Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 53.Kegigihian Heri


__ADS_3

Heri bukanlah tipe orang yang mudah menyerah begitu saja.Watak nya yang keras membuatnya terus berusaha untuk bisa menemukan Rumsi bagaimana pun cara nya,apa lagi saat ini keberadaan Rumsi sudah di depan mata maka Heri pasti akan terus mencari cara untuk bisa bertemu dengan nya.


Saat ini Heri sedang duduk di sebuah emperan toko yang tak jauh dari terakhir dia melihat Rumsi,matanya terus melihat ke arah gedung tinggi di hadapan nya tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun.Lelah fan lapar yang dia rasakan tidak di hiraukan nya baginya yang terpenting dia bisa mendapatkan Rumsi.


"Kamu tidak akan bisa lari terlalu lama dari aku Rum.Sejauh mana pun kau bersembunyi aku pasti akan menemukan mu!"Ucap Heri seraya menyeringai.


Sudah pukul lima sore tapi Heri masih tetap berada di tempatnya bahkan beberapa orang disana juga memperhatikan nya tapi Heri sama sekali tidak peduli dengan pandangan orang padanya baginya tujuan nya harus dia dapatkan.


Beberapa orang terlihat keluar dari gedung itu satu persatu,mata Heri semakin menyipit untuk memastikan keberadaan Rumsi tak lama dia mengembangkan senyumnya sosok yang dia tunggu sedari tadi terlihat juga,wanita buncit dengan baju pink itu membuat bibir Heri tersenyum bahagia.Dia bangkit dari duduknya ingin menghampiri Rumsi tapi sebuah mobil membuat langkah Heri terhenti.


"Siapa dia?Tidak mungkin Rumsi ....Akhhh sial.Pantas selama ini aku tidak pernah melihat dia berjalan disana ternyata dia menaiki mobil.Baiklah kau lolos hari ini tapi hanya kali ini!"Heri mengubah rencana nya,kini dia tahu jika ada yang membantu Rumsi tapi Heri tidak akan menyerah begitu saja tujuan nya harus berhasil.


Heri terus saja mengamati ke arah mana mobil yang di tumpangi Rumsi berjalan,karena mobil berjalan lambat maka Heri tidak terlalu kesulitan mengikuti mobil itu sesekali dia berlari dan kadang dia berjalan karena jarak kantor dan rumah Rumsi sangat dekat membuat Heri tidak perlu bekerja keras mengejar mobil itu.


Mobil berbelok dan Heri sedikit berlari karena tidak ingin kehilangan jejak mobil itu hingga mobil berhenti di sebuah rumah yang cukup bagus menurut Heri.Heri terus mengamati ternyata benar Rumsi turun dari mobil itu diikuti dua orang pria "Siapa mereka?"Gumam Heri dari persembunyiannya.


Heri merasa tidak senang melihat mereka sepertinya sangat dekat bagaimana pun Rumsi adalah istrinya,Heri juga tidak memungkiri jika kedua pria yang turun bersama dengan Rumsi sangat tampan bisa saja Rumsi jatuh hati padanya.


Rumsi tidak menyadari jika saat ini dirinya sedang dalam bahaya.Tak lama Rey dan Damian pun pergi dari rumah Rumsi.Heri tersenyum senang ini adalah kesempatan baginya untuk datang kehadapan Rumsi dan membalas semua penderitaan yang sudah dia alami.


Tokkk ...Tok....


Rumsi mengeryitkan alisnya mendengar ada otang yang mengetuk pintu rumahnya.


"Sebentar."Sahut Rumsi dari dalam


Heri semakin tersenyum lebar mendengar suara Rumsi.


"Apakah Tuan Rey kembali?"Gumam Rumsi sambil membuka pintu.


Rumsi merasa heran di depan rumahnya berdiri seorang pria yang membelakanginya.

__ADS_1


"Mencari siapa?"Tanya Rumsi yang merasa jika pria di depan nya bukan lah Rey ataupun Damian.


"Mencari kamu!"Jawab Heri seraya berbalik.


Rumsi sangat terkejut ternyata yang ada di depan nya adalah Heri.Matanya melotot tubuhnya gemetar dan wajah nya kini menjadi pucat.Rumsi benar benar takut melihat Heri apalagi saat ini Heri sedang tersenyum yang menurut Rumsi sangat menyeramkan.


"Apa kabar istriku sayang?,ternyata disini kau bersembunyi."Tanpa menghiraukan keadaan Rumsi Heri nyelonong masuk ke dalam rumah meninggalkan Rumsi yang masih syok dengan airmata yang sudah menetes.


"Kanapa kau diam saja disana?Apa kau tidak ingin menyambut suamimu?"Goda Heri yang kini sudah duduk di sofa empuk.


"Rumsi..!"Teriak Heri yang geram melihat Rumsi masih diam di tempat nya.


Rumsi yang mendengarnya terperanjat kaget,lalu berbalik dan masuk berdiri di hadapan Heri yang kini menatapnya dengan mata menyala.


"P pergi kau dari sini jangan ganggu kami lagi!"Kata Rumsi takut takut.


Dian yang mendengar suara seseorang yang memanggil nama kakaknya dengan keras pun keluar dari kamar nya,dia juga sangat kaget melihat ternyata itu adalah Heri suami kakak nya.


Heri tersenyum senang sekaligus mengejek"Kau mengusir suamimu?"Tanya Heri menatap mata Rumsi.


"Pergi dari sini kataku!"Ucap Rumsi


"Hah..Tidak semudah itu sayang..Aku sangat kesulitan mencari kalian dan sekarang kau ingin aku pergi dari sini?Tidak aku tidak akan pergi."


"Apa mau mu,jangan ganggu kami lagi kami sudah sangat menderita, tolong!"Lirih Rumsi.


"Aku sumaimu ingat itu.Sekarang aku ingin meminta hak ku padamu!"Heri mengusap bibirnya sementara Rumsi tubuhnya semakin gemetar dia tahu apa yang Heri maksudkan.


"Tidak aku tidak mau!"Rumsi bergegas berbalik menarik tangan Dian agar pergi dari sana tapi Heri lebih gesit sebelum Rumsi dan Dian menjauh Heri sudah menarik tangan Rumsi.


"Lepaskan!Jangan sentuh aku!"Tetiak Rumsi

__ADS_1


Dian yang melihat kakak nya di tarik Heri pun merasa marah dengan air mata yang penuh di wajahnya dia memukul Heri dengan vas yang ada di dekat mereka.


"Kurang ajar kau!"Heri marah pukulan Dian mengenai lengan nya,Heri tidak terima dia menghampiri Dian yang ketakutan dan menjambak rambutnya lalu menghempaskan nya di lantai.


"Dian...!"Teriak Rumsi ingin menghampiri afiknya yang sekarang sedang tergeletak dilantai.


"Hiks...Kakak...!"Rintih Dian.


"Jangan macam macam kau anak kecil.Aku bisa bersikap lebih kasar lagi kalau kau banyak tingkah!"Ancam Heri pada Dian.


"Lepaskan aku bajingan!"Umpat Rumsi.


Heri tidak memperdulikan umoatan Rumsi dia terus mencekal tangan Rumsi dan menariknya ke kamar.Rumsi terus memberontak ingin melepaskan dirinya dari Heri tapi apa daya dia tidak mampu melawan kekutan Heri apa lagi saat ini dia juga harus melindungi bayinya.


"Tolonggggg...Tolonggggg...!"Teriak Dian


Heri tidak memperdulikan teriakan Dian.Saat ini hasrat nya sedang memuncak melihat Rumsi yang tengah mengandung.


"Lepaskan aku mas..Ku mohon aku sedang hamil !"Rumsi masih terus memberontak tapi Heti sama sekaki tidak peduli.


Dian yang merasa kakak nya dalam masalah segera berlari ke kamarmya dan mencari ponsel yang beberapa hari lalu di berikan Damian padanya.


"Ha..Halo...Kakak ..To..Tolong...!"Ucap Dian gugup dan terisak.


"Hei ada apa ,katakan yang benar!"Jawab Damian yang panik mendengar Dian menangis serta tergagap saat berbicara..


"Ka..Kakak...Tolong..!"


"Katakan ada apa?"Teriak Damian..


"Akhhhhhh.......!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2