Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 84.Menemukan petunjuk


__ADS_3

Carlos duduk sendiri dalam kegelapan,wajah nya terlihat sangat tenang tapi di dalam hati dan pikiran nya ada begitu banyak rencana yang sedang dia susun dengan sangat rapi.


Seperti yang terjadi saat ini di rumah utama keluarga Rey, Carlos bisa melihat semua dengan tenang mata mata yang di masukkan dalam keluarga Rey sangat pintar hingga Carlos bisa mengetahui semua yang terjadi.


''Bagaimana?''Tanya Tuan Carlos melalui sambungan telepon nya.


''Semua aman Tuan.Sekarang wanita itu sudah resmi menjadi tunangan Tuan Rey.''Jawab mata mata yang dari rumah Rey.


''Bagus,biarkan mereka bahagia terlebih dahulu sebelum badai besar datang menghantam kebahagiaan mereka.''Ucap Carlos sangat tenang.


''Baik Tuan.''Jawab sang penyusup.


Carlos tersenyum bahagia secara bertahap dia akan menghabisi satu persatu keluarga Rumsi sama seperti dia menghabisi satu persatu keluarga Rey.


''Kau terlalu meremehkan ku anak muda.Kau bahkan tidak tahu dengan siapa kamu berhadapan.''Gumam Carlos dengan senyum yang sangat mengerikan.


Dulu Carlos adalah orang yang sudah membunuh kakek ny Rey lalu dengan sangat licik Carlos menghabisi orang tua Rey tapi sayang ternyata adiknya Rey masih hidup dan yang sangat di khawatirkan Carlos saat ini adalah bapak nya Rumsi apakah dia melihat wajah nya atau tidak.


"Miranda apa kabar?Kau pasti senang bukan karena aku berhasil menyingkirkan satu persatu keluarga Hana?Dan sekarang hanya tersisa anak bau kencur itu saja dan itu bukan lah hal sulit.''Carlos berbicara dengan bingkai foto yang terdapat gambar adiknya disana.


Miranda dan Hana adalah teman baik tapi mereka mencintai pria yang sama yaitu Surya dan yang lebih membuat Miranda tidak bisa menerima ternyata Surya lebih memilih Hana dari pada dirinya membuat Miranda depresi dan mengakhir hidup nya ,dari sinilah awal dendam Carlos pada keluarga Rey.


Mulai saat itu Carlos langsung memasukkan orang kepercayaan nya untuk menjadi mata mata nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rey menatap Rumsi dengan sangat lembut,membelai rambut nya yang sangat halus.


''Sweete,aku sudah tidak sabar ingin menjadikan mu milikku seutuh nya.''Kata Rey


Rumsi tersipu,rasanya kebahagian nya tidak pernah berakhir setelah dia bertemu dengan Rey.


''Apa kau mau?''


''Rum ikut apa kata mas saja.Karena Rum yakin mas akan memberi yang terbaik untuk Rum.''Jawab Rumsi


''Ya kamu benar,aku akan memberikan yang terbaik untuk mu.Tapi aku juga minta sama kamu untuk tidak menyembunyikan apapun dari ku.Bagaimana?''Tanya Rey.

__ADS_1


Rumsi mengangguk lalu tersenyum.


Rey kembali ke ruang kerja nya ,setrlah seharian dia fokus pada pertunangan nya kini sudah waktu nya dia kembali fokus pada pekerjaan nya dan mengusut kembali siapa dalang dari pembunuh orang tuanya.


''Bagaimana Dam?''Tanya Rey pada Damian.


''Saya benar benar belum menemukan petunjuk Tuan.Ini terlihat murni kecelakaan.''Jawab Damian yang entah sudah berapa kalinya dia mengamati berkas berkas yang ada di tangan nya itu.


Rey memijit kepalanya,dia tetap merasa ada yang janggal dari kecelakaan orang tuanya.


Tiba tiba''Dam,bukan kah saat itu pak Saiful mengatakan penjahat?''Tanya Rey yang tiba tiba teringat dengan percakapan antara dia dan pak Saiful tetapi karena terlalu senang mengetahui adiknya masih hidup Rey tidak memperdulikan yang lain.


''Iya benar Tuan.Coba kita temui pak Saiful siapa tahu dia sempat melihat wajah pelakunya!'' kata Damian juga turut semangat.


''Benar ayo!''


Mereka berdua bergegas menuju kamar pak Saiful dengan semangat karena jika pak Saiful memang melihat wajah pelakunya maka itu adalah anugrah bagi Rey untuk bisa menuntut balas.


''Permisi Tuan.''Panggil pak Jo saat Rey dan Damian akan tiba di kamar Pak Saiful.


''Maaf tuan,ada telfon yang sedang menunggu anda jawab.''Kata Pak Jo.


Rey dan Damian saling pandang''Aku akan angkat dulu Dam.Kamu tunggu disini!''


Rey berjalan menuju telfon dan meninggalkan Damian di depan kamar pak Saiful.


Damian masih berada di depan kamar pak Saiful saat Rey datang.


''Ayo!''


Rey mengetuk pintu kamar sebelum masuk tapi tidak ada jawaban setelah beberapa kali Rey dan Damian mengetuk pintu kamar pak Saiful.


Rey melihat Damian yang juga sedang melihay nya.''Apa mungkin pak Saiful sedang tidur?''Tanya Rey.


''Mungkin saja,ini jam istirahat nya.''Jawab Damian tapi Rey merasa sedikit aneh karena biasa nya walau pun tertidur pak Saiful akan menjawab jika ada yang mengetuk pintu berkali kali.


''Aku merasa ada yang aneh.Apa kau meninggalkan kamar ini saat aku menerima telepon?''Tanya Rey pada Damian.

__ADS_1


''Tidak Tuan.Saya tetap menunggu disini sampai anda datang.Dan tidak ada yang keluar masuk dari kamar pak Saiful.


''Baiklah kita tunggu saja!Tiga puluh menit lagi kita kesini mungkin saja pak Saiful kelelahan setelah acara kemarin.''Rey mencoba membuang jaih jauh pikiran buruk nya dan tetap berpikir positif.


Damian mengangguk lalu mengikuti Rey kembali ke ruang kerjanya.


Seseorang yang mengamati Rey dan Damian mengeluarkan ponsel dari saku nya dan menghubungi seseorang.


''Hallo Tuan.Semua sudah selesai.Mereka tidak tahi jika saat ini Bapak Tua itu sudah tiada.''Lapor mata mata Carlos.


Setelah melaporkan keadaan di rumah Rey,pelayan itu kemudian meninggalkan tempat nya untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Rey tidak merasa tenang sama sekali karena belum bisa bertemu dengan pak Saiful,dia terus mondar mandir di ruang kerja nya.


''Tenang saja tuan,jangan khawatir pak Saiful tidak akan kemana kama dia hanya sedang istirahat.''Celoteh Damian yang mulai merasa pusing melihat Rey yang mondar mandir sedari tadi.


''Aku tahu Dam,tapi kenapa saat semua di depan mata pak Saiful justru masih beristirahat?''


Damian tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena sudah sangat lama tapi mereka belum menemukan petunjuk apapun.


''Kenapa waktu berjalan sangat lama Dam?''


''Sabar,tapi jika Tuan benar benar tidak sabar kita bisa kesana sekarang dan membangunkan nya.Saya rasa pak Saiful tidak akan marah pada kita apalagi ini menyangkut kedua orang tuan anda.''Damian sangat kasihan melihat Rey yang sangat tidak sabar.


Rey melihat wajah Damian dengan serius,Rey sedang menimbang nimbang ucapan Damian tapi Damian yang wajah nya di pandang serius menjadi takut.


''Ada apa?''Tanya Damian salah tingkah.


''Tidak ada tapi sepertinya apa yang kamu katakan ada benar nya juga lagi pula ini sudah lima belas menit.Mungkin pak Saiful sudah bangun atau sudah cukup beristirahat.''


Damian mengangguk.


''Ayo kita kesana!''Ajak Rey.


Mereka kembali berjalan ke kamar pak Saiful.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2