Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 43.Rumsi terluka


__ADS_3

Damian langsung berdiri disebelah Rey,wajahnya terlihat panik dan mata Damian sempat melihat pada Rumsi yangbsedang ketakutan dengan mata mengancam seakan mengatakan jika terjadi sesuatu pada bos nya maka habislah kamu.


"Dam.."Rey menarik kerah baju Damian dengan kencang membuat Damian semakin takut.


"Ada apa tuan.Katakan apa yang anda rasakan?Atau kita langsung kerumah sakit?"Tanya Damian panik.Rey melirik Damian aneh.


"Untuk apa,ini sangat enak Dam.Cepatlah ayo makan!"Ucap Rey.


Damian mengehembuskan nafasnya kasar tubuhnya lemas mendengar apa yang barusan di katakan Bosnya."Astaga reaksi anda berlebihan sekali jantungku hampir lepas."Oceh Damian seakan protes pada bosnya itu.


Begitu juga dengan Rumsi dan Dian mereka sama sama menghembuskan nafas lega.Awalnya mereka takut jika pak Rey alergi atau keracunan nasi goreng Rumsi ternyata cuma rasanya yang di anggap tuan Rey enak.


"Sudah kenapa kalian bengong,ayo cepat makan kita harus bekerja dan ingat Rumsi kau harus memasak makan siang untuk ku!"


"Baik Tuan."


Akhirnya mereka semua makan bersama dengan tenang tanpa ada drama baru lagi yang di buat Rey.


Selesai sarapan mereka bertiga pwrgi ke kantor bersama awalnya Rumsi menolak karena merasa tidak pantas dan tidak ingin ada gunjingan dari teman teman yang lain tapi Rey tetap kukuh ingin mereka pergi bersama dan Damian hanya bisa geleng kepala dengan tingkah bosnya yang semakin aneh setelah bertemu dengan Rumsi.


Benar saja saat tiba di kantor beberapa orang terus menatap Rumsi dari atas sampai bawah.Walau dia turun dari pintu depan tetap saja mereka semua merasa janggal dengan pemandangan ini apalagi Rumsi anak baru tentu mereka bertanya hubungan Rumsi dan Tuan Rey atau Damian.


"Hei sini!"


Rumsi menoleh kesana kemari seperti ada yang memanggilnya.


"Hei Rumsi!"


Rumsi menoleh lagi ternyata bu Ida yang sedang memanggilnya mungkin dia juga penasaran kenapa dia bisa sampai satu mobil dengan tuan Rey.


Setelah Tuan Rey dan Damian pergi barulah Rumsi berani menemui Bu Ida.


"Ada apa bu?"Tanya Rumsi sopan.


"Kamu kok bisa bareng sama pak Bos?"Tanya Bu Ida yang kepo.


"Oh tadi pak Rey mampir ke rumah yang di belakang kantor bu,jadi pak Rey minta bareng saja perginya agar tidak terlambat."


"Ohh..jadi kami sudah pindah ya?Selamat ya dan rajin rajin kerjanya agar Tuan Rey tifak kecewa ya!"Kata Bu Ida memberi nasihat.


"Iya bu.Emm Rumsi ganti baju dulu ya bu.Ini sudah jam kerja nanti pak Rey marah lagi!"


"Ehh iya kamu benar.Ya sudah sana!"


Rumsi tidak terlalu memperdulikan pandangan karyawan lain yang sepertinya penasaran atau malah menggosipkan nya yang bukan bukan yang penting dia tidak melakukan kesalahan apapun.

__ADS_1


Seperti kemarin Rumsi segera mengambil peralatan kebersihannya dan menuju ke ruangan Rey untuk membersihkan nya.Walau mereka datang bersamaan tetap sajà dia harus masuk untuk membersihkan nya.


"Masuk!"Kata Rey saat mendengar suara ketukan dari luar.


"Maaf tuan.Apakah saya harus membersihkan ruangan ini?"Tanya Rumsi pasalnya biasanya ruangan akan di bersihkan sebelum bos datang.


"Tidak perlu,aku banyak pekerjaan!"Jawab Rey


"Oh baiklah,saya permisi dulu tuan."


"Tunggu!"


Rumsi berbalik dan menatap ke arah bosnya yang juga sedang melihat nya.


"Dengar mulai besok adikmu sudah bisa sekolah,Damian sudah mengatur semuanya dan dia juga yang akan mengantar adikmu!"


Rumsi masih tidak percaya jika masih ada orang baik seperti Fero dan bosnya yang mau membantu mereka.


"Apa ini tidak merepotkan anda Tuan?"Tanya Rumsi.


"Tidak,karena semuanya tidak gratiskan?Adik mu harus lulus dengan nilai terbaik dan bekerja disini!"


"Lalu bagaimana jika dia tidak mendapat nilai terbaik,apakah anda akan marah?"


"Tentu saja.Bahkan saya akan menghukum dia jika sampai itu terjadi.Ingat dia hanya harus fokus dengan sekolahnya dan kau harus membantu dia akan hal itu."


"Baik tuan.Saya akan membantu Dian agar fokus pada sekolah nya!"


"Hemm"Rey tidak menjawab tapi hanya mendehem serta mengibaskan tangan nya agar Rumsi keluar meninggalkan nya.


Saat keluar Rumsi mendengar suara ribut ribut entah apa yang di ributkan sekretaris Tuan Rey dengan seorang wanita muda dan cantik,Rumsi tidak mengenal wanita itu karena dia juga masih anak baru.


"Biarkan aku masuk.Kau jangan bersikap kurang ajar,kau hanya bawahan!"Bentak wanita cantik itu .


"Maaf nona,tapi anda dilarang menemui Tuan Rey.Dia tidak ingin bertemu dengan anda."


Plaakkkk


Rumsi terjengkit kaget wanita cantik itu menampar sekertaris tuan Rey.Rumsi yang melihat hal itu segera melerai wanita yang masih belum puas melampiaskan kemarahan nya.


"Nona jangan!"Kata Rumsi menghentikan wanita yang bernama Clara itu agar tidak kembali menyakiti sekertaris Rey.


"Siapa kamu,jangan ikut campur urusan orang!"


"Maaf Nona,tapi anda jangan bersikap kasar seperti ini dan membuat keributan!"

__ADS_1


"Alah jangan sok memberi nasihat kamu!"Clara mendorong Rumsi hingga Rumsi terjatuh namun naas sebelum Rumsi mendarat ke lantai perutnya menghantam sudut meja yang ada disana.


"Akhhh..Sakit..!!"Rintih Rumsi memegang perutnya.


Sang sekertaris langsung membantu Rumsi berdiri tapi dia melihat ada darah yang merembes di celana yang di kenakan Rumsi.


"Rasakan makanya jangan sok jadi pehlawan!"Ejek Clara yang sama sekali tidak merasa iba.


"Tolong..!"Teriak sekertaris yang panik.Suasana menajdi ramai dan gaduh banyak orang yang bertanya tanya adapa dengan Rumsi.


"Ada apa ini?"Suara Damian membuat semua karyawan yang berkasak kusuk menjadi hening.


Rumsi menangis memegang perutnya yang seperti di remas remas.Bu Ida yang melihat keadaan Rumsi segera mendekat dan memeluknya.


"Kamu kenapa?"


"Hikss Sakit bu!"Tangis Rumsi.


Damian segera menggendong Rumsi dan membawanya ke mobilnya.Rey yang sedang berada di ruangan nya langsung berlari keluar saat mendapat laporan dari seorang karyawan.


"Ada apa ini?"Tanya nya dengan wajah memerah dia tidak melihat Rumsi tapi dia melihat masih ada bekas darah disana.


"Nona Clara mendorong Rumsi yang membela saya ,karena saya melarang Nona Clara menemui anda dan dia menampar saya."


Mata Rey memerah marah menatap Clara,dia mendekatinya dan


Plaaakkk


"Kau berani menyakiti dua karyawan ku?Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk dengan nya maka kau tidak akan ku lepaskan!"


"Rey,dia hanya bawahan mu.Berikan dia uang dan masalah akan selesai!"


"Kau tidak tahu apa artinya nyawa Clara dan selama nya akan begitu!"


"Pergiii!"


Bentak Rey pada Clara dia merasa muak dengan wanita yang ada dihadapan nya ini.


Bersambung


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Terima kasih untuk pembaca setia Mencintai pembunuh suamiku.


Jangan lupa like,komen nya ya!

__ADS_1


Salam sayang💙💙💙


__ADS_2