Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 7.Heri berubah


__ADS_3

Rumsi memundurkan sedikit wajah nya saat wajah Heri nyaris menempel.


Heri hanya diam tapi terlihat jelas rasa kecewa di wajah nya.Rumsi juga melihat itu tapi dia memang sangat takut jangan kan untuk melakukan hal yang tidak tidak bahkan berpegangan tangan saja baru Heri yang melakukan nya.


"Sudah lah,ayo kita pulang!"Ajak Heri


"Hah.."Rumsi heran karena Heri langsung mengajaknya pulang.


"Mas marah?"Tanya Rumsi


"Enggak,cuma kecewa saja ternyata kamu tidak mencintai mas."


"Rum bukan tidak cinta mas.Tapi Rum takut!"


"Apa yang membuat kamu takut?Banyak kok orang pacaran yang melakukan ini bahkan teman kamu Fero juga melakukan nya tapi dia baik baik saja."Bujuk Heri


Rum yang mendengar nama Fero di bawa bawa Heri jadi meradang"Apa mas pernah melakukan nya sama Fero?"tanya Rumsi


"Tidak.Tapi mungkin nanti iya karena kamu tidak cinta sama mas.Kalau Fero pasti mau karena dia suka sama mas tapi mas suka nya sama kamu bukan Fero."Heri sengaja membawa bawa nama Fero karena Heri juga tahu wanita seperti apa Fero.


Rumsi menarik lembut tangan Heri yang tadi sempat berdiri saat mengajak nya pulang."Mas jangan sama Fero!"Perkataan Rum bagai sebuah harapan di telinga Heri.Selain lugu Rumsi ternyata pencemburu hal itu akan semakin memudahkan rencana Heri.


"Tapi kamu gak mau sama mas."Jawab Heri


Rumsi menundukkan kepala nya"Rum mau."Jawab Rumsi malu


"Kamu bilang apa?"Tanya Heri lagi


"Iya mas ,Rum mau asal mas tidak akan meninggalkan Rum."Jawab Rumsi malu


Dan tanpa menjawab lagi Heri segera mengecup lembut bibir Rum.Walau Rumsi hanya diam namun bagi Heri tidak masalah yang terpenting tujuan nya tercapai.


Dan terjadilah hal hal yang di inginkan Heri dan tidak bisa di hindari Rumsi.Segala ajaran orang tua nya selama belasan tahun roboh hanya karena cinta yang salah.


Setelah setengah jam kemudian


Rumsi masih menyeka air mata nya,karena merasakan sakit di area sensitif nya.Namun sebalik nya wajah puas terlihat jelas di wajah Heri.


"Terima kasih sayang.Mas janji akan bertanggung jawab jika kamu sampai hamil."


Airmata Rumsi semakin deras mendengar perkataan Heri.Sungguh dia baru sadar jika masa depan nya akan hancur jika dia hamil tapi nasi sudah menjadi bubur.


Rumsi merasa bersalah pada orang tua nya tapi semua sudah terjadi dan dia juga mau.Tak ada paksaan sama sekali dan dia melakukan nya dalam keadaan sadar.Tapi Rumsi sedikit tenang karena Heri berjanji akan bertanggung jawab.

__ADS_1


Kamu beres beres dulu ya!Bersihin badan kamu di kamar mandi ,takut nya temen temen mas datang, kan mas gak mau kalau sampai mereka lihat kamu seperti ini"Kata Heri sambil membelai rambut Rumsi.


Rumsi pun menurut,dengan menghapus sisa airmata nya dia beranjak ke kamar mandi,sakit di area sensitivnya dia abaikan .


Ssssshhh


Rintih Rumsi di kamar mandi.Perih itu yang di rasakan nya.


"Kita tunggu hasilnya satu bulan lagi!Semoga berhasil!"Gumam Heri.


Setelah Rumsi tenang dan rasa sakit nya mulai berkurang mereka baru memutuskan untuk pulang.Hampir pukul Tiga sore saat Heri mengantar Rumsi di pertigaan.


Dengan menahan rasa perih,Rumsi berjalan pulang dan berusaha agar terlihat biasa saja.


"Kamu sudah pulang nak?"Tanya bu Naila sementara bapak Saiful tidak di rumah.


"Iya bu.Dimana Dian bu?"Tanya Rumsi agar ibu nya tidak fokus padanya.


"Oh Dian lagi ke warung, tadi ibu suruh beli garam."Jawab bu Naila


"Kamu kenapa Nak?Kok sepertinya wajah kamu pucat.Apa kamu sakit?"Tanya bu Naila.Memang seoarang ibu pasti sangat sulit di bohongi.


"Tidak bu.Mungkin Rum kecapek an saja."Rumsi merasa khawatir takut takut ibu nya akan bertanya lagi.


"Sudah bu.Rum mau istirahat saja ."Rumsi pun segera membuka kamar nya dan istirahat berharap setelah bangun tidur nanti dia akan baik baik saja.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah beberapa hari setelah Rumsi menyerahkan masa depan nya pada Heri kini sikap Heri sedikit berbeda,Heri tidak pernah mengantar atau menjemput nya saat pulang sekolah.


Hati Rumsi gelisah,bagaimana jika Heri membohonginya dan meninggalkan nya setelah mendapatkan apa yang dia mau?


Sama seperti hari ini Rumsi yang sedang belajar pun tidak bisa berkonsentrasi karena Rumsi takut andai saja dia hamil dan Heri tidak mau bertanggung jawab.


Fero yang melihat Rumsi gelisah tidak berani menanyakan nya karena terakhir kali Rumsi sangat marah saat Fero menasehatinya.


Rumsi sendiri merasa canggung harus menyapa Fero terlebih dahulu.


Kegelisahan Rumsi sirna seketika melihat Heri sudah menunggunya.Tapi Rumsi berpura pura cuek.


"Sayang,tunggu!"Heri menggenggam tangan Rumsi yang akan menjauh


"Kamu marah?"Tanya Heri lagi setelah mendapatkan Rumsi

__ADS_1


"Tau ah. "Rumsi mengerucutkan bibir nya,membuat Heri tertawa.


"Maafin mas ya.Mas kemarin pergi tapi gak sempet pamit sama kamu!"Bohong Heri..


Rumsi masih diam saja


"Gak mau maafin mas?Baiklah kalau gitu mas pergi saja dari pada di cuekin kayak gini."Rajuk Heri


Rumsi yang mendengar Heri akan pergi langsung memandang wajah Heri.


"Ya udah Rum maafin.Rum cuma takut mas ninggalin Rum."Jawab Rumsi dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Gak mungkin mas ,ninggalin kamu sayang.Mas kan sayang sama kamu!"Bujuk Heri


Akhirnya Heri berhasil membuat Rum kembali seperti biasa nya tidak lagi merajuk seperti tadi.Padahal sesungguh nya Heri tidak lah pergi dia hanya malas terus terusan dengan Rumsi.


Kedatangan Heri untuk menjemput Rumsi juga karena ada mau nya,jika tidak ,dia tidak akan menjemput.


"Sayang,kapan kita bisa dekat seperti kemarin?"Tanya Heri tanpa sungkan.


Rumsi yang mendengar ucapan Heri pun menjadi malu,terlihat dari wajah nya yang memerah.


"Kok diam saja?"Tanya Heri


"Tapi kan,kemarin sudah?"tanya Rumsi seraya menundukkan kepala nya.


"Mas rindu sama kamu.Sudah beberapa hari kita tidak bertemu sayang.Memang kamu tidak rindu sama mas?"tanya Heri


"Iya,Rumsi rindu juga sama mas"


"Jadi kamu mau kan sayang,kalau kita melakukan seperti kemarin?"wajah Heri terlihat bahagia menanti jawaban Rumsi


"Tapi mas."


"Kita kan pacaran,wajar dong melakukan itu.Kalau cuma antar jemput saja tukang ojek juga bisa."


Rumsi yang tidak tega melihat wajah Heti kecewa segera mengangguk cepat.


"Tapi Rumsi takut sakit seperti kemarin mas."keluh Rumsi.


"Mas,janji kali ini tidak akan sakit lagi.Yang ada malah enak dan kamu pasti minta nambah!"Tawa Heri


"Apa mas kira nasi goreng?"Rumsi malu mendengar perkataan Heri.

__ADS_1


__ADS_2