
Bram dan Retno menoleh menatap Heri.Sementara Heri sendiri gelagapan di tatap seperti itu oleh orang tuanya.
"Jangan melihat Heri seperti itu ma,pa.Kamu juga Prida kenapa ngomong ngasal kayak gitu sih?lihat tuh mama sama papa jadi curiga gitu sama kakak?"Heri kesal dengan Prida yang benar bicaranya.
"Ya Prida cuma nebak aja sih kak.Abisnya mana ada orang yang mau tanggung jawab sama perbuatan orang lain kecuali memang itu perbuatan dia sendiri."
Rasanya Heri ingin menyumpal mulut Prida dengan sambel yang ada didepan nya ini.Geram sekali dengan Prida.
"Kalau memang itu perbuatan kakak.Pasti kakak akan protes saat mama minta dia tidur di gudang, kan kasihan anak kakak di suruh tidur di gudang dan di anggap sebagai pembantu di rumah ini."Heri memberi alasan yang di rasa mama dan papanya masuk akal.
"Kalau pun itu anak kamu,mama juga tidak akan mau menerimanya.Pokok nya mama cuma mau cucu dari Sella bukan yang lain."
Ucapan Retno mendapat anggukan Bram.Suami istri itu sama sama tidak menyukai Rumsi,gadis kampung yang keluarganya saja sangat miskin.
"Iya papa juga,tidak akan menerimanya."
Heri tersenyum senang mendengar keputusan orang tuanya.Setidaknya walau suatu saat nanti Rumsi mengatakan pada mereka bahwa anak yang ada dalam kandungan nya adalah anak Heri maka orang tuanya akan tetap menolak nya.
"Heri,nanti jangan pergi kemana mana.Sella dan keluarganya akan datang malam nanti jadi kamu di rumah saja!"
"Tenang ma.Heri hanya keluar sebentar saja,ada yang mau di bicarakan dengan teman teman."
Setelah menyelesaikan sarapan,mereka meninggalkan neja makan begitu saja dan itu menjadi tugas Rumsi membereskan nya sebelum dia makan.
Terlihat ada sedikit sisa makanan yang tidak habis.Rumsi bersyukur setidaknya masih bisa makan dengan lauk.
Baru satu hari tapi rasanya sudah satu abad Rumsi tinggal di rumah itu.Heri juga tidak mengajaknya bicara sama sekali membuat Rumsi benar benar merasa sendirian.
Sesuap demi sesuap Rumsi memasukan makanannya yang terasa pahit dan sulit di telan.
Biasanya walau makanan yang di siapkan ibu nya adalah makan sederhana namun begitu niknat saat masuk mulutnya.
Setiap tarikan nafas Rumsi sekarang hanya ada permintaan maaf dan penyesalan yang mendalam terhadap orang tuanya.
"Jika sudah selesai makan.Kamu harus belanja nanti akan ada calon istri Heri dan keluarganya datang berkunjung dan ingat jangan bilang pada siapapun jika kamu sudah menikah dengan Heri."
__ADS_1
Bagai di sengat ribuan lebah hati Rumsi semakin nyeri.Belum penuh satu hari mereka menikah tapi Rumsi sudah mendengar kabar jika calon istri dari suaminya akan datang.
"Bu.Mas Heri itu suami Rumsi,bagaimana mungkin ada calon istri lain bu?"Tanya Rumsi dengan lelehan air matanya.
"Sudah aku katakan tadi, jangan bilang kalau kamu istri Heri .Kamu cuma pembantu di rumah ini,apalagi bapak kamu punya hutang pada kami jadi kamu harus tahu diri."
Rumsi menangis setelah bu Retno meninggalkan nya.Dia luruh ke lantai kakinya gemetaran tidak berdaya.
"Ya tuhan.Inikah hukuman atas dosa yang sudah aku lakukan?Hikss...Ampuni Rumsi tuhan..Hiksss..Rumsi tidak kuat."Rumsi memukul dadanya yang terasa sesak.Dia sengaja meninggalkan kenyamanan hati menuju ke neraka dunia ini."Hiksss..Bapak.,ibu,Dian .Rum kangen kalian Hiks..."Baru dua hari Rumsi pergi tapi rasanya sudah berabad abad saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Heri sudah berkumpul dengan para teman teman nya.Wajah nya tampak berseri seri karena membayangkan segera menaiki moge."Ahh rasanya sudah tidak sabar lagi!Gimana kalian sudah siapkan moge nya?"Tanya Heri
"Emangnya kamu sudah menikah sama Rumsi?"Yanya Jefri
"Ya sudah dong.Nih lihat kalau tidak percaya!"Heri menyerahkan ponselnya disana ada poto poto pernikahan sederhana yang mereka lakukan malam tadi.
"Gila.Gimana cara nya kamu meyakinkan mamamu.Secara kita tahu kalau kamu kan di jodohkan?"Tanya Ferdi penasaran.
"Sudah tenang saja.Siang ini sudah bisa kamu bawa pulang.Biar nanti kita antar motormu.Jadi bisa langsung kamu bawa tuh moge."
Brumm...Brummmm
Suara deru motor terdengar ke dalam karena si pemakai memainkan gasnya.
Mereka serempak keluar,tampak Yoga sedang duduk di atas jok moge yang keren."Ini punya ku kan?"Tanya Heri dengan wajah berbinar binar.
"Iya ini moge loe.Kita gak akan ingkar kok."Ucap Yoga memberikan kunci moge itu ke Heri.
"Tanks bro.Kalian emang temen yang the best.Haha..haha..haha.."Heri mengacungkan kedua jempol tangannya pada kawan kawan nya.
"Ya udah sana.Cobain gih!"
"Ok.Aku cobain ya."Dengan langkah pasti dan senyum mengembang di wajahnya Heri mencoba moge hadiah dari teman teman nya karena memenangkan taruhan itu.Walaupun bukan moge baru setidaknya ini hasil dari usahanya memenangkan taruhan.Tidak peduli dengan nasib wanita yang menjadi korban taruhan mereka.
__ADS_1
"Sekalian saja lah,aku mau bawa pulang.Kalian bisa kan antar motor aku yang itu?"
"Iya tenang saja.Pasti kami antar,kamu bisa nikmati moge itu!Haha...haha..haha..."Mereka semua tertawa bahagia di atas penderitaan Rumsi.
Heri mulai menyalakan moge barunya dengan penuh percaya diri.Sementara teman teman nya mengikutinya dari belakang.
Sudah hampir makan siang saat Heri sampai di rumah.Retno yang duduk duduk melihat anaknya pulang dengan mengendarai moge pun merasa heran.
"Punya siapa itu Her?"
"Punya Heri dong ma.Masa punya orang Heri bawa pulang?"Ujar Heri bangga.
"Uang darimana kamu,bisa beli moge.Jangan bilang kamu mencuri Her?"
"Ah mama.Gak mungkinlah Heri mencuri,emang uang mama ada yang hilang?"
"Ya tidak sih.Tapi dari mana kamu dapat moge itu?"
"Itu dari hasil Heri main taruhan sama teman teman Heri ma.Heri menang hadiahnya moge."
"Oh ..Ya sudah ajak teman temanmu masuk!"
Mereka mengikuti Heri masuk ke dalam rumah.Duduk di halaman belakang itu memang kebiasaan mereka jika datang kerumah Heri.
"Silahkan mas!"Rumsi datang membawakan minuman dingin.
Mereka semua melongo.Walaupun mereka tahu Heri sudah menikah dengan Rumsi namun mereka tetap saja terkejut melihat Rumsi disana.
"I.Iya Rum.makasih ya!"
Mereka melirik ke arah Heri yang hanya mengulum senyum nya."Udah gak usah bengong gitu,biasa aja kali ah.!"
Mereka kembali bercengkrama dan kadang di selingi tawa tawa yang Rumsi sensiri bingung
"Gila bener.Tuh cewek bener bener di jadikan bini ma ini orang..
__ADS_1