
Rumsi berdiri menatap bapaknya yang menatap keluar jendela dan tidak bergeming entah apa yang sedang di pikirkan pak Saiful saat ini tapi dari tatapannya dia menyimpan begitu banyak luka.Kondisi pak Saiful kini semakin membaik karena Rey mencarikan Dokter terbaik untuk menangani nya.
''Bapak....!''Panggil Rumsi dengan suara bergetar menahan tangis.
Pak Saiful terdiam mendengar suara anak yang sangat dia rindukan.
''Pak,,Ini Rumsi...!''Kata Rumsi lagi sambil mendekati bapaknya.
Pak Saiful menoleh ke asal suaranya matanya pak Saiful sudah mulai memerah karena menahan tangis.
''Rum..Rumsi...!''Jawab pak Saiful terbata.
''Hikss....Iya pak ini Rumsi anak bapak hiks..!''Rumsi pun tidak kuasa menahan air matanya lagi,dia berjalan cepat dan bersimpuh di kaki pak Saiful.
''Rumsi kangen bapak.Maafkan semua kesalahan Rumsi pak!''
''Jangan menangis,semua sudah terjadi kita harus jalani semuanya.Bapak minta maaf karena bapak.tidak bisa menjadi bapak yang baik buat kalian!''Kata Pak Saiful
''Tidak pak,bapak adalah bapak terbaik untuk Rumsi dan Dian..!!''Mereka saling berpelukan menumpahkan semua beban yang ada dalam hati mereka.
Rey yang sedari tadi datang ingin menyampaikan kabar jika pak Saiful sudah bisa pulang hanya diam diambang pintu dan mengamati mereka memberi ruang untuk Pak Saiful dan Rumsi untuk berbicara.
''Sudah jangan menangis lagi,kita buka lembaran baru dan menjauh dari orang orang jahat seperti mereka!''
Rumsi mengangguk setuju pada bapak nya dan tersenyum sambil menghapus airmatanya''Iya pak,kita akan membuka lembaran baru dan memulai semua nya dari awal lagi.''Jawab Rumsi
''Boleh saya masuk?''Tanya Rey.
Rumsi dan pak Saiful langsung menoleh ke asal suara''Tuan Rey..Silahkan Tuan!''Jawab rumsi.Pak Saiful hanya tersenyum pada Rey dan Rey pun membalas senyum pak Saiful.
''Ada kabar gembira untuk kalian''
''Ada apa pak?''Tanya Pak Saiful.
Rey tersenyum mendengar pertanyaan dari pak Saiful''Hari ini bapak boleh pulang!''
''Wahh benarkah,Bapak bisa pulang?''Tanya Rumsi girang seakan tidak percaya.
''Iya ,Pak Saiful hari ini boleh pulang!''
__ADS_1
Rumsi kembali memeluk bapaknya karena merasa sangat bahagia''Kita bisa berkumpul lagi pak,Dian dan Fero pasti senang mendengarnya.Rum akan beritahu mereka!''Rumsi sangat bersemangat dia ingin mengambil ponsel dari sakunya tapi di hentikan Rey.
''Jangan,biarkan ini menjadi kejutan untuk mereka!''Kata Rey
Rumsi menatap bapaknya dan setelah mendapat anggukan dari pak Saiful,Rumsi kembali memasukkan ponselnya ke dalam sakunya lalu mengemasi semua pakaian bapaknya dengan semangat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
''Kalian bagaimana sih?Kok bisa kalian berdua kehilangan dia?''Geram Damian yang mendapat laporan jika orang yang dia perintahkan mengikuti Heri justru kehilangan jejak Heri.
''Maaf bos,kami ceroboh tapi kami akan terus mencari lelaki itu sampai ketemu bos!''
''Itu harus,dan ingat saya tidak mau mendengar kalian gagal lagi.Cari dia sampai ketemu atau kalian akan mendapat hukuman dari Tuan Rey!Paham?''Bentak Damian.
''Iya bos!!'Kedua orang itu lalu pamit dan kembali melanjutkan pekerjaan mereka yaitu mencari Heri dan membawanya kehafapan Rey.
Rey yang melihat wajah Damian cemberut pun mengerutkan dahinya.
''Kalian duluan ya!Saya akan menyusul.''Kata Rey pada Rumsi dan bapaknya.
''Iya Tuan.!''
''Ada masalah apa?''Tanya Rey mengagetkan Damian.
''Tuan,orang kita kehilangan jejak pria itu!''Jawab Damian jujur.
Rey menghembuskan nafas tidak suka dengan kabar yang di sampaikan Damian karena itu artinya keselamatan Rumsi dan kekuarga nya belum aman.
''Aku tidak ingin ada kegagalan Dam,keselamatan mereka itu penting kita sama sama tahu bagaimana jahatnya pria itu.Cari dia sampai ketemu dan bawa dia ke markas jika perlu tambah beberapa anak buah lagi untuk memperkecil geraknya!''Perintah Rey.
''Baik Tuan.''
Rey berjalan di ikuti Damian menuju ketempat Rumsi yang kini sudah menunggu mereka untuk pulang.
''Maaf Tuan apa ada masalah?''Tanya Rumsi sesaat seb3lum mereka masuk ke dalam mobil.
''Nanti saja jika kita sudah sampai,saya ingin menyampaikan sebuah kabar untuk kalian!''
Rumsi pun tidak banyak bertanya lagi karena Rey sudah mengatakan akan mengatakan nya di rumah nanti.
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan Rumsi terus saja menggenggam tangan bapak nya dengan erat.Sementara pak Saiful mengamati jalan sekitar yang sangat asing baginya,walau dia masih belum bisa sepenuhnya menerima kepergian istri yang sangat di cintai nya namun dia mencoba tegar demi anak anak nya yang kini harus berjuang sendiri di tempat yang asing dan dengan orang yang asing walau mereka terlihat baik.
''Sebentar lagi kita sampai pak.Dian pasti semang karena bapak pulang!''Kata Rumsi memecah keheningan.
''Apa kita akan segera sampai?''Tanya Pak Saiful.
''Iya,itu disana!''Jawab Rumsi sambil menunjuk sebuah rumah yang mulai terlihat jelas.
Pak Saiful mengikuti arah yang di tunjuk Rumsi.Matanya tampak tak percaya jika anak nya tinggal di rumah yang sangat bagus bahkan jauh dari kemampuan nya.
"Itu Rumah siapa?"Tanya Pak Saiful karena dia yakin tidak mungkin Rumsi mampu membeli rumah sebagus itu.
"Itu rumah pak Rey,Dia yang memberikan ijin kepada Rum dan Dian untuk menempati nya tanpa membayar sewa.Pak Rey juga yang membiayai sekolah Dian disini!"Kata Rumsi sedikit menjelaskan pada bapak nya.
"Benarkah?"Tanya Pak Saiful tidak menyangka jika pemuda yang duduk dihadapan nya ini sudah sangat membantu anak anak nya.
"Iya pak."
"Sudah kita turun dulu!Lihat Dian langsung keluar begitu mendengar suara mobil!"Ajak Rey yang senang karena Dian sudah menyambutnya.
''Kakak...''Panggil Dian yang juga sangat srnang karena kedatangan Rey.Entah apa yang membuat mereka sangat dekat seperti itu.
''Sedang apa di luar?''Tanya Rey sambil mengelus rambut Dian.
''Melihat kakak datang.Dian sangat senang kakak datang''Jawab dian dengan riang.
''Ok.Kakak juga punya kejutan untuk kamu dan kamu pasti akan semakin senang.Mau tahu?''Tanya Rey.
''Wah apa itu?Beri tahu Dian kak!!''Rengek Dian tidak sabar.
''Lihat!!'Tunjuk Rey ke arah pintu mobil bagian belakang yang terbuka.q
Dian mengamati dengan serius siapa yang keluar dari pintu belakang mobil Rey.
''Hahaha...Kak Rumsi pulang!!'Tawa riang Dian menggema seperti anak kecil yang di beri hadiah kesukaan nya.Fero hanya menggelengkan keoalanya melihat tingkah Dian yang sangat seperti anak sd itu.
Rumsi tersenyum melihat Dian yang tertawa bahagia seakan tidak pernah terjadi kejadian yang menakutkan kemarin.
Tak lama pintu bagian belakang yang lain juga turut terbuka menyembullah kepala seorang pria tua disana.Mata Fian melotot senyum yang tadi merekah di bibirnya kini betubah menjadi ekspresi bingung dan tidak percaya.
__ADS_1
''Bapak...!''