Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 63.Rumsi di culik


__ADS_3

Rey memijit pelipisnya kepalanya terasa kembali berdenyut.''Damian aku rasa kita harus mencari perawat untuk menjaga pak Saiful sementara mereka bekerja!''


Damian hanya mengangguk saja,dia hanya tidak habis fikir bahwa bos nya akan memikirkan keluarga yang baru di kenalnya itu sampai sejauh ini.


''Tapi apakah Rumsi tidak keberatan dengan usul anda ini Tuan?Dia pasti merasa tidak enak hati jika kita menyiapkan perawat untuk pak Saiful.''


''Kamu benar juga tapi jika.tidak ada yang mejaga pak Saiful tentu itu juga tidak baik.''


''Sebaiknya kita tanyakan dulu pada Rumsi tuan!''


''Baiklah nanti akan ku tanyakan padanya!''


Rey kembali memijit pelipisnya sementara Damian hanya melihatnya saja karena memang sudah biasa Rey melakukan hal itu jika ada masalah yang menumpuk.


Rumsi menangis menggenggam tangan bapaknya.Apa.yang dikatakan oleh Dokter membuatnya sangat syok ternyata sakit kepala yang sering di alami bapak nya selama ini adalah penyakit yang sangat berbahaya.Selama ini mereka tidak pernah memeriksakan nya ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya.


''Bapak cepat sembuh ya!Rumsi akan jaga bapak disini!''Ucap Rumsi sambil menatap wajah bapaknya yang pucat.


''Rumsi..''


Rumsi menoleh karena mendengar suara Rey yang memanggil namanya.


''Ada apa Tuan?''


''Sebaiknya kamu pulang dan istirahat,biar bapak di jaga perawat disini!''


''Tidak Tuan.Saya akan tetap disini menjaga bapak.Tuan saja yang pulang ini sudah malam!''


Rey menatap Rumsi sebentar''Baiklah jika ada sesuatu segera kabari saya!Dan ingat kamu juga harus beristirahat kamu juga baru keluar dari rumah sakit!''


Rumsi mengangguk perlahan''Iya Tuan.''


Rey dan Damian meninggalkan Rumsi.seorang diri menemani bapak nya.Dian dan Fero memang belum di ijinkan Rumsi untyk datang karena mereka pulang sedikit terlambat tadi jadi Rumsi meminta mereka untuk datang besok saja sekalian membawa kan pakaian ganti untuk nya.


Rumsi menatap keluar jendela.kaca yang ada diruangan bapak nya.


Shhhss

__ADS_1


Rumsi menoleh mendengar bapaknya mendesis.


''Pak,..bapak.sudah bangun?''Ucap Rumsi yang senang dia segera memanggil perawat agar memeriksa bapaknya.


''Rum..!''


''Iya pak,Rum ada disini!'Jawab Rumsi menggenggam tangan bapaknya lembut.


''Bapak ada dimana?''Tanya pak Saiful dengan suara yang lemah.


''Bapak ada di rumah sakit.Anak buah pak Rey yang sudah membawa bapak kesini!''Jawab Rumsi lembut.


Pak Saiful menghela nafas berat,dia tahu kini mereka semakin berhutang pada pria asing itu tapi dia juga tidak mampu berbuat apa apa.


Suasana kembali hening setelah para Suster dan seorang Dokter selesai memeriksa keadaan pak Saiful.Pqk.Saiful sendiri kini sudah tertidur hanya Rumsi yang masih terjaga padahal matanya sangat mengantuk tapi entah kenapa dia bekum bisa tidur juga.


Lamat lamat Rumsi mendengar suara langkah kaki yang mendekat keruangan bapaknya tapi dia tidak terlalu peduli sampai pintu ruangan itu benar terbuka.Nampak dua orang pria dan seorang wanita berpakaian perawat mendekat padanya.


''Maaf ada apa yang sus?''Tanya Rumsi yang merasa aneh.


''Begini bu.Dokter ingin bertemu dengan ibu untuk membicarakan tentang kondisi bapak ibu!Jadi sekarang mari ikut saya!''Kata suster itu dengan ramah.


Sebelum pergi Rumsi sempat melihat wajah bapaknya yang masih pucat dan masih tertidur.


''Ayo Sus!''Ajak Rumsi.


Ketiga orang itu tersenyum di balik masker yang mereka gunakan tanpa Rumsi ketahui.


Suster itu m3ngarahkan jalan pada Rumsi dan Rumsi yang tidak mengetahui seluk beluk rumah sakit hanya mengikuti mereka saja tanpa curiga sama sekali sampai pada sebuah ruangan yang sangat sunyi barulah Rumsi merasa ada yang aneh.


''Kenapa kita disini,apakah anda tidak salah tempat Sus?''Tanya Rumsi yang mulai curiga.


Suster itu tidak menjawab dia hanya memberikan kode pada kedua rekan nya dan benar saja salah satu dari mereka langsung membekap mulut Rumsi dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius agar Rumsi pingsan.


Tak perlu waktu lama kini Rumsi sudah berada di dalam mobil.Penculik itu merasa puas karena mereka tidak perlu bekerja terlalu keras untuk melaksanakan perintah.


''Bos,wanita itu sudah ada di tangan kami!Sekarang apa yang harus kami lakukan?''Tanya wanita yang tadi berpakaian perawat itu pada seseorang di ponselnya.

__ADS_1


''Bagus.Sekarang bawa dia ke tempat yang sudah saya infokan pada kalian dan pastikan pekerjaan kalian rapi.Aku tidak ingin ada masalah !''Ucap seseorang yang di sebut bos oleh wanita penculik itu.


''Mereka sudah mendapatkan Rumsi,sekarang ayo kita menyusul kesana!''Clara otak penculikan Rumsi merasa senang karena rencana nya untuk menculik Rumsi berlajan dengan mulus.


Bu Retno dan Heri juga merasa senang.Mereka tidak perlu melakukan apa apa tapi mereka tetap bisa melampiaskan amarah mereka pada Rumsi.


''Kamu sangat pintar Clara!''Puji bu Retno.


''Aku tahu itu!''Bangga Clara.


Bu Retno mendecih mendengar kesombongan Clara tapi wajar karena dia memang pintar.


''Sudahlah ma.Ayo kita segera menyusul Clara atau kita tidak akan mendapqtkan kesempatan untuk melampiaskan kemarahan kita pada Rumsi!''Ajak Heri.


''Iya kamu benar.''


Heri dan bu Retno segera menyusul Clara yang sudah terlebih dulu berjalan menuju ke mobilnya.


Sementara di sebuah gudang tua.''Ikat dia jangan sampai bisa lepas atau kita tidak akan mendapatkan bayaran kita!''Ucap wanita yang ternyata bos dari kedua pria itu.


Dengan patuh kedua pria itu menuruti perintah dari wanita yang di panggil Anggel oleh kedua pria itu.


''Anggel mereka sudah tiba!''


Anggel hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti jika wanita yang memberinya pekerjaan itu sudah tiba.


''Dimana wanita itu?''Tanya Clara dengan nada sombongnya seperti biasa.


''Dia ada didalam.Tapi apa kau membawa uang nya?''Tanya Anggel baginya ada uang ada sandra.


''Hehhmm..Kau pikir aku akan menipumu?''


''Terkadang orang kaya seperti mu itu banyak sekali alasan.Sekarang berikan bayaranku dan urusan kita selesai.''


Tak ingin berlama lama dan membuang waktu Clara segera meminta uang yang di bawa Heri untuk di serahkan pada Anggel.


Anggel membuka isi koper itu,bibir nya tersenyum senang sementara Heri dan bi Retno matanya melotot dengan mulut menganga karena seumur hidup mereka belum pernah melihat uang sebanyak itu.

__ADS_1


''Senang berbisnis dengan mu.''Ucap Anggel sebelum pergi dengan anak buah nya dan uang Clara di tangan nya.Urusan mereka selesai hanya sebatas itusaja karena Anggel tidàk ingin tetikat dengan siapapun.


Clara,bu Retno dan Heri segera masuk kedalam.Mereka tersenyum senang karena melihat Rumsi yang terikat di kursi dalam keadaan tidak sadarkan diri.


__ADS_2