
Fero melihat jam yqng tergantung di dinding kontrakan nya.Masih menunjukkan puku setengah sepuluh malam,dia berpikir masih bisa menghubungi Rumsi agar dia bisa berhati hati.
Fero berbaring di kamarnya lalu mengambil ponselnya.
"Hallo Rumsi."Fero sangat senang karena Rumsi ternyata langsung mengangkat panggilan darinya.
"Bagini Rum.Tadi Heri dan teman teman nya menculikku,mereka memaksaku untuk memberikan nomer ponselmu serta alamat mu sekarang.Maafkan aku Rum aku terpaksa mengatakan nya karena mereka mengancamku!"Fero menceritakan semua apa yang di alaminya pada Rumsi tanpa melebih lebihkan atau menguranginya.
Rumsi merasa sedih mendengar apa yang Fero katakan padanya,bahkan dia merasa bersalah karena menjadi penyebab Fero dalam kesusahan.
"Fero maafkan aku ya!Semua yang terjadi padamu karena kesalahan ku,andai saja kau tidak membantuku pasti mereka tidak akan menyakiti kamu!"Lirih Rumsi yang merasa bersalah.
"Rumsi sudah jangan bicara seperti itu,aku tidak menyesal sudah membantu kalian sekarang yang harus kamu lakukan adalah mengganti nomer ponsel ini sebelum Heri menghubungimu dan jangan lupa memberikan nya padaku nomer baru mu ya!"
"Baiklah aku akan menggantinya besok, malam ini akan aku matikan ponsel ini agar dia tidak bisa menghubungiku dan Fero mulai besok aku akan pindah dari kosan ini karena Bos tempatku bekerja memberikan tempat tinggal tanpa harus membayar uang sewa."Ucap Rumsi bersemangat.
Fero yang mendengarnya merasa sangat senang karena dia tidak perlu khawatir jika Heri mencari kealamat yang di katakannya.
"Itu bagus Rum.Semoga kalian tidak bertemu dengan Heri,maafkan aku karena sudah memberikan alamatmu pada dia!"Fero merasa tidak enak pada Rumsi padahal sejak awal dia berniat membantu Rumsi.
"Tidak apa apa Fer,terima kasih sudah mengabari aku dan kamu juga hati hati ya disana jangan sampai bertemu dengan mereka.Jika uangku sudah cukup maka aku akan memindahkan Bapakku ke sini agar aku tidak merepotkan mu lagi!"
"Tenang saja,besok aku juga pindah dari tempat ini dan jika memang kau mau memindahkan Bapakmu maka aku juga akan pindah dari kota ini aku tidak ingin berurusan dengan para bajingan itu lagi."Fero juga ingin mrlanjutkan pendidikan nya agar bisa menghasilkan uang yang halal.
"Iya,nanti aku kan bertanya pada Bosku apakah bisa jika mengajakmu tinggal bersama dengan kami disini!"Jawab Rumsi semangat.
"He..Em..Baiklah istirahatlah bumil tidak boleh begadang!Jangan lupa mengganti nomermu ya dan kabari aku!"Fero mengingatkan lagi.
__ADS_1
"Iya ,terimakasih banyak Fer.Selamat malam."
Rumsi dan Fero mengakhiri panggilan mereka karena malam makin larut.Rumsi segera menonaktifkan ponselnya agar Heri tidak bisa menghubunginya sementara Fero dia tidak bisa tidur dengan tenang karena khawatir jika Heri dan teman teman nya akan datang ke rumahnya untuk membalas dendam padanya karena telah mempermainkan mereka.
Heri dan ketiga teman nya mengendap endap ,sesekali mereka mengamati situasi sekitar mungkin saja ada orang yang lewat.Mereka yang tidak mengenakan apapun merasa tubuhnya sangat dingin tapi terpaksa harus keluar untuk mencari pakaian mereka yang dibawa Fero.
"Hei,coba lihat itu!Sepertinya itu pakaian kita."Tunjuk Ferdi kesebuah semak memang terlihat ada gundukan tapi kurang jelas itu pakaian mereka atau hanya onggokan sampah.
"Coba kita lihat dulu,mungkin saja itu pakaian kita.Gila itu cewek kita sudah sangat jauh dari markas kita tapi belum juga menemukan pakaian kita."Keluh Yoga.
Mereka berjalan masuk ke sema semak tapi yang mereka temukan hanyalah sampah yang teronggok.
"Ahh sial sekali kita.Wanita itu pintar juga ternyata tapi aku akan membalas dia nanti,seumur hidup baru kali ini aku dikerjai cewek sampai seperti ini."
"Sudah jangan berisik,Cepat kita cari lagi aku sangat yakin jika pakaian kita pasti ditinggalkan di suatu tempat."Heri tidak ingin banyak mengeluh dia harus segera mendapatkan oakaian nya dan pulang untuk memberi kabar bahagia pada mamanya.
Mereka terus berjalan dengan sesekali melihat kesekeliling takut jika ada warga yang lewat hingga mata Heri fokus pada satu tempat.
"Lihat itu,itu seperti pakaian kita.Pintar juga dia membuang pakaian kita di tempat yang jauh dari markas."Ucap Heri.
"Kamu yakin itu pakaian kita?"
"Iya Her?"
"Seperti nya memang benar,sudah ayo kita lihat mumpung belum ada yang melihat kita seperti ini.
Mereka segera berjalan ke arah Heri menatap mereka benar benar tidak asabar untuk menemukan pakaian mereka itu.
__ADS_1
Benar saja walau saat itu gelap tapi ternyata mata Heri tidak salah mengenali.Hingga akhirnya mereka bisa berpakian dan merasa hangat kembali.
"Lega rasanya,sekarang aku sudah merasa jadi manusia yang sesuangguhnya!"Celoteh Yoga.
"Jadi tadi kamu jadi apa?"Tanya Ferdi penasaran.
"Alien.."
Hahahahaha..
Tawa mereka berempat yang bahagian karena telah menemukan pakaian mereka,sekarang mereka hanya perlu kembali ke markas untuk mengambil motor mereka yang mereka tinggalkan disana.
"Kita pikirkan bagaimana caranya kita balas dendam sama cewek itu.Aku tidak rela di permainkan seperti ini sama dia,hilang harga diriku!"
"Iya tentu saja.Kita akan memikirkannya nanti sekarang aku harus pulang dan menyampaikan kabar gembira yang aku dapatkan ini!"
Mereka memutuskan untuk pulang kerumah mereka masing masing dan melanjutkan apa yang tertunda besok siang karena pastinya seperti biasa mereka akan bangun setelah matahari sudah sangat terik.
Di tempat lain.Rumsi masih belum bisa tertidur padahal dia sudah berusaha memejamkan matanya sedari tadi.Tapi pikirannya masih terus mengganggunya,kabar yang di sampaikan Fero tadi cukup membuatnya memikirkan nasib bapaknya disana karena tidak menutup kemungkinan Bu Retno dan Heri akan nekad menemui bapaknya untuk menyakitinya karena Rumsi paham betul seperti apa orang orang seperti mereka.Saat ini saja Heri berani menculik Fero demi mendapatkan informasi tentangnya.
"Apa yang akan aku lakukan sekarang?"Gumam Rumsi dia menarik rambutnya karena ternyata masalah belum juga benar benar pergi dari hidupnya.
"Apa aku pindahkan bapak kesini agar aku dan Dian bisa mengawasinya."Rumsi terus berbicara sendiri dan tidak menemukan solusinya.
"Ya Tuhan,apa yang hatus aku lakukan sekarang?"
Rumsi menatap jam yang tergantung di dinding.
__ADS_1
"Ya ampun,sudah jam dua.Aku harus segera tidur!"Rumsi terus memejamkan matanya berharap agar segera tertidur dan memang tak lama dia sudah masuk ke alam mimpi.
Lamat lamat Rumsi mendengar suara Dian yang memanggil namanya.Walau masih mengantuk Rumsi tetap membuka matanya dan menyahut.