Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 34.Fero vs Empat brandalan


__ADS_3

Heri tersenyum lebar karena berhasil mendapatkan informasi tentang Rumsi,mama nya pasti senang mmendengar kabar ini.


"Urusan ku sama dia udah selesai sekarang terserah kalian saja mau gimana?"Kata Heri sambil menyeringai menatap Fero.


Fero yang marah karena ternyata Heri membohonginya segea berpikir cepat dia tidak boleh kalah dengan lelaki brengsek di hadapan nya ini.


"Ok,Kami ingin bersenang senang dulu dengannya!"Jawab Ferdi.


"Heri kau berbohong?"


"Hehehe..Tentu saja kau cuma wanita bodoh yang sok jadi pahlawan."Ledek Heri.


Fero sangat geram mendengar ucapan Heri ,tapi melawan nya dengan tenaga tentu dia kalah jadi dia harus menggunakan akalnya.


"Ayolah,siapa yang terlebih dahulu aku sudah tidak sabar tubuh nya sangat menggoda."Yoga sedari tadi sudah menahan hasratnya terlihat ada sesuatu yang tegak di tubuhnya.


"Biar aku duluan ya!"Jeffri yang sedari tadi hanya diam kini ikut bicara rupanya dia juga sedang merasakan apa yang Yoga rasakan.


"Tidak!"Ucap Fero"Jika kalian memang menginginkan ku tidak masalah lagi pula memang ini adalah pekerjaan ku tapi aku punya permintaan!"Lanjut Fero


Mereka berempat saling pandang,apa maksudnya Fero bersedia melayani mereka dengan senang hati,itu jauh lebih mudah karena mereka tidak perlu takut jika Fero memberontak.


"Apa?"Tanya Heri penasaran.


"Aku ingin kita bermain dengan caraku!"Jawab Fero memainkan lidah nya pafahal dia merasa jijik dengan keempat pria dihadapan nya ini.


"Memang nya kamu mau bagaimana,kami akan menuruti kemauan mu asal kau tidak memberontak."Jawab Heri menyetujui keinginan Fero.


Fero tersenyum sangat menggoda membuat keempat lelaki buaya itu tersenyum penuh kemenangan karena mereka bisa menikmati tubuh Fero tanpa harus membayar mereka tidak tahu jika di dalam.hati Fero walau mereka membayarnya sekalipun Fero tidak ingin melayani mereka.


"Begini,selama ini aku hanya bermain bersama satu orang saja dan aku merasa bosan jadi karena saat ini kalian ada berempat aku ingin mencobanya seperti nya menarik fan akan lebih menantang."Fero berkata seraya memainkan alisnya.


Heri dan teman teman nya saling pandang,mereka tidak menyangka jika ternyata Fero lebih binal.dari yang mereka fikirkan.


"Baik siapa takut,asal kamu senang kami juga senang.Tapi kamu kuat gak melayani kami berempat sekaligus?"Tanya Jefri.

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti,sekarang buka seluruh pakaian kalian dan kumpulkan jadi satu!Aku tidak suka pakaian yang berantakan"


"Kenapa kami yang harus membuka pakaian kami?"Tanya Yoga heran.


"Kan tadi aku sudah katakan bahwa kita akan bermain dengan caraku atau kita batalkan saja dan biarkan aku pulang!"Jawab Fero santai dan langsung berdiri dari duduknya.


"Ok..Ok..Kami akan buka pakaian kami dan ikugi keinginan mu!"Mereka berempat sangat semangat membuka semua pakaian mereka di hadapan Fero.Sementara Fero merasa geli sendiri melihat mereka bertingkah bodoh seperti itu dan beberapa saat kemudian mereka sudah selesai membuka pakaian mereka hanya menyisakan ****** ***** mereka saja ternyata mereka masih merasa malu menunjukkan kejantanan mereka dihadapan satu sama lain.


"Kenapa tidak semuanya,bagaimana aku bisa memulainya jika kalian masih memakai ****** ***** kalian?"Tanya Fero.


Keempat pria itu saling pandang lagi tapi kemudian membuka ****** ***** mereka dan mengumpulkan nya menjadi satu bersama dengan pakaian mereka.


Fero sangat puas melihatnya dia mengambil pakain mereka semua.


"Sekarang kalian ambil posisi disana ya,aku sudah tidak sabar melakukan fantasi yang ada di kepalaku!"Jawab Fero tersenyum penuh misteri.Seperti kerbau yang di cucuk hidungnya Heri dan teman teman nya tetap menuruti permintaan Fero apalagi wajah Fero terlihat sudah sangat tidak sabar.


Fero melihat satu persatu wajah pria dihadapan nya"Sebentar ya aku akan menjauhkan semua barang barang tidak berguna ini,aku ingin tempat yang luas agar aktifitas kita tidak terganggu!"


"Cepatlah kenapa kau lama sekali?"Tanya Yoga yang mulai tidak sabar.


"Sabar sebentar,aku hanya perlu menyingkirkan ini semua.!"Fero membawa tas dan pakain keempat pria itu menjauh dan


Braaakkk


Fero yang memang sudah mengamati jika pintu tidak terkunci segera membawa kabur tas dan pakaian keempat pria itu,walau kesulitan tapi akhirnya Fero berhasil juga membodohi keempatnya.


Heri dan teman temannya panik bukan kepalang.


"Hei perempuan jalangKembali kau!"Bentak Heri yang berlari keluar menyusul Fero.


"Her..Lihat kita tidak bisa mengejar dia,kita sedang telanjang!Dasar wanita kurang ajar dia membodohi kita!"Maki Yoga yang tadi senjatanya berdiri tegak kini langsung melemas karena ternyata mereka dibodohi dengan sangat mudahnya.


"Kejar saja jika kalian tidak punya urat malu!"teriak Fero yang terus berlari menjauh dan tetap membawa pakaian mereka hingga pada saat Fero merasa mereka tidak mungkin mengejarnya tanpa berpakian barulah Fero membuang pakaian itu di semak semak.


"Rasakan apa kalian pikir semudah itu mendapatkan ku?Big No!"Gerutu Fero dan mulai menelpon ojek langganan nya.

__ADS_1



"Akkkhhhh Sial!"Geram Heri dan trman trman nya.


Bughh


Prankkk


Yoga menendang apa pun yang ada di dekatnya hingga kini keadaan markas mereka menjadi berantakan.


"Kita di kerjai sama pe.......r itu!Awas saja jika bertemu lagi maka aku tidak akan membiarkan dia pulang dengan utuh!"Cerocos Heri dengan mata dan wajah yang memerah.


Markas mereka memang berada di tampat yang sepi tapi tidak mungkin juga mereka keluar dengan keadaan seperti itu tetap saja pasti ada warga yang lewat apalagi ini masih terbilang belum terlalu malam.Jadi jika mereka ingin mengejar atau sekedar mencari pakaian mereka maka mereka harus menunggu waktu lebih malam lagi agar kemungkinan bertemu warga sangat kecil.


"Aku sudah mulai kedinginan kawan!"Celetuk Jefri yang tidak tahan dengan udara dingin.


Mereka melihat ke arah Jefri yang tubuhnya sedikit gemetar mungkin benar di kedinginan sekatang tapi di sana tidak ada apa apa untuk sekedar menutup pinggul mereka.


"Sabar,kita akan keluar sebentar lagi.Dia pasti meninggalkan pakaian kita tidak mungkin dia membawanya pulang ke rumahnya."


Mereka berpikir keras bagaimana caranya mereka keluar dan harus menggunakan apa untuk menutupi senjata mereka yang sudah sangat loyo itu.


Berbeda dengan Fero yang kini sedang tersenyum bahagia di atas ojek langganannya membayangkan wajah Heri dan teman teman nya yang kacau sungguh membuat Fero senang.


"Siapa suruh mereka menculikku?Rasakan akibatnya!"Gumam Fero.


"Siapa yang menculik kamu neng?"Tanya si tukan ojek.


"Ahh hanya pemuda bodoh dan sampah masyarakat saja pak,sekarang sudah saya beri pelajaran biar mereka kapok!"Jawab Fero.


"Tapi neng harus tetap hati hati siapa tahu mereka dendam dan merencanakan membalas eneng lagi kan bisa bahaya!"Kang ojek mengingatkan.


Fero berpikir apa yang di katakan kang ojek itu masuk akal karena Heri dan teman teman nya adalah brandalan dia harus memikirkan apa yang harus dia lakukan sekarang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Dukung terus cerita Author ya.


Terima kasih💚💚💚


__ADS_2