
Semua orang saling pandang,bahkan Dian yang tadinya tertawa sangat keras jug a tiba tiba langsung terdiam mendengar suara gaduh yang terjadi di luar rumah.
''Damian cepat periksa ada apa.Fero bawa bapak ke kamar dan Dian bawa kakak mu kamar.!''Perintah Rey pada semua orang disana jelas apa yang akan terjadi pasti tidaka kan baik dan setelah memberikan perintah Rey menyusul Damian yang sudah lebih dulu melihat siapa yang berani berbuat onar di rumah nya.
''Ada apa?''Tanya Rey
Damian menoleh melihay Rey yang sudah berada di belakang nya''Tuan Oscar orang tua Clara sepertinya dia marah karena anda memenjarakan putrinya.''Jawab Damian.
Rey mendengus kesal''Pantas saja anak nya jadi seperti itu jika orang tuanya saja arogan.''
Rey pun berjalan menemui Tuan Oscar yang masih saja berteriak memanggil dan mengumpat namanya.
''Akhirnya kau keluar juga.Cih dasar anak tidak tahu berterima kasih ,ini balasan mu setelah apa yang sudah aku lakuakan selama ini untuk mu Rey?''Tanya Oscar berapi api.
''Paman tahu kan,jika aku tidak pernah memaafkan kesalahan sekecil apa pun itu.Lagi pula sebelum ini terjadi aku sudah memberi peringatan pada Clara agar tidak mengganggu Rumsi tapi dia justru melangkah sangat jauh.Jadi ini adalah hukuman yang setimpal untuk nya.''Jawab Rey tenang.
''Oh jadi benar ini karena wanita kampung itu?Ingat Rey sejak orang tuamu meninggal aku yang sudah merawatmu bahkan mengajarimu banyak hal hingga kau bisa menjadi sebesar sekarang."Ucap Carlos mengungkit semua kebaikan nya.
''Itu sebab nya aku tidak menarik semua saham ku di perusahaan paman karena aku masih menghargai paman walau awalnya aku ingin melakukan nya.''
Wajah Carlos tampak memerah karena sangat marah mendengar apa yang Rey katakan.Sejak dulu dia berusaha untuk mengambil alih perusahaan orang tua Rey tapi usahanya gagal karena pengacara yang memegang surat kuasa orang tua Rey tidak bisa di ajak bekerja sama dan sialnya usahanya menjodohkan putri nya dengan Rey juga gagal.
''Ingat Rey aku tidak akan tinggal diam sebelum kau membebaskan putriku.Kau salah memilih lawan Rey.''Ancam Carlos sebelum dia pergi meninggalkan Rey yang masih terlihat tenang.
Rey menatap kepergian Carlos dengan senyum smirk nya.''Aku tahu kau tidak pernah tulus paman.''Ucap Rey pelan.
''Bagaimana semua orang Dam?''Tanya Rey menoleh pada Damian yang sejak tadi hanya diam.
''Mereka semua berada di kamar.Tapi sepertinya mereka mendengar apa yang di katakan Tuan Carlos.'Jawab Damian yakin karena suara Tuan Carlos yang berteriak teriak pasti di dengar semua orang.
Rey hanya diam tapi otak nya berpikir untuk melindungi keluarga ini dan sepertinya tempat teraman adalah rumah utama nya karena disana tidak sembarang orang bisa masuk.
Carlos memang pergi dari rumah itu tapi beberapa orang sudah dia utus untuk mengawasi Rey dan Damian.Mereka sudah mendapat perintah jika Rey dan Damian pergi maka mereka harus langsung menghabisi semua yang ada disana,Carlos sama sekali tidak ingin menunda nunda waktu jika Rey tidak ingin membebaskan putrinya maka dia akan langsung bertindak.
''Ada apa tuan?Siapa yang datang barusan?''Tanya Rumsi
''Dia Daddy nya Clara tapi kalian tidak perlu khawatir tapi tetap harus berhati hati karena dia bukan orang yang sangat pendendam.''
__ADS_1
Wajah Rumsi sedikit memucat anaknya saja seperti itu kejam nya apalagi ayah nya.Tapi semua sudah terlanjur terjadi mau tidak mau harus dihadapi juga.
Hampir tengah malam Rey pergi dari rumah yang di tempatinya.Rencana nya besok pagi Rey akan membawa mereka semua untuk pindah dari sana tapi entah kenapa hatinya tidak tenang sama sekali.
''Ada apa bos?''Tanya Damian yang heran melihat bosnya yang hanya melihat keluar jendela sedari tadi.
''Entah lah aku merasa jika sebaiknya kita kembali saja.Carlos tidak pernah main main dengan ucapan nya aku takut jika anak buah Carlos bertindak malam ini.''
Damian segera memutar kemudinya kembali kerumah Rumsi.
Dari jauh rumah itu terlihat terbuka perasaan Rey dan Damian semakin tidak karuan.Tidak mungkin mereka membuka pintu saat malam sudah mulai larut seperti ini.
Rey memindai anak buah nya yang dia perintahkan berjaga disana tapi dia tifak melihat nya sama sekali.
''Dam,dimana mereka ?''Rey terlihat sangat panik tidak mendapati anak buah nya.
''Sebentar bos.''Damian mengehentikan mobil yang di kendarai nya.Mereka segera turun dengan tergesa gesa.
Mata Rey memindai dan langsung melotot saat melihat tumpukan manusia di ujung rumah jadi benar anak buah Carlos langsung beraksi begitu dia meninggalkan rumah ini.
''Kurang ajar.Damian cepat !''
Rey dan Damian berjalan perlahan dan mengendap karena mereka tidak tahu musuh membawa senjata apa.
Damian berjalan dihadapan Rey,bagaimanapun tugas nya melindungi Rey.
"Tolongggggg..."
"Tolonggggg"
Teriakan menggema di dalam kamar pak Saiful sontak saja Rey dan Damian memutar arah yang awalnya mereka ingin memeriksa kamar Rumsi akhirnya mereka berlari ke kamar pak Saiful.
"Tolonggg..."
Dugghhhh...Dugghhhh
"Buka.."
__ADS_1
"Diannn..."
Suara jeritan s3makin keras terdengar seiring langkah Rey dan Damian yang kian mendekat ke kamar pak Saiful.Jantung Rey juga berdetak dengan sangat cepat sekarang dia sangat mengkhawatirkan kondisi Rumsi dan keluarganya.
"Rumsi siapapun jangan di belakang pintu!"Ucap Rey saat mengetahui jika pintu itu terkunci dan dia juga tidak sempat lagi mencari kunci cadangan.
Bughhhh
Hantaman pertama gagal.
Bugghhhh
Hantaman kedua juga gagal.
"Sial dengan apa mereka membuat pintu ini?"Kesal Rey yang tidak juga bisa membuka pintu kamar itu sementara suara teriakan dan tangisan di dalam kamar membuat Rey sangat ketakutan.
Buggghhh
Braakkk
Akhirnya pada hqntaman yang ketiga pintu itu terbuka dan ambruk.
"Tuan..Hiks..Dian.."Ucap Rumsi di tengah tengah tangis nya.Rey melihat ke arah yang di tunjuk Rumsi.
"Astaga Dian.Apa yang terjadi?"
"Mereka menembak Dian tuan.Hiks..Tolong selamatkan dia!"
Rey menggendong Dian yang segera di susul Damian.Mereka segera ke rumah sakit untuk menyelamatkan Dian sementara yang lain menyusul mengguanakan taksi online yang sempat di pesan Damian.
"Dian bangun dek.Kamu kuat,ayo jangan menyerah kamu adik kakak yang cantik."Rey terus saja mengoceh agar Dian tidak menyerah tapi Dian sangat lemah karena kehilangan banyak darah.
"Damian cepatlah kenapa kau sangat lama sekali?"
Damian tidak mengatakan apapun walau sebenarnya dia sudah sangat cepat tapi bagi Rey itu sangatlah lambat karena saat ini nyawa Dian sedang dalam bahaya.
Rumsi mengelus punggung pak Saiful yang terlihat lemah wajah nya sudah sangat pucat padahal dirinya sendiri masih sangat ketakutan dan tubuhnya masih gemetar hingga sekarang tapi Fero terus menguatkan Rumsi agar tetap tenang karena saat ini nyawa kedua orang yang sangat di sayanginya sedang dalam bahaya.
__ADS_1
"Bapak yang kuat ya!"Hanya itu yang bisa Rumsi katakan pada bapak nya karena dirinya sendiri juga butuh kekuatan.