Mencintai Pembunuh Suamiku.

Mencintai Pembunuh Suamiku.
Bab 18. Rumsi di paksa bu Retno


__ADS_3

Setelah memikirkan dengan hati hati akhirnya pak Saiful mengangguk pelan pada istrinya tanda setuju,mereka tidak punya pilihan selain menerima tawaran Fero demi bisa menjauhkan Rumsi dari kekejaman bu Retno dan keluarganya.


"Baiklah, Fero pergi dulu ya bu.Fero mau ambil uangnya dulu dan segera datang semoga bu Retno tidak datang sebelum Fero!"


Bu Naila mengangguk terlihat jelas kelegaan di wajahnya."Terima kasih ya Fer!"Ucap Rumsi terharu dengan ketulusan Fero membantunya walaupun dia pernah berkata kasar pada Fero.


"Iya.Ya sudah aku akan ambil uang dulu agar kamu tidak harus kembali ke rumah mereka"


Fero segera meninggalkan rumah Rumsi untuk mengambil tabungannya.Sudah hampir satu jam tapi Fero belum kembali mereka khawatir takut jika Fero tidak kembali datang.


Tok..Tok....


Dian dengan semangat berlari untuk membuka pintu karena mungkin itu adalah Fero.Namun wajahnya menjadi tegang dia diam menatap wajah orang yang di depan rumahnya adalah Retno,,Heri dan Prida.


"Siapa yang datang nak?"Tanya Bu Naila yang menyusul Dian karena lama.


"Kalian?"Kata bu Naila gugup apalagi saat ini Fero juga belum datang.


"Kenapa?Apa kalian terkejut dengan kedatangan kami?"Tanya Bu Retno masuk tanpa di suruh diikuti Heri dan Prida.


"Untuk apa kalian datang?"Kali ini pak Saiful yang bicara.


Dengan senyum menyeringai Bu Retno menjawab"Tentu saja membawa menantu eh salah maksudku pembantuku!"Bu Retno terkikik merasa lucu dengan jawaban nya yang sengaja di salahkan.


"Jaga bicara anda bu!Kami juga punya harga diri,anda jangan bicara sembarangan seperti itu"Bu Naila sangat kesal dengan ucapan bu Retno yang terkesan merendahkan itu.


"Anak kalian itu memang pembantu kami jadi kalian harus terima!Mana dia aku akan membawanya,rumah kami sudah harus di bersihkan .Kalian sudah setuju jangan coba coba untuk mengelak karena kalian akan tahu akibatnya jika berani macam macam!"Wajah bu Retno berubah mengerikan.


"Anak saya tidak akan kemana mana.Saya tidak akan menyerahkan anak saya pada anda jika hanya untuk kalian sakiti!"Bentak pak Saiful ,kesabaran nya sudah sampai pada ambang batasnya dia sebagai kepala keluarga merasa terhina jika anaknya sampai di bawa oleh mereka.

__ADS_1


"Dengar pak.Saya suaminya Rumsi dan dia istri saya sudah sepantasnya dia ikut dengan suaminya kemanapun suaminya berada.Apa bapak tidak mengajarkan pada anak perempuan bapak untuk menjadi istri yang baik?"


Ucapan Heri bagai bensin yang menyiram ke kobaran api yang menyala.Pak Saiful maju dan memberikan bogem mentahnya pada laki laki yang mempertanyakan pengajaran nya pada anaknya sementara dirinya sendiri bukan lah suami yang baik.


Bughh


Para wanita di sana pun berteriak karena terkejut.


"Dengarkan ini anak sialan!Rumsi anakku, ku ajarkan dengan banyak kebaikan tapi sejak dia kenal dengan mu dia jadi rusak dan jangan sekali kali kamu menghina Rumsi karena kamu sendiri bukan lah suami yang baik jadi jika Rumsi tidak patuh itu karena kamu tidak pantas mendapatkan rasa patuhnya."Dengan gigi bergelutuk pak Saiful menarik kerah baju Heri dan tangan satunya lagi menunjuk wajah Heri.


"Lepaskan anakku!"Bu Retno menarik narik lengan pak Saiful namun tenaganya tidak kuat,karena merasa khawatir bu Retno pun hilang akal dia segera mendorong bu Naila sampai bu Naila tersungkur.


"Ibu!!"Teriakan Dian menyadarkan pak Saiful dia melihat istrinya yang kini ada di pangkuan Dian sedang meringis kesakitan dia memegang kepalanya yang sepertinya terbentur ujung meja dan ada darah yang keluar.


Dengan panik pak Saiful segera menghampiri istrinya yang kini sudah pingsan.


"Buk..Bangun buk jangan diam saja,cepat bangun buk!"Pak Saiful tidak kuasa menahan air matanya.Airmata yang sejak kemarin dia tahan akhirnya tak terbendung lagi saat melihat istrinya pingsan tidak sadarkan diri.


" Cepat panggil ibu Rahma!" Dian segera berlari keluar untuk memanggil bu Rahma.Bersamaan denga Fero yang akan mengetuk pintu.


"Kak Fero!"


"Ada apa Dian?"Tanya Fero panik melihat keadaan Dian yang pucat dan ada noda darah di pakaiannya.


"I..Ibu kak.Di..Dia pingsan"Dian menjelaskan dengan terbata dan sesenggukan.


Fero segera lari masuk kedalam sementara Dian segera memanggil bu Rahma bidan yang kemarin menangani Rumsi.


Saat masuk Fero melihat Rumsi yang sudah di tarik bu Retno dan Heri sementara Prida dia hanya mengikuti langkah kedua orang itu saja dan di sudut yang lain Fero melihat pak Saiful memegangi bu Naila yang sudah mengeluarkan banyak darah.

__ADS_1


"Lepaskan saya bu,tolong biarkan saya melihat keadaan ibu saya!saya mohon bu!"Rumsi berteriak seraya meronta agar di lepaskan.


"Enak saja,kalau kamu tidak di paksa maka kamu tidak akan datangkan?Ingat jika orang tua kamu punya hutang yang banyak!"Ucap Bu Retno tak kalah murka.


"Saya yang akan membayar hutang pak Saiful!"Fero segera maju karena tidak tega dengan keadaan keluarga Rumsi.


Mereka melihat ke arah Fero,tidak ada yang menyadari kehadiran nya sampai Fero membuka suaranya.


"Heh kamu anak bau kencur gak usah sok sok an jadi pahlawan kesiangan ya.Hutang mereka itu banyak mana mungkin kamu sanggup membayarnya!"Senyum merendahkan tersungging di wajah bu Retno.


"Katakan saja berapa hutang mereka!"Fero tidak mau kalah.


Bu Retno menyebutkan nominal hutang pak Saiful di tambah bunga pinjaman yang ternyata sudah melebihi pinjaman pokok dan jika di totalkan maka angka yang tadi di sebutkan pak Saiful sangat jauh dari angka yang di sebutkan bu Retno.


Pak Saiful,Rumsi dan Fero terbelalak mereka tidak menyangka ternyata uang yang di pinjam pak Saiful ternyata berbunga.


"Jangan mengada ngada,semua itu pasti karangan kalian saja!"Berang pak Saiful


"Makanya jika di beri surat perjanjian itu di baca bukan cuma asal tanda tangan setelah lihat uang.Itu salahmu sendiri."


Pak Saiful tertunduk lemas dia tidak menyangka semua akan menjadi sangat kacau seperti ini.Pak Saiful melihat ke arah Fero terlihat Fero menggeleng pelan pertanda jika dia juga tidak punya uang sebanyak itu.Tentu saja apa yang akan di harapkan pak Saiful dari anak sekolah seperti Fero.


"Cepat bawa di pulang,banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan di rumah"Perintah bu Retno pada kedua anaknya.


Rumsi di paksa keluar,kedua tangannya di tarik Prida dan Heri dia terus berteriak dan meronta tak di hiraukan nya lagi dengan janin yang ada dalam kandungan nya.


"Ibuuu..!"Rumsi berteriak memanggil ibunya yang tidak sadarkan diri.


"Lepaskan aku mas.Kalian jahat!"Rumsi mengibas ngibaskan tangannya tapi cekalan mereka berdua sangatlah kuat,Rumsi yang masih lemas tidak mampu menandingi mereka.

__ADS_1


......................


Bersambung..


__ADS_2