
Rumsi melihat dengan takjub dekorasi yang sangat cantik di ruang utama.Bibir nya tidak pernah lepas dari senyuman.Baru pertama kalinya bagi Rumsi melihat acara yang sangat mewah seperti ini padahal bagi Rey ini belum apa apa.
''Kamu sedang apa?''Tanya Fero yang tiba tiba muncul dari belakang.
''Astaga Fero,kau membuatku kaget!''Jawab Rumsi.
''Kamu yang melamun,emang ada apa sih serius amat?''Tanya Fero lagi.
''Aku cuma takjub dengan acara lamaran kamu ini cantik sekali Fer.Aku belum pernah melihat acara yang sangat mewah seperti ini padahal ini baru acara lamaran saja bagaimana dengan pernikahan nya nanti?Pasti lebih mewah dari ini,kamu tahu kamu beruntung bisa mendapatkan tuan Damian.''Ucap Rumsi serius sambil tetap mengamati mewahnya acara itu.
Rumsi tersedak saliva nya sendiri mendengar apa yang di katakan Rumsi,sampai detik ini Rumsi masih berpikir jika acara itu adalah acara Fero dan Damian bahkan sedikitpun Rumsi tidak curiga.
''Hehehe...I..Iya..!''Jawab Fero gugup.
''Ih Fero,kamu gugup ya?Tenang saja tuan Damian itu baik kok.''Rumsi menenangkan Fero yang di kiranya sedang gugup menghadapi pertunangan nya.
''Au ah..''Jawab Fero.
MC sudah mengumumkan jika acara akan segera di mulai semua tamu undangan terlihat sangat antusias dan tidak sabar.Begitu juga dengan Rumsi dan Fero mereka tampak degdegan menunggu acara nya.
Di atas panggung sudah berdiri Rey dan Damian mereka berdua tampak tampan sekali.Juga terlihat pak Saiful dan Dian di bangku depan ,mereka juga terlihat sangat bahagia.
''Terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang sudah hadir malam ini untuk memeriahkan acara pertunangan antara Saya Rey gardana dan Rumsi kekasih saya.''Rey tidak berbasa basi menyampaikan niat nya.
Tepuk tangan dari para tamu dan juga keluarga terdengar sangat meriah.Tapi Rumsi hanya bisa ternganga tidak percaya dengan apa yang di dengar nya.
''Hei..Kenapa bengong?''Tanya Fero menyenggol lengan Rumsi.
''Rum.Jangan diam saja!''Fero gemas dengan tingkah Rumsi yang justru diam melamun.
'''Rumsi..!''Panggil Rey dari atas panggung.
__ADS_1
''Hah..''Rumsi masih saja belum konek.
''Astaga Rumsi.''Fero tidak sabar dengan Rumsi yang masib planga plongo akhirnya Fero menarik tangan Rumsi dan membawanya ke atas panggung.
''Fero..?''Ucap Rumsi
''Diem aja.Kamu mau membuat Tuan Rey menunggu kamu sampai tua?''omel Fero.
''Ini tuan.''Ucap Fero menyerahkan Rumsi kehadapan Rey.
Rey tersenyum melihat Rumsi yang terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari Clara.
''Mas..''Lirih Rumsi.
''Ya,ini adalah acara yang aku buat untuk mu!Maaf sudah membohongimu!''Ucap Rey.
''Sweete aku akan bertanya sekali lagi padamu.Mau kah kau menikah dengan ku?''Tanya Rey penuh harap walaupun kemarin dia sudah mendapatkan jawaban nya tapi kali ini dia ingin lebih memastikan nya.
Tepuk tangan semakin meriah apalagi Dian dia begitu semangat saking senang nya.
Rey menyematkan cincin ke jari Rumsi,sebaliknya Rumsi juga melakukan hal yang sama mereka sama sama mengikat kepercayaan satu sama lain sebelum cinta benar benar hadir di antara mereka.
''Cium..cium...''Dian bersorak kegirangan.
''Hust..Sembarangan!''Pak Saiful melotot melihat tingkah Dian yang sembarangan.
'''Maaf pak.Dian kelepasan.Cium..Ciumm..''Kata Dian lagi.
Pak Saiful hanya bisa mengelengkan kepalanya,sementara Dian hanya nyengir melihat bapak nya.
''Aku berjanji akan membuatmu bahagia dan tidak akan pernah membuatmu menangis kecuali menangis karena bahagia.''Janji Rey pada Rumsi.
__ADS_1
''Iya mas.Rumsi juga janji akan berusaha mencintai mas dengan sepenuh hati Rumsi.''Balas Rumsi dengan nada pelan agar tidak ada yang mendengar selain Rey.
Rey mendekat dan memeluk Rumsi di hadapan semua tamu membuat wajah Rumsi memerah malu.
''Aakkhhhh Dian tidak melihat..''Lagi lagi Dian membuat pak Saiful geleng kepala.Bagaimana tidak saat ini Dian seolah olah menutup mata dengan sepuluh jarinya tapi tidak tertutup dengan rapat Dian mengintip dari sela sela jarinya.
Rey dan Rumsi tertawa melihat Dian yang melakukan hal konyol seperti itu.Sementara Fero juga tidak berhenti tersenyum dia sangat bahagia melihat sahabat nya tersenyum bahagia.
''Semoga tuan Rey bisa membuatmu terua tersenyum bahagia seperti ini ya Rum.Aku doakan tidak ada lagi penderitaan dalam hidupmu.''Batin Fero dalam hatinya.
Damian terus mengamati Fero yang sedari tadi hanya diam saja.Rasanya aneh melihat Fero tidak mengajaknya ribut tapi ingin memulai rasanya gengsi.
Para tamu kini di persilahkan menikmati pesta yang Rey buat,sementara pak Saiful sudah kembali ke kamar nya karena dia harus istirahat.
''Kamu bahagia?''Tanya Rey pada Rumsi kini mereka ada di atas balkon hanya berdua.
Rumsi menatap Rey lalu mengangguk.''Iya mas.Rum bahagia terimakasih ya atas semua yang mas beri untuk Rumsi dan keluarga Rumsi.''Ucap Rumsi.
''Tidak perlu berterimakasih.Mas juga tidak mengharap kan yang lain selain cinta dan kesetian kamu pada mas.''
Rumsi mengangguk''Iya mas,Rumsi janji akan setia dan mencintai mas dengan sepenuh hati.''Jawab Rumsi malu malu.
''Iya mas percaya.Emm kamu terlihat sangat cantik sekali sweete.''
Wajah Rumsi semakin memerah membuat Rey sangat gemas melihat nya''Emm boleh mas peluk kamu sebentar?''Tanya Rey yang masih takut jika Rumsi masib trauma.
Rumsi kembali mengangguk dengan pelan karena merasa malu dan canggung.
Rey tidak menyia nyiakan kesempatan langka ini dengan lembut Rey menarik Rumsi ke dalam pelukan nya.Rey memeluk Rumsi dengan penuh penghayatan seakan akan kesempatan ini tak ingin cepat berlalu.
Rumsi memejamkan matanya saat wajahnya menempel ke dada bidang Rey,wangi yang tercium dari tubuh Rey membuat Rumsi merasa tenang.Akhirnya mereka saling memeluk hingga lupa jika di bawah masih ada tamu yang meramaikan acara mereka.
__ADS_1
Bersambung...