
Damian mengulum senyumnya dia tahu jika wanita itu tidak tahu dimana letak kesalahan nya,ya memang karena hanya Reygardana saja yang bisa melihat kesalahan sekecil itu dan memepermasalahkan nya.
"Kenapa kau hanya diam,apa kau tidak tahu jika ada yang berubah disini dan aku tidak menyukainya?"Bentak Rey membuat tubuh Ida gemetar dan keringat mulai merembes di keningnya.
"Maaf tuan!"Ida benar benar takut dan marah dalam waktu bersamaan takut jika dia di pecat dan marah pada orang yang sudah berani menggeserkan barang barang milik bos galak ini.
"Dengar!ini sudah kesalahan yang keberapa aku tidak tahu jadi aku putuskan akan memecatmu sekarang karena kau sudah tidak bisa lagi bertenggung jawab dalam pekerjaan mu!"Rey benar benar tidak mau memperkerjakan orang orang yang lalai.
Sementara di ruangan belakang kasak kusuk jika Bu Ida di panggil menghadap Pak Rey sedang menjadi perbincangan para ob dan og di sana.
Wajah mereka juga terlihat khawatir,mereka tahu jika Bu Ida adalah orang yang baik dan bertanggung jawab.Wajah tegang juga terlihat di wajah Rumsi dan Rida pasalnya karena merekalah yang sudah membersihkan ruangan CEO hari ini.
"Astaga bagaimana ini?Pak Rey sangat marah dan akan memecat bu Ida?"Seseorang yang baru masuk mengabarkan pada rekan nya.
"Dari mana kamu tahu,jangan mengada ngada!"Yang lain menimpali.
"Aku baru selesai membersihkan ruangan pak Damian dan melewati ruangan CEO,teriakan pak Rey sangat kencang jadi aku mendengarnya!"Diah memang mendengar saat Rey bilang akan memecat Bu Ida.
Rida meremas jari jari tangan nya karena bingung dan panik.Rumsi juga merasa serba salah dia merasa tidak melakukan kesalahan tapi pagi ini dia dan Rida lah yang memebersihkan ruangan Pak Rey dan dia orang baru kemungkinan kesalahan yang tifak disengaja itu dia yang melakukan nya.
Hati kecil Rumsi merasa tidak tega jika sampai Bu Ida yang di pecat karena sesuatu yang bukan kesalahan nya.
"Aku akan menemui Pak Rey."Suara Rumsi membuat kasak kusuk yang tadinya ramai kini sunyi.Semua orang memandang Rumsi dengan pikiran mereka masing masing.Sementara Rumsi yang di pandang rekan rekan barunya merasa takut.
"Ada apa?"Tanya Rumsi pelan.
__ADS_1
"Kau yakin ini menemui pak Rey dalam.keadaan yang seperti ini?Dia sedang marah besar?"Tanya seorang teman Rumsi.
Rumsi merasa ragu tapi dia tidak ingin bu Ida di pecat."I.Iya.Aku tidak tega jika bu Ida sampai di pecat karena kemungkinan kesalahan yang terjadi itu adalah ulahku karena aku masih baru dan belum paham!"Teman teman nya juga berpikir hal yang sama tapi tidak ada yang berani mengatakan nya karena menghargai perasaan Rumsi.
"Tapi ķamu bisa di pecat?"Tanya Rida merasa kasihan.
"Tidak apa apa kak.Aku masih bisa mencari pekerjaan lain tapi aku tidak bisa membiarkan orang yang tidak bersalah menanggung akibat dari pebuatan orang lain!"Rumsi semakin yakin dengan keputusan nya.
Teman teman nya merasa kagum dengan apa yang Rumsi katakan akhirnya mereka mengangguk dan berharap Rumsi ataupun bu Ida tidak di pecat.
Dengan langkah pelan tapi pasti Rumsi kembali keruangan CEO untuk mencoba membantu Bu Ida.Rumsi kini sudah berdiri di depan pintu ruangan Pak Rey,Dia mendengar suara isakan seorang wanita yang pasti itu adalah suara Bu Ida yang sedang memohon untuk tidak di pecat.
Rumsi mengetuk pintu yang tidak tertutup rapat itu.
Tokkk..Tokkk
Damian menghampiri pintu dan membukanya tampak seorang wanita muda dengan pakaina og sedang berdiri sambil menundukkan kepalanya.
"Ada apa?"Tanya Damian.
Rumsi memandang wajah Damian yang terlihat tampan hampir saja dia lupa tujuan nya datang.
"Emm Maaf tuan.Saya ingin bertemu dengan pak Rey!"Rumsi kembali menundukkan kepalanya karena merasa kurang sopan jika menatap lelaki di hadapannya ini terlalu lama.
"Ada perlu apa?"Tanya Damian lagi sebelum mempersilahkan Rumsi masuk.
__ADS_1
'"Ada sesuatu yang ingin saya sampaikan.Tolong tuan izinkan saya menemui pak Rey!"iba Rumsi.
"Tunggu disini!"Damian menemui Rey untuk meminta menyampaikan apa yang Rumsi katakan dan Rey mengangguk.
"Masuk!"Ucap Damian dingin pada Rumsi.
Dengan perlahan Rumsi masuk keruangan Pak Rey.Yang pertama Rumsi lihat adalah wajah bu Ida yang berurai airmata,Rumsi merasa kasihan melihat keadaan nya lalu matanya melihat kearah kursi CEO dan mata Rumsi melihat pria yang sangat tampan bahkan lebih tampan dari pria yang menyambutnya tadi apalagi jika di bandingkan dengan Heri sungguh bagai langit dan ampas bumi.
"Siapa kau?"Tanya Rey tanpa basa basi.
" Emmm Maaf tuan.Saya Rumsi saya emm Og baru disini dan saya baru hari ini bekerja!"Rumai menjeda ucapannya menarik nafas dan menghembuskan nya agar tidak tegang.Sementara Rey tidak merespon dia hanya diam ingin mendengarkan apa yang di akan di katakan wanita muda di hadapan nya ini.
"Emmm Begini tuan.Pagi ini sa..Saya yang membersihkan ruangan Tu Tuan.Ja ..Jadi ji..Jika ada yang Emm Salah I..Itu Sa..Salah saya Tu..Tuan..!"Rumsi sangat gugup karena sedari tadi dua pria itu terus menatapnya membuatnya merasa takut dan gemetar.
Brakkk
Semua orang terjengkit kaget kecuali Damian.Jantungnya sudah terbiasa menerima kejutan seperti itu.Sementara Rumsi yang kaget langsung memegang dadanya.
"Apa kamu gagap?"Tanya Rey sinis."Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan,jika kau masih berbicara seperti itu lebih baik kamu keluara dari ruangan saya sebelum kamu juga di pecat!"Rey memang tidak suka dengan orang yang berbelit belit apalagi saat dia mendengarkan Rumsi bicara kepalanya terasa mau pecah di tambah pakaian yang di pakai Rumsi sangatembuat matanya sakit.
Rumsi menatap mata Rey"Ma.Maaf pak!"karena gugupnya Rumsi kembali gagap.
"Keluar!"Bentak Rey.
Rumsi benar benar merasa takut,matanya sudah memerah tapi dia belum mengatakan apa yang inhin dia katakan.Dengan membulatkan keberaniannya dia menatap kembali mata Rey.
__ADS_1
"Maaf pak.Nama saya Rumsi,saya adalah og baru di kantor bapak dan pagi ini saya yang membereskan ruangan bapak.Jadi jika ada yang salah itu adalah kesalahan saya yang belum paham dan bukan kesalahan bu Ida .Tolong pak jangan pecat bu Ida!"Rumsi mengatakan nya dengan satu tarikan nafas agar tidak kembali gugup.
Rey menyipitkan matanya baru kali ini ada orang yang berani menvakui kesalahan demi menyelamatkan pekerjaan orang lain biasanya orang akan menyelamatkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain.