Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 91.Hukuman untuk Carlos.


__ADS_3

Wajah Carlos pias saat melihat ternyata Rey yang telah masuk dan membuat semua anak buah nya terkapar,semua ini di luar rencana nya.


''Apa yang kau pikirkan paman?Apa kau berpikir jika aku tidak akan pernah mengetahui semua kebusukan mu?''Tanya Rey yang duduk serta menyilangkan kaki nya bak dialah pemilik rumah itu.


''Apa maksud mu Rey?''Tanya Carlos seakan akan dia tidak mengetahui apapun.


Rey berdiri tetap dengan gaya nya tangan kanan nya yang di masukkan ke dalam saku celana nya,ketenangan nya membuat Carlos sangat waspada.''Pertama kau membunuh kakek ku lalu kedua orang tuaku kemudian kau juga menghabisi calon mertuaku paman pikir aku tidak tahu dan hanya akan menjadi anak kecil?''


Carlos tersenyum''Jadi kau sudah tahu itu semua ulahku?itu artinya Jo sudah tertangkap,hahaha aku tahu pria itu memang bodoh pantas jika adikku menolak cinta nya karena dia sama sekali tidak layak.''Cibir Carlos.


''Kau memang licik paman.Kau memanfaatkan kepolosan dan cinta besar pak Jo hingga dia menjadi jahat sama sepertimu!Tapi semua akan segera berakhir,dia sudah mendapat hukuman nya dan sekarang giliran mu!''Jata Rey geram.


Rey mengayunkan kaki nya menendang perut Carlis sebelum dia sempat mengarahkan senjatanya kepada Rey.


Bughhh


''Ini tidak sepadan dengan apa yang telah kau lakukan paman.Tapi aku juga tidak ingin mengotori tangan ku.''Kata Rey dia mengendikkan dagunya.Kemudian beberapa pria datang dan memegang Carlos yang tidak bisa melawan.Carlos bukan lah pria yang pandai bela diri dia hanya menggunakan otak nya untuk melumpuhkan lawan nya jadi Rey tidak kesulitan untuk meringkus Carlos.


Mata Carlos berkikat marah.''Kau jangan senang dulu Rey,kau hanyalah seorang bocah kemarin sore bahkan kau tidak tahu apa apa dan bagaimana nasib kekasihmu itu.''Ejek Carlos dengan senyum yang mengembang.


''Hemm paman paman,apa kau pikir aku sangat bodoh?Dia baik baik saja dan saat ini dia sedang menikmati makan malam yang lezat,paman kau perhatian sekali.''Jawab Rey terkekeh.


Mata Carlos melebar''Ja..Jadi maksud mu?''Tanya Carlos tergagap.


''Ya dia baik baik saja.Semua ini rencanaku agar aku bisa menemukan siapa saja yang terlibat dalam kematian calon mertuaku tapi beruntung nya aku karena aku bisa menemukan siapa dalang nya bahkan pembunuh orang tuaku.''


''Bedebah!''Maki Carlos.


''Syuutt jangan bicara kasar pada ku paman karena aku juga bisa marah bahkan lebih ganas dari yang kau bayangkan!''Ucap Rey tenang.


''Kau dan papa mu memang sama sama bajingan Rey.Kalian sama saja hanya bisa menyakiti wanita dan membuat mereka menderita.Aku tidak akan mengampuni mu!''Carlos memberontak,berusaha melepaskan dirinya dari cekalan bodyguard Rey.


Entah kekuatan dari mana tiba tiba saja Carlos mampu lepas dari anak buah Rey dan lari menerjang Rey yang berada di hadapan nya.

__ADS_1


Carlos kemudian menarik kerah baju Rey dengan sangat marah, beberapa bodyguard ingin menarik Carlos tapi Rey menghentikan mereka dengan tangan nya.


''Aku tidak akan membiarkan kau hidup Rey,aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri!''Rey ingin memukul Rey dengan tinjunya tanvan nya terayun ke atas.


''Daddy!''Suara seorang wanita yang sangat familiar menghentikan aksi Carlos.Tangan nya tetap berada di atas.


''Daddy..''Lirih suara itu semakin serak.


''Cla..Clara...!''Carlos melepaskan Rey dan berbalik mencari sumber suara tapi dia tidak menemukan putri kesayangan nya.


''Clara dimana kau nak?''Tanya Carlos mencari keberadaan Clara,dia berlari ke luar tapi tidak ada dan kemudian Carlos kembali masuk.


''Dimana..dimana Clara?''Tanya Carlos dengan wajah yang panik.


Rey kini sudah duduk kembali di sofa empuk milik Carlos,dia hanya mengamati reaksi Carlos yang panik dan kebingungan seperti ini memang yang Rey harapkan.


''Clara!''Panggil Carlos dengan suara lantang.


''Kau berisik sekali paman,dia tidak akan mendengar nya karena Clara tidak berada disini!''Kata Rey sambil tangan nya seolah olah mengorek telinganya sendiri merasa berisik.


''Apa kau ingin bertemu dengan nya sebelum kau mati?''Tanya Rey.


Mata Carlos melebar dia sangat marah,ini bukan rencana nya kenapa dia yang kalah seharusnya Rey yang berlutut di kaki nya bukan dia yang tersudut seperti ini.


''Jaga bicaramu Rey.Jangan berani mengancamku!''Bentak Carlos.



''Hahahaha bagaimana rasanya paman?Jika biasa nya kau yang menekan maka hari ini kau akan tahu bagaimana rasanya di tekan.Begini saja aku memberimu pilihan kau ingin mati dengan cara ku atau kau ingin mati dengan sendiri nya.Tapi ....Sebenarnya aku ingin kau memikih mati di tangan ku agar aku puas menyiksamu!''


''Jangan mimpi Rey.Aku tidak akan memilih apapun karena aku yang akan membunuhmu!''Carlos terus meronta tapi kali ini dia terus gagal.


''Aku yakin kau tidak akan mampu.''Jawab Rey.

__ADS_1


''Dam..''Panggil Rey.


Damian datang dengan membawa sebuah botol berisi pil yang entah apa gunanya.Carlos menatap botol itu dengan was was.


''Matilah dengan menelan sendiri pil itu atau kau mati tersiksa di markas ku?''


''Tidak,aku tidak akan memilih apapun karena kau yang mati bukan aku!''


''Daddy..Hiks..!''Suara Clara terdengar lagi kali ini lebih seperti rintihan kesakitan


''Clara...''Lirih Carlos lemah.


''Dad..Tolong Clara..Hiks mereka menyakiti Clara Dad!!''Kali ini suara Clara terdengar jelas.


Carlos menyipitkan matanya mendengar kan asal suara Clara yang semakin jelas.


''Clara..?''Panggil Carlos,Damian membawa laptop yang menampilkan wajah Clara.


''Tidak mungkin,lepaskan anak ku!''Marah Carlos saat melihat kondisi putrinya yang sudah babak belur bahkan wajah nya sudah memar disudut bibir nya terdapat bercak darah yang sudah mengering.


''Daddy tolong Clara !!Mereka menyiksa Clara Dad.''Clara meronta karena tangan dan kaki nya terikat di sebuah kursi.


''Rey aku mohon jangan sakiti putriku Rey.Lepaskan dia!aku akan mengikuti apa mau mu.''Carlos tidak bisa melihat Clara terluka hatinya terasa hancur.


''Baiklah maka minum pil itu.Aku ingin kau mati di tanganmu sendiri!''Kata Rey


''No Dad,jangan lakukan itu Clara tidak mau.Jangan Dad!''Clara berteriak tapi Carlos hanya menatapnya dengan penuh air mata.


Anak buah Rey melepaskan Carlos,lalu Carlos berjalan menghampiri Damian dan mengambil botol itu dari tangannya.Pelan Carlos membuka tutup botol dan mengeluarkan beberapa butir lalu meminum nya.


''Maafkan Daddy nak.''Ucap Carlos pelan sebelum dia menutup matanya.


Tamat..

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian yang sudah setia membaca novel ku yang berantakan.


Baca juga karya aku yang lain nya ya.


__ADS_2