangat mencintainya hingga tidak mau mendengar nasehat dari siapapun dan akhirnya kau menderitakan?Dan sekarang ada pria yang menawarkan cinta nya padamu apa menurut mu dia kan membuat mu kecewa setelah semua yang dia lakukan untukmu?''Tanya Fero balik.


Rumsi seperti kembali ke masa lalu dia mengingat kembali bagaimana dia mengabaikan semua nasehat dari orang tuanya dan juga peringatan dari Fero bahkan sempat menuduhnya ingin merebut Heri darinya.


''Baiklah kau pikirkan baik baik apa yang menurut mu terbaik untuk semuanya dan juga yang terbaik untuk dirimu sendiri jangan menerima pak Rey jika kau hanya ingin membalas budi karena itu akan membuat nya sangat kecewa kau mengerti kan?''


Rumsi mengangguk paham dengan maksud Fero.


''Baiklah aku akan keluar,jangan lupa istirahat!''Fero meninggalkan Rumsi sendiri karena bagaimana pun keputusan tetap ada di tangan Rumsi sendiri mau menerima atau menolak itu sepenuhnya hak Rumsi.


Sama seperti Rumsi,di kamar nya Rey juga sedang duduk termenung sendiri dia kembali mengingat kejadian tadi ''Apa aku terlalu buru buru dan terkesan memaksa?Bagaimana jika dia justru takut padaku?''Gumam Rey pelan.


''Apa yang harus aku lakukan sekarang ?haruskan aku meminta maaf padanya karena memaksanya?Ahhhh ini semua karena Damian yang bersikap kurang ajar padaku.Seperti nya dia mau di potong gajinya.''Rey terus merah marah tidak jelas di kamarnya berjalan mondar mandir yang justru membuat kepalanya sendiri pusing.

__ADS_1


Tokkkk...


Tokkkkk...


''Kakak boleh Dian masuk?''


Rey tersenyum mendengar suara Dian.Sekarang Dian tidak lagi canggung padanya dan lagi Rey juga sudah menjelaskan kenapa dia tidak jadi mengumkan jika Dian adalah adiknya dan alasan itu di terima Dian dengan baik.


''Masuk saja!''Jawab Rey.


Setelah mendengar jawaban kakak nya Dian mendorong pintu dengan perlahan tersenyum menampilkan deretan gigi putih nya.


''Ayolah jangan tersenyum seperti itu!''Ucap Rey geli.


''Kakak belum tidur?''Tanyq Dian berbasa basi.


''Kakak pria dewasa yang tidak masalah jika tidur sedikit malam.Dan kau sendiri kenapa jam segini bukan nya tidur di kamar mu malah berkeliaran seperti ini?Ada apa?''Tanya Rey membelai rambut adiknya.


''Aku melihat hari ini kak Rumsi banyak melamun,apa dia baik baik saja kak?''Tanya Dian dengan polosnya.


Rey tersedak ludah nya sendiri mendengar pertanyaan Dian,itu artinya ajakan menikah dari nya membuat Rumsi kepikiran dan kini Rey merasa bersalah karena nya.


''Kak.Kakak kenapa jadi melamun seperti kak Rumsi?''


''Ahhh..Tidak kakak hanya berpikir kenapa ya dia melamun?''Rey tampak sedang berpikir untuk mengelabui Dian,tidak mungkin mengatakan pada Dian jika Rumsi melamun karena ulah nya.


Dian menatap kakak nya''Apa kak Rumsi teringat ibu?Biasa nya jika melamun begiti kakak sedang ingat ibu,atau ada hal lain?''


Rey mengendikkan bahunya tanda tidak mengerti.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2